Fatkhul Inayah
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Maslahah Mursalah dan Kontribusinya pada Ekonomi Syariah Fatkhul Inayah; Moh Bahrudin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep metodologis Maslahah Mursalah serta kontribusinya terhadap pengembangan hukum dan instrumen ekonomi syariah kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui penelaahan berbagai literatur primer dan sekunder, meliputi kitab ushul fiqih klasik, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, serta fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Analisis dilakukan dengan menguraikan konsep Maslahah Mursalah, mengkaji landasan normatif dan persyaratan keabsahannya, membandingkan pandangan empat mazhab fikih, serta menelaah penerapannya dalam ekonomi dan keuangan syariah modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maslahah Mursalah merupakan metode penetapan hukum Islam yang berorientasi pada kemaslahatan dan sejalan dengan tujuan syariat (maqashid al-syariah), meskipun tidak terdapat dalil khusus yang secara tegas menerima atau menolaknya. Penerapannya harus memenuhi sejumlah persyaratan, yaitu kemaslahatan bersifat nyata, mengutamakan kepentingan umum, dan tidak bertentangan dengan dalil syariat yang pasti. Meskipun terdapat perbedaan pendekatan di antara mazhab Maliki, Hanbali, Hanafi, dan Syafi'i, kemaslahatan tetap menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan hukum Islam. Dalam konteks ekonomi syariah kontemporer, Maslahah Mursalah berkontribusi terhadap pencatatan akad dan notarisasi, pengawasan kepatuhan syariah melalui Dewan Pengawas Syariah, pengembangan uang elektronik syariah, serta penerapan mekanisme ta'zir dan ta'widh. Dengan demikian, Maslahah Mursalah berperan penting dalam mendukung perkembangan ekonomi syariah yang adaptif, berkeadilan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariat, termasuk dalam menghadapi perkembangan teknologi keuangan digital. Pertimbangan tersebut penting agar inovasi keuangan tetap memberikan manfaat, melindungi harta masyarakat, mengurangi risiko, dan menjaga keadilan dalam aktivitas ekonomi.
Model Tiga Dimensi Pengujian Akad (Objek, Alur, dan Risiko) dalam Menilai Kesesuaian Produk dengan Prinsip Syariah Muhammad Fajar Maulana; Fatih Fuadi; Fatkhul Inayah; Sinta Bela Carolina
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 5 No. 1 (2027): November - Februari
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v5i1.14563

Abstract

Industri keuangan syariah tumbuh secara masif dengan menghadirkan beragam inovasi produk kontemporer. Sebagian besar produk tersebut dibangun dari sejumlah akad dasar yang dirangkai menjadi struktur transaksi yang kompleks. Namun, pertumbuhan ini memunculkan persoalan mendasar di mana sebuah produk keuangan kerap kali menggunakan nama akad yang sah secara formal, tetapi dalam praktiknya menyerupai pinjaman berbunga atau mengabaikan substansi keadilan distributif. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun, mengeksplorasi, dan menganalisis secara mendalam kerangka Model Tiga Dimensi Pengujian Akad yang mencakup dimensi Objek, Alur, dan Risiko (OAR) sebagai instrumen evaluasi komprehensif dalam menilai kesesuaian produk perbankan dan keuangan syariah dengan prinsip syariat. Menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-normatif terhadap literatur fikih muamalah klasik maupun kontemporer, fatwa Dewan Syariah Nasional MUI (DSN-MUI), standar akuntansi dan syariah AAOIFI, serta karya akademik pakar ekonomi Islam seperti Taqi Usmani dan Mahmoud A. El-Gamal, kajian ini menguraikan dimensi objek (kehalalan dan kejelasan spesifikasi), alur (kesesuaian urutan transaksi dan pencegahan rekayasa hukum/hilah), serta risiko (distribusi beban linier berdasarkan kaidah al-kharaj bi al-daman). Hasil kajian menunjukkan bahwa titik rawan terbesar dalam kepatuhan syariah terletak pada dimensi alur transaksi, seperti pembalikan kepemilikan pada pembiayaan murabahah dan ketergantungan akad paralel, serta distribusi beban risiko yang cenderung timpang. Kerangka OAR ini diharapkan dapat memberikan panduan operasional yang sistematis bagi lembaga keuangan, Dewan Pengawas Syariah (DPS), serta regulator dalam memastikan produk keuangan syariah tidak hanya memenuhi aspek formalitas yuridis, tetapi juga mewujudkan substansi kemaslahatan umat (maqashid al-syariah) dan keadilan sosio-ekonomi secara nyata.