Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Dakwah Transformatif Kiai (Studi terhadap Gerakan Transformasi Sosial KH. Abdurrahman Wahid) Muhyiddin, Ahmad Shofi
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.1.3934

Abstract

Artikel ini mengangkat tentang dakwah transformasi sosial KH. Abdurrahman Wahid di Indonesia. Artikel ini setidaknya membuktikan bahwa perubahan strategi, metode dan orientasi dakwa berkontribusi signifikan terhadap transformasi sosial di kalangan masyarakat. Sumber utama penelitian ini adalah data berupa metode, strategi dan orientasi dakwah dan tindakan sosial yang dilakukan oleh KH. Abdurrahman Wahid sebagai fungsionaris agama, sebagai tokoh politik dan tokoh budaya. Untuk memahami metode, strategi, orientasi dan tindakan sosial KH. Abdurrahman Wahid dalam upaya transformasi sosial digali melalui metode kualitatif dengan cara pembacaan terhadap karya-karyanya, karya cendekiawan terkait dengannya, pengamatan semasa ia masih hidup dan wawancara, kemudian diperkaya dengan metodologi dan disiplin ilmu sosiologi komunikasi dan sosio-antropologi agama. Temuan artikel ini menunjukkan bahwa transformasi sosial-budaya di Indonesia di antaranya terjadi karena adanya perubahan materi, metode, strategi dan orientasi dakwah KH. Abdurrahman Wahid sebagai fungsionaris agama, katalisator, penghubung sumber, pemberi pemecahan masalah dan mediator. Dengan demikian, artikel ini membuktikan bahwa Kiai, khususnya KH. Abdurrahman Wahid, bukan saja berperan sebagai penyampai pesan agama, makelar budaya dan mediator, tapi lebih dari itu, sebagai pemberi pemecahan masalah, pemicu proses, dan pendamping masyarakat, bahkan sebagai ?tuhan? kaum minoritas yang tertindas.
PEMIKIRAN QAḌĀ’-QADAR JAMĀL AD-DĪN AL-AFĠĀNĪDAN IMPLIKASINYATERHADAP PEMIKIRAN DAKWAH ‘AQLĀNIYAH Muhyiddin, Ahmad Shofi; Badi’ati, Alfi Qonita
KOMUNIKE Vol 11 No 2 (2019): Komunikasi dan Dinamika Sosial
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.848 KB) | DOI: 10.20414/jurkom.v11i2.2286

Abstract

Artikel ini difokuskan pada pemikiran Jamāl ad-Dīn tentang qaḍā’-qadar dan implikasinya terhadap pemikiran dakwah aqlāniyah. Artikel ini berupa kajian literatureyang datanya diperoleh dari studi kepustakaan. Kemudian data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisa dengan menggunakan pendekatan sosio-historis dengan metode historik elektifeliminatif. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Jamāl ad-Dīn sangat menekankan pentingnya akal dan kebebasan manusia dalam pemikiran teologinya. Manusia, menurutnya, melalui akalnya mampu mempertimbangkan baik dan buruknya suatu perbuatan, kemudian dengan kehendaknya sendiri ia mengambil suatu keputusan, selanjutnya dengan daya yang demikian ia wujudkan dalam perbuatannyata. Manusia mempunyai kemauan sendiri atau irādah yang bebas, dengan tidak melupakan hubungan kebebasan pribadi itu dalam lingkungan kebebasan Allah SWT., dengan ungkapan lain bahwa qaḍā’-qadar kecil yang ada pada manusia tetap berada dalam lingkup qaḍā’- qadar besar pada Allah SWT. Qaḍā’-qadar dalam pemikiran Jamāl adDīn lebih mengarah pada sunnatullāh (hukum alam). Artinya qaḍā’- qadar adalah hukum alam yang mengatur perjalanan alam dengan sebab dan akibatnya (silsilah al-asbāb). Pemikiran ini selanjutnya berimplikasi terhadap pemikiran dakwah aqlāniyah, yaitu seruan atau ajakan kepada manusia untuk mengobarkan semangat tajdid/pembaharuan agar tidak terjebak dalam taklid sehingga akal tidak tunduk pada otoritas manapun. Konsep dakwah ‘aqlāniyah Jamāl ad-Dīn ini mendapatkan sambutan yang cukup luas dan hampir menyebar ke seluruh dunia Islam. Pemikiran dakwah ‘aqlāniyah bisa diimplementasikan melalui dua cara: pertama, melalui nalar dan intuisi. Dan kedua, melalui pengamatan. Pengetahuan sensual ini bergantung kepada pengetahuan aktual. Karena itu, menurut Jamāl ad-Dīn, manusia harus menghindari taklid dan mengoptimalkan akalnya untuk mengamati dan membaca atau meneliti ayat-ayat atau fenomenafenomena yang telah tersirat dan tersurat untuk mencapai kebenaran pengetahuan.
DA'WAH STRATEGY BY THE ASSEMBLY OF MUJAHADAH SHALAWAT HUBBUSYAFA'AT IN OVERCOMING THE CRISIS OF MODERN SOCIETY Muhyiddin, Ahmad Shofi
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v17i1.2753

Abstract

Modernity with all the advances in science and technology has dominated human life and left problems and negative influences, especially those related to human psychological conditions such as mental, spiritual and spiritual life. As a result, various kinds of social crises emerge, structural crises, moral crises, spiritual crises whose roots are the problem of the meaning of human life itself. In the end it creates mental anxiety, such as stress, frustration, depression, alienation, even dehumanization. The Mujahadah Shalawat Hubbussyafa'at Assembly exists as a fortress and medicine for diseases caused by modernity. The Mujahadah Shalawat Hubbussyafa'at Assembly through mujahadah-shalawat activities in the study of da'wah science can be used as a strategy based on spirituality in the Modern era or in al-Bayānūnī's language it is called a sentimental strategy (al-manhaj al-'āṭifi). In addition, in its implementation, this activity also contains several kinds of sentimental strategies (al-manhaj al-'āṭifi) in overcoming the problems of modernism, including: provision of guidance, the unifier of the Islamic ummah or ukhuwah Islamiyah, preaching that is not burdensome and giving motivation. Not only that, the activities of the Mujahadah Shalawat Hubbussyafa'at Assembly are also an external-institutional da'wah strategy.
MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT BERBASIS MANAJEMEN MASJID: STUDI PADA MASJID BESAR AL-ISLAH KRAGAN REMBANG Muhyiddin, Ahmad Shofi; Umam, Badrul
JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jmd.2023.91.07

Abstract

This study aims to describe and analyze the efforts of Al-Islah Grand Mosque of Kragan Village in improving community welfare through mosque management. A qualitative research method conducted involving nine subjects, including the chairman of the takmir, vice chairman of the takmir, secretary, kabid idarah, kabid imarah, kabid riayah, traders, congregants, and the community. The results showed that Al-Islah Mosque applies managerial functions such as planning, organizing, implementing, and supervising the collection and distribution of fundraising funds managed by the Mosque Social Welfare Institution (LKSM). LKSM has full responsibility in social welfare activities, including mass circumcision, orphan compensation, corpse care, grief assistance, sacrificial arisan services, UPZISMABES, street vendors services, and blood donation. These programs have succeeded in improving the social welfare of the surrounding community with visible increases in employment, income, reduction in consumption expenditure, happiness of the dhuafa', easy access to education, health services, corpse care assistance, and free medical circumcisions.
Model of Islam Nusantara da'wah based on multiculturalism Muhyiddin, Ahmad Shofi
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 43 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v43.1.15412

Abstract

Purpose - This study aims to develop a model of Islamic da'wah based on religious and cultural multiculturalism in Indonesia as a response to religious violence.Method - This research was conducted through a literature review (library research) with a philosophical hermeneutic approach in which data related to da'wah scholarship, the term Islam Nusantara, and multiculturalism were analyzed using descriptive-holistic-heuristic elements.Result - The results of the study show that: 1). Islam Nusantara da'wah necessitates the presence of Islam, which is constantly in dialectics with the culture of the people of the Archipelago. In this dialectical process of Islam and culture, it is not uncommon for "Islam Nusantara" to succeed in creating new Islamic symbols that do not exist in the Middle East region. Therefore, several models of da'wa are obtained, including deculturative dialogue da'wah/taghayyur, additive acculturation dialogue da'wah/takammul, considerate acculturation dialogue da'wah/tahammul and inclusive-institutional acculturation dialogue da'wah/tasallum. The da'wah approach used is a structural-formalistic, cultural-naturalistic, and spiritual-intuitive approach. This da'wah approach is applied through dakwah bi al-lisān, dakwah bi al-qalam, and dakwah bi al-ḥāl. 2). The characteristics of Islam Nusantara da'wah based on multiculturalism include: acknowledging and appreciating the uniqueness and diversity of cultures and beliefs, as well as the existence of points of similarity in this diversity, viewing the phenomenon of religion as a culture, and understanding religion in a progressive, dynamic manner and without "sacredism." 3). Da'wah's models in responding to religious violence differ depending on the typologies of causative factors.Implication - This article suggests the development of da'wah scholarship, namely the Islam Nusantara da'wah based on multiculturalism, which allows for corrections, additions, and improvements to developing new knowledge.Originality - This article is a study that shows the formulation of Islam Nusantara da'wah model with a multiculturalism perspective.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model dakwah Islam yang berbasis pada multikulturalitas agama dan budaya di Indonesia sebagai respon terhadap kekerasan beragama.Metode - Penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan dengan pendekatan hermeneutika filosofis di mana data yang berkaitan dengan keilmuan dakwah, Islam nusantara dan multikulturalisme di analisa dengan menggunakan unsur deskriptif-holistik-heuristik.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). dakwah Islam Nusantara meniscayakan kehadiran Islam yang terus-menerus berdialektika dengan budaya masyarakat Nusantara. Dalam proses dialektika Islam dan budaya ini, tidak jarang Islam Nusantara berhasil menciptakan simbol-simbol Islam baru yang tidak ada di kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu didapatkan beberapa model dakwah, antara lain: dakwah dialog dekulturatif/taghayyur,   dakwah dialog akulturasi aditif/takammul, dakwah dialog akulturasi konsideratif/tahammul dan dakwah dialog akulturasi inklusif-institutif/tasallum. Pendekatan dakwah yang digunakan adalah pendekatan struktural-formalistik, kultural-naturalistik dan spiritual-intuitif. Pendekatan dakwah ini diterapkan melalui metode dakwah bi al-lisān, dakwah bi al-qalam dan dakwah bi al-ḥāl. 2). Karakteristik dakwah Islam Nusantara berbasis multikulturalisme antara lain: mengakui dan menghargai keunikan dan keragaman budaya dan keyakinan, serta adanya titik kesamaan dalam keragaman tersebut, memandang fenomena keberagamaan sebagai kultur, dan memahami agama secara progresiv, dinamis dan tidak ada “pensakralan”.  3). model dakwah dalam merespon fenomena kekerasan beragama berbeda-beda tergantung dari perbedaan tipologi faktor penyebabnya.Implikasi - Artikel ini menyarankan pengembangan keilmuan dakwah, yaitu dakwah Islam Nusantara berbasis multikulturalisme, yang memungkinkan adanya koreksi, penambahan dan penyempurnaan pengembangan ilmu baru.Orisinalitas - Artikel ini merupakan kajian yang menunjukkan formulasi model dakwah Islam Nusantara dengan perspektif multikulturalisme.
PEMIKIRAN QA??’-QADAR JAM?L AD-D?N AL-AF??N?DAN IMPLIKASINYATERHADAP PEMIKIRAN DAKWAH ‘AQL?NIYAH Muhyiddin, Ahmad Shofi; Badi’ati, Alfi Qonita
KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam Vol. 11 No. 2 (2019): Komunikasi dan Dinamika Sosial
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jurkom.v11i2.2286

Abstract

Artikel ini difokuskan pada pemikiran Jam?l ad-D?n tentang qa??’-qadar dan implikasinya terhadap pemikiran dakwah aql?niyah. Artikel ini berupa kajian literatureyang datanya diperoleh dari studi kepustakaan. Kemudian data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisa dengan menggunakan pendekatan sosio-historis dengan metode historik elektifeliminatif. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Jam?l ad-D?n sangat menekankan pentingnya akal dan kebebasan manusia dalam pemikiran teologinya. Manusia, menurutnya, melalui akalnya mampu mempertimbangkan baik dan buruknya suatu perbuatan, kemudian dengan kehendaknya sendiri ia mengambil suatu keputusan, selanjutnya dengan daya yang demikian ia wujudkan dalam perbuatannyata. Manusia mempunyai kemauan sendiri atau ir?dah yang bebas, dengan tidak melupakan hubungan kebebasan pribadi itu dalam lingkungan kebebasan Allah SWT., dengan ungkapan lain bahwa qa??’-qadar kecil yang ada pada manusia tetap berada dalam lingkup qa??’- qadar besar pada Allah SWT. Qa??’-qadar dalam pemikiran Jam?l adD?n lebih mengarah pada sunnatull?h (hukum alam). Artinya qa??’- qadar adalah hukum alam yang mengatur perjalanan alam dengan sebab dan akibatnya (silsilah al-asb?b). Pemikiran ini selanjutnya berimplikasi terhadap pemikiran dakwah aql?niyah, yaitu seruan atau ajakan kepada manusia untuk mengobarkan semangat tajdid/pembaharuan agar tidak terjebak dalam taklid sehingga akal tidak tunduk pada otoritas manapun. Konsep dakwah ‘aql?niyah Jam?l ad-D?n ini mendapatkan sambutan yang cukup luas dan hampir menyebar ke seluruh dunia Islam. Pemikiran dakwah ‘aql?niyah bisa diimplementasikan melalui dua cara: pertama, melalui nalar dan intuisi. Dan kedua, melalui pengamatan. Pengetahuan sensual ini bergantung kepada pengetahuan aktual. Karena itu, menurut Jam?l ad-D?n, manusia harus menghindari taklid dan mengoptimalkan akalnya untuk mengamati dan membaca atau meneliti ayat-ayat atau fenomenafenomena yang telah tersirat dan tersurat untuk mencapai kebenaran pengetahuan.
Hegemony Da'wah Of Nahdlatul Ulama Kiai In The 2020 Regent Election: A Case Study In Semarang District Muhyiddin, Ahmad Shofi
JURNAL TAPIS Vol 19 No 2 (2023): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v19i2.18528

Abstract

Kiai as a religious elite have a high "bargaining position" in winning election candidates, including in the 2020 election for the Semarang district regent. This paper discusses the hegemony da’wah of the NU kiai in Semarang district in the 2020 election for the Semarang district regent, so that it is included in the field research category using a critical qualitative approach method that is descriptive-analytic in nature using Antonio Gramsci's hegemonic theory analysis technique. The data was obtained through observation at the PCNU office in the Semarang district and two sub-districts; Bandungan and West Ungaran, which were the places for the preaching activities of the NU kiai for 3 months, from May to July 2023, by interviewing 6 informants from elements of the structural kiai, cultural kiai, PCNU officials and the general public. This research shows that the motives for the involvement of the NU kiai in the 2020 election for the Semarang district head are to fight for Islamic values that are raḥmatan lil 'ālamīn, uphold amar ma'ruf nahi munkar, and develop Islamic boarding schools. Then, the hegemony da'wah of the NU kiai in winning the candidate in the 2020 election for the Semarang district regent was realized through two parts; The first part is the process of hegemony over ordinary rural communities which is carried out through a spiritual approach. In its real form, the practice of hegemony is carried out through routine recitations or what is commonly called Naharul Ijtima'  which is held every Kliwon  Sunday. "Subjecting knowledge" is directed as a form of obedience to the preaching of the kiai in order to get blessings. The second part is educated people and NU officials. Hegemony in this section is carried out by utilizing educated community discussion forums and coordination meetings by all officials, both NU institutional officials and NU autonomous body officials at every level. The path of hegemony for educated groups and NU officials is directed more rationally by showing a good track record that has been carried out by the pair of candidates for Regent and Deputy Regent who are promoted and then associated with the science of fiqh which discusses the legal obligation to choose leaders who are just and responsible. This legal basis is then used as the theme in routine discussions every Wage Friday and coordination meetings between NU officials once a month.
The Preaching Strategy of the Ma'had Qudsiyyah Kudus in Developing the Morals of Students Khoirrudin, Nur; Muhyiddin, Ahmad Shofi
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 1 (2025): Januari, Special Issue on "Educational design research for human beings learning
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i1.43372

Abstract

Efforts to foster the morals of students must be balanced with a da'wah strategy that is in accordance with the vision and mission of the Ma'had so that students can accept and feel positive moral changes in the learning process. The da'wah strategy implemented by Ma'had Qudsiyyah adheres to old traditions and adopts new, better things (al-muhafadhotu 'ala qodimis salih wal akhdzu bil jadidil aslah). This study uses a qualitative method with a field case study approach. The results of this study indicate a positive change in morals during activities at Ma'had Qudsiyyah.
Model of Islam Nusantara da'wah based on multiculturalism Muhyiddin, Ahmad Shofi
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 43 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v43.1.15412

Abstract

Purpose - This study aims to develop a model of Islamic da'wah based on religious and cultural multiculturalism in Indonesia as a response to religious violence.Method - This research was conducted through a literature review (library research) with a philosophical hermeneutic approach in which data related to da'wah scholarship, the term Islam Nusantara, and multiculturalism were analyzed using descriptive-holistic-heuristic elements.Result - The results of the study show that: 1). Islam Nusantara da'wah necessitates the presence of Islam, which is constantly in dialectics with the culture of the people of the Archipelago. In this dialectical process of Islam and culture, it is not uncommon for "Islam Nusantara" to succeed in creating new Islamic symbols that do not exist in the Middle East region. Therefore, several models of da'wa are obtained, including deculturative dialogue da'wah/taghayyur, additive acculturation dialogue da'wah/takammul, considerate acculturation dialogue da'wah/tahammul and inclusive-institutional acculturation dialogue da'wah/tasallum. The da'wah approach used is a structural-formalistic, cultural-naturalistic, and spiritual-intuitive approach. This da'wah approach is applied through dakwah bi al-lisān, dakwah bi al-qalam, and dakwah bi al-ḥāl. 2). The characteristics of Islam Nusantara da'wah based on multiculturalism include: acknowledging and appreciating the uniqueness and diversity of cultures and beliefs, as well as the existence of points of similarity in this diversity, viewing the phenomenon of religion as a culture, and understanding religion in a progressive, dynamic manner and without "sacredism." 3). Da'wah's models in responding to religious violence differ depending on the typologies of causative factors.Implication - This article suggests the development of da'wah scholarship, namely the Islam Nusantara da'wah based on multiculturalism, which allows for corrections, additions, and improvements to developing new knowledge.Originality - This article is a study that shows the formulation of Islam Nusantara da'wah model with a multiculturalism perspective.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model dakwah Islam yang berbasis pada multikulturalitas agama dan budaya di Indonesia sebagai respon terhadap kekerasan beragama.Metode - Penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan dengan pendekatan hermeneutika filosofis di mana data yang berkaitan dengan keilmuan dakwah, Islam nusantara dan multikulturalisme di analisa dengan menggunakan unsur deskriptif-holistik-heuristik.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). dakwah Islam Nusantara meniscayakan kehadiran Islam yang terus-menerus berdialektika dengan budaya masyarakat Nusantara. Dalam proses dialektika Islam dan budaya ini, tidak jarang Islam Nusantara berhasil menciptakan simbol-simbol Islam baru yang tidak ada di kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu didapatkan beberapa model dakwah, antara lain: dakwah dialog dekulturatif/taghayyur,   dakwah dialog akulturasi aditif/takammul, dakwah dialog akulturasi konsideratif/tahammul dan dakwah dialog akulturasi inklusif-institutif/tasallum. Pendekatan dakwah yang digunakan adalah pendekatan struktural-formalistik, kultural-naturalistik dan spiritual-intuitif. Pendekatan dakwah ini diterapkan melalui metode dakwah bi al-lisān, dakwah bi al-qalam dan dakwah bi al-ḥāl. 2). Karakteristik dakwah Islam Nusantara berbasis multikulturalisme antara lain: mengakui dan menghargai keunikan dan keragaman budaya dan keyakinan, serta adanya titik kesamaan dalam keragaman tersebut, memandang fenomena keberagamaan sebagai kultur, dan memahami agama secara progresiv, dinamis dan tidak ada “pensakralan”.  3). model dakwah dalam merespon fenomena kekerasan beragama berbeda-beda tergantung dari perbedaan tipologi faktor penyebabnya.Implikasi - Artikel ini menyarankan pengembangan keilmuan dakwah, yaitu dakwah Islam Nusantara berbasis multikulturalisme, yang memungkinkan adanya koreksi, penambahan dan penyempurnaan pengembangan ilmu baru.Orisinalitas - Artikel ini merupakan kajian yang menunjukkan formulasi model dakwah Islam Nusantara dengan perspektif multikulturalisme.