Perkembangan motorik kasar anak usia dini penting untuk melatih koordinasi dan keseimbangan fisik. Namun, stimulasi fisik sering terabaikan akibat fokus berlebih pada kemampuan akademik dasar. Dalam perspektif Pendidikan Islam khas Nahdlatul Ulama (NU), perkembangan fisik selaras dengan prinsip riyadhah fisik dan penanaman karakter ke-NU-an seperti disiplin (dhabit) serta ketertiban beribadah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas permainan Sensory Path terintegrasi nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di TK Permata Ibu Desa Basarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen (Pre-Experimental One-Group Pretest-Posttest Design) yang diperkuat dengan analisis kualitatif pendukung (Mixed Methods Concurrent Embedded). Subjek penelitian terdiri atas 22 anak kelompok B. Pengumpulan data dilakukan melalui tes lembar observasi STPPA, wawancara, dan dokumentasi. Data kuantitatif diuji signifikansinya menggunakan Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan motorik kasar anak (t = -18,45, p < 0,001). Pada kondisi pre-test, mayoritas anak berada pada kategori Belum Berkembang (68,18%). Setelah intervensi tiga kali perlakuan terintegrasi nilai kedisiplinan dan kemandirian, pada post-test sebesar 77,27% anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dan tidak ada anak pada kategori Belum Berkembang. Hasil kualitatif mengonfirmasi bahwa stimulasi multisensori ini juga menumbuhkan antusiasme, rasa percaya diri, serta sikap tasamuh dan ta'awun antar anak saat mengantre lintasan. Dengan demikian, permainan Sensory Path yang diintegrasikan dengan Aswaja merupakan media pembelajaran fisik-motorik yang efektif dan berakar pada nilai-nilai NU.