Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

The urgency of sexual education in early childhood: A portrait of children's curiosity towards their authority Nisa, Uswatun
Aṭfālunā Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 7 No 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Atfaluna: Journal of Islamic Early Childhood Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/atfaluna.v7i1.8418

Abstract

This study aims to explore the urgency of sexual education in early childhood that arises from children's curiosity about their authority. The informants in this qualitative research are five teachers and five parents from 5 different early childhood education units in Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia. The data were purposively selected based on the criteria of parents with girls or boys aged 5-6 years, heterogeneous background cluster, and integrated Islamic preschool. Data analysis using Miles and Huberman includes the process of data reduction, display, and verification with Jean Piaget's cognitive development theory and its relevance to Sigmund Freud's psychosexual. The results showed that sexual education for early childhood is urgent because children have a high curiosity about their authority. Children are formed from various stages in their psychosexual process, which corresponds to the level of their thinking ability. The sexual knowledge will determine the direction of the child's personality and behavior in the future. Parents and teachers can establish partnerships to create a basic sexual education program for children while developing socialization skills, independence, self-confidence, and positive self-concept and fostering children's religious and moral values. Although this study is still limited to a small scale, it can be an initial illustration for other regions in designing sexual education programs for children, and further program evaluation can be carried out.
Parental Secure Attachment and Child Gender on Early Childhood Social-Emotional Development: A Quantitative Study Masyitah, Masyitah; Baiti, Noor; Nisa, Uswatun; Masuwd, Mowafg Abrahem
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2024): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v4i2.3469

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya asumsi bahwa anak mempunyai kedekatan dengan orang tua yang berlawanan jenis dan masih rendahnya aspek perkembangan sosial emosional anak seperti kemandirian, kepercayaan diri, dan belum mampu mengungkapkan emosi dengan tepat. Kelekatan aman dan gender merupakan salah satu yang mempengaruhi sosial emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secure attachment orang tua dan gender anak terhadap perkembangan sosial emosional anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan ceklis observasi dijabarkan melalui tabulasi kemudian diolah menggunakan software IBM SPSS23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel secure attachment orang tua (X1) berpengaruh terhadap perkembangan sosial emosional anak (Y) dengan nilai thitung 11,028 > ttabel 1,670 dan Sig. sebesar 0,000 < 0,05. Variabel gender anak (X2) berpengaruh terhadap perkembangan sosial emosional anak (Y) dengan nilai thitung 2,907 > ttabel 1,670 dan nilai Sig. sebesar 0,005 < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel secure attachment orang tua (X1) dan gender anak (X2) berpengaruh positif terhadap perkembangan sosial emosional anak (Y). Hal ini dapat dilihat dengan nilai Fhitung sebesar 61,710 > Ftabel 3,145 dan Sig. sebesar 0,000 < 0,05 dengan pengaruh 66,9% yang termasuk dalam kategori moderat dilihat dari uji koefisien determinasi. This research is based on the assumption that children have closeness with parents of the opposite sex and still have low aspects of children’s social-emotional development, such as independence and self-confidence, and are not able to express emotions properly. Secure attachment and gender are two of the things that affect children’s social and emotional health. This study aims to determine the influence of the secure attachment of parents and the gender of children on children’s social-emotional development. This study uses a quantitative descriptive approach; data collection techniques through questionnaires and observation checklists are described through tabulation and then processed using IBM SPSS 23 software. The results showed that, partially, the parental secure attachment variable (X1) had an effect on the social-emotional development of children (Y), with a tcal value of 11.028 > ttable 1.670 and a sig. of 0.000 < 0.05. The child gender variable (X2) had an effect on the social-emotional development of children (Y), with a tcal value of 2.907 > ttable 1.670 and a Sig. value of 0.005 < 0.05. The results of the study showed that simultaneously, the variables of parental secure attachment (X1) and child gender (X2) had a positive effect on the socio-emotional development of children (Y). This can be seen with an Fcal value of 61.710 > Ftable 3.145 and a sig. of 0.000 < 0.05 with an influence of 66.9%, which is included in the moderate category as seen from the determination coefficient test.
Humanistic Principal Leadership in Inclusive Early Childhood Education: A Qualitative Exploration Maulana, Selamat; Aslamiah, Aslamiah; Noorhapizah, Noorhapizah; Novitawati, Novitawati; Nisa, Uswatun; Thai, Aom
Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research (IJECER) Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/ijecer.v4i1.15046

Abstract

Humanistic principal leadership is essential for fostering inclusive Early Childhood Education (ECE), yet remains underexplored in Indonesia’s inclusive schools. This study examined how principals practice humanistic leadership in two inclusive kindergartens in Banjarmasin, South Kalimantan, to support diverse learning environments. Using a descriptive qualitative design, data were gathered through observation, in-depth interviews with two principals, eight teachers, four parents, and document analysis at Pelita Hati and Bina Sejahtera Kindergartens. Thematic analysis followed Miles and Huberman’s framework. Results show humanistic leadership is reflected in embracing diversity, building supportive environments, and facilitating collaboration. Principals lead through participatory decision-making, empathy, care, and promoting each child’s potential, shaping an inclusive, humanistic school culture. The study offers insights into how humanistic leadership operates in inclusive ECE, providing a practical reference for principals and policymakers to strengthen inclusive, child-centered education. 
Peran dan Keterampilan Guru dalam Mendukung Perkembangan Self Regulation Anak Usia Dini di TK Handayani Kecamatan Karang Intan Rizkiani, Lina; Nisa, Uswatun; Baiti, Noor
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1422

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran dan keterampilan guru dalam membantu pengembangan regulasi diri anak usia 4-5 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru kelompok A di TK Handayani, adapun objeknya 26 anak usia 4-5 tahun. Analisis data yang digunakan data dalam penelitian ini adalah analisis Miles & Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, koding data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa guru memegang peranan sentral dalam membentuk dan mengembangkan regulasi diri anak usia dini. Pendekatan guru yang hangat dan konsisten serta strategis dapat membantu anak mengelola emosi dan perilaku secara positif.
Implementasi Penguatan Profil Pelajar Pancasila terhadap Perkembangan Karakter Sosial Anak di TK Aisyiyah Cabang Sungai Alang Kecamatan Karang Intan Ismaniah; Baiti, Noor; Nisa, Uswatun
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1424

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Terhadap Perkembangan Karakter Sosial Anak di TK Aisyiyah Cabang Sungai Alang Kecamatan Karang Intan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan karakter sosial anak, seperti gotong royong, tanggung jawab, kepedulian, dan kemampuan bekerja sama. Pembelajaran berbasis proyek melalui kegiatan nyata seperti menanam tanaman, memilah sampah, dan membuat kolase dari bahan bekas memberikan pengalaman langsung yang bermakna bagi anak. Keberhasilan pelaksanaan proyek didukung oleh dukungan yayasan, keterlibatan orang tua, semangat anak, dan peran aktif guru, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan sarana dan waktu. Secara keseluruhan, implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila terbukti efektif dan relevan dalam membentuk karakter sosial anak usia dini secara holistik dan kontekstual.
Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak melalui Aplikasi Edukatif Kids Learn di Kelompok Bermain Harapan Bunda Kecamatan Martapura Timur Rif’ah; Baiti, Noor; Nisa, Uswatun
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1413

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang meningkatkan perkembangan kognitif anak melalui Aplikasi Edukatif Kids Learn di KB Harapan Bunda Kecamatan Martapura Timur. Adapun tujuan penelitian ini untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak melalui Aplikasi Edukatif Kids Learn di KB Harapan Bunda Kecamatan Martapura Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus, setiap siklusnya dilaksanakan tiga kali pertemuan. Subjek penelitian merupakan anak kelas A KB Harapan Bunda Kecamatan Martapura Timur sebanyak 20 peserta didik dengan 13 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Metode pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian menggunakan teknis analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi perkembangan antara sebelum dan sesudah   dilakukan   pembelajaran   melalui   Aplikasi Edukatif Kids Learn.   Proses pelaksanaan tindakan kelas yang telah peneliti lakukan di KB Harapan Bunda Kecamatan Martapura Timur yaitu bahwa perkembangan kognitif anak melalu Aplikasi Edukatif Kids Learn sudah berkembang dan mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) sebanyak 80%.
Implementasi Pembelajaran Musik Rebana dalam Mendukung Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini di TK Berlian Kecamatan Kapuas Murung Putri, Laizha Widiya; Nisa, Uswatun; Yusuf, Muhammad
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1414

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Implementasi Pembelajaran Musik Rebana Dalam Mendukung Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini di TK Berlian Kecamatan Kapuas Murung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran musik rebana dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini di TK Berlian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran musik rebana yang diintegrasikan ke dalam kegiatan berhitung, seperti menghitung maju dan mundur sambil menepuk rebana, memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan kognitif anak. Kegiatan ini dirancang secara ritmis, menyenangkan, dan terstruktur, sehingga tidak hanya memperkenalkan konsep angka, tetapi juga melatih konsentrasi, koordinasi motorik, serta keterlibatan sosial anak. Faktor pendukung keberhasilan meliputi ketersediaan alat musik, dukungan dari sekolah dan orang tua, serta penggunaan media pembelajaran tambahan. Adapun hambatan seperti keterbatasan ruang, alat, dan variasi kemampuan anak diatasi guru dengan strategi adaptif, seperti pembagian kelompok dan penggunaan alat bantu visual. Secara keseluruhan, pembelajaran musik rebana efektif dan disambut dengan antusias oleh anak-anak.
Optimalisasi Potensi Gen Z Di Pedesaan Dalam Mengikuti Seleksi CPNS 2024 Nurdin, Ibnu Phonna; Fatia, Dara; Putri, Annisah; Nisa, Uswatun; Sjafei, Saleh; Yulianda, Riki; Chadijah, Devi Intan; Tullah, Rachmat; Asri, Moh.; Kusdiane, Susvia Delta; Sholihah, Fasih Vidiastuti
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v5i1.150

Abstract

The narrowing of the workplace is one of the reasons for the high unemployment rate in Indonesia. This unemployment is also experienced by Generation Z, who are in the territory of Indonesia in general and the province of Aceh in particular. Therefore, it takes skills and skills for Generation Z to get a job. In addition to being an alternative job, being a civilian apparatus of the state also helps the government to realize the golden generation in 2045 because who will be the PNS at that time many are from Generation Z. There are 3 main activities given during this training: provision of choosing the right formation and instance, provisioning provisions for passing grade CPNS approval, and provision filling answers at the time of the CAT test. These three main activities are the core activities that are mandatory, followed by Generation Z as an initial step for implementing the CPNS test in 2024. The results of this dedication demonstrate that the participants understand the material given. The hope of this activity is that the participants can pass the CPNS test in 2024. 
Selective Information Acquisition in Disaster Scenarios: A Study on Health Information Behavior in Aceh Koto, Marini; Rosemary, Rizanna; Rahman, Alfi; Muharman, Nadia; Nisa, Uswatun
International Journal of Disaster Management Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : TDMRC, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/ijdm.v1i1.38088

Abstract

Aceh, a province recognized for its high disaster risk potential, is frequently subjected to various natural calamities. The inhabitants of this region often face anxiety, uncertainty, and an overload of information during such events, necessitating a selective approach to information acquisition. This study explores this phenomenon, specifically the selective acquisition of health information amid disaster scenarios. The focus is on understanding how individuals prioritize information that they perceive as relevant and valuable, while disregarding what is deemed unimportant or unreliable. Addressing a notable gap in existing literature on health communication during disasters, this research emphasizes its critical role in enhancing disaster preparedness. Data were collected through Focus Group Discussions (FGD) involving 30 participants across three hazard-prone areas in Aceh: Central Aceh (landslides), North Aceh (floods), and West Aceh (earthquakes). Findings reveal that participants typically engage in passive information seeking, selectively assimilating health information that conforms to their pre-established subjective beliefs, values, and emotional states from trusted sources. The study offers insights into how individuals manage health information in crisis situations and suggests that stakeholders in disaster management devise targeted communication strategies to effectively disseminate vital health information during disasters.
Sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Obat Dengan Benar pada Masyarakan di Desa Pematang Cermai Humaira, Annisa; Maghfirah, Dini; Nisa, Uswatun; Rani, Zulmai; Intan Annisa Puteri, Cut
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i1.761

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan masyarakat adalah melalui kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kefarmasian. adalah "Dagusibu", yakni "Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang". Tenaga kefarmasian dapat memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat dengan memberikan pemberitahuan tentang penggunaan dan penyimpanan obat-obatan dan alat medis. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi atau penyuluhan. Alat bantu, seperti leaflet atau brosur DAGUSIBU, digunakan untuk memberikan informasi kepada peserta sosialisasi. Peserta sosialisasi adalah ibu-ibu. PKK, kader posyandu, dan masyarakat. Materi yang dijelaskan dalam sosialisasi berupa teori umum DAGUSIBU diikuti dengan pemaparan tentang jenis sediaan obat dan cara penggunaannya, yang mencakup aspek 4T dan 1W: Obat harus diberikan dengan benar sesuai dengan indikasi, dosis yang tepat, kondisi pasien yang tepat, dan penggunaan yang tepat sambil memperhatikan efek sampingnya. Selain itu, dibahas tentang hal-hal yang harus diperhatikan saat menangani obat, seperti memeriksa tanggal kadaluarsa obat dan memastikan penggunaan obat dengan benar. Pemateri memberikan penjelasan dan praktik penggunaan obat dalam bentuk sediaan, seperti suppositoria, salep mata, obat tetes mata, semprot mulut, semprot hidung, dan tetes telinga. Pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Komunitas DAGUSIBU tentang penggunaan dan penanganan obat berjalan dengan baik. Saya berharap kegiatan ini akan membantu peserta menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh di dalam keluarga dan masyarakat mereka.