Seta Ariawuri Wicaksana
Universitas Pancasila

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN PT PELNI (PERSERO) DENGAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT (POS) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Agum Sulistyo; Seta Ariawuri Wicaksana; Lies Putriana
Jurnal Riset Bisnis Vol. 10 No. 1 (2026): Mei - Oktober 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65179/rpdw7b60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap produktivitas karyawan dengan perceived organizational support (POS) sebagai variabel intervening. Studi dilakukan pada karyawan PT PELNI (Persero) dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap POS; (2) motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap POS; (3) kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja; (4) motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja; (5) POS berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja; (6) kompensasi berpengaruh terhadap produktivitas kerja melalui POS sebagai variabel intervening; dan (7) motivasi berpengaruh terhadap produktivitas kerja melalui POS sebagai variabel intervening. Temuan ini menegaskan bahwa perceived organizational support berperan sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara kompensasi dan motivasi terhadap produktivitas karyawan. Implikasi manajerial dari penelitian ini adalah perlunya perusahaan meningkatkan sistem kompensasi yang adil, membangun motivasi kerja yang berkelanjutan, serta menciptakan persepsi dukungan organisasi yang kuat guna mengoptimalkan produktivitas karyawan.
PERAN KUALITAS KERJASAMA TIM DAN PEMBERDAYAAN PSIKOLOGIS DALAM MEMEDIASI PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KEBERHASILAN PROYEK Geri Puspa Perdana; Derriawan; Agustinus Miranda Widjaya; Lola Fitria Sari; Seta Ariawuri Wicaksana
Jurnal Riset Bisnis Vol. 10 No. 1 (2026): Mei - Oktober 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65179/gey1rb33

Abstract

Keberhasilan proyek konstruksi pada sektor minyak dan gas tidak semata ditentukan oleh faktor teknis, tetapi juga oleh kepemimpinan, dinamika kerja tim, dan kondisi psikologis anggota tim. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap keberhasilan proyek dengan kualitas kerjasama tim dan pemberdayaan psikologis sebagai variabel mediasi pada PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 81 karyawan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek konstruksi, dipilih melalui teknik sampling jenuh. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas kerjasama tim (β = 0,684; p < 0,001) dan pemberdayaan psikologis (β = 0,724; p < 0,001), serta kualitas kerjasama tim berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan proyek (β = 0,499; p < 0,001). Sebaliknya, pemberdayaan psikologis (β = 0,254; p = 0,072) dan kepemimpinan transformasional (β = 0,141; p = 0,192) tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap keberhasilan proyek. Kualitas kerjasama tim terbukti memediasi pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap keberhasilan proyek (β = 0,341; p = 0,001), sedangkan pemberdayaan psikologis tidak terbukti memediasi hubungan tersebut (β = 0,184; p = 0,084). Temuan ini menunjukkan bahwa pada organisasi dengan struktur formal dan berorientasi prosedur, kepemimpinan transformasional bekerja melalui mekanisme kolektif berupa kualitas kerjasama tim, bukan melalui mekanisme individual berupa pemberdayaan psikologis. Penelitian ini berkontribusi dengan menguji dua mekanisme mediasi secara simultan dan menunjukkan dominasi jalur kolektif dalam konteks proyek konstruksi migas.