Integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran membuat calon guru perlu siap dalam hal pengetahuan, keterampilan mengajar, kemampuan digital, dan pertimbangan etis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa siap mahasiswa Pendidikan Biologi sebagai calon guru dalam mengintegrasikan AI ke dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini juga menjelaskan pengalaman dan pandangan mereka tentang kesiapan tersebut. Peneliti memakai pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi 55 mahasiswa semester enam. Wawancara dilakukan dengan enam informan yang dipilih berdasarkan tingkat kesiapan. Kesiapan dianalisis dalam tujuh dimensi yaitu pengetahuan tentang AI, keterampilan pedagogis berbasis AI, sikap dan kepercayaan diri, kemampuan digital umum, pengalaman menggunakan AI, kesiapan etis dan persepsi terhadap dukungan institusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 98,18% dari responden masuk kategori siap dan sangat siap untuk mengintegrasikan AI. Kesiapan etis memperoleh persentase tertinggi sedangkan persepsi terhadap dukungan institusional mendapat persentase terendah. Wawancara menunjukkan mahasiswa memakai AI untuk memahami konsep, mencari ide, merangkum materi dan menyelesaikan tugas. Namun, pengalaman tersebut belum sepenuhnya mencerminkan pengalaman pedagogis mahasiswa dalam merancang pembelajaran berbantuan AI. Hasil ini menunjukkan pentingnya membedakan antara persepsi kesiapan mahasiswa dan kompetensi nyata mahasiswa dalam mengajar. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan pelatihan AI yang berfokus pada penyusunan pembelajaran, evaluasi keluaran AI, dan penggunaan yang etis. Saat menafsirkan hasil dari penelitian ini perlu diingat bahwa penelitian ini hanya dilakukan di satu program studi dan mengukur kesiapan berdasarkan jawaban mahasiswa.