Kesiapan guru adalah hal penting dalam penerapan pembelajaran berbasis investigasi pada isu lingkungan Ibu Kota Nusantara (IKN). Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesiapan guru IPA sebagai fasilitator pembelajaran dengan model Group Investigation (GI), mengenali kendala dan kebutuhan guru, serta menjelaskan pelaksanaan tahapan GI dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan tujuan deskriptif. Data dikumpulkan lewat kuesioner kesiapan yang diisi sembilan guru IPA, kuesioner kebutuhan oleh tujuh guru, dan observasi terhadap satu guru saat menerapkan GI. Hasil menunjukkan profesionalisme guru memperoleh skor rata-rata tertinggi, yaitu 4,42 dengan kategori sangat siap. Keterampilan inkuiri mendapat kategori sangat siap dengan skor 4,29. Pembelajaran berpusat pada siswa mendapat skor 4,04 dan keterlibatan siswa 4,14, keduanya masuk kategori siap. Kendala paling banyak dipilih guru adalah karakteristik siswa dan waktu pembelajaran. Semua responden kuesioner kebutuhan menyatakan perlu modul atau panduan praktis serta pelatihan atau lokakarya. Hasil observasi menunjukkan tahap pemilihan topik belum berjalan dan tanggapan antarkelompok belum maksimal. Penelitian ini memberi gambaran bahwa kesiapan guru yang dilaporkan lewat kuesioner perlu dilihat bersama kebutuhan guru dan pelaksanaan pembelajaran. Temuan ini bisa jadi pertimbangan awal untuk merancang dukungan penerapan GI pada pembelajaran IPA terkait isu lingkungan IKN, dengan memperhatikan keterbatasan jumlah responden dan cakupan observasi.