Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

#SDGs 5, 12, 17: Perempuan Sebagai Agensi Perubahan Penanganan Persampahan Rumah Tangga di Desa Jatibogor, Kabupaten Tegal Susiatiningsih, Rr. Hermini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JPMI - April 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2040

Abstract

Desa Jatibogor, Kecamatan Suradadi, menghadapi permasalahan terkait penumpukan sampah akibat tingginya angka penduduk dan kurangnya sistem pengelolaan sampah yang tidak efisien sehingga itu berpotensi mengancam lingkungan dan kualitas kesehatan masyarakat. Namun, kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah masih rendah. Oleh karena itu, dibutuhkan peran perempuan di Desa Jatibogor sebagai agen perubahan dalam mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan Ibu-Ibu PKK untuk menggerakkan masyarakat dalam mengelola sampah. Diharapkan, sampah yang dikelola dapat menjadi sumber pendapatan tambahan. Partisipasi perempuan dalam penanganan sampah mencerminkan prinsip-prinsip SDGs termasuk kesetaraan gender, konsumsi berkelanjutan, dan kemitraan global. Kegiatan ini mencakup sosialisasi, pelatihan keterampilan, dan pengembangan usaha berbasis sampah untuk perempuan serta pembentukan komunitas daur ulang dan bank sampah. Hasilnya adalah pemberdayaan perempuan, perubahan budaya, peningkatan kesadaran akan keberlanjutan lingkungan, pengurangan pencemaran, peningkatan kualitas hidup, pertumbuhan ekonomi, dan kolaborasi komunitas. Kesimpulannya, peran perempuan sangat penting dalam upaya menjaga lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di Desa Jatibogor.
Lokalitas dalam Globalisasi: Upaya Pencerahan Akan Konsep Localizing SDGs Desa di Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal Susiatiningsih, Rr. Hermini; Wardhani, Cindy Anggun
Dedikasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Dedikasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53276/dedikasi.v3i1.171

Abstract

Kasus stunting di Kabupaten Tegal mencapai 28% dan merupakan kabupaten dengan stunting tertinggi kedua di Jawa Tengah. Kecamatan Adiwerna sendiri merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Tegal dengan angka stunting yang paling tinggi. Kondisi ini tidak selaras dengan tujuan SDGs nomor 2 “Tanpa Kelaparan” dan tujuan turunan nomor 2.2 yang berusaha mengeliminasi segala bentuk kekurangan gizi, termasuk anak pendek dan kurus di bawah 5 tahun. Dalam menangani hal ini, Indonesia telah mengusung konsep Localizing SDGs Desa yang menekankan pelokalan SDGs sampai ke tingkat desa dan keterlibatan aktif masyarakat desa. Hal ini direalisasikan melalui pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk melakukan pencerdasan masyarakat desa dalam penanganan masalah gizi stunting setempat dengan memanfaatkan organisasi Karang Taruna di Kecamatan Adiwerna. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dan penyampaian materi terkait upaya, gizi prakonsepsi, indikator stunting, serta pentingnya partisipasi pemuda dalam mengatasi stunting. Melalui kegiatan ini, peserta kegiatan mengetahui dan memahami tujuan pembangunan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan gizi, serta pentingnya penanganan stunting. Para pemuda diharapkan dapat memberikan aksi nyata di masing-masing desa dalam upaya penanganan stunting di Kecamatan Adiwerna.
Innovation and Burden Sharing Strategy to Internationalize Batik: Case Study of Laweyan Batik Susiatiningsih, Rr. Hermini; Alfian, Muhammad Faizal; Setiyaningsih, Dewi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 41 No. 1 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v41i1.7979

Abstract

Batik has added economic value as a cultural heritage, making it marketable at domestic and international levels. The most significant benefits of promoting batik products to the global market are bringing local values to global society, as well as the benefits of economic development for the domestic garment industry. Laweyan is one of the Solo districts specializing in batik cloth production. The sector in Laweyan produces painted and printed batik cloth, distributed not only in the local market but also in the global market. By using qualitative methods, this research analyses the innovation of batik products and marketing innovations of Batik Laweyan in penetrating the global market. The findings from this research conclude that producers in Laweyan Regency develop product innovations by adapting batik motifs with local nuances to international market tastes, and to encourage internationalization, producers use marketing innovations through a burden-sharing strategy. So, in terms of internationalization, local cultural values become an essential aspect of product innovation. In contrast, in terms of marketing, the burden-sharing strategy becomes an innovation to penetrate international markets. Through the burden-sharing approach, local producers build networks with foreign producers to obtain demand from foreign markets so that local producers can reach the world market by bridging the local industry and international markets.