ABSTRAK Pencegahan HIV pada remaja memerlukan pendekatan edukasi yang mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus mendorong terbentuknya perilaku pencegahan. Program KITA SEBAYA (Kolaborasi Inovatif, Transformasi dan Aksi Sebaya untuk Pencegahan HIV) mengintegrasikan penguatan kapasitas pendidik sebaya dengan pemanfaatan mediadigital sebagai pendukung edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan pendidik sebaya dalam meningkatkan pemahaman komprehensif serta sikap preventif siswa terhadap risiko HIV/AIDS melalui pemanfaatan platform digital KITA SEBAYA di SMA Negeri 12 Semarang. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain one-group pretest-posttest untuk mengukur perubahan variabel sebelum dan sesudah intervensi (n=15). Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan yang signifikan pada skor pengetahuan (p = 0,004) dan perilaku pencegahan (p = 0,003), serta peningkatan pemanfaatan media digital (p = 0,019). Namun, perubahan pada variabel efikasi diri (p = 0,812) dan sikap (p = 0,667) tidak menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi peran aktif teman sebaya dan kanal edukasi digital terstruktur efektif memperkuat daya serap informasi kognitif serta mendorong tindakan preventif nyata pada remaja. Untuk memodifikasi sikap dan efikasi diri secara mendalam, diperlukan kombinasi antara edukasi digital dan pendampingan psikososial yang berkelanjutan. Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi Remaja, Media Digital, Pendidik Sebaya, Pencegahan HIV/AIDS. ABSTRACT HIV prevention among adolescents requires educational approaches that can enhance knowledge while promotingpreventive behaviors. The "KITA SEBAYA" program (Innovative Collaboration, Transformation, and Peer Action for HIVPrevention) integrates peer educator capacity building with the use of digital media to support education. This study aims to analyze the effectiveness of a peer educator approach in improving comprehensive understanding and preventive attitudes among students toward HIV/AIDS risks through the use of the KITA SEBAYA digital platformat SMA Negeri 12 Semarang. This study employed a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design to measure changes in variables before and after the intervention (n = 15). Statistical test results showed a significant increase in knowledge scores (p = 0.04) and preventive behavior (p = 0.03), as well as an increased utilization of digital media (p = 0.019). However, changes in the variables of self-efficacy (p = 0.812) and attitude (p = 0.667) showed no statistically significant differences. These findings confirm that the integration ofactive peer roles and structured digital educational channels is effective in strengthening cognitive information absorption and encouraging tangible preventive actions among adolescents. To deeply modify attitudes and self-efficacy, a combination of digital education and sustained psychosocial mentoring is required. Keywords: Adolescent Reproductive Health, Digital Media, Peer Educators, HIV/AIDS Prevention.