Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS STABILITAS LERENG PADA SITUS RATU BOKO DENGAN MENGGUNAKAN VARIASI BEBAN GEMPA Okri Asfino Putra
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.287 KB)

Abstract

Yogyakarta adalah daerah yang memiliki banyak keistimewaan baik itu dari segi masyarakat, alam dan budaya. Salah satu yang paling menonjol adalah banyak terdapat peninggalan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi dan masih bisa dirasakan sampai saat ini. Diantaranya adalah kawasan Situs Ratu Boko yang terletak di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada peristiwa gempa Yogyakarta tahun 2006, salah satu bangunan yang berada pada komplek Situs Ratu Boko yaitu Plaza Andrawina teridentifikasi ada retakan pada pertemuan balok dan kolom, sebagian dinding penahan tanah, serta sambungan pipa terbuka khususnya sambungan yang sejajar dengan kemiringan lereng. Pengaruh keretakan (crack) bangunan merupakan akibat dari ketidakstabilan lereng. Pada penelitian ini akan dilakukan simulasi dengan menggunakan software GeoStudio 2007 untuk mendapatkan faktor aman lereng. Simulasi yang dilakukan menggunakan tiga buah nilai PGA yaitu 0.15g, 0.25g dan 0.35g. Hasil dari simulasi memperlihatkan penurunan nilai angka aman pada lereng setelah dibebani dengan beban dinamis, dan setelah ditambah dengan perkuatan menggunakan beton bertulang sampai lapisan batuan keras nilai angka aman lereng menjadi lebih stabil dan lebih besar dari angka aman kritis yaitu 1.314, 1.210, dan 1,102 lebih besar dari angka aman kritis.Kata kunci: faktor aman, Ratu Boko, stabilitas lereng
Shear strength characteristic of unsaturated undisturbed black volcanic ash soil in Kumamoto under static and cyclic loading Okri Asfino Putra; Noriyuki Yasufuku; Adel Alowaisy; Ryohei Ishikura; Ahmad Rifa'i; Yuko Kawaguchi
Lowland Technology International Vol 22 No 2 (2020): Lowland Technology International Journal
Publisher : International Association of Lowland Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0001/ialt_lti.v22i2, Septemb.707

Abstract

Black volcanic ash soil which is also known as Kuro-boku soil in Japan is a problematic type of soil. Kuro-boku is usually rich with allophane minerals, which are characterized by unique problematic properties. Through this paper, the shear strength and characteristics of the black volcanic ash soil collected at Kumamoto slope failure after earthquake 2016 were studied using three main approaches. The chemical composition of the black volcanic ash soil was investigated using the X-ray fluorescence analysis. Furthermore, the soil structure disturbance effect due to the earthquake shakes on the total shear strength was evaluated using a simple method that considers the pore size distribution that is reflected from the soil-water characteristic curve. In addition, the constant volume direct shear box considering static and cyclic tests were carried out. It was found that the main chemical content of the black volcanic ash soil is allophane which accounts for about 94 %. Furthermore, the undisturbed samples exhibit a unimodal pore structure, and the disturbed showed a bimodal pore. Since the pore structure of the disturbed sample is unstable, the static shear strength tends to be lower and the degradation index value is higher than that of the undisturbed sample.
ANALISIS STABILITAS LERENG PADA SITUS RATU BOKO DENGAN MENGGUNAKAN VARIASI BEBAN GEMPA Okri Asfino Putra
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.287 KB) | DOI: 10.21063/jts.2018.V501.01-6

Abstract

Yogyakarta adalah daerah yang memiliki banyak keistimewaan baik itu dari segi masyarakat, alam dan budaya. Salah satu yang paling menonjol adalah banyak terdapat peninggalan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi dan masih bisa dirasakan sampai saat ini. Diantaranya adalah kawasan Situs Ratu Boko yang terletak di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada peristiwa gempa Yogyakarta tahun 2006, salah satu bangunan yang berada pada komplek Situs Ratu Boko yaitu Plaza Andrawina teridentifikasi ada retakan pada pertemuan balok dan kolom, sebagian dinding penahan tanah, serta sambungan pipa terbuka khususnya sambungan yang sejajar dengan kemiringan lereng. Pengaruh keretakan (crack) bangunan merupakan akibat dari ketidakstabilan lereng. Pada penelitian ini akan dilakukan simulasi dengan menggunakan software GeoStudio 2007 untuk mendapatkan faktor aman lereng. Simulasi yang dilakukan menggunakan tiga buah nilai PGA yaitu 0.15g, 0.25g dan 0.35g. Hasil dari simulasi memperlihatkan penurunan nilai angka aman pada lereng setelah dibebani dengan beban dinamis, dan setelah ditambah dengan perkuatan menggunakan beton bertulang sampai lapisan batuan keras nilai angka aman lereng menjadi lebih stabil dan lebih besar dari angka aman kritis yaitu 1.314, 1.210, dan 1,102 lebih besar dari angka aman kritis.
Membangun Ketahanan Berbasis Komunitas dalam Mengurangi Risiko Bencana Tanah Longsor di Desa Tangkil Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor Muhammad Hamzah Fansuri; Nina Purwanti; Anasya Arsita Laksmi; Sabrina Harahap; Surya Dewi Puspitasari; Pungky Dharma Saputra; Okri Asfino Putra; Suprayogi; Yanto; Baskoro Dian Pratama
Sewagati Vol 7 No 6 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i6.773

Abstract

Bencana longsor dengan intensitas besar dapat mengakibatkan kerusakan bangunan dan infrastruktur lainnya, sehingga menyebabkan hilangnya korban jiwa. Bencana longsor sejauh ini belum bisa diprediksi secara tepat atau dihindari. Akan tetapi dapat diminimalkan risiko kerugiannya salah satunya dengan peningkatan kapasitas berbasis komunitas. Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah rawan longsor melihat zona gerakan kerentanan tanahnya kategori menengah sampai tinggi. Kerentanan masyarakat terhadap bencana dipicu oleh pemahaman risiko yang terbatas sehingga mengakibatkan kurangnya kesiapsiagaan. Kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat dapat diwujudkan melalui kegiatan pengurangan risiko bencana berbasis komunitas dengan memberikan pendidikan dan pelatihan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap kapasitas masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana longsor berbasis komunitas di Desa Tangkil, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Metode yang dipakai adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan didukung pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil implikasi pelatihan menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dalam pengurangan risiko bencana longsor berbasis komunitas sebesar 48%. Strategi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat sebagai upaya pengurangan risiko adalah menggiatkan gerakan pengurangan risiko bencana dibanding menghadapi risiko secara langsung. Upaya tersebut bisa berjalan efektif karena dilakukan dengan konsep desain yang jelas dan adanya partisipasi yang aktif dari masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.
Effect of Micro-Pile Mitigation on Seismic Performance of Liquefiable Ground Asokawati, Fajrina Citra; Fansuri, Muhammad Hamzah; Chang, Muhsiung; Lin, Hseu-Jen; Purwanti, Nina; Putra, Okri Asfino; Saputra, Pungky Dharma; Laksmi, Anasya Arsita
Journal of the Civil Engineering Forum Vol. 10 No. 1 (January 2024)
Publisher : Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcef.6231

Abstract

Soil liquefaction and its associated ground failures, pose a significant threat, causing damage to engineering structures during earthquakes, and one of the most effective methods used to mitigate liquefaction in liquefied soil is micro-pile (MP) method. Therefore, this study aims to examine the current state of MP method as liquefaction countermeasure in the soil of the Coal Fired Power Station in Central Java, an area with a high liquefaction potential. A three-dimensional finite element analysis, conducted with OpenseesPL software, uses a numerical method to yield information about ground lateral deformation and excess pore pressure generation caused by MP method during seismic shaking. This result examines important design parameters, including diameter, spacing, length of MP, and inclination of ground, to address these issues. MP method increases the stiffness of soil, reducing excessive pore pressure and thereby minimizing liquefaction risks. In general, MP remediation appeared effective for any sloping ground. This study provides valuable information for devising an efficient remediation solution by comparing relevant variables, such as diameter, spacing, MP length, and ground inclination, under the same conditions. Numerical simulation with OpenseesPL yields results such as stress and strain path, acceleration time histories, excess pore pressure, displacement time histories, and maximum lateral displacement, which are then compared with various diameter parameters. The diY6-ameter parameters were compared to test how the additional diameter dimension affects the performance of the micropile provided to the soil. This will be demonstrated based on the results shown on excess pore pressure and maximum lateral displacement. This comparison shows that increasing MP diameter is more effective in reducing the risk of liquefaction.
Analisis Uji Sondir pada Proyek Gedung X terhadap Kapasitas Daya Dukung Spun Pile dengan Variasi Dimensi Serta Penurunan Pondasi Rahmayeni, Yuliza Putri; Putra, Okri Asfino
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 10 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji sondir dilakukan di proyek gedung x yang terletak di Kota Jakarta Pusat. pengujian uji sondir akan ditindaklanjuti menuju tahapan investigasi tanah, klasifikasi tanah, dan kapasitas daya dukung spun pile. Hasil penurunan pondasi menggunakan metode Meyerhoff. Berdasarkan hasil pengujian, investigasi tanah menunjukkan bahwa pada kedalaman 0-1 meter diklasifikasikan ke lempung sangat lunak (humus), untuk kedalaman 1-6 meter termasuk lempung teguh ( pasir lepas), untuk kedalaman 6-8 meter termasuk lempung kaku (lempung berlanau), kedalaman 8-9 meter termasuk lempung teguh (pasir lepas), kedalaman 9-12 meter termasuk lempung kaku (lempung berlanau), kedalaman 12-13 meter termasuk lempung sangat kaku (lanau berlempung), dan kedalaman 13-13,6 meter termasuk pasir padat. Penurunan pada spun pile 30 cm sebesar 0,02 meter dengan kapasitas daya dukung 76,3 dan penurunan spun pile 35 cm sebesar 0,01 meter dengan kapasitas daya dukung 98,9.
Analisa Efektivitas Excavator Standar Dan Long Arm Pada Pekerjaan Galian Alur Sungai Type : (Studi Kasus Proyek Pengendalian Banjir Kali Bekasi Paket 7) Farizki, Muhammad; Putra, Okri Asfino; Saputri Khalifah, Via Azizul
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 2 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v20i2.54192

Abstract

Pada proyek infrastruktur seperti pengendalian banjir, efisiensi penggunaan alat berat memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan proyek. Penelitian ini menganalisis efektivitas penggunaan dua jenis excavator, yaitu excavator standar dan excavator long arm, pada pekerjaan galian alur sungai tipe 2 di proyek pengendalian banjir Kali Bekasi Paket 7. Studi ini dilakukan dengan membandingkan produktivitas, biaya operasional, dan efisiensi waktu dari kedua jenis excavator tersebut. Data yang digunakan meliputi data primer yang diperoleh dari observasi langsung di lapangan serta data sekunder dari standar-standar terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa excavator standar memiliki produktivitas yang lebih tinggi dengan estimasi waktu penyelesaian 129 hari, dibandingkan dengan excavator long arm yang membutuhkan 168 hari. Dari segi biaya, penggunaan excavator standar juga lebih ekonomis, dengan total biaya sebesar Rp 583.596.000 dibandingkan dengan Rp 803.712.000 untuk excavator long arm. Namun, excavator long arm lebih cocok digunakan pada medan kerja yang sulit atau lahan yang membutuhkan jangkauan lebih panjang. Dengan demikian, pilihan antara kedua jenis excavator ini harus disesuaikan dengan karakteristik medan kerja dan kebutuhan proyek.
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN RAFT-PILE FOUNDATION PADA PROYEK BANGUNAN GEDUNG DI KAWASAN PIK 2 Hutasuhut, Reynhard; Asfino Putra, Okri; Ahmad Fauzan, Sayed
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 2 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v20i2.54329

Abstract

Proyek pembangunan Gedung BNI Tower di Kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), Jakarta, dibangun di atas lahan reklamasi yang memiliki kondisi tanah lunak dengan daya dukung rendah. Kondisi ini menjadi tantangan dalam pelaksanaan pondasi yang mampu menjamin kestabilan struktur gedung bertingkat tinggi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, digunakan sistem pondasi tiang-rakit (raft-pile foundation), yang mengombinasikan fungsi pondasi rakit dalam mendistribusikan beban secara merata dan tiang pancang dalam menyalurkan beban ke lapisan tanah yang lebih dalam dan stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode pelaksanaan pondasi tiang-rakit pada proyek tersebut secara deskriptif. Tahapan pelaksanaan yang diamati mencakup pekerjaan persiapan, distribusi material, marking dan surveying, pembobokan tiang pancang, galian tanah, proteksi lereng, dewatering, pemasangan bekisting dan pembesian, pengecoran raft foundation, serta curing dan finishing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pelaksanaan pondasi tiang-rakit sangat dipengaruhi oleh perencanaan teknis yang matang serta koordinasi antar tahapan pekerjaan. Metode ini terbukti efektif diterapkan di atas tanah reklamasi dan mampu memberikan solusi konstruktif terhadap permasalahan teknis yang muncul di lapangan.
TINJAUAN PENERAPAN CRITICAL PATH METHOD (CPM) DAN PROGRAM EVALUATION AND REVIEW TECHNIQUE (PERT) DALAM PEMBANGUNAN PROYEK GEDUNG Ningtyas, Rena Avinika; Yulistian, M Bagus; Pelu, M Rijali Sukur; Pranoto, Oktavianus; Daffarel, Rakyan Choiruna; Rahmayeni, Yuliza P; Putra, Okri Asfino
Construction and Material Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Construction and Material Journal Vol. 7 No. 1 Mei 2025
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/cmj.v7i1.6562

Abstract

Infrastructure serves as a fundamental public service provided by the government to meet community needs, with its development significantly impacting societal welfare. Project delays and instability often result from inadequate planning. This research aims to evaluate the effectiveness of applying the Critical Path Method (CPM) and the Program Evaluation and Review Technique (PERT) in determining the construction duration of the Building X project. Both methods are project management tools designed to improve time efficiency in construction activities. Calculations were performed using data provided by field personnel. While CPM utilizes a single time estimate, PERT incorporates three-time estimates to account for variability. The outputs of this study include the total duration required to complete the project and the identification of its critical path. Based on the analysis, the CPM method estimated a project duration of 37 weeks, whereas the PERT method estimated 38 weeks.
ANALISIS LOSS OF PRESTRESS PCI GIRDER AKIBAT METODE POST TENSION SINGLE STRESSING PADA PROYEK JEMBATAN DAN JALAN X KARAWANG STA 0+225 – 0+300 Fi Ardhi, Robbi; Suprayogi; Putra, Okri Asfino
Jurnal ARTESIS Vol. 5 No. 1 (2025): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/9tzwan67

Abstract

Kehilangan gaya prategang (loss of prestress) pada PCI girder merupakan faktor penting yang memengaruhi kinerja jangka panjang struktur jembatan, sehingga perlu dianalisis secara menyeluruh untuk menjamin keamanan dan efisiensi desain. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode post-tension single stressing terhadap kehilangan gaya prategang pada PCI girder bentang 30,8 meter, dengan mengacu pada standar NAASRA (1976). Analisis mencakup faktor-faktor seperti gesekan angkur, pemendekan elastis, relaksasi tendon, dan gesekan sepanjang saluran kabel. Hasil menunjukkan bahwa kehilangan tegangan total mencapai 12% dari gaya awal, masih berada dalam batas toleransi standar (maksimal 15%). Kehilangan akibat gesekan angkur sebesar 3% dan relaksasi tendon menjadi penyumbang terbesar. Selain itu, gaya prategang menurun dari 9000 kN menjadi 8125 kN di tengah bentang akibat gesekan kabel. Pemendekan elastis juga menyumbang kehilangan signifikan sebesar 307,766 kN. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian kualitas dalam pelaksanaan stressing, optimalisasi desain, serta pemilihan material tendon dengan relaksasi rendah. Rekomendasi strategis meliputi peningkatan teknik grouting, penggunaan tendon baja berkarakteristik stabil, dan monitoring berkala. Penelitian ini memberikan kontribusi awal dalam pengembangan sistem prategang yang andal dan tahan lama, serta mendorong perlunya validasi eksperimental dan numerik untuk memperkuat temuan.