Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Studi Komparatif Pengetahuan Ilmu Tajwid Antara Mahasiswa Lulusan MA Dengan SMA Sumarni, Sumarni; Suaidah, Idah
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 1 (2024): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v10i1.1024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan pengetahuan ilmu tajwid mahasiswa lulusan Madrasah Aliyah pada Jurusan Pendidikan Agama Islam angkatan 2018 UIN Alauddin Makassar, 2) Mendeskripsikan pengetahuan ilmu tajwid mahasiswa lulusan Sekolah Menengah Atas pada Jurusan Pendidikan Agama Islam angkatan 2018 UIN Alauddin Makassar, 3) Menganalisis perbedaan pengetahuan ilmu tajwid antara mahasiswa lulusan Madrasah Aliyah dengan mahasiswa lulusan Sekolah Menengah Atas pada jurusan Pendidikan Agama Islam angkatan 2018 UIN Alauddin Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field reasearch) dan pendekatan normatif yang mengambil lokasi di kampus II UIN Alauddin Makassar. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam angkatan 2018 UIN Alauddin Makassar. Populasi penelitian adalah 98 mahasiswa dan sampel penelitian adalah 30 mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes tulisan dan tes lisan dengan analisis data menggunakan statistik deskriptif serta statistik inferensial. Pengujian hipotesis digunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan ilmu tajwid antara mahasiswa lulusan Madrasah Aliyah dengan mahasiswa lulusan Sekolah Menengah Atas pada Jurusan Pendidikan Agama Islam angkatan 2018 UIN Alauddin Makassar. Hal ini terlihat pada selisih nilai rata-rata tes pilihan ganda sebesar 9, dan diperkuat dengan t hitung> t tabel (1,801> 1,042) pada taraf signifikasi 0,05. Implikasi penelitian ini adalah jika mahasiswa lulusan Madrasah Aliyah dan mahasiswa lulusan Sekolah Menengah Atas pada Jurusan Pendidikan Agama Islam memiliki pengetahuan yang baik terkait ilmu tajwid, maka mereka dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam membaca al-Qur’an dengan baik pula.
KONSEP QIRA’AT DALAM ILMU AL-QUR’AN (Pengertian dan Latar Belakang) Suaidah, Idah
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2024): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadang-kadang suatu lafaz yang terdapat dalam al-Qur’an dibaca lebih dari satu qira’at, sesuai dengan yang pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Kebolehan membaca al-Qur’an dengan berbagai qira’at merupakan suatu kelapangan yang diberikan oleh Allah swt. kepada umat Islam, terutama orang Arab pada masa al-Qur’an diturunkan. Tulisan ini memaparkan tentang Qira’at Al-Qur’an. Qira’at adalah suatu mazhab (aliran) yang dianut oleh seorang imam qira>’a>t yang berbeda dengan yang lainnya dalam pengucapan lafaz-lafaz al- Qur’an sesuai yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad saw, yakni berdasarkan riwayat-riwayat yang shahih. Munculnya perbedaan qira’at selain disebabkan oleh adanya kenyataan pada saat itu al-Qur’an belum memiliki tanda-tanda, baik titik maupun baris, juga disebabkan oleh orang Arab sendiri yang memiliki dialek dan lahjah yang berbeda antara satu suku dengan suku lainnya. Di samping itu, perbedaan tersebut disebabkan oleh, pertama, latar belakang historis, yakni Nabi Muhammad saw. dalam mengajarkan al-Qur’an kepada para sahabat menggunakan beberapa bacaan. Kedua, latar belakang cara penyampaian (kaifiyat al-ada’), yakni para guru qira>’a>t yang mengajarkan al-Qur’an di berbagai daerah, berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Mereka mengajarkan al-Qur’an sesuai dengan yang diterimanya dari Rasulullah saw.
KONSEP KEADILAN DALAM AL-QUR’AN Suaidah, Idah
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v11i1.1608

Abstract

Keadilan merupakan salah satu tema yang sangat penting dalam kajian keislaman. Keadilan dalam al-Qur‟an seringkali diungkap dalam dua term, yakni al-„adl dan al-qisth. Kedua term ini pada dasarnya memiliki persamaan, namun juga memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Artikel ini akan memaparkan tentang “Konsep Keadilan dalam al-Qur‟an” yakni makna keadilan dalam al-Qur‟an dan prinsip-prinsip keadilan menurut al-Qur‟an. Sedikitnya ada empat makna keadilan dalam al-Qur‟an, yakni sama, seimbang, perhatian terhadap hak-hak individu dan memberikan hak-hak itu kepada pemiliknya, dan adil yang dinisbahkan kepada Allah swt. Adapun prinsip-prinsip keadilan menurut al-Qur‟an yakni berlaku adil dalam timbangan dan ucapan (lurus), berlaku adil dalam kesaksian, dan berlaku adil kepada lawan.
KONSEP AL-DÎN DALAM AL-QUR’AN: Kajian Tematik terhadap Makna, Konteks, dan Implikasinya Suaidah, Idah
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v11i2.1902

Abstract

Al-Din dalam al-Qur'an merupakan sebuah konsep yang fundamental dan komprehensif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam hakikat al-din berdasarkan perspektif al-Qur'an dengan membedah tiga pilar utama, yakni konsep, fungsi, dan kedudukannya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode tafsir tematik (tafsīr mawḍū‘ī), penelitian ini menganalisis dan mensintesiskan ayat-ayat kunci yang berkaitan dengan term al-din. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep al-din dalam al-Qur'an bersifat holistik melampaui sekadar teologi dan ritual. Al-Din yang dimaksud adalah agama Islam yang biasa juga disebut dengan nama dīnullāh, dīnulhaq, dīnulqayyim. Selanjutnya, fungsi al-din yakni sebagai pembimbing, (litukhrija al-nās min al-zulumāt ilā al-nūr), sebagai petunjuk, (lā raeba fīhi hudan li al-Muttaqin) yang bertujuan untuk memberi keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian yang abadi kepada penganutnya, sehingga hidupnya menjadi tenteram (al-amn), baik di dunia maupun di akhirat kelak. Adapun kedudukan al-din dalam al-Qur'an yakni din al-Islam merupakan satu-satunya agama di sisi Allah swt. (QS. Ali ‘Imrān/3: 19, 85). Sementara agama selainnya terutama dalam aspek monoteisme telah mengalami distrorsi yang sangat signifikan (QS al-Māidah/5: 13-16 dan QS al-Tawbah/9: 30.
PENGARUH KOMPETENSI LEADERSHIP GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMA NEGERI 1 MAMUJU Anwar, Qurrata A’yun; ., Saprin; Suaidah, Idah
Inspiratif Pendidikan Vol 10 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ip.v10i2.25614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kompetensi Leadership Guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Mamuju, untuk mengetahui Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XI di SMA Negeri 1 Mamuju, dan untuk mengetahui Pengaruh Kompetensi Leadership Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas Xi Di SMA Negeri 1 Mamuju.Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Mamuju yang berjumlah 370 orang peserta didik, sedangkan sampelnya adalah 15% dari populasi berjumlah 56 orang peserta didik dengan Teknik pengambilan sampel “Simple Random Sampling”. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kompetensi leadership dan skala motivasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, kompetensi leadership guru Pendidikan Agama Islam diperoleh nilai rata-rata 43,48 berada pada kategori sedang dari nilai 100 diperoleh nilai terendah 29 dan nilai tertinggi 55 dengan presentase 60,71%. Sedangkan analisis statistik deskriptif untuk motivasi belajar peserta didik kelas XI diperoleh nilai rata-rata 65,85 berada pada kategori sedang dari nilai 100 diperoleh nilai terendah 52 dan nilai tertinggi 80 dengan presentase 73,21%. Adapun hasil analisis statistik inferensial dengan uji regresi linear sederhana, diperoleh koefisien korelasi nilai thitungsebesar 3,262 sedangkan nilai ttabel (5%) (df=56) sehingga ttabel 1,673. Jadi, dapat disimpulkan bahwa thitung˃ ttabelyakni 3,262 ˃ 1,673, maka Hoditolak dan H1diterima yang berarti terdapat pengaruh yang positif antara kompetensi leadership guru Pendidikan Agama Islam terhadap motivasi belajar peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Mamuju dengan sumbangsi sebesar 16,5%.
FUNGSI DAN TUJUAN KEWARISAN MENURUT AL-QUR’AN Suaidah, Idah; Khalid, Rusydi; Abubakar, Achmad; Kasim, Amrah
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.10480

Abstract

Tulisan ini secara spesifik mengkaji tentang urgensi kewarisan menurut al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan sistem penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah ilmu tafsir. Dalam pelaksanaan penelitian ini digunakan  metode mauḍu’i. Sumber primer, yaitu al-Qur’an, yakni ayat-ayat yang berkaitan dengan kewarisan. Sumber sekunder,  yakni kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Ibnu Kas|i>r yang disusun oleh ibnu Kas|i>r, Tafsir al-Mana>r yang disusun oleh Muhammad Rasyid Rid}a>, atau buku-buku yang dipandang sebagai referensi yang representatif,  yang dapat memberikan keterangan dan informasi mengenai persoalan kewarisan. Dari sini kemudian dijelaskan dengan mengemukakan pandangan dan melakukan perbandingan dalam menganalisis serta memberikan interpretasi lebih lanjut. Pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Data disusun berdasarkan kerangka pembahasan untuk memperoleh gambaran konsep al-Qur’an tentang kewarisan. Teknik interpretasi yang digunakan adalah interpretasi tekstual, sosio historis, teleologis, dan sistemik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Urgensi kewarisan dalam al-Qur’an, yaitu pertama, al-Qur’an mendudukkan anak bersamaan dengan orang tua pewaris serentak sebagai ahli waris. Dalam kewarisan di luar Islam, orang tua baru mungkin mendapat harta warisan jika pewaris meninggal dunia tidak memiliki keturunan. Kedua, al-Qur’an  memberi  kemungkinan saudara beserta orang tua (minimal dengan ibu) pewaris yang meninggal tanpa memiliki keturunan sebagai ahli waris.  Ketiga, suami-istri saling mewarisi. Hal ini bertolak belakang dengan tradisi Arab jahiliyah yang tidak memberikan warisan harta kepada istri, bahkan menjadikan istri sebagai  salah satu bentuk harta warisan. Keempat, adanya perincian  bagian tertentu bagi orang-orang tertentu dalam keadaan tertentu, sebagaimana dijelaskan dalam QS al-Nisa>’/4: 11, 12, dan 176. Kelima, kewarisan berkaitan langsung dengan harta benda yang apabila tidak diberikan ketentuan-ketentuan (rincian bagian masing-masing), maka sangat mudah menimbulkan sengketa bagi ahli waris, sedangkan Islam merupakan agama yang menghendaki perdamaian dalam segala bidang, termasuk mempunyai komitmen preventif dari  segala hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan umat. Keenam, Rasululah saw. berpesan kepada umatnya agar mempelajarinya dan menyebut ilmu ini sebagai separuh ilmu.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Al- Arba’in Al-Nawawiyah Karya Imam Nawawi Muhammad Rusmin B; Suaidah, Idah; Abudzar Al Qifari
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam Kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah karya Imam Nawawi serta konsep implementasinya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kemerosotan moral di masyarakat yang menuntut penguatan kembali pendidikan akhlak berbasis sumber ajaran Islam. Kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah dipilih karena memuat hadis-hadis fundamental yang menjadi kaidah utama dalam ajaran Islam dan sarat dengan nilai-nilai moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis). Sumber data utama adalah teks hadis dalam kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah yang didukung oleh literatur relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab tersebut memuat nilai-nilai pendidikan akhlak yang komprehensif, meliputi akhlak terhadap Allah, Rasulullah, diri sendiri, sesama manusia, serta lingkungan. Nilai-nilai tersebut relevan dalam pembentukan karakter peserta didik dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran PAI melalui metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, kisah, serta pendekatan targhib dan tarhib. Dengan demikian, Al-Arba’in Al-Nawawiyah memiliki kontribusi signifikan dalam penguatan pendidikan karakter Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam Kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah karya Imam Nawawi serta konsep implementasinya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kemerosotan moral di masyarakat yang menuntut penguatan kembali pendidikan akhlak berbasis sumber ajaran Islam. Kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah dipilih karena memuat hadis-hadis fundamental yang menjadi kaidah utama dalam ajaran Islam dan sarat dengan nilai-nilai moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis). Sumber data utama adalah teks hadis dalam kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah yang didukung oleh literatur relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab tersebut memuat nilai-nilai pendidikan akhlak yang komprehensif, meliputi akhlak terhadap Allah, Rasulullah, diri sendiri, sesama manusia, serta lingkungan. Nilai-nilai tersebut relevan dalam pembentukan karakter peserta didik dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran PAI melalui metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, kisah, serta pendekatan targhib dan tarhib. Dengan demikian, Al-Arba’in Al-Nawawiyah memiliki kontribusi signifikan dalam penguatan pendidikan karakter Islami.