Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEBIASAAN BELAJAR PESERTA DIDIK Masyita Nur Syam; Andi Ika Prasasti Abrar; Ridwan Idris; Idah Suaidah
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 2 No 1 (2020): MAY
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v2i1.13305

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pendekatan kontekstual terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari kebiasaan belajar peserta didik. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain factorial design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMPN 30 Bulukumba yang berjumlah 87 orang. Pemilihan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar matematika dan angket kebiasaan belajar peserta didik. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara pendekatan kontekstual terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari kebiasaan belajar peserta didik. AbstractThis study aimed to determine the effect of interaction between contextual approaches to mathematics learning outcomes in terms of learning habits. This type of research was a quasi-experiment with factorial design. The population in this study were all eighth-grade students of SMPN 30 Bulukumba, amounting to 87 people. Sample selection using a simple random sampling technique. The instruments used were mathematics learning achievement tests and student study habits questionnaire. The analysis technique used is descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. The results showed that there was no interaction effect between contextual approaches to mathematics learning outcomes in terms of student learning habits.
PEMANFAATAN MODUL PEMBELAJARAN AL-QUR’AN BERBASIS METODE TILAWATI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SANTRI DI TK/TPA Khaera Umma; Erwin Hafid; Idah Suaidah; Mardhiah Mardhiah; Andi Halimah
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v2i2.17390

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan modul pembelajaran Al-Qur’an berbasis metode tilawati dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri di TK/TPA. Subjek penelitian ini adalah santri TK/TPA Nurul Istiqomah Kampung Jangka Kabupaten Gowa. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: 1) kemampuan membaca Al-Qur’an santri TK/TPA Nurul Istiqomah Kampung Jangka Kabupaten Gowa sebelum pemanfaatan modul pembelajaran al-Qur’an berbasis metode tilawati diperoleh nilai rata-rata hanya sebesar 68,75 termasuk kategori sedang, 2) kemampuan membaca Al-Qur’an santri di TK/TPA Nurul Istiqomah Kampung Jangka Kabupaten Gowa setelah pemanfaatan modul pembelajaran Al-Qur’an berbasis metode tilawati, nilai rata-rata meningkat menjadi 87,50 termasuk ketegori tinggi, 3) terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan membaca Al-Qur’an santri di TK/TPA Nurul Istiqomah Kampung Jangka Kabupaten Gowa sebelum dan setelah pemanfaatan modul pembelajaran Al-Qur’an berbasis metode tilawati. AbstractThe purpose of this study was to determine the use of the Al-Qur'an learning module based on the tilawati method in improving the students' ability to read Al-Qur'an in TK/TPA. The subjects of this study were students of TK/TPA Nurul Istiqomah Kampung Term, Gowa Regency. The results of the research obtained are: 1) the ability to read the Al-Qur'an of the TK/TPA students of Nurul Istiqomah Jangka Village, Gowa Regency before using the Qur'an learning module based on the tilawati method obtained an average value of only 68.75 included in the medium category, 2) the ability to read the Al-Qur'an of the students in TK/TPA Nurul Istiqomah Jangka Village, Gowa Regency after using the Qur'an learning module based on the tilawati method, the average score increased to 87.50 including the high category, 3) there is a significant difference between the students' ability to read Al-Qur'an in TK/TPA Nurul Istiqomah Jangka Village Gowa Regency before and after using the Qur'an learning module based on the tilawati method.
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR Idah Suaidah
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 3 No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v3i2.21164

Abstract

AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, periode tabi’in, dan periode modern. Dengan kembali mencermati sejarah perkembangan tafsir yang telah disinggung, maka tentu saja di setiap periode dan masa perkembangannya memiliki keunikan tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah perkembangan tafsir berdasarkan tiga periode yang telah disebutkan. Metode penelitian yang digunakan adalah library research (penelitian pustaka) dengan mengumpulkan informasi-informasi yang dibutuhkan pada berbagai sumber referensi seperti buku, catatan, ataupun artikel penelitian. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pada masa Nabi Muhammad Saw, kegiatan tafsir Al-Qur’an terus mengalami perkembangan hingga melahirkan aliran-aliran dan metode tafsir yang sangat beragam. Pada masa sahabat, Al-Qur’an ditafsirkan dengan metode riwayah atau terkadang ijtihad apabila sebuah ayat tidak ditafsirkan oleh Nabi Muhammad Saw. Pada masa tabi’in perkembangan tafsir ditandai dengan munculnya aliran-aliran tafsir di Mekah, Madinah, dan Irak. Perkembangan tafsir terus berlanjut hingga munculnya kitab-kitab tafsir yang terjadi pada periode tadwiin atau periode kodifikasi tafsir. Setelah masa ini, penafsiran Al-Qur’an memasuki periode modern yang ditandai dengan munculnya metode baru dalam menafsirkan Al-Qur’an, yakni metode maudhui. AbstractThe activity of tafsir Qur'an has been started since the time of the Prophet Muhammad. and continues to develop from time to time, namely the period of the Prophet Muhammad. and his companions, the tabi'in period, and the modern period. By looking back at the history of the development of tafsir that has been alluded to, then of course each period and period of its development has its own uniqueness. This study aims to determine the history of the development of tafsir based on the three periods mentioned. The research method used is library research by collecting the required information from various reference sources such as books, notes, or research articles. The results of this study reveal that at the time of the Prophet Muhammad, the activity of tafsir the Qur'an continues to develop until it gives birth to various schools and methods of tafsir. At the time of the Companions, the Qur'an was interpreted using the riwayah method or sometimes ijtihad if a verse was not interpreted by the Prophet Muhammad. During the tabi'in period, the development of tafsir was marked by the emergence of schools of tafsir in Mecca, Medina, and Iraq. The development of commentary continues until the emergence of books of tafsir that occur in the tadwiin period or the period of codification of tafsir. After this period, the tafsir of the Qur'an entered the modern period which was marked by the emergence of a new method of interpreting the Qur'an, namely the maudhui method.
DEVELOPMENT OF ELEMENTARY LINEAR ALGEBRA COURSE E-MODULES BASED ON FLIP BOOK MAKER WITH INTEGRATED ISLAMIC VALUES: PENGEMBANGAN E-MODUL MATA KULIAH ALJABAR LINEAR ELEMENTER BERBASIS FLIP BOOK MAKER YANG TERINTEGRASI NILAI-NILAI KEISLAMAN Andi Ika Prasasti Abrar; Idah Suaidah; Sulfiani
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 10 No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mapan.2022v10n2a7

Abstract

The aims of this study were (1) to find out the process of developing an e-module for elementary linear algebra courses based on a flip book maker that integrates Islamic values. (2) to determine the characteristics of the e-module. (3) to determine the level of validity, practicality, and effectiveness of e-modules. The type of research used is Research and Development concerning the Plomp development model which consists of 5 stages. The product developed is an e-module course on elementary linear algebra based on a flip book maker. The test subjects in this study were second-semester students at UIN Alauddin Makassar, in the academic year 2021/2022. The instruments used were expert validation sheets, lecturer response questionnaires, observation sheets on the ability of lecturers to manage to learn, learning implementation observation sheets, student response questionnaires, student activity sheets, and learning achievement tests. Based on the trial results, it was found that (1) the product development process referred to as the Plomp development model was not fully implemented until the implementation stage due to time constraints, (2) the characteristics of the e-module are digitally designed with the flip book maker application which can be accessed using Android or Android. laptop, load learning videos, load examples of contextual questions integrated with Islamic values, and presentation of material using a scientific approach, (3) e-modules are categorized as valid with an average validity of 4.25, declared practical because all aspects are fully implemented, and declared effective because the level of completeness reached 96.3%.
Studi Komparatif Pengetahuan Ilmu Tajwid Antara Mahasiswa Lulusan MA Dengan SMA Sumarni, Sumarni; Suaidah, Idah
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 1 (2024): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v10i1.1024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan pengetahuan ilmu tajwid mahasiswa lulusan Madrasah Aliyah pada Jurusan Pendidikan Agama Islam angkatan 2018 UIN Alauddin Makassar, 2) Mendeskripsikan pengetahuan ilmu tajwid mahasiswa lulusan Sekolah Menengah Atas pada Jurusan Pendidikan Agama Islam angkatan 2018 UIN Alauddin Makassar, 3) Menganalisis perbedaan pengetahuan ilmu tajwid antara mahasiswa lulusan Madrasah Aliyah dengan mahasiswa lulusan Sekolah Menengah Atas pada jurusan Pendidikan Agama Islam angkatan 2018 UIN Alauddin Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field reasearch) dan pendekatan normatif yang mengambil lokasi di kampus II UIN Alauddin Makassar. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam angkatan 2018 UIN Alauddin Makassar. Populasi penelitian adalah 98 mahasiswa dan sampel penelitian adalah 30 mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes tulisan dan tes lisan dengan analisis data menggunakan statistik deskriptif serta statistik inferensial. Pengujian hipotesis digunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan ilmu tajwid antara mahasiswa lulusan Madrasah Aliyah dengan mahasiswa lulusan Sekolah Menengah Atas pada Jurusan Pendidikan Agama Islam angkatan 2018 UIN Alauddin Makassar. Hal ini terlihat pada selisih nilai rata-rata tes pilihan ganda sebesar 9, dan diperkuat dengan t hitung> t tabel (1,801> 1,042) pada taraf signifikasi 0,05. Implikasi penelitian ini adalah jika mahasiswa lulusan Madrasah Aliyah dan mahasiswa lulusan Sekolah Menengah Atas pada Jurusan Pendidikan Agama Islam memiliki pengetahuan yang baik terkait ilmu tajwid, maka mereka dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam membaca al-Qur’an dengan baik pula.
KONSEP QIRA’AT DALAM ILMU AL-QUR’AN (Pengertian dan Latar Belakang) Suaidah, Idah
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2024): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadang-kadang suatu lafaz yang terdapat dalam al-Qur’an dibaca lebih dari satu qira’at, sesuai dengan yang pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Kebolehan membaca al-Qur’an dengan berbagai qira’at merupakan suatu kelapangan yang diberikan oleh Allah swt. kepada umat Islam, terutama orang Arab pada masa al-Qur’an diturunkan. Tulisan ini memaparkan tentang Qira’at Al-Qur’an. Qira’at adalah suatu mazhab (aliran) yang dianut oleh seorang imam qira>’a>t yang berbeda dengan yang lainnya dalam pengucapan lafaz-lafaz al- Qur’an sesuai yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad saw, yakni berdasarkan riwayat-riwayat yang shahih. Munculnya perbedaan qira’at selain disebabkan oleh adanya kenyataan pada saat itu al-Qur’an belum memiliki tanda-tanda, baik titik maupun baris, juga disebabkan oleh orang Arab sendiri yang memiliki dialek dan lahjah yang berbeda antara satu suku dengan suku lainnya. Di samping itu, perbedaan tersebut disebabkan oleh, pertama, latar belakang historis, yakni Nabi Muhammad saw. dalam mengajarkan al-Qur’an kepada para sahabat menggunakan beberapa bacaan. Kedua, latar belakang cara penyampaian (kaifiyat al-ada’), yakni para guru qira>’a>t yang mengajarkan al-Qur’an di berbagai daerah, berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Mereka mengajarkan al-Qur’an sesuai dengan yang diterimanya dari Rasulullah saw.
PENGARUH KOMPETENSI LEADERSHIP GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMA NEGERI 1 MAMUJU Anwar, Qurrata A’yun; ., Saprin; Suaidah, Idah
Inspiratif Pendidikan Vol 10 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ip.v10i2.25614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kompetensi Leadership Guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Mamuju, untuk mengetahui Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XI di SMA Negeri 1 Mamuju, dan untuk mengetahui Pengaruh Kompetensi Leadership Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas Xi Di SMA Negeri 1 Mamuju.Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Mamuju yang berjumlah 370 orang peserta didik, sedangkan sampelnya adalah 15% dari populasi berjumlah 56 orang peserta didik dengan Teknik pengambilan sampel “Simple Random Sampling”. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kompetensi leadership dan skala motivasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, kompetensi leadership guru Pendidikan Agama Islam diperoleh nilai rata-rata 43,48 berada pada kategori sedang dari nilai 100 diperoleh nilai terendah 29 dan nilai tertinggi 55 dengan presentase 60,71%. Sedangkan analisis statistik deskriptif untuk motivasi belajar peserta didik kelas XI diperoleh nilai rata-rata 65,85 berada pada kategori sedang dari nilai 100 diperoleh nilai terendah 52 dan nilai tertinggi 80 dengan presentase 73,21%. Adapun hasil analisis statistik inferensial dengan uji regresi linear sederhana, diperoleh koefisien korelasi nilai thitungsebesar 3,262 sedangkan nilai ttabel (5%) (df=56) sehingga ttabel 1,673. Jadi, dapat disimpulkan bahwa thitung˃ ttabelyakni 3,262 ˃ 1,673, maka Hoditolak dan H1diterima yang berarti terdapat pengaruh yang positif antara kompetensi leadership guru Pendidikan Agama Islam terhadap motivasi belajar peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Mamuju dengan sumbangsi sebesar 16,5%.
FUNGSI DAN TUJUAN KEWARISAN MENURUT AL-QUR’AN Suaidah, Idah; Khalid, Rusydi; Abubakar, Achmad; Kasim, Amrah
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.10480

Abstract

Tulisan ini secara spesifik mengkaji tentang urgensi kewarisan menurut al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan sistem penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah ilmu tafsir. Dalam pelaksanaan penelitian ini digunakan  metode mauḍu’i. Sumber primer, yaitu al-Qur’an, yakni ayat-ayat yang berkaitan dengan kewarisan. Sumber sekunder,  yakni kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Ibnu Kas|i>r yang disusun oleh ibnu Kas|i>r, Tafsir al-Mana>r yang disusun oleh Muhammad Rasyid Rid}a>, atau buku-buku yang dipandang sebagai referensi yang representatif,  yang dapat memberikan keterangan dan informasi mengenai persoalan kewarisan. Dari sini kemudian dijelaskan dengan mengemukakan pandangan dan melakukan perbandingan dalam menganalisis serta memberikan interpretasi lebih lanjut. Pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Data disusun berdasarkan kerangka pembahasan untuk memperoleh gambaran konsep al-Qur’an tentang kewarisan. Teknik interpretasi yang digunakan adalah interpretasi tekstual, sosio historis, teleologis, dan sistemik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Urgensi kewarisan dalam al-Qur’an, yaitu pertama, al-Qur’an mendudukkan anak bersamaan dengan orang tua pewaris serentak sebagai ahli waris. Dalam kewarisan di luar Islam, orang tua baru mungkin mendapat harta warisan jika pewaris meninggal dunia tidak memiliki keturunan. Kedua, al-Qur’an  memberi  kemungkinan saudara beserta orang tua (minimal dengan ibu) pewaris yang meninggal tanpa memiliki keturunan sebagai ahli waris.  Ketiga, suami-istri saling mewarisi. Hal ini bertolak belakang dengan tradisi Arab jahiliyah yang tidak memberikan warisan harta kepada istri, bahkan menjadikan istri sebagai  salah satu bentuk harta warisan. Keempat, adanya perincian  bagian tertentu bagi orang-orang tertentu dalam keadaan tertentu, sebagaimana dijelaskan dalam QS al-Nisa>’/4: 11, 12, dan 176. Kelima, kewarisan berkaitan langsung dengan harta benda yang apabila tidak diberikan ketentuan-ketentuan (rincian bagian masing-masing), maka sangat mudah menimbulkan sengketa bagi ahli waris, sedangkan Islam merupakan agama yang menghendaki perdamaian dalam segala bidang, termasuk mempunyai komitmen preventif dari  segala hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan umat. Keenam, Rasululah saw. berpesan kepada umatnya agar mempelajarinya dan menyebut ilmu ini sebagai separuh ilmu.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Al- Arba’in Al-Nawawiyah Karya Imam Nawawi Muhammad Rusmin B; Suaidah, Idah; Abudzar Al Qifari
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam Kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah karya Imam Nawawi serta konsep implementasinya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kemerosotan moral di masyarakat yang menuntut penguatan kembali pendidikan akhlak berbasis sumber ajaran Islam. Kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah dipilih karena memuat hadis-hadis fundamental yang menjadi kaidah utama dalam ajaran Islam dan sarat dengan nilai-nilai moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis). Sumber data utama adalah teks hadis dalam kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah yang didukung oleh literatur relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab tersebut memuat nilai-nilai pendidikan akhlak yang komprehensif, meliputi akhlak terhadap Allah, Rasulullah, diri sendiri, sesama manusia, serta lingkungan. Nilai-nilai tersebut relevan dalam pembentukan karakter peserta didik dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran PAI melalui metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, kisah, serta pendekatan targhib dan tarhib. Dengan demikian, Al-Arba’in Al-Nawawiyah memiliki kontribusi signifikan dalam penguatan pendidikan karakter Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam Kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah karya Imam Nawawi serta konsep implementasinya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kemerosotan moral di masyarakat yang menuntut penguatan kembali pendidikan akhlak berbasis sumber ajaran Islam. Kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah dipilih karena memuat hadis-hadis fundamental yang menjadi kaidah utama dalam ajaran Islam dan sarat dengan nilai-nilai moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis). Sumber data utama adalah teks hadis dalam kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah yang didukung oleh literatur relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab tersebut memuat nilai-nilai pendidikan akhlak yang komprehensif, meliputi akhlak terhadap Allah, Rasulullah, diri sendiri, sesama manusia, serta lingkungan. Nilai-nilai tersebut relevan dalam pembentukan karakter peserta didik dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran PAI melalui metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, kisah, serta pendekatan targhib dan tarhib. Dengan demikian, Al-Arba’in Al-Nawawiyah memiliki kontribusi signifikan dalam penguatan pendidikan karakter Islami.
KONSEP AL-DÎN DALAM AL-QUR’AN: Kajian Tematik terhadap Makna, Konteks, dan Implikasinya Idah Suaidah
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v11i2.1902

Abstract

Al-Din dalam al-Qur'an merupakan sebuah konsep yang fundamental dan komprehensif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam hakikat al-din berdasarkan perspektif al-Qur'an dengan membedah tiga pilar utama, yakni konsep, fungsi, dan kedudukannya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode tafsir tematik (tafsīr mawḍū‘ī), penelitian ini menganalisis dan mensintesiskan ayat-ayat kunci yang berkaitan dengan term al-din. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep al-din dalam al-Qur'an bersifat holistik melampaui sekadar teologi dan ritual. Al-Din yang dimaksud adalah agama Islam yang biasa juga disebut dengan nama dīnullāh, dīnulhaq, dīnulqayyim. Selanjutnya, fungsi al-din yakni sebagai pembimbing, (litukhrija al-nās min al-zulumāt ilā al-nūr), sebagai petunjuk, (lā raeba fīhi hudan li al-Muttaqin) yang bertujuan untuk memberi keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian yang abadi kepada penganutnya, sehingga hidupnya menjadi tenteram (al-amn), baik di dunia maupun di akhirat kelak. Adapun kedudukan al-din dalam al-Qur'an yakni din al-Islam merupakan satu-satunya agama di sisi Allah swt. (QS. Ali ‘Imrān/3: 19, 85). Sementara agama selainnya terutama dalam aspek monoteisme telah mengalami distrorsi yang sangat signifikan (QS al-Māidah/5: 13-16 dan QS al-Tawbah/9: 30.