Isnaini Nur Fadhilah Al Firdaqor
Universitas Airlangga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pola Komunikasi Keluarga terhadap Keterbukaan Diri Mahasiswa Rantau kepada Orang Tua di Universitas Airlangga Sheila Nadia Safitri; Isnaini Nur Fadhilah Al Firdaqor; Amaliyah Amaliyah; Erindah Dimisyqiyani; Gagas Gayuh Aji; Rizky Amalia Sinulingga
Interaction Communication Studies Journal Vol. 3 No. 3 (2026): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/interaction.v3i3.6431

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pola komunikasi keluarga terhadap keterbukaan diri mahasiswa rantau kepada orang tua di Universitas Airlangga, karena jarak fisik dapat mengubah cara mahasiswa berbagi pengalaman dengan keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain causal research dan pengumpulan data satu waktu (cross-sectional). Sampel dipilih melalui purposive sampling dan berjumlah 61 mahasiswa yang tinggal terpisah dari orang tua. Instrumen berupa kuesioner skala Likert lima poin dengan 32 pernyataan: 20 butir untuk pola komunikasi keluarga (conversation orientation dan conformity orientation; Ritchie & Fitzpatrick, 1990) dan 12 butir untuk keterbukaan diri (lima dimensi; Wheeless & Grotz, 1976). Seluruh butir valid (r hitung 0,234-0,723 untuk variabel X dan 0,403-0,719 untuk variabel Y; r tabel 0,2108), dengan reliabilitas Cronbach's α sebesar 0,799 (X) dan 0,815 (Y). Hasil regresi linier sederhana menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterbukaan diri (β = 0,413; p < 0,001) dan menjelaskan 23,3% variasinya (R² = 0,233). Kesimpulan ini terbatas pada responden penelitian. Sampel kecil dari satu universitas, data laporan diri yang dikumpulkan pada satu waktu, dan instrumen yang belum melalui telaah ahli maupun uji coba awal membuat hubungan sebab-akibat belum dapat dipastikan. Penelitian lanjutan perlu menguji instrumen sebelum pengumpulan data, memakai sampel lintas universitas, dan mengurangi bias laporan diri.