Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Quagga

PERBEDAAN PROBLEM BASED LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN SISTEM REPRODUKSI TUMBUHAN DAN HEWAN Chodijah, Ratu Siti; Rais, Muh; Hadi, Nestiyanto
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v11i2.1863

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pembelajaran PBL dan Discovery Learning terhadap pemahaman siswa pada sistem reproduksi tumbuhan dan hewan. Penelitian dilakukan di SMP.IT Al Fariida dan SMP.IT Luqman Al Hakim Desa Jampang Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi eksperimendua variabel hasil tes (Y1 dan Y2) dari pemahaman siswa yang belajar dengan model PBL (X1) dan hasil tes dari pemahaman siswa yang belajar dengan model Discovery Learning (X2). Data kedua variabel hasil tes dideskripsikan melalui frekuensi kelas interval data dan nilai-nilai terpusat, yaitu modus (Mo), median (Md), mean (Me) dan nilai simpangan baku (S). Perbedaan pembelajaran PBL dan Discovery Learning diketahui melalui Uji t-perbedaan. Ukuran sampel sebanyak 30 siswa kelas IX SMP.IT Al Fariida dan 30 siswa kelas IX SMP.IT Luqman Al Hakim. Instrumen tes dalam bentuk soal pilihan ganda sebanyak 30 butir soal. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa terdapat perbedaan model pembelajaran PBL dan discovery learning terhadap pemahaman siswa pada sistem reproduksi tumbuhan dan hewan. Dapat disimpulkan bahwa PBL lebih efektif dibandingkan Discovery Learning dengan indikasi meningkatnya motivasi, pengalaman dan pengetahuan serta kemampuan siswa dalam memecahkan permasalahan.Kata kunci : Problem Based Learning (PBL), Discovery Learning, Pemahaman siswa, Instrumen tes.
Analisis Praktikum IPA Terhadap Motivasi Belajar Dan Prestasi Belajar Siswa Pada Masa Pandemi Covid-19 Dwi Kartika Susanti; Nestiyanto Hadi
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 14, No 1 (2022): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v14i1.5049

Abstract

Sistem pendidikan di Indonesia mengalami tantangan baru yang disebabkan adanya pandemi Covid- 19. Sistem pembelajaran sekolah yang pada awalnya dilakukan secara tatap muka dialihkan menjadi metode pembelajaran dalam jaringan (daring) atau pembelajaran jarak jauh. Perubahan tersebut menyebabkan proses pembelajaran menjadi bergeser, salah satunya terhadap kegiatan praktikum pembelajaran IPA. Kegiatan praktikum yang biasanya dilakukan siswa di laboratorium menjadi tidak dapat dilakukan dan berdampak terhadap motivasi belajar yang kemudian berdampak pada prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran praktikum IPA secara daring terhadap motivasi belajar siswa serta pengaruh pembelajaran praktikum IPA secara daring terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif, dengan menyebarkan kuesioner kepada guru IPA di wilayah Jakarta dan sekitarnya, selanjutnya data diolah dengan menggunakan uji statistika berupa uji validitas, uji regresi (uji t) serta deskriptif dalam bentuk tabel dan diagram. Pada penelitian ini ditemukan bahwa pembelajaran praktikum IPA secara daring memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa dan juga memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa, artinya semakin baik pembelajaran praktikum IPA secara daring yang diberikan oleh guru, maka semakin baik pula motivasi belajar dan hasil belajar siswa. The education system in Indonesia is experiencing new challenges due to the Covid-19 pandemic. The school learning system which was initially carried out face-to-face was shifted to online learning or distance learning methods. These changes caused the learning process to shift, one of which was on science learning practicum activities. Practical activities that are usually carried out by students in the laboratory cannot be carried out and have an impact on learning motivation which then has an impact on student achievement. This research was conducted with the aim of knowing the effect of online science practicum learning on students' learning motivation and the influence of online science practicum learning on student learning outcomes. This research was conducted by quantitative descriptive method, by distributing questionnaires to science teachers in Jakarta and surrounding areas, then the data was processed using statistical tests in the form of validity tests, regression tests (t-tests) and descriptive in the form of tables and diagrams. In this study, it was found that online science practicum learning has a significant influence on students' learning motivation and also has a significant influence on student learning outcomes, meaning that the better the online science practicum learning provided by the teacher, the better the learning motivation and student learning outcomes.
Tingkat Keinginan Siswa Dalam Menerapkan Nilai Konservasi Berdasarkan Pemahaman Pada Materi Ekosistem Nestiyanto Hadi; Noer Sarifah Ainy
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v12i1.2086

Abstract

Aktivitas konservasi kurang menyentuh dunia pendidikan, khususnya sekolah, padahal potensi dan daya jangkaunya cukup luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keinginan siswa dalam menerapkan nilai konservasi setelah belajar materi ekosistem dan faktor-faktor yang dapat meningkatkan keinginan siswa dalam menerapkan nilai konservasi. Metode pengambilan data menggunakan purposive random sampling dan Quesioner. Variabel yang digunakan ialah pemahaman siswa pada materi ekosistem dan tindakan aktivitas konservasi. Sampel merupakan siswa tingkat menengah atas (SMA/ SMK dan MA) di Kota Depok. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh dan korelasi pada kedua variabel dengan nilai T hitung sebesar 0,018 dan r hitung sebesar 0,220. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin meningkat pemahaman siswa maka semakin meningkat pula aktivitas konservasi. Tingkat kemauan siswa yang besar untuk melakukan aktivitas konservasi menjadi potensi yang perlu dikembangkan. Terdapat sebanyak 77,4% siswa yang masuk kedalam kategori sering melakukan aktivitas konservasi dan kategori selalu sebanyak 9,56%. Faktor terbesar yang dapat menstimulus siswa untuk melakukan aktivitas konservasi ialah dengan adanya contoh langsung dari guru (keteladanan). Pemilihan metode belajar juga dapat mendorong siswa untuk menerapkan pemahamannya ke dalam aktivitas sehari-hari. Metode praktik langsung (praktikum) diyakini sebanyak 68% siswa dapat berdampak pada penerapan pemahaman konservasi yang diperoleh untuk bisa diterapkan di aktivitas sehari-hari.Kata kunci: ekosistem; konservasi; pendidikan.