Rochanah, Rochanah
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Masjid sebagai Episentrum Dakwah: Transformasi Peran Masjid Agung Demak dari Era Kesultanan hingga Digital Willis, Dzikri Cahya Putra; Rochanah, Rochanah
Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah) Vol. 25 No. 1 (2025): ANIDA (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/anida.v25i1.45698

Abstract

This study aims to examine the correlation between the historical function of the Great Mosque of Demak during the Demak Sultanate era and its management practices today. This study uses a qualitative descriptive aprproach method, data collection is carried out through direct observation, semi-structured interviews, and related literature studies. The theory used is the theory of contextual da'wah developed by Jalaluddin Rakhmat. The results of the study indicate that the Great Mosque of Demak plays a strategic role in the spread of Islam based on cultural acculturation and contextual da'wah from time to time. Challenges faced in the modern era include a decrease in the number of worshipers, lack of cooperation between administrators, and adaptation of digital technology. The strategies used involve strengthening management, empowering mosque youth, cross-sector cooperation, and utilizing social media. This study emphasizes the importance of maintaining the historical identity of a mosque while remaining adaptive to the dynamics of the times.
Implementasi Landasan Religius dalam Kegiatan Bimbingan dan Konseling Sebagai Upaya Penanganan Dampak Masa Puber Rochanah, Rochanah
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2018): Konseling Edukasi: Journal Of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/konseling.v2i1.3884

Abstract

Masa puber merupakan masa pertumbuhan dan perubahan yang pesat, Masa puber ditandai oleh perrtumbuhan pesat dan perubahan mencolok dalam proporsi tubuh. Perubahan-perubahan ini menimbulkan keraguan, perasaan tidak mampu dan tidak aman, dan dalam banyak kasus mengakibatkan perilaku yang kurang baik. Mengantisipasi dampak buruk pada masa puber, maka perlu adanya peran dalam bimbingan dan konseling. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi landasan religious dalam kegiatan bimbingan dan konseling sebagai penanganan dampak masa puber. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah; Bagaimana implementasi landasan religious dalam bimbingan dan konseling? Bagaimana implementasi landasan religious dalam kegiatan bimbingan dan konseling dalam menangani dampak pubertas? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka, yakni pengumpulan data dan informasi dengan menelaah sumber-sumber tertulis seperti jurnal ilmiah, buku referensi, literature, ensiklopedia, karangan ilmiah, serta sumber-sumber lain yang terpercaya baik dlm bentuk tulisan atau dalam format digital yang relevan dan berhubungan dengan obek yang diteliti. Berdasarkan uraian dalam pembahasan, hasil yang dapat disimpulkan adalah Implementasi landasan religious dalam menghadapi masa puber siswa adalah dengan kembali pada Al Qur’an dan Hadits yang dijadikan sebagai pedoman dalam agama Islam
Islamic Self Love in Handling Academic Stress of MAN IC Students Rochanah, Rochanah; Hidayati, Ilmi; Faizah, Naila
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 9, No 2 (2025): Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/konseling.v9i2.33488

Abstract

Islamic Self Love in Handling Academic Stress of MAN IC Students. Academic stress is a number of academic demands faced by students such as assignments, exams and so on while in the school environment. Academic stress will cause pressure and threaten individuals and then cause reactions of discomfort, worry, anxiety and restlessness that will affect their academic performance. The formulation of the problem raised in this research is 1) what causes academic stress in MAN IC students, 2) how is the Islamic Self Love Habitus applied by students as an effort to overcome academic stress. The type of research used in this research is field research. This approach is used as an effort to intensively understand and explore the experiences of individuals so that meaning can be obtained from the phenomenon. The chosen approach uses a qualitative descriptive approach with the aim of knowing the Islamic self-love habitus as an effort to overcome students' academic stress during academic activities. In the research conducted, the selected sources were dormitory assistant teachers, guidance and counseling teachers and MAN students, Pasuruan Scholars. There were four respondents that the researcher interviewed to gather information related to the research theme. The research locus taken was MAN Insan Scholar Pasuruan, East Java. In this research, efforts to collect data were carried out through interviews, observation and documentation. The data analysis technique chosen uses inductive qualitative analysis, namely an analysis based on the data obtained and then reducing the data obtained, presenting the data, drawing conclusions and finally carrying out verification. Data analysis techniques are carried out throught the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on the description in the discussion, the results that can be concluded are 1) The demands of the students' parents/guardians. 2) The busy schedule of activities at MAN Insan Scholar. 3) Competition for achievement between friends. 4) Demands (pressure) from students' parents. The application of the Islamic Self Love Habitus as an Effort to Overcome Students' Academic Stress is as follows; 1) Get involved in positive activities in the religious sector; Tahfidz Camp Scholar Program and Arbain Nawawi hadith memorization program. 2) Make the best use of the available time. 3) Take advantage of important moments with your creativity. 4) Stop comparing yourself to others. 5) Make friends with people who have a good influence. 6) Be thankful. 7) Be patient.Keywords: Islamic Self-Love, Academic Stress, MAN IC Students.
AGAMA SEBAGAI UPAYA MENGEMBALIKAN KESEHATAN MENTAL SANTRI PENDERITA SKIZOFRENIA (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Darus Syifa Wedung Demak) Rochanah, Rochanah
Jurnal Penelitian Vol 13, No 2 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i2.6035

Abstract

Agama adalah sesuatu yang tidak terlepas dari kehidupan manusia. Fungsi agama adalah mengatur kehidupan manusia, termasuk mengatur tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Seberapa baiknya perilaku yang nampak dalam diri seseorang pada dasarnya adalah hasil dari ketaatannya dalam menjalankan ibadah agama. Oleh karenanya, agama memiliki peran penting dalam kehidupan setiap manusia, salah satunya adalah sebagai upaya untuk mengembalikan kesehatan mental bagi mereka yang terkena gangguan dan penyakit mental, dalam hal ini adalah penderita skizofrenia. Skizofrenia merupakan gangguan pada mental yang sudah memasuki kategori berat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatatiff deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Secara eksplisit, permasalahan yang peneliti angkat dalam penelitian ini adalah; Bagaimana peran agama dalam upaya mengembalikan kesehatan mental santri penderita skizofrenia di pondok pesantren Wedung Demak. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil peneltian menunjukkan bahwa peran agama dalam upaya mengembalikan kesehatan mental santri penderita skizofrenia di pondok pesantren Wedung Demak adalah; Pertama, agama mengajarkan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kedua, agama mengajarkan untuk melakukan ikhtiyar Ketiga, agama mengajarkan untuk tidak putus asa. Keempat, agama mengajarkan untuk bertawakkal. Kelima, agama mengajarkan untuk displin. Keenam, agama mengajarkan untuk hidup sederhana. Ketujuh, agama mengajarkan untuk ikhlas dalam menjalani kehidupan.
Digital Da’wah in the Social Media Era: Content Management Strategy of the Ministry of Religion of Pati Regency Maulidiyah, Nunuk Nor; Rochanah, Rochanah
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 8 No. 1 (2026): Juni (In Press)
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the management and implementation of the use of social media as a digital da'wah instrument at the Office of the Ministry of Religion of Pati Regency. The development of digital communication technology encourages religious institutions to use social media not only as a means of conveying public information, but also as a medium for spreading religious messages that are wider, faster, and easily accessible to people from various walks of life. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through observation of social media activities, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was carried out descriptively using a da'wah management perspective which includes the functions of planning, organizing, actuating, and controlling to understand the process of institutional social media management. The results of the study show that social media management has been actively running as a medium for publication of activities, dissemination of information, and delivery of religious messages to the public. However, the management still tends to be administrative and situational so that it is not fully supported by strategic planning, structured division of tasks, and systematic evaluation. The use of social media has a positive impact in the form of increasing access to religious information, expanding the reach of da'wah, facilitating information services, increasing connectivity between institutions and society in the digital era, and helping to create a more effective, efficient, and responsive dissemination of religious information to the needs of modern society. In addition, social media also plays a role in increasing information disclosure and strengthening institutional communication with the community in a sustainable manner. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen dan implementasi pemanfaatan media sosial sebagai instrumen dakwah digital di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati. Perkembangan teknologi komunikasi digital mendorong lembaga keagamaan memanfaatkan media sosial tidak hanya sebagai sarana penyampaian informasi publik, tetapi juga sebagai media penyebaran pesan keagamaan yang lebih luas, cepat, dan mudah diakses oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi terhadap aktivitas media sosial, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan perspektif manajemen dakwah yang meliputi fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan evaluasi (controlling) untuk memahami proses pengelolaan media sosial kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan media sosial telah berjalan aktif sebagai media publikasi kegiatan, penyebaran informasi, serta penyampaian pesan keagamaan kepada masyarakat. Namun, pengelolaan tersebut masih cenderung bersifat administratif dan situasional sehingga belum sepenuhnya didukung perencanaan strategis, pembagian tugas yang terstruktur, serta evaluasi yang sistematis. Pemanfaatan media sosial memberikan dampak positif berupa meningkatnya akses informasi keagamaan, perluasan jangkauan dakwah, kemudahan layanan informasi, meningkatnya keterhubungan antara lembaga dengan masyarakat di era digital, serta membantu menciptakan penyebaran informasi keagamaan yang lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern. Selain itu, media sosial juga berperan dalam meningkatkan keterbukaan informasi dan memperkuat komunikasi kelembagaan dengan masyarakat secara berkelanjutan.
Capital and Strengthening of Generation Z Students' Spirituality in the Society 5.0 Era Rochanah, Rochanah; Masturin, Masturin; Said, Nur
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 7 No. 3 (2025): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v7i3.8112

Abstract

This article aims to determine the capital owned by Generation Z and the efforts to strengthen spirituality that are carried out so that Generation Z is ready to face the era of society 5.0. The locus of this research is at Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Pasuruan, East Java, Indonesia. The approach used in this study is qualitative research. The data collection technique chosen was through interviews with MAN Insan Cendekia teachers and seven MAN Insan Cendekia students. The data sources in this study were nine, including Mr. S as the dormitory supervisor, Mrs. Y as the guidance counselor, ODP, NES, SH, ZRMH, IILL, SRB, and KD as students of MAN IC Pasuruan. Other techniques used are observation and documentation. Explicitly, the problems that researchers raise in this study are: what are the capitals owned by Generation Z MAN Insan Cendekia in facing the Era of Society 5.0, and how to strengthen spirituality so that Generation Z is ready to face the era of society 5.0. Data analysis techniques are carried out through data reduction, data presentation, and verification. The results of the study show that the capital owned by Generation Z MAN Insan Cendekia in facing the Era of Society 5.0 includes economic, intellectual, and cultural capital, and efforts to strengthen spirituality are carried out so that Generation Z is ready to face the era of society 5.0. carried out through the study of the Qur'an, secondly, the Study of the Hadith of al-Arba'in an-Nawawiyyah, third, Qiyamull lail every night (Tahajud prayer), fourth, Diba'an.