Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penerapan Metode SAW untuk Mengurangi Subjektivitas dalam Menentukan Kelayakan Penerima PKH Rochanah, Rochanah; Nuryanto, Nuryanto; hanafi, Mukhtar
Journal of Information System Research (JOSH) Vol 6 No 2 (2025): January 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/josh.v6i2.6556

Abstract

This study aims to determine the priority scale for families eligible to receive benefits from the Family Hope Program (PKH) using the Simple Additive Weighting (SAW) method. The primary issue addressed is the limited allocation of assistance, which necessitates an objective and transparent selection process to ensure that aid reaches the families most in need. This research aims to provide a decision support system-based solution to assist in the selection process.The research employs the SAW approach, which involves several key steps: collecting data on prospective beneficiary families, normalizing the data to standardize the criteria scale, assigning weights to each criterion according to its importance, and calculating the final scores to rank each family. The criteria used include the number of family members, the presence of young children, the educational level of family members, disability status, elderly status, and pregnancy, with weights determined based on policy. The results indicate that the SAW method effectively identifies the families most in need based on objectively calculated total scores. From the total data tested, 75% of families were categorized as "Eligible" to receive assistance based on total scores exceeding the threshold, while 25% were categorized as "Not Eligible."This study contributes to improving the accuracy and transparency of the PKH beneficiary selection process. The generated data can be adopted by local governments to optimize the distribution of social assistance, minimize potential errors, and enhance fairness in aid distribution to the community.
Masjid sebagai Episentrum Dakwah: Transformasi Peran Masjid Agung Demak dari Era Kesultanan hingga Digital Willis, Dzikri Cahya Putra; Rochanah, Rochanah
Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah) Vol. 25 No. 1 (2025): ANIDA (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/anida.v25i1.45698

Abstract

This study aims to examine the correlation between the historical function of the Great Mosque of Demak during the Demak Sultanate era and its management practices today. This study uses a qualitative descriptive aprproach method, data collection is carried out through direct observation, semi-structured interviews, and related literature studies. The theory used is the theory of contextual da'wah developed by Jalaluddin Rakhmat. The results of the study indicate that the Great Mosque of Demak plays a strategic role in the spread of Islam based on cultural acculturation and contextual da'wah from time to time. Challenges faced in the modern era include a decrease in the number of worshipers, lack of cooperation between administrators, and adaptation of digital technology. The strategies used involve strengthening management, empowering mosque youth, cross-sector cooperation, and utilizing social media. This study emphasizes the importance of maintaining the historical identity of a mosque while remaining adaptive to the dynamics of the times.
Implementasi Landasan Religius dalam Kegiatan Bimbingan dan Konseling Sebagai Upaya Penanganan Dampak Masa Puber Rochanah, Rochanah
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2018): Konseling Edukasi: Journal Of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/konseling.v2i1.3884

Abstract

Masa puber merupakan masa pertumbuhan dan perubahan yang pesat, Masa puber ditandai oleh perrtumbuhan pesat dan perubahan mencolok dalam proporsi tubuh. Perubahan-perubahan ini menimbulkan keraguan, perasaan tidak mampu dan tidak aman, dan dalam banyak kasus mengakibatkan perilaku yang kurang baik. Mengantisipasi dampak buruk pada masa puber, maka perlu adanya peran dalam bimbingan dan konseling. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi landasan religious dalam kegiatan bimbingan dan konseling sebagai penanganan dampak masa puber. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah; Bagaimana implementasi landasan religious dalam bimbingan dan konseling? Bagaimana implementasi landasan religious dalam kegiatan bimbingan dan konseling dalam menangani dampak pubertas? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka, yakni pengumpulan data dan informasi dengan menelaah sumber-sumber tertulis seperti jurnal ilmiah, buku referensi, literature, ensiklopedia, karangan ilmiah, serta sumber-sumber lain yang terpercaya baik dlm bentuk tulisan atau dalam format digital yang relevan dan berhubungan dengan obek yang diteliti. Berdasarkan uraian dalam pembahasan, hasil yang dapat disimpulkan adalah Implementasi landasan religious dalam menghadapi masa puber siswa adalah dengan kembali pada Al Qur’an dan Hadits yang dijadikan sebagai pedoman dalam agama Islam
Islamic Self Love in Handling Academic Stress of MAN IC Students Rochanah, Rochanah; Hidayati, Ilmi; Faizah, Naila
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 9, No 2 (2025): Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/konseling.v9i2.33488

Abstract

Islamic Self Love in Handling Academic Stress of MAN IC Students. Academic stress is a number of academic demands faced by students such as assignments, exams and so on while in the school environment. Academic stress will cause pressure and threaten individuals and then cause reactions of discomfort, worry, anxiety and restlessness that will affect their academic performance. The formulation of the problem raised in this research is 1) what causes academic stress in MAN IC students, 2) how is the Islamic Self Love Habitus applied by students as an effort to overcome academic stress. The type of research used in this research is field research. This approach is used as an effort to intensively understand and explore the experiences of individuals so that meaning can be obtained from the phenomenon. The chosen approach uses a qualitative descriptive approach with the aim of knowing the Islamic self-love habitus as an effort to overcome students' academic stress during academic activities. In the research conducted, the selected sources were dormitory assistant teachers, guidance and counseling teachers and MAN students, Pasuruan Scholars. There were four respondents that the researcher interviewed to gather information related to the research theme. The research locus taken was MAN Insan Scholar Pasuruan, East Java. In this research, efforts to collect data were carried out through interviews, observation and documentation. The data analysis technique chosen uses inductive qualitative analysis, namely an analysis based on the data obtained and then reducing the data obtained, presenting the data, drawing conclusions and finally carrying out verification. Data analysis techniques are carried out throught the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on the description in the discussion, the results that can be concluded are 1) The demands of the students' parents/guardians. 2) The busy schedule of activities at MAN Insan Scholar. 3) Competition for achievement between friends. 4) Demands (pressure) from students' parents. The application of the Islamic Self Love Habitus as an Effort to Overcome Students' Academic Stress is as follows; 1) Get involved in positive activities in the religious sector; Tahfidz Camp Scholar Program and Arbain Nawawi hadith memorization program. 2) Make the best use of the available time. 3) Take advantage of important moments with your creativity. 4) Stop comparing yourself to others. 5) Make friends with people who have a good influence. 6) Be thankful. 7) Be patient.Keywords: Islamic Self-Love, Academic Stress, MAN IC Students.
AGAMA SEBAGAI UPAYA MENGEMBALIKAN KESEHATAN MENTAL SANTRI PENDERITA SKIZOFRENIA (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Darus Syifa Wedung Demak) Rochanah, Rochanah
Jurnal Penelitian Vol 13, No 2 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i2.6035

Abstract

Agama adalah sesuatu yang tidak terlepas dari kehidupan manusia. Fungsi agama adalah mengatur kehidupan manusia, termasuk mengatur tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Seberapa baiknya perilaku yang nampak dalam diri seseorang pada dasarnya adalah hasil dari ketaatannya dalam menjalankan ibadah agama. Oleh karenanya, agama memiliki peran penting dalam kehidupan setiap manusia, salah satunya adalah sebagai upaya untuk mengembalikan kesehatan mental bagi mereka yang terkena gangguan dan penyakit mental, dalam hal ini adalah penderita skizofrenia. Skizofrenia merupakan gangguan pada mental yang sudah memasuki kategori berat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatatiff deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Secara eksplisit, permasalahan yang peneliti angkat dalam penelitian ini adalah; Bagaimana peran agama dalam upaya mengembalikan kesehatan mental santri penderita skizofrenia di pondok pesantren Wedung Demak. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil peneltian menunjukkan bahwa peran agama dalam upaya mengembalikan kesehatan mental santri penderita skizofrenia di pondok pesantren Wedung Demak adalah; Pertama, agama mengajarkan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kedua, agama mengajarkan untuk melakukan ikhtiyar Ketiga, agama mengajarkan untuk tidak putus asa. Keempat, agama mengajarkan untuk bertawakkal. Kelima, agama mengajarkan untuk displin. Keenam, agama mengajarkan untuk hidup sederhana. Ketujuh, agama mengajarkan untuk ikhlas dalam menjalani kehidupan.