Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Waktu dan Suhu Penyimpanan Terhadap Kadar Amoksisilin dan Asam Klavulanat dari Produk Ruahan (Bulk) Sirup Kering Co-Amoxiclav Sundalian, Melvia; Husein, Sri Gustini; Ayuningtyas, Vidya Putri Putri
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.367 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v11i1.177

Abstract

Co-Amoxiclav merupakan antibiotik kombinasi antara amoksisilin dan asam klavulanat yang digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri yang sudah resisten terhadap amoksisilin tunggal. Amoksisilin dan asam klavulanat memiliki gugus cincin β-laktam yang mudah terhidrolisis jika kondisi penyimpanan tidak sesuai. Untuk itu dilakukan monitoring kadar amoksisilin dan asam klavulanat pada produk ruahan saat proses penyimpanan selama proses produksi berlangsung. Waktu dan suhu penyimpanan mempengaruhi penurunan kadar zat aktif dalam produk ruahan. Penentuan kadar dilakukan dengan metode KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi) dengan fase gerak metanol : NaH2PO4 0,05 M (10:90) dengan fase diam kolom inertsil ODS 4 ukuran 150 x 4,6 mm 5 µm, laju alir 1,0 mL/menit dengan volume injek 20 µl pada panjang gelombang 220 nm. Sampel produk ruahan ini disimpan pada suhu chiller (2-8°C), suhu AC 24 jam (16-25°C) dan suhu ambient (< 30°C) selama 12 hari dengan waktu pengujian pada hari ke-0, 4, 8 dan 12. Penurunan kadar amoksisilin dan asam klavulanat yang paling signifikan terjadi pada suhu ambient (< 30°C), sedangkan kondisi penyimpanan yang paling stabil terhadap kadar amoksisilin dan asam klavulanat yaitu pada suhu chiller (2-8°C). Lama penyimpanan produk ruahan yang disarankan tidak lebih dari 4 hari.
ANALISIS MUTU DAN PENENTUAN UMUR SIMPAN PRODUK-PRODUK USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH KECAMATAN PONDOK SALAM Fadillah, Nisrina Nur; Husein, Sri Gustini; Sundalian, Melvia
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v13i1.240

Abstract

Pangan olahan adalah makanan atau minuman yang diolah melalui metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan. Keamanan pangan olahan diperlukan untuk memastikan kelayakan konsumsi sehingga produk harus memenuhi standar mutu yang ditetapkan sebelum dijual. Sejumlah produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Pondok Salam, Kabupaten Purwakarta belum menjalani pengujian mutu dan penentuan umur simpan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mutu dan menentukan umur simpan produk tersebut menggunakan metode pendekatan Arrhenius dengan parameter kadar air. Produk yang diuji yaitu keripik pisang manis dan asin, basreng original dan pedas, sale pisang stik dan lebar, pungpa, serta ladu. Berdasarkan hasil penelitian, hanya produk keripik pisang asin sudah memenuhi standar mutu SNI sedangkan produk lainnya belum memenuhi standar karena tingginya kadar lemak, rendahnya kadar protein, serta produk sudah terkontaminasi oleh Bacillus spp. Hasil penentuan umur simpan keripik pisang asin adalah 56 hari, keripik pisang manis 74 hari, basreng original 31 hari, basreng pedas 50 hari, sale pisang lebar 174 hari, sale pisang stik 177 hari, dan keripik pungpa 59 hari.
Edukasi Label Pangan dan Informasi Nilai Gizi untuk UMKM: Studi Kasus, Seminar, dan Pelatihan di Kecamatan Pondoksalam Purwakarta Hamdani, Syarif; Sundalian, Melvia; Husein, Sri Gustini; Melianasari, Yunita
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1173

Abstract

Kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap regulasi pelabelan pangan sesuai Peraturan BPOM No. 16 Tahun 2020 dan Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang pangan. Fokus kegiatan adalah UMKM di Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, yang sebagian besar belum memiliki label sesuai regulasi, izin edar seperti PIRT, maupun sertifikasi halal. Kegiatan ini dilaksanakan melalui empat tahapan: survei awal, seminar, pelatihan teknis, dan evaluasi. Survei awal dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi UMKM terkait pemenuhan regulasi. Seminar memberikan pemahaman dasar mengenai informasi wajib pada label pangan, seperti nilai gizi, komposisi, dan sertifikasi halal. Pelatihan teknis mencakup simulasi pencantuman nilai gizi dan pembuatan label sesuai standar BPOM. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan post-test, yang menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 0% menjadi 100% terkait regulasi pelabelan pangan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis kebutuhan dan pendekatan praktis efektif dalam meningkatkan kapasitas UMKM untuk memenuhi standar legalitas. Program ini menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung daya saing UMKM melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan.