Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Sosialisasi Konsep Ekowisata Kepada Para Pemangku Kepentingan di Obyek Wisata Pantai Sulamadaha, Kota Ternate Fadel, Muslim; Djumadil, Suddin M. Saleh
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v3i2.8889

Abstract

Ekowisata merupakan sebuah konsep dalam pengeloaan daya tarik wisata dengan mengedepankan tiga aspek penting yaitu diantaranya: konservasi/pelestarian, pemberdayaan masyarakat lokal, dan pendidikan lingkungan. Tiga aspek penting tersebut merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain dalam pengelolaan sebuah obyek wisata. Konsep ekowisata sangat penting untuk diterapkan dalam pengelolaan sebuah obyek wisata yang berbasis alam dan budaya, sehingga dalam mewujudkan sebuah pembangunan pariwisata yang berkelanjutan (sustainable tourism) dapat terpenuhi. Obyek wisata Pantai Sulamadaha merupakan salah satu obyek pantai yang pertama kali di kelolah dan dijadikan sebagaii sebuah obyek wisata di Kota Ternate. Keindahan panorama pantai menjadi daya tarik utama pantai Sulamadaha, hamparan pasir di pesisir pantai dan juga teluk Sulamadaha merupakan andalan utama yang menjadikan para wisatawan berkunjung ke obyek wisata ini. Seiring berjalannya waktu ke waktu, pengelolaan atraksi dan fasilitas pendukung mengalami degradasi atau penurunan kualitas yang sangat signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan kondisi terumbu karang yang rusak dan juga pembangunan fasilitas pendukung berupa berupa jalan setapak, tempat parkir, dan juga tempat jualan yang penataannya kurang baik dan terkesan merusak lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah konsep yang tepat dalam pengelolaanya agar supaya dapat melestarikan lingkungan didalam kawasan obyek wisata pantai Sulamadaha. Salah satu konsep dalam pengelolaan pariwisata yang selalu memperhatikan keberlangsungan lingkungan yaitu konsep ekowisata. Konsep ini menjadi sebuah tawaran dan solusi yang tepat dalam pengelolaan sebuah obyek wisata yang berkelanjutan. Pengelolaan obyek wisata tanpa merusak dan menjaga kelestarian mahluk hihup yang berada di dalam laut dan disekitar obyek wisata merupakan suatu tujuan utama dalam penerapan konsep ekowisata. Kata Kunci: Pantai Sulamadaha, Ekowisata, Berkelanjutan
Sosialisasi Konsep Ekowisata Kepada Para Pemangku Kepentingan di Obyek Wisata Pantai Sulamadaha, Kota Ternate Fadel, Muslim; Djumadil, Suddin M. Saleh
Journal Of Khairun Community Services Vol 4, No 2 (2024): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v4i2.9133

Abstract

Ekowisata merupakan sebuah konsep dalam pengeloaan daya tarik wisata dengan mengedepankan tiga aspek penting yaitu diantaranya: konservasi/pelestarian, pemberdayaan masyarakat lokal, dan pendidikan lingkungan. Obyek wisata Pantai Sulamadaha merupakan salah satu obyek pantai yang pertama kali di kelolah dan dijadikan sebagaii sebuah obyek wisata di Kota Ternate. Keindahan panorama pantai menjadi daya tarik utama pantai Sulamadaha, hamparan pasir di pesisir pantai dan juga teluk Sulamadaha merupakan andalan utama yang menjadikan para wisatawan berkunjung ke obyek wisata ini. Seiring berjalannya waktu ke waktu, pengelolaan atraksi dan fasilitas pendukung mengalami degradasi atau penurunan kualitas yang sangat signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan kondisi terumbu karang yang rusak dan juga pembangunan fasilitas pendukung berupa berupa jalan setapak, tempat parkir, dan juga tempat jualan yang penataannya kurang baik dan terkesan mengabaikan kelestarian lingkungan. Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini yaitu untuk memberikan edukasi kepada para pemangku kepentingan agar dapat menerapkan prinsip-prinsip konsep ekowisata dalam pengelolaannya. Metode yang digunakan berupa diskusi dan tanya jawab dengan para pemangku kepentingan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan terkait dengan konsep ekowisata. Kesimpulannya bahwa konsep ini menjadi sebuah tawaran dan solusi yang tepat dalam mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan (sustainable tourism). Pengelolaan obyek wisata tanpa merusak dan menjaga kelestarian mahluk hihup yang berada disekitar obyek wisata merupakan suatu tujuan utama dalam penerapan konsep ekowisata.
Pengelolaan Atraksi Pendukung Oleh Masyarakat di Obyek Wisata Pantai Tobololo Kota Ternate Fadel, Muslim; Fajrhi, Nur
Jurnal Kajian Pariwisata Dan Perhotelan Vol. 2 No. 2 (2024): September-Desember 2024
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jkph.v2i2.1772

Abstract

Pengelolaan pariwisata adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh masyarakat, swasta maupun pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas sebuah objek wisata. Pengelolaan diartikan sebagai suatu rangkaian pekerjaan atau usaha yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk melakukan serangkaian kerja dalam mencapai tujan tertentu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengelolaan atraksi pendukung oleh masyarakat di obyek wisata pantai Tobololo. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu melibatkan upaya-upaya penting, seperti mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan prosedur-prosedur, mengumpulkan data yang spesifik dari para partisipan, menganalisis data secara induktif mulai dari tema-tema yang khusus ke tema-tema yang umum, dan menafsirkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek pengembangan bersifat stagnan dan cenderung menurun, sementara dari aspek pengaturan menunjukkan bahawa terdapat empat bagian dalam kepemilikan lahan yang sah secara hukum oleh empat orang pemilik lahan yang terbentang disepanjang pantai, sementara dari aspek kelembagaan menunjukkan bahwa belum adanya suatu organisasi atau pokdarwis yang mengelola obyek wisata secara menyeluruh, setiap pemilik lahan mengelola tempatnya masing-masing dan belum adanya suatu bentuk kerja sama baik antar pemilik lahan. Kata kunci: Pengelolaan, Atraksi wisata , Pantai Tobololo
Penerapan Konsep Ekowisata Dalam Pengembangan di Obyek Wisata Pantai Tobololo, Kota Ternate Fadel, Muslim; Soamole, Fitria
Journal Of Khairun Community Services Vol 4, No 1 (2024): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v4i1.7981

Abstract

Kota Ternate memiliki beberapa destinasi wisata andalan, salah satunya yaitu obyek wisata pantai Tobolo dengan menampilkan keindahan pantai sebagai daya tarik utamanya. Sudah banyak wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata ini dan memberikan dampak positif secara ekonomi kepada masyarakat sekitar. Maka dipandang perlu untuk dapat menerapkan sebuah konsep yang tepat agar bisa mempertahankan keindahan alam, meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar agar dapat berkelanjutan. Apabila tidak berhati-hati dalam pengelolaan maka sudah dipastikan akan memberikan dampak negatif kepada lingkungan dan ekonomi masyarakat. Penerapan konsep ekowisata menjadi solusi yang tepat untuk dapat menghindari dan meminimalisir dampat negatif yang akan ditimbulkan. Konsep ekowisata memberikan perhatian serius terhadap pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, dan pendidikan lingkungan. Kegiatan sosialisasi tentang penerapan konsep ekowisata ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan kesadaran kepada pengelola dan masyarakat akan pentingnya mebuat sebuah konsep yang tepat dalam mengelolah sebuah obyek wisata yang berbasis alam. Konsep ekowisata disebagian masyarakat belum begitu mengetahui, namun dalam prakteknya sudah ada nilai-nilai dalam konsep ekowisata yang sudah diterapkan, namun belum maksimal dilakukan.  
Pelatihan Bahasa Inggris Untuk Pariwisata Kepada Para Pelaku Usaha di Obyek Wisata Pantai Sulamadaha, Kota Ternate Fadel, Muslim; Djumadi, Suddin M. Saleh; Rahman, Lmelda; Abdul Haris, Nariyah Tafrijiyah Wardhani
Journal Of Khairun Community Services Vol 5, No 2 (2025): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v5i2.10722

Abstract

Keterampilan dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa inggris merupakan suatu hal yang sangat penting dalam industri pariwisata, dimana akan terdapat interaksi antar wisatawan dengan masyarakat lokas setempat terutama bagi para pelaku wisata. Kegiatan pelatihan bahasa inggris menjadi suatu hal yang sangat perlu untuk dilakukan dimana hampir sebagian besar pelaku wisata terutama para penjual yang berjualan di dalam obyek wisata pantai Sulamadaha masih belum dapat berkomunikasi dengan menggunakan kata-kata yang dasar dalam bahasa inggris. Kegiatan ini bertujuan untuk dapat meningkatkan penguasaan bahasa inggris terutama berkaitan dengan berhitung angka satuan hingga jutaan dan juga mengajarkan produk-produk atau menu makanan dan minuman yang dijual kedalam bahasa inggris. Metode yang digunakan berupa pemberian materi tatap muka dan mempraktekkanya secara langsung di dalam obyek wisata pantai Sulamadaha. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan pelatihan ini yaitu masyarakat menjadi tahu kosa kata bahasa inggris yang berkaitan dengan angka dan daftar menu makanan dan minuman yang mereka jual kedalam bahasa inggris. Kesimpulannya bahawa kegiatan ini memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap penguasaan bahasa inggris bagi para pelaku wisata, untuk itu perlu untuk terus dilakukan agar mereka tetap mengingatnya dan dapat terus meningkatkan keterampilan bahasa inggrisnya sehingga dapat berkomunikasi secara aktif dalam bahasa inggris.        Kata Kunci: Bahasa Inggris, Pelaku Wisata, Pantai Sulamadaha. ABSTRACTThe ability to communicate in English is a crucial aspect of the tourism industry, where interactions between tourists and local communities, particularly tourism practitioners, are inevitable. Therefore, English language training is essential, as most tourism actors—especially vendors operating within the Sulamadaha Beach tourist area—are still unable to communicate using basic English vocabulary. This activity aims to improve English proficiency, particularly in numerical literacy (from units to millions) and in vocabulary related to products as well as food and beverage menus in English. The method employed consisted of face-to-face instruction combined with direct practice at the Sulamadaha Beach tourist site. The results indicate that the local community has acquired English vocabulary related to numbers and the menu items they sell in English. Thus, this training activity has had a significant impact on enhancing the English proficiency of tourism practitioners. It is recommended that similar programs be conducted continuously to ensure sustained improvement and enable active communication with foreign tourists.
Sosialisasi Konsep Ekowisata Kepada Para Pemangku Kepentingan di Obyek Wisata Pantai Sulamadaha, Kota Ternate Fadel, Muslim; Djumadil, Suddin M. Saleh
Journal Of Khairun Community Services Vol 4, No 2 (2024): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v4i2.9133

Abstract

Ekowisata merupakan sebuah konsep dalam pengeloaan daya tarik wisata dengan mengedepankan tiga aspek penting yaitu diantaranya: konservasi/pelestarian, pemberdayaan masyarakat lokal, dan pendidikan lingkungan. Obyek wisata Pantai Sulamadaha merupakan salah satu obyek pantai yang pertama kali di kelolah dan dijadikan sebagaii sebuah obyek wisata di Kota Ternate. Keindahan panorama pantai menjadi daya tarik utama pantai Sulamadaha, hamparan pasir di pesisir pantai dan juga teluk Sulamadaha merupakan andalan utama yang menjadikan para wisatawan berkunjung ke obyek wisata ini. Seiring berjalannya waktu ke waktu, pengelolaan atraksi dan fasilitas pendukung mengalami degradasi atau penurunan kualitas yang sangat signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan kondisi terumbu karang yang rusak dan juga pembangunan fasilitas pendukung berupa berupa jalan setapak, tempat parkir, dan juga tempat jualan yang penataannya kurang baik dan terkesan mengabaikan kelestarian lingkungan. Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini yaitu untuk memberikan edukasi kepada para pemangku kepentingan agar dapat menerapkan prinsip-prinsip konsep ekowisata dalam pengelolaannya. Metode yang digunakan berupa diskusi dan tanya jawab dengan para pemangku kepentingan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan terkait dengan konsep ekowisata. Kesimpulannya bahwa konsep ini menjadi sebuah tawaran dan solusi yang tepat dalam mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan (sustainable tourism). Pengelolaan obyek wisata tanpa merusak dan menjaga kelestarian mahluk hihup yang berada disekitar obyek wisata merupakan suatu tujuan utama dalam penerapan konsep ekowisata.
ANALISIS DESTINASI DAN PRODUK PARIWISATA TALIABU UPAYA MENARIK MINAT WISATAWAN PASCA PANDEMI COVID 19 Mulae, Sunaidin Ode; Fadel, Muslim; Taher, Nemat
Humano: Jurnal Penelitian Vol 14, No 2 (2023): PERIODE NOVEMBER
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v14i2.6922

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi destinasi dan produk potensi wisata kabupaten Pulau Taliabu yang ada di kawasan pesisir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan pariwisata di dalam pengumpulan dan analisis data. Pengambilan sampling yakni sampling daerah atau teknik random kluster. Penelitian ini menemukan bahwa destinasi wisata kabupaten Pulau Taliabu memiliki bentuk tangible dan intangible yang ada di empat puluh tempat destinasi dengan atraksi daya tarik pada wisata bahari dan panorama alam. Atraksi daya tarik wisata bahari mendominasi dibandingkan panorama alam. Pasca Pandemi covid 19 Destinasi Wisata di Kabupaten Pulau Taliabu sepi pengunjung dibandingkan pada saat Covid. Fakta ini terungkap di tempat salah satu destinasi di Karamat Beach yang memiliki pendapatan saat covid 19 rata-rata perhari Rp.1.000.000 sedangkan pasca covid pendapatan rata-rata Rp. 500.000. Produk wisata kabupaten pulau Taliabu terdiri dari produk produk alam, buatan manusia (man-made), dan seni-buday yang juga belum dikelola secara baik oleh pemerintah daerah. Peneliti dilapangan menemukan kondisi kantor Dinas Pariwisata tidak tertata secara baik dan masih mengontrak rumah warga dengan kondisi didalam kantor tidak memiliki struktur pada destinasi dan ekonomi kreatif pariwisata. Simpulan Destinasi wisata kabupaten Pulau Taliabu belum terlalu serius dikelola oleh Pemerintah Daerah karena hampir sebagian besar tempat destinasi wisata belum punya aksesbilitas jalan yang memadai ke tempat destinasi wisata dan juga belum dilakukan penaatan secara benar terhadap produk  wisata.
Sosialisasi Konsep Ekowisata Kepada Para Pemangku Kepentingan di Obyek Wisata Pantai Sulamadaha, Kota Ternate Fadel, Muslim; Djumadil, Suddin M. Saleh
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v3i2.8889

Abstract

Ekowisata merupakan sebuah konsep dalam pengeloaan daya tarik wisata dengan mengedepankan tiga aspek penting yaitu diantaranya: konservasi/pelestarian, pemberdayaan masyarakat lokal, dan pendidikan lingkungan. Tiga aspek penting tersebut merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain dalam pengelolaan sebuah obyek wisata. Konsep ekowisata sangat penting untuk diterapkan dalam pengelolaan sebuah obyek wisata yang berbasis alam dan budaya, sehingga dalam mewujudkan sebuah pembangunan pariwisata yang berkelanjutan (sustainable tourism) dapat terpenuhi. Obyek wisata Pantai Sulamadaha merupakan salah satu obyek pantai yang pertama kali di kelolah dan dijadikan sebagaii sebuah obyek wisata di Kota Ternate. Keindahan panorama pantai menjadi daya tarik utama pantai Sulamadaha, hamparan pasir di pesisir pantai dan juga teluk Sulamadaha merupakan andalan utama yang menjadikan para wisatawan berkunjung ke obyek wisata ini. Seiring berjalannya waktu ke waktu, pengelolaan atraksi dan fasilitas pendukung mengalami degradasi atau penurunan kualitas yang sangat signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan kondisi terumbu karang yang rusak dan juga pembangunan fasilitas pendukung berupa berupa jalan setapak, tempat parkir, dan juga tempat jualan yang penataannya kurang baik dan terkesan merusak lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah konsep yang tepat dalam pengelolaanya agar supaya dapat melestarikan lingkungan didalam kawasan obyek wisata pantai Sulamadaha. Salah satu konsep dalam pengelolaan pariwisata yang selalu memperhatikan keberlangsungan lingkungan yaitu konsep ekowisata. Konsep ini menjadi sebuah tawaran dan solusi yang tepat dalam pengelolaan sebuah obyek wisata yang berkelanjutan. Pengelolaan obyek wisata tanpa merusak dan menjaga kelestarian mahluk hihup yang berada di dalam laut dan disekitar obyek wisata merupakan suatu tujuan utama dalam penerapan konsep ekowisata. Kata Kunci: Pantai Sulamadaha, Ekowisata, Berkelanjutan