Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sadapan Lewis: Mengungkap Gelombang P yang Tersembunyi Harmoko, Afandi Dwi; Sulastomo, Heru
Jurnal Kardiologi Indonesia Vol 42 No 4 (2021): Indonesian Journal of Cardiology: October - December 2021
Publisher : The Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30701/ijc.1165

Abstract

Background. The Lewis lead configuration can help to detect atrial activity and its relationship to ventricular activity, so diagnosis can be achieved more accurately. With Lewis lead ECG, it will make easier to make a diagnosis, especially in identifying electrical activity in the atrium. Case Illustration. Case 1. A 61-year-old male with decreased consciousness et causa metabolic. From a standard 12-lead ECG, the P waves are difficult to identify, and at first glance it looks like atrial fibrillation. From the Lewis ECG in lead I, it appears that the QRS wave is always preceded by a P wave, with different morphologies (more than 3 forms), that showed as multifocal atrial tachycardia (MAT) with a heart rate of 120 beats / minute. Case 2. The 58-year-old male patient complained of typical ischemic chest pain and palpitations. A standard 12 lead ECG examination revealed a rhythmic tachycardia with a wide QRS wave at a rate of 210 beats / minute. From the Lewis ECG in lead I, we can see that the P waves that appear are not always followed by QRS. Thus, it can be seen that the AV dissociation is a VT so that VT management can be done immediately. Case 3. A 65-year-old male patient diagnosed with grade 5 CKD on dialysis. From a standard 12 lead ECG examination, a wide QRS wave with a P wave is obtained which is sometimes seen behind the QRS wave, making the diagnosis difficult to establish. From the Lewis ECG in lead I, it appears that the P wave always appears at the end of the QRS wave, so it can be seen that the rhythm from the ECG is derived from accelerated idioventricular rhythm with ventriculoatrial conduction. Conclusion. The accuracy of ECG interpretation is needed to determine the next treatment for the patient. Through the ECG examination with the Lewis lead method, the cardiac electrical activity will be more visible, so it will be very helpful in the interpretation of the ECG in cases that are not clear on the standard 12 lead ECG examination.
The Effect of TNF-α and FIB-4 Score on Diastolic Dysfunction in Child Pugh C Liver Cirrhosis Karim, Muhammad Yusuf; Pramana, Triyanta Yuli; Sulastomo, Heru; Nurudhin, Arief; Pamungkasari, Eti Poncorini
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 4 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i4.384

Abstract

Liver cirrhosis is a major global health concern, often complicated by cardiac dysfunction such as diastolic heart failure. Tumor necrosis factor-alpha (TNF-α) and FIB-4 score are widely used biomarkers in cirrhotic patients, but their predictive value for cardiac complications remains unclear. To determine the effect of TNF-α and FIB-4 scores on the severity of diastolic dysfunction in patients with Child-Pugh C liver cirrhosis. This analytical cross-sectional study included 40 Child-Pugh C cirrhotic patients. Serum TNF-α levels were measured using ELISA. Diastolic function was evaluated using echocardiography. Ordinal logistic regression was used to analyze the association between TNF-α, FIB-4, and diastolic dysfunction grades. The majority of participants had moderate (65.0%) or severe (35.0%) chronic inflammation based on TNF-α levels, with a median TNF-α of 45.52 pg/mL. Significant liver fibrosis (FIB-4 >3.25) was observed in 82.5% of participants. Grade I diastolic dysfunction was the most prevalent (52.5%). TNF-α levels were significantly associated with the degree of diastolic dysfunction (p=0.042), whereas FIB-4 scores showed no significant correlation (p=0.533). Elevated TNF-α is strongly associated with worsening diastolic dysfunction in Child-Pugh C cirrhosis, suggesting its role in systemic inflammation and myocardial injury. In contrast, the FIB-4 index may not reflect cardiac involvement in advanced cirrhosis. TNF-α may serve as a potential biomarker for cardiovascular risk stratification in cirrhotic patients, supporting early intervention and integrated care approaches.
Edukasi Pencegahan dan Deteksi Dini Penyakit Kardiovaskular di Masa Pandemi COVID-19 Kusumawati, Ratna; Sulastomo, Heru; Indarto, Dono; Jusup, Sinu Andhi; Rahardjo, Setyo Sri; Purwaningtyas, Niniek; Susilawati, Tri Nugraha; Suselo, Yuliana Heri; Wulandari, Sri
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 1 (2023): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i1.70327

Abstract

Pendahuluan: Jumlah kasus penyakit kardiovaskular (PKV) di dunia menunjukkan kecenderungan meningkat termasuk di Indonesia. Kabupaten Sukoharjo di Jawa Tengah melaporkan adanya peningkatan penyakit hipertensi dan diabetes mellitus (DM) yang menjadi faktor risiko penting PKV. Penyakit hipertensi dan DM merupakan penyakit penyerta utama pada kasus coronavirus disease 2019 (COVID-19) sehingga dapat memperburuk gejala dan menyebabkan kematian. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi tentang pencegahan dan deteksi dini PKV di wilayah Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah di masa pandemi COVID-19.Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan di RT 03 RW 02 desa Gowongan, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Metode pengabdian yang dilakukan berupa pelatihan pengukuran denyut nadi latihan, talk show  mengenai pencegahan dan deteksi dini PKV serta pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah.Hasil dan pembahasan: Hasil kegiatan pengabdian ini peserta mendapatkan informasi yang valid mengenai pencegahan dan deteksi dini PKV. Selain itu, kegiatan ini menstimulasi keperdulian peserta untuk melakukan upaya pencegahan dan deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah. Hasil lain yang didapatkan adalah peserta dapat melakukan pengukuran denyut nadi latihan secara mandiri untuk mengoptimalkan olahraga yang dilakukan.Kesimpulan: Edukasi pencegahan dan deteksi dini PKV kepada masyarakat talkshow, pelatihan dan layanan kesehatan telah terlaksana dengan baik. Kegiatan ini dapat memberikan informasi valid kepada masyarakat dan memacu keperdulian masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dan deteksi dini PKV.
Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Anggota Klub Jantung Sehat Rahardjo, Setyo Sri; Jusup, Sinu Andhi; Indarto, Dono; Wulandari, Sri; Suselo, Yuliana Heri; Kusumawati, Ratna; Sulastomo, Heru; Purwaningtyas, Niniek; Susilawati, Tri Nugraha
Journal of Midwifery in Community Vol 1, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jmc.v1i2.79502

Abstract

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di Indonesia secara nasional memperlihatkan bahwa penyakit tidak menular (PTM) terutama penyakit kardiovaskular (PKV) cenderung mengalami peningkatan. Hal tersebut terjadi juga di wilayah kota Surakarta. Tim Pengabdi berinisiatif melaksanakan kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota Klub Jantung Sehat (KJS) terkait PKV sekaligus untuk skrining faktor risiko PKV yang meliputi hipertensi, hiperkolesterol, diabetes mellitus (DM), dan obesitas. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol dan antropometri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 85 anggota KJS dan diselenggarakan pada hari Minggu, 18 Juni 2023 jam 07.00 - 09.00 di Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (FKOR UNS) Jl. Menteri Supeno, Manahan, Banjarsari Kota Surakarta Jawa Tengah. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini pemahaman para anggota KJS terkait PKV melalui diskusi dan tanya jawab selama penyuluhan dan konseling selama pemeriksaan kesehatan mengalami peningkatan. Kegiatan sejenis perlu dilakukan secara rutin dan berkesinambungan sebagai upaya preventif dan promotif terhadap penyakit tidak menular di masyarakat.
Pengaruh Skor ALBI terhadap Kadar NT-proBNP dan disfungsi diastolik pada sirosis hati Pratama, Randy; Yuli Pramana, Triyanta; Sulastomo, Heru; Marwanta, Sri; Pamungkasari, Eti Poncorini
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.2996

Abstract

Latar Belakang: Skor Albumin–Bilirubin (ALBI) dan N-Terminal pro b-type natriuretic peptide (NT-proBNP) merupakan parameter penting untuk mendeteksi disfungsi ventrikel kiri asimtomatik dan memprediksi prognosis pada gagal jantung. Sirosis hepatis Child-Pugh C menunjukkan kerusakan hati berat dengan risiko tinggi komplikasi kardiovaskular, termasuk disfungsi diastolik.   Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh skor ALBI terhadap kadar NT-proBNP dan derajat disfungsi diastolik pada pasien sirosis hepatis Child-Pugh C. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 54 pasien sirosis hepatis Child-Pugh C yang menjalani rawat jalan dan rawat inap di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Sampel dipilih menggunakan teknik consecutive sampling dan dibagi menjadi kelompok kontrol (ALBI Grade I–II, n=27) dan kelompok intervensi (ALBI Grade III, n=27). Kadar NT-proBNP diukur menggunakan metode enzyme immunoassay, sedangkan fungsi diastolik dinilai melalui parameter ekokardiografi meliputi rasio E/A, E/e′, deceleration time (DT), kecepatan tricuspid regurgitation (TR), dan left atrial volume index (LAVI). Hasil: Rerata kadar NT-proBNP pada kelompok intervensi lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol (1926 ± 468 pg/mL vs. 1184 ± 351 pg/mL; p=0,032). Namun, tidak terdapat perbedaan bermakna pada derajat disfungsi diastolik antara kedua kelompok (p=0,234). Disfungsi diastolik derajat II ditemukan pada 48,1% pasien dengan ALBI Grade III dan 37,0% pada ALBI Grade I–II. Kesimpulan: Skor ALBI berpengaruh signifikan terhadap kadar NT-proBNP, tetapi tidak terhadap derajat disfungsi diastolik. Penilaian kombinasi skor ALBI dan NT-proBNP dapat membantu deteksi dini disfungsi jantung pada sirosis hepatis lanjut.