Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Google Classroom sebagai Media Pembelajaran Daring di Masa Pandemik Covid-19 Saraswati, Ria; Astri Indriana
Darma Cendekia Vol. 1 No. 2 (2022): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v1i2.8

Abstract

Tujuan diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan penggunaan Google Classroom sebagai media pembelajaran daring. Google classroom adalah aplikasi yang dibuat oleh google yang bertujuan untuk membantu guru dan peserta didik apabila kedua hal tersebut berhalangan, mengorganisasi kelas serta berkomunikasi dengan mahapeserta didik tanpa harus terikat dengan jadwal sekolah di kelas. Disamping itu guru dapat memberikan tugas dan langsung memberikan nilai kepada siswa. Penyampaian pembelajaran dengan Google Classroom merupakan pembelajaran dengan memanfaatan teknologi internet untuk meningkatkan lingkungan belajar dengan konten yang kaya dengan cakupan yang luas. Memanfaatkan Google Classroom sebagai proses pembelajaran dapat membuat siswa sebagai partisipan mampu mengarsipkan tugas dan menghubungkannya dengan penyimpanan Google Drive. Fleksibilitas waktu dan tempat juga membuat Google Classroom menjadi proses pembelajaran yang disukai. Selain menjadikan siswa lebih mandiri juga membuat sesi diskusi layaknya kelas tatap muka tetap dapat terjalin. Kehadiran Google Classroom sebagai salah satu media pembelajaran diminati dan membuat pengalaman baru siswa dalam pembelajaran daring.
INTEGRASI PENDIDIKAN BERKARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS OCTAVITA, RR. ASTRI INDRIANA; SARASWATI, RIA
Jurnal Terapan Abdimas Vol 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.726 KB) | DOI: 10.25273/jta.v2i0.974

Abstract

AbstractThis study is aimed to integrated between character education and teaching of English Language for kindergarten teachers in LPI NUR HIKMAH Kampung Sawah. The Urgent of the theme as an expression that shows to the teachers about how to the implementation of teaching the English Language based on character education. English as an International Language needs to be developed in school learning process, but conventional language learning tends to be centered on the teacher and ignore the existence of learners. Learning English is good not only in developing cognitive abilities but also instill the value of the learners. The values of character education inEnglish subjects are friendly, caring, social, curiosity, democratic, independent, hard work, discipline, and love to read. The values of character education can be embedded in learners with learning English contextually. Constructivism concepts, inquiry, and questioning, are relevant to the values of independence, hard work, and curiosity. Meanwhile, the values of friendship, social care, discipline, love to read, and democracy can be implanted with the concept of modeling reflection and authentic assessment. The values of learning English based on character education are making students construct knowledge of English actively, gain knowledge through experience, discuss in groups and working in groups. In addition, the teacher presents the model as an example of learning, makes the reflection at the end of the meeting, and makes the process of assessment. Therefore, the resulting output is the ability of teachers to implement character education in learning English so that learning English does not tend to be centered on teachers and ignore the existence of learners. The values of character education in English subject are friendly, caring, social, curiosity, democratic, independent, hard work, discipline, and love to read.  Abstrak Tujuan diadakannya pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan penerapan pendidikan berkarakter dalam pembelajaran Bahasa Inggris bagi guru TK LPI NUR HIKMAH Kampung Sawah. Bahasa Inggris sebagai Bahasa International, memang perlu dikembangkan dalam pembelajaran disekolah akan tetapi pembelajaran bahasa yang konvensional cenderung berpusat pada guru dan mengabaikan keberadaan peserta didik. Pembelajaran Bahasa Inggris yang baik tidak hanya mengembangkan kemampuan kognitif namun juga menanamkan nilai pada diri peserta didik. Nilai-nilai pendidikan karakter pada mata pelajaran Bahasa Inggris adalah bersahabat, peduli, soial, rasa ingin tahu, demokratis, mandiri, kerja keras, disiplin, dan senang membaca. Nilai-nilai pendidikan karakter dapat ditanamkan pada diri peserta didik dengan pembelajaran Bahasa Inggris secara kontekstual. Konsep contructivism, inquiry, dan questioning relevan dengan nilai-nilai mandiri, kerja keras, dan rasa ingin tahu. Sedangkan, nilai- nilai bersahabat, peduli sosial, disiplin, gemar membaca, dan demokratis dapat ditanamkan dengan konsep learning community modeling reflection dan authentic assessment. Prosedur pembelajaran Bahasa Inggris yang berkarakter adalah membuat peserta didik mengkonstruksi pengetahuan Bahasa Inggris secara aktif, memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, berdiskusi dalam kelompok, dan bekerja dalam kelompok. Di samping itu, guru menghadirkan model sebagai contoh pembelajaran, melakukan refleksi di akhir pertemuan, dan melakukan proses penilaian. Oleh karena itu, luaran yang dihasilkan adalah kemampuan guru dalam menerapkan pendidikan berkarakter di dalam pembelajaran Bahasa Inggris sehingga pembelajaran Bahasa Inggris tidak cenderung berpusat pada guru dan mengabaikan peserta didik.Nilai-nilai pendidikan karakter pada mata pelajaran Bahasa Inggris adalah bersahabat, peduli, sosial, rasa ingin tahu, demokratis, mandiri, kerja keras, disiplin, dan senang membaca.
Pengembangan Model Pelacakan Digital untuk Memantau Status Kesehatan Balita di Posyandu Desa Kadugenep Kartini, Kartini; Malabay, Malabay; Saraswati, Ria; Tjahjono, Budi; Widayanti, Riya; Yuliati, Yuliati; Fuad, Ahmad
IKRA-ITH Informatika : Jurnal Komputer dan Informatika Vol. 9 No. 3 (2025): IKRAITH-INFORMATIKA Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-informatika.v9i3.5253

Abstract

Kemajuan Teknologi Informasi (TI) telah membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan data dan peningkatan layanan publik, termasuk kesehatan anak usia dini. Di pedesaan, sistem digital menjadi solusi strategis untuk memastikan pencatatan data kesehatan yang cepat, akurat, dan terintegrasi. Penelitian ini mengembangkan model pelacakan digital untuk memantau status kesehatan balita di Posyandu Desa Kadugenep, sekitar 18 km dari ibu kota Provinsi Banten, menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumentasi dan observasi sistem operasional. Prototipe berbasis web dirancang dengan Unified Modeling Language (UML) untuk menghasilkan struktur data terorganisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pelacakan digital meningkatkan efisiensi administrasi, akurasi data kesehatan, dan mendukung pengambilan keputusan di tingkat desa, serta dapat diadaptasi di wilayah pedesaan lain untuk memperkuat tata kelola kesehatan berbasis masyarakat dan literasi digital desa.
Exploring Of Students’ Speaking Anxiety Among Third-Grade Junior High School Students’ Pratiwi, Tiara Putri; Saraswati, Ria; Santosa, Imam
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol, 9 No 3 (2024) : JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (September)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v9i3.7427

Abstract

Students' anxiety in speaking English has become a major concern in the context of second language learning. This research aims to identify factors that influence students' anxiety when speaking English and its impact on their speaking abilities. The research focused on grade 9 junior high school students in Indonesia. selected based on their experiences in speaking English during English class. The research method involves surveys and interviews with English students at various school levels. Using a comprehensive approach, this research aims to understand the internal and external factors contributing to students' anxiety levels when communicating in English. The findings highlight the prevalence of internal factors, notably fear of making mistakes (69.6%), and external factors like limited vocabulary (87%). This anxiety correlates with students' diminished speaking skills, evident in avoidance behaviors and less coherent speech. To mitigate these challenges, tailored learning strategies are imperative to boost students' confidence in English. Proactive measures should target building self-assurance, overcoming fear of errors, and actively expanding vocabulary. By addressing these concerns, educators can foster an environment conducive to enhanced English communication skills among students’.