Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kehamilan Kembar Disertai Mola Hidatidosa Narottama, Harya; Gumilar, Erry; Askandar, Brahmana
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Vol 8, No 2 (2019): EDISI SEPTEMBER 2019 (available online since Oktober 2019)
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.126 KB) | DOI: 10.30742/jikw.v8i2.621

Abstract

Twin pregnancy with Hydatidiform Mole is a rare case, only about 1 in 22.000 to 100.000 pregnancies. Molar pregnancy with triplet pregnancy is even rarer, which is only 6 cases reported and mostly occurred in women who received therapy for infertility. Management in cases of twin pregnancy with hydatidiform mole is dilemmatic both for the patient and physician. We present a case of 29 years old woman with her first pregnancy of twin fetuses complicated with hydatidiform mole. Diagnostic approaches were made mainly by ultrasound examination, continued with laboratory and radiology examinations which some did not performed due to worsened vaginal bleeding. This case ended with premature labor with the result of delivery of two babies and placenta with vesicles which is a characteristic of hydatidiform mole.
Analisis Kromosom Pada Pasangan dengan Keguguran Berulang (Studi Kasus) Antara, Rizel; Wulandari, Retno Dwi; Narottama, Harya; Setijowati, Eva Diah
Calvaria Medical Journal Vol 2 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v2i2.75

Abstract

  Background: Miscarriage is the termination of pregnancy before the fetus can live outside the womb. Miscarriage consists of spontaneous miscarriage and induced miscarriage. In Indonesia, the miscarriage rate reaches around 2 million with 10-15% having spontaneous miscarriages. Miscarriages that occur 2 or more times are defined as recurrent pregnancy loss. The incidence of recurrent pregnancy loss is increasing and is estimated to be experienced by around 1-5% of women in productive age. Recurrent pregnancy loss is multifactorial, including uterine anatomical abnormalities, autoimmune factors, endocrine and metabolic disorders, thrombosis, and genetic disorders. Genetic abnormalities include chromosomal abnormalities or mutations in genes. This study aims to determine the chromosomal profile in couples with recurrent miscarriage. Method: This study was a descriptive observational study. Chromosome analysis was performed on a couple with a history of three spontaneous miscarriages. Result: Karyotyping result of the couple were 46,XY and 46,XX. Conclusion: Chromosome analysis in couple with recurrent pregnancy loss in this case study showed no numerical or structural aberration.
STUNTING DAN UPAYA PENCEGAHAN STUNTING: GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA Tuarita, Ros Diana; Wulandari, Retno Dwi; Narottama, Harya; Erny
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, yang sebagian besar disebabkan oleh rendahnya kesadaran dan kurangnya pengetahuan mengenai upaya pencegahan dini, khususnya pada masa remaja. Sebagai bagian dari generasi muda, mahasiswa memiliki potensi yang besar untuk berperan sebagai agen perubahan dalam menurunkan prevalensi stunting di masa mendatang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya terhadap stunting dan upaya pencegahannya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Responden adalah mahasiswa tahun ajaran 2023/2024 dari beberapa fakultas yang dipilih melalui teknik fixed-quota dan convenience sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi dari setiap variabel penelitian. Hasil: Sebagian besar responden menunjukkan tingkat pengetahuan dan sikap yang tergolong sedang hingga baik terhadap pencegahan stunting. Kesimpulan: Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya memiliki tingkat pengetahuan yang cukup hingga baik serta sikap positif terhadap pencegahan stunting. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa berpotensi menjadi kelompok yang berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting melalui pendidikan kesehatan, promosi perilaku hidup sehat, serta dukungan terhadap program perbaikan gizi nasional.