M, Taufik
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI-NILAI KEAGAMAAN MELALUI KEGIATAN PEMBIASAAN PERILAKU RELIGI (P2R) DI SEKOLAH DASAR NEGERI JERANG BARAT KOTA CILEGON Mustika, Rika; Ngulwiyah, Istinganatul; M, Taufik; Setiawan, Sigit
Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Pendidikan Dasar - Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpd.v15i1.43956

Abstract

This research aims to analyze and describe the process of internalizing religious values through religious behavior habituation activities (P2R), supporting capacity and challenges and religious behavior that is formed in grade 6 students at the West Jerang State Elementary School, Cilegon City. The research method uses a qualitative approach with descriptive methods. Research data sources include school principals, 6th grade teachers and islamic religious education subject teachers. Data collection techiques use interviews, observation and documentation. Data analysis using qualitative data analysis includes data collection, data reduction, data prsentation and drawing conclusions. The results of research on the aspect of the process of internalizing religious values through P2R activities have been carried out well, as evidenced by the students memorizing asmaul husna with a total 20 asmaul husna, memorizing short letters in juz amma from surat al-fath to al-ashr, memorizing the prophets prayers, memorizing general prayers such as prayers for parents, prayers for the afterlife, can carry out ablution and practice sunnah dhuha prayers in congregation. In the aspect of carrying capacity in implementing P2R activities, the facilities and infrastructure are edequate, while the challenges are related to students motivation which fluctuates due to feeling bored, so it requires improvements in implementing P2R activities. In the aspect of religious behavior that is formed from the implementation of P2R activities, both aspect of faith values, woship values and moral values have begun to be formed and carried out by students in their activities while in the school environment.
Analisis Peran Guru Dalam Menciptakan Lingkungan Belajar Yang Kondusif Di SDN 1 Genggelang Kecamatan Gangga Tahun Pelajaran 2024/2025 Dian Sri Rahmayani; M, Taufik; Rusman Hadi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus untuk Menganalisis peran dan Satrategi guru sebagai pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di SD 1 Genggelang. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Kualitatif dengan Jenis Deskriptif yang menggunakan model penelitian Milles and Hubberman. Adapun hasil penelitian yang diapatkan yaitu peran guru sebagai motivator, fasilitator, pengelola kelas, dan evaluator merupakan faktor kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Implementasi keempat peran ini secara holistik telah berhasil membentuk iklim pembelajaran yang tidak hanya efektif secara akademik tetapi juga mendukung perkembangan psikologis siswa. Sebagai motivator, guru membangun semangat belajar melalui penguatan positif; sebagai fasilitator menciptakan lingkungan fisik dan metode pembelajaran yang inovatif; sebagai pengelola kelas menerapkan pendekatan humanis dan kolaboratif; serta sebagai evaluator melakukan pemantauan komprehensif terhadap perkembangan siswa. Penelitian ini memperkuat pentingnya pendekatan pendidikan yang berpusat pada siswa dengan guru sebagai fasilitator utama. Peran guru sebagai motivator khususnya memerlukan pemahaman mendalam tentang latar belakang siswa untuk memberikan solusi yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan multiperan guru secara terpadu tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, sehingga menjadi fondasi penting bagi pencapaian tujuan pendidikan di tingkat dasar.