Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Pengamatan Kondisi Terumbu Karang Menggunakan Metode Reef Check di Taman Nasional Taka Bonerate, Sulawesi Selatan Nugroho, Hanityo Adi; Yusuf, Muhammad; Sanova, Aulia Seto Sandhi; Retawimbi, Aditano Yani; Munandar, Bayu; Agus, Elsa Lusia
Journal of Community Development Vol. 5 No. 1 (2024): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i1.245

Abstract

Taman Nasional Taka Bonerate (TNTB) merupakan kawasan konservasi yang mempunyai ekosistem asli pesisir dan dikelola dengan sistem zonasi. Sistem ini bertujuan untuk kegiatan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi. Beberapa ekosistem pesisir yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian dan wisata diantaranya adalah terumbu karang dan Lamun. Kegiatan ini bertujuan untuk pelatihan pengamatan kondisi terumbu karang sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem taman nasional. Kegiatan ini meggunakan metode reef check, dimana metode ini merupakan yang paling efektif dalam pemantauan terumbu karang. Keunggulan metode ini yaitu mudah dilakukan, tetapi memiliki hasil yang detail untuk pengelolaan kawasan terumbu karang. Metode ini telah terstandarisasi internasional dan dikenal dengan EcoDiver. Kegiatan dilaksanakan tanggal 28-29 November 2023 di Pulau Tarupa, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Peserta kegiatan adalah masyarakat dan karang taruna Pulau Tarupa, Balai TNTB dan mahasiswa Undip. Kegiatan terbagi menjadi 2 sesi, hari pertama pelatihan di ruang dan hari ke-2 pelatihan di laut. Materi pelatihan yaitu pengenalan metode reef check, pemilihan lokasi pendataan, identifikasi indikator ikan, identifikasi indikator substrat, dan identifikasi indikator invertebrata. Simulasi pendataan pertama dilakukan di darat dengan menggelar line transect sepanjang 100 m, kemudian line transect di bagi 4 segmen pendataan dengan jeda 5 m. Selanjutnya peserta melakukan simulasi pendataan kedua di pantai pulau Tinabo besar mengunakan peralatan selam. Simulasi ini peserta dibagi menjadi 2 tim berdasarkan 2 kedalaman pendataan terumbu karang yaitu kedalaman 2-6 m dan 6-12 m. Kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan masyarakat dan stackholder terkait tentang pemantauan kondisi ekosistem terumbu karang, khususnya di TNTB.
Aplikasi Lactococcus lactis sebagai probiotik pada budidaya udang Vanamei skala Laboratorium : analisis status kesehatan udang berbasis pertambahan berat dan performa sistem imunitas seluler Subagiyo, Subagiyo; Triyanto, Triyanto; Larasati, Stefanie Jessica Henny; Agus, Elsa Lusia
Jurnal Kelautan Tropis Vol 27, No 3 (2024): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v27i3.20737

Abstract

This research aims to prove the effectiveness of the application of Lc lactis as a probiotic in laboratory-scale cultivation of P. vanamei shrimp based on its effect on weight gain and cellular immunity performance. Experiments were carried out on 3 Lc lactis isolates, namely U.181, P.32 and W-331 as well as a mixture of these three isolates. Lc. lactis were applied orally through feed (pellets) at a dose of 108 cells/gram of feed. At 7 day intervals during the 35 days of the experiment, the weight of the shrimp was weighed and the hemolymph was taken to then calculate the total number of hemocytes and phagocytic activity. The experimental results showed that the average weight gain was between 106.8 ± 9.78%-138.2 ± 1.68%, while in controls it was 100.7 ± 3.72%. So the treatment effect of adding Lclactis on shrimp weight gain was between 6.0 ± 5.8% - 37.3 ± 3.4%. In this study the average total number of hemocytes in the treatment was between 154.9 ± 4.8 x 105 – 176.2 ± 15 x 105) cells/mL and in the control it was 128.9 ± 1.9 x 105. So the effect size was treatment with the addition of Lc lactis to the total number of hemocytes was 20.1 ± 2.0% to 36.6 ± 9.6%. The average phagocytic activity in the treatment was 42.1 ± 0.8% - 48.3 ± 1.0% while in the control it was 30.4 ± 0.8%. So the magnitude of the treatment effect on phagocytic activity was between 38.1 ± 1.08% - 58.7 ± 1.05%. Based on this research, it can be concluded that Lc Lactis U.181, P.32 and W-331 can be developed as probiotics in shrimp cultivation either singly or in a mixture, because they are able to provide the effect of increasing body weight and increasing the performance of cellular immunity. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti efektivitas aplikasi Lc lactis sebagai  probiotik  pada  budidaya  udang  P. vanamei  skala  laboratorium  berdasarkan efeknya terhadap pertambahan berat dan performa imunitas seluler. Percobaan dilakukan terhadap 3 isolat Lc lactis yaitu U.181, P.32 dan W-331 serta campuran dari ketiga isolat tersebut. Lc. Lactis diaplikasikan secara oral melalui pakan (pellet)  dengan dosis 108sel/gram pakan. Pada interval waktu 7 hari selama 35 hari waktu percobaan dilakukan penimbangan berat udang dan pengambilan hemolimfe untuk selanjutnya dilakukan penghitungan jumlah total hemosit dan aktivitas fagositosis. Hasil percobaan menunjukkan rata-rata pertambahan berat antara 106,8 ± 9,78%-138,2±1,68%, sedangkan pada kontrol sebesar 100,7±3,72%. Sehingga besarnya efek perlakuan penambahan Lc lactis terhadap pertambahan berat udang antara  6,0 ±5,8 % - 37,3 ±3,4%. Pada penelitian ini rata-rata jumlah total hemosit pada perlakuan antara 154,9 ± 4,8 x 105 – 176,2  ± 15 x 105) sel/mL dan pada kontrol sebanyak 128,9 ± 1,9 x 105. Sehingga besarnya efek perlakuan penambahan Lc lactis terhadap jumlah total hemosit adalah 20,1 ± 2,0 % hingga 36,6 ± 9,6 %. Rata-rata aktivitas fagositosis pada perlakuan adalah 42,1 ± 0,8% - 48,3 ± 1,0% sedangkan pada kontrol sebesar 30,4 ± 0,8%. Sehingga besarnya efek perlakuan terhadap aktivitas fagositosis adalah antara 38,1 ± 1,08% - 58,7± 1,05%. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Lc lactis U.181, P.32 dan W-331 dapat dikembangkan sebagai probiotik pada budidaya udang baik secara tunggal maupun secara campuran, karena mampu memberikan efek peningkatan berat badan dan peningkatan performa imunitas seluler.
Coral Reef Substrate Coverage in Taka Bonerate National Park Sanova, Aulia Seto Sandhi; Nugroho, Hanityo Adi; Mahardini, Angka; Agus, Elsa Lusia; Rahman, Saleh; Sutanto, Steven; Retawimbi, Aditano Yani
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i1.8575

Abstract

Coral reef monitoring using Reef Check Method has been widely applied for conservation acts due to its handy protocols. This study aims to evaluate the coral reef conditions in the zonal areas of Taka Bonerate National Park by analyzing the substrate composition of its waters. Conducted in November 2023 using the Reef Check method, the research focused on four stations: Tinabo Besar, Tinabo Kecil, Tinanja, and Taka Lasalimu. The substrate composition was categorized into living and non-living substrates at depths of 5 and 10 meters. At 5 meters depth, the highest percentage of living substrate cover, specifically hard coral (HC), was recorded at Tinanja (74%), while the highest non-living substrate cover, dead coral/rubble (RB), was observed at Tinabo Kecil (38%). At 10 meters depth, Tinanja again showed the highest living substrate cover (HC, 40%), whereas Tinabo Kecil had the highest non-living substrate cover (RB, 41%). The findings indicate that the coral reef Substrate in the TBNP zonal area is in good condition, although some locations show damage suspected to be caused by environmentally unfriendly fishing practices. This can serve as a reference for the future management of coral reefs in TNTBR. Further research is needed to comprehensively complete the data on coral reef health, such as data on reef fish and associated invertebrates.