Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Manuk Nom As A Java-Netherland Acculturation Form Of The Government Culibary Sultan HB VII-VIII (1877-1939) Septarina, Sri Wahyuning
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol 2 No 2 (2019): October
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.964 KB) | DOI: 10.31091/lekesan.v2i2.889

Abstract

Manuk nom, one of the typical Karaton Yogyakarta desserts that has historical value that cannot be separated from the influence of acculturation of Javanese-Dutch culture. Nom manuk is made of green sticky rice tape and the egg is equipped with two melinjo chips placed on top of it resembling bird wings. During Sultan HB VII’s reign, Yogyakarta experienced a period of transition to modernity. During this period the life of the Yogyakarta Palace received elements of modern education, modern minds, ideas, enthusiasm, ideology and western culture. The purpose of this paper is to find out the history of the development of Javanese-Dutch acculturation in the form of culinary in the era of Sultan HB VII-VIII’s administration. The research method used is qualitative by means of collecting data in the form of observation, interviews, literature data and documentation. This study uses the acculturation theory of cultural approaches to history. The implication of Manuk Nom, which is a favorite food of the Sultanate of Yogyakarta Sultanate, is a reflection of Javanese people’s pride in the culinary results of Javanese-Dutch acculturation as a reflection of national identity.
The Role of Jayengrana in the Golek Rod Puppet Show During Javanese Succession War Septarina, Sri Wahyuning; Artayasa, I Nyoman
International Journal of Culture and Art Studies Vol. 4 No. 2 (2020): International Journal of Culture and Art Studies (IJCAS)
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijcas.v4i2.3981

Abstract

The second Javanese succession war began after Pakubuwono I and the Company won the first Javanese succession war. Jayengrana struggling together with the descendants of the Sultan of Mataram succeeded in making Pakubuwono I. anxious. The second Javanese succession war illustrated the spirit of the struggle of the son of Untung Surapati in fighting for truth and justice. The two problems discussed in this article are to make objective reconstruction of the past. Second, how the influence of Islam on  the kingdoms in Java. The  author collects  and enforces facts to get a conclusion in a scary show. The study method includes qualitative analysis, the historical approach of Karl Marx, and F. Engels's perspective in understanding history as a past event.
Komunikasi visual multikultural ornamen bangunan bangsal kencana keraton Yogyakarta Septarina, Sri Wahyuning; Sentavito, Eko Wahyu
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 10, No 4 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243370

Abstract

Yogyakarta disebut sebagai miniatur Indonesia, memiliki cerita historis yang panjang sejak dibangunnya bangunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (Keraton Yogyakarta) dua setengah abad lalu. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan menjelaskan tentang bagaimana mengkomunikasikan pesan visual multikultural yang disampaikan melalui ornamen pada Bangsal Kencana, Keraton Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sejarah dan budaya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui metode wawancara, observasi (pengamatan), dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, ornamen bangunan Bangsal Kencana dipengaruhi oleh identitas visual yang hadir karena relasi kuasa Sultan sebagai Raja. Kedua, sudut pandang makna pada setiap ornamen dipengaruhi karena perbedaan keberagaman budaya yang hadir. Ketiga, kehadiran ornamen tidak terlepas dari kondisi sosial budaya pada masanya. Saran terhadap penelitian ini adalah (1) Perlu adanya regenerasi pengetahuan dalam menggambarkan komunikasi visual multikultural melalui ornamen, (2) Upaya bersama agar bukti sejarah dalam bentuk naskah, dokumen dan manuskrip yang tersimpan di berbagai perpustakaan dapat kembali ke Indonesia.
Komunikasi visual multikultural ornamen bangunan bangsal kencana keraton Yogyakarta Septarina, Sri Wahyuning; Sentavito, Eko Wahyu
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 4 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243370

Abstract

Yogyakarta disebut sebagai miniatur Indonesia, memiliki cerita historis yang panjang sejak dibangunnya bangunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (Keraton Yogyakarta) dua setengah abad lalu. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan menjelaskan tentang bagaimana mengkomunikasikan pesan visual multikultural yang disampaikan melalui ornamen pada Bangsal Kencana, Keraton Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sejarah dan budaya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui metode wawancara, observasi (pengamatan), dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, ornamen bangunan Bangsal Kencana dipengaruhi oleh identitas visual yang hadir karena relasi kuasa Sultan sebagai Raja. Kedua, sudut pandang makna pada setiap ornamen dipengaruhi karena perbedaan keberagaman budaya yang hadir. Ketiga, kehadiran ornamen tidak terlepas dari kondisi sosial budaya pada masanya. Saran terhadap penelitian ini adalah (1) Perlu adanya regenerasi pengetahuan dalam menggambarkan komunikasi visual multikultural melalui ornamen, (2) Upaya bersama agar bukti sejarah dalam bentuk naskah, dokumen dan manuskrip yang tersimpan di berbagai perpustakaan dapat kembali ke Indonesia.
PERANCANGAN DESAIN SISTEM TANDA JALAN & TEMPAT WISATA (STUDI KASUS : YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA) Septarina, Sri Wahyuning
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Bahasa Rupa Oktober 2018
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v2i1.231

Abstract

Increased income of Indonesia in the form of foreign exchange one of them is because of tourism. The second tourism destination in Indonesia after Bali that attracts the attention of foreign tourists and local tourists is Yogyakarta. The attraction of this city is the legacy of nature and cultural tourism that continues to be maintained values ​​and traditions, because it is the largest capital of the development of tourism in the city. Along with the city of Yogyakarta is being clean up to realize itself as a tourist destination in Indonesia, it is worth noting some very basic things one of which is a system of tourism signs that exist today. Not apart from the nickname of the city of Jogjakarta as a cultural center, it is inevitable that cultural knowledge increasingly faded and forgotten. Therefore it must be preserved from simple-looking things but provide informative travel information. the tourism sign system which is part of the traffic sign system sub-section needs to be improved. The tourism sign system is one form of information that is short and clear which involves many disciplines. With the approach of various disciplines are expected to apply and its use can be maximally and do not forget the elements of local culture. The results of the test show good response from some related parties as suggestions and enter for infrastructure improvement in Yogyakarta.
Pelatihan Desain Infografis untuk Optimalisasi Komunikasi Informasi Meseum Bank Indonesia di Media Sosial Khairuzzaky, Khairuzzaky; Leliana, Intan; Syahri, Akhmad Syafrudin; Septarina, Sri Wahyuning
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i12.3029

Abstract

Pengelolaan media sosial museum menuntut konten yang informatif, ringkas, dan menarik, namun staf pengelola media sosial Museum Bank Indonesia masih menghadapi keterbatasan dalam penerapan prinsip desain komunikasi visual, alur narasi, serta standardisasi format infografis. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi konten infografis melalui pelatihan berbasis praktik (learning by doing), mencakup pengenalan prinsip desain, penyusunan pesan, perancangan layout, dan pengembangan panduan visual (style guide) untuk konsistensi konten. Kegiatan dilaksanakan pada November 2025 dengan 20 peserta melalui sesi pelatihan, lokakarya, dan pendampingan produksi. Evaluasi menggunakan kuesioner kepuasan menunjukkan mayoritas peserta menilai kegiatan efektif meningkatkan keterampilan, bermanfaat untuk pekerjaan, dan layak direplikasi.