Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMK Negeri 1 Kepanjen: The Influence of the School Environment on Student Learning Achievement at State Vocational School 1 Kepanjen Prasetyo, Rizky Pratama; Pujiharti, Yulita; Sefaverdiana, Putri Vina
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 7 No. 3 (2025): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v7i3.2149

Abstract

Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang, yang diselenggarakan melalui lembaga pendidikan resmi seperti sekolah, perguruan tinggi, atau universitas. Pendidikan formal biasanya memiliki kurikulum yang jelas, sistem penilaian, dan diakui secara resmi oleh pemerintah atau lembaga yang berwenang. Pendidikan formal diselenggarakan di lembaga pendidikan, seperti sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) atau yang sederajat. Tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Pendidikan formal yang diselenggarakan di sekolah disebut proses belajaran. Prestasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi motivasi, minat, bakat, dan intelegensi. Faktor eksternal mencakup lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, serta dukungan dari guru dan teman sebaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif, dengan teknik analisis data menggunakan uji validasi, reliabilitas, uji t, dan uji determinasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel lingkungan sekolah yang terdiri dari guru, siswa, dan infrastruktur sekolah secara signifikan berpengaruh terhadap variabel prestasi belajar siswa. Besarnya pengaruh lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa yaitu sebesar 24,9% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak ada dalam penelitian ini.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL) Menggunakan Media Mind Mapping Terhadap Minat dan Hasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Pasar Tidak Sempurna di Kelas VIII SMP PGRI 03 Malang: The Effect of Implementing the Project Based Learning (PJBL) Learning Model Using Mind Mapping Media on Students' Interest and Learning Outcomes on the Topic of Imperfect Markets in Class VIII of SMP PGRI 03 Malang Nurbaiti; Purwati, Titik; Sefaverdiana, Putri Vina; Setyabudi, Deni Nugroho
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 8 No. 2 (2026): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v8i2.3186

Abstract

Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain One Group eksperimen Pretest-Posttest ini bertujuan untuk menguji pengaruh model Project Based Learning (PJBL) berbantuan media Mind Mapping terhadap minat dan hasil belajar siswa pada materi Pasar Tidak Sempurna. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan hasil belajar siswa akibat metode konvensional (teacher-centered). Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas VIII SMP PGRI 03 Malang. Data minat belajar dihimpun melalui kuesioner, sedangkan hasil belajar melalui tes, yang kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test pada SPSS. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua variable, Minat Belajar Rata-rata nilai meningkat dari 64,27 (pre-test) menjadi 75,93 (post-test). Hasil Belajar: Rata-rata nilai meningkat dari 57,83 (pre-test) menjadi 76,83 (post-test). Uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi 0,000, sehingga Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi model PJBL dan media Mind Mapping efektif meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Strategi ini disarankan bagi guru untuk mengubah materi abstrak menjadi lebih visual, menyenangkan, dan bermakna.