Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Molecular Docking Human Plasma Kallikrein to Prevent Acute Respiratory Distress Syndrome(ARDS) in COVID-19 Patient Feriawan Tan; Cindy ApriliaEkaPrasanty; Anna Surgean Veterini; YuaniSetiawati; Rizki Awaluddin; Fadilah Fadilah; Siti Khaerunnisa
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 15 No. 4 (2021): Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37506/ijfmt.v15i4.16860

Abstract

SARS CoV-2 infection causes various clinical manifestations ranging from mild to severe. Acute RespiratoryDistress Syndrome (ARDS) is a severe complication of COVID-19 caused by activation of the kallikreinkininsystem which produces bradykinin which is a potent proinflammatory mediator. This research is anin silico study which aims to determine the potential of active medicinal plant compounds in inhibiting thekallikrein-kinin system.Molecular docking in this study using Autodock 4.2 with Lamarckian GA criteria.Human plasma kallikrein (PDB ID: 5TJX) was docked with 70 compounds and one native ligandand analyzedusing Autodock 4.2.The smallest binding energy obtained from docking 5TJX with several compoundsin sequence, namely, xanthohumol, nafamostat, demethoxycurcumin, epicatechingallate, beta mangostin,alpha mangostin (-9.52, -9.35, -9.33, -9.28, -9.19, -9.06 kcal/mol). Therefore, the compound shows the bestpotential as a plasma kallikrein inhibitor. However, further research is still needed to determine the potentialof drugs and medicinal plant active compounds for medical treatment.
PENYULUHAN MENGENAI CUCI TANGAN DAN PENGGUNAAN HANDSANITIZER UNTUK MENCEGAH INFEKSI COVID-19 Marfu'ah, Nurul; Kusumaningtyas, Nadia Mira; Awaluddin, Rizki; Kurniawan, Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jpmbr.v4i3.1709

Abstract

Berkembangnya wabah Corona Virus Disease-19 (COVID-19) di dunia hingga ke Indonesia, sangat mengkhawatirkan seluruh lapisan masyarakat. salah satu cara yang dilakukan untuk mencegah infeksi Covid-19 adalah dengan mencuci tangan dan menggunakan handsanitizer. Banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana cara mencuci tangan dan menggunakan handsanitizer yang baik dan benar. Oleh karena itu, kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai cuci tangan dan pelatihan penggunaan handsanitizer. Responden adalah karyawan UNIDA Gontor Kampus Putri Mantingan, Ngawi sebanyak 31 orang. Sebelum dan sesudah penyuluhan dan pelatihan, responden diberi pre test dan post test untuk mengukur tingkat pengetahuan dan keterampilan responden. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan dan pelatihan, tingkat pengetahuan dan keterampilan responden mengenai cuci tangan dan penggunaan handsanitizer terdiri atas Sangat Baik (67,7 %) dan Baik (32,3 %). Sedangkan setelah penyuluhan dan pelatihan, 100 % responden mengetahui dengan Sangat Baik mengenai cuci tangan dan penggunaan handsanitizer yang baik dan benar. Kegiatan penyuluhan mengenai cuci tangan dan pelatihan penggunaan handsanitizer dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan responden (karyawan) mengenai hal tersebut. Hal ini diharapkan dapat menghindarkan responden dari infeksi covid-19 dan meningkatkan kesehatan para karyawan.
Formulasi dan Karakterisasi Cangkang Kapsul dari Pati Kulit Kentang (Solanum tuberosum L.) dan Madu sebagai Plasticizer Indah Tri Lestari; Andi Asma Atmadi Putri; Fauzia Nurul Fajriah; Rizki Awaluddin; Aulia Rahma
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 9, No 3 (2021): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Institute for Halal Industry and System (IHIS) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.3301

Abstract

Cangkang kapsul komersial umumnya terbuat dari bahan gelatin, tetapi juga dapat dibuat dari pati. Salah satu sumber pati terdapat pada kulit kentang (Solanum tuberosum L). Pengembangan cangkang kapsul keras dari bahan alam sedang menjadi trend saat ini, namun cangkang kapsul keras dari bahan baku pati mudah rapuh tanpa plasticizer. Madu dapat digunakan sebagai plasticizer untuk meningkatkan elastisitas kapsul agar tidak mudah pecah atau rapuh. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan pati kulit kentang dengan berbagai konsentrasi terhadap karakteristik fisik cangkang kapsul keras dan pengaruh madu sebagai plasticizer pengganti gliserol. Cangkang kapsul keras dibuat dengan penambahan pati dengan berbagai konsentrasi 0% (FI), 2% (FII), 4% (FIII), 6% (FIV), 8% (FV) dengan penambahan madu 2,5%, Karagenan 2 %, sukrosa 2,5% dan aquadest ditambahkan 100%. Cangkang kapsul keras dibuat secara manual dengan cara mencelupkan cetakan ke dalam larutan masing-masing formula kemudian di oven. Karakteristik fisik cangkang kapsul keras dievaluasi dan dibandingkan dengan cangkang kapsul keras komersial nomor 0 (nol). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa FII merupakan formula terbaik dan memenuhi standar karakteristik fisik cangkang kapsul keras.
Aktivitas Larvasida Fraksi N-Heksan Ekstrak Etanol Daun Mengkudu (Morinda citrifolia. L) terhadap Larva Aedes sp. Rizki Awaluddin; Binti Sholihatin; Nurul Marfu'ah; Solikah Ana Estikomah
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Aspirator Volume 13 Nomor 2 2021
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.358 KB) | DOI: 10.22435/asp.v13i2.4823

Abstract

Abstract. Aedes sp. is a vector of the dengue virus that causes Dengue Hemorrhagic Fever (DHF).Larvicides are the optimal method for controlling mosquito development. Temephos is a larvicidalagent of the organophosphate group which is reported to cause side eff ects and ecological hazards,as well as resistance based on reports in several country. This study aims to determine the larvicidalactivity of the n-hexane fraction of Morinda citrifolia leaf ethanol extract on Aedes sp. The compoundgroups in the fraction were identifi ed using TLC through UV light and spray reagents. There were sixtypes of treatment including four concentration fractions (400, 600, 800, and 1000 ppm) as treatment,positive control (temephos 1%) and negative control 1% acetone solution. Twenty-fi ve mosquito larvaeof Aedes sp. tested for each treatment. Larval mortality was recorded and LC50 and LC99 values wereanalyzed using the probit. The results showed that the TLC test of the n-hexane fraction was positivefor terpenoids, anthraquinones, phenols, tannins, and fl avonoids. The results showed that the LC50 andLC99 values were 1040 ppm and 2439 ppm. Therefore, the n-hexane fraction of the ethanol extract hadlarvicidal activity on Aedes sp with li le toxicity.
UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK BUAH LABU AIR (Lagenaria siceraria) DAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) SEBAGAI ANTIBAKTERI Salmonella typhi SECARA IN VITRO Lutfi Shantia; Nurul Marfu’ah; Rizki Awaluddin
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.628 KB) | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i1.4298

Abstract

Salmonella typhi merupakan bakteri gram negatif yang menyebabkan demam tifoid (tifus), yaitu penyakit infeksi yang menyebar keseluruh tubuh ditandai dengan demam panjang. Terapi penyembuhan untuk tifus dilakukan dengan terapi pemberian antibiotik, salah satunya adalah kloramfenikol. Beberapa waktu terakhir, bakteri Salmonella typhi menjadi resisten terhadap kloramfenikol, ampisilin dan trimethropim-sulfamethoxazole. Penelitian ini dimaksudkan untuk meneliti tanaman herbal sebagai antibakteri Salmonella typhi. Tanaman yang akan diuji adalah ekstrak etanol buah labu air dan rimpang kunyit dengan konsentrasi tunggal dan kombinasi sebagai antibakteri Salmonella typhi secara in vitro. Perlakuan dibagi menjadi 7 kelompok yang terdiri dari, kontrol positif (Kloramfenikol), kontrol negatif (CMC Na 1%), kombinasi 0%:100%; 75%:25%; 50%:50%; 25%:75%; dan 100%:0%. Data analisis menggunakan uji statistik non parametrik Kruskall-Wallis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapat hasil zona hambat dengan rentan nilai rata-rata 0-1 mm. Kombinasi ekstrak etanol buah labu air 100% dan rimpang kunyit 0% menghasilkan zona hambat paling besar dibandingkan kombinasi lain yaitu sebesar 1,25 mm (respon hambat lemah).
EDUKASI SERTA PELATIHAN PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH MENJADI SABUN CUCI DI KECAMATAN MANTINGAN KABUPATEN NGAWI JAWA TIMUR Rizki Awaluddin; Solikah Ana Estikomah; Satwika Budi Sawitri
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 4 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i4.713

Abstract

Used cooking oil is used cooking oil. Used cooking oil that is used repeatedly can cause disease, in addition, if it is disposed of directly into the environment, it can cause environmental pollution. The lack of public knowledge about the dangers of using used cooking oil will eventually have a negative impact, so there is a need for public education about the health risks of using used cooking oil and the need for training to recycle used cooking oil to make products that are beneficial and friendly to the environment. The purpose of this activity is to educate and provide skills through training provided to the community, especially PKK women in Sambirejo village about processing used cooking oil into solid soap. The method in community service is in the form of counseling accompanied by questions and answers, then demonstrations and practice are carried out. The material presented in the counseling was the understanding of used cooking oil and the dangers of consuming it, the impact of throwing waste directly into the ground/water, and how to recycle used cooking oil. Based on the results of the program implementation, it was found that making soap from used cooking oil was easily understood by partners from PKK women from Sambirejo Mantingan village. The sustainability of this program deserves to be maintained in order to increase the independence of the community through the manufacture of economically valuable products. Community empowerment through making soap from used cooking oil as an effort to provide benefits to the community. Making soap from used cooking oil is easily understood by partners.
Uji Efektivitas Kombinasi Ekstrak Buah Labu Air (Lagenaria siceraria) dan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica) Sebagai Antibakteri Salmonella typhi Secara In Vitro Lutfi Shantia; Nurul Marfu’ah; Rizki Awaluddin
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i1.4298

Abstract

Salmonella typhi merupakan bakteri gram negatif yang menyebabkan demam tifoid (tifus), yaitu penyakit infeksi yang menyebar keseluruh tubuh ditandai dengan demam panjang. Terapi penyembuhan untuk tifus dilakukan dengan terapi pemberian antibiotik, salah satunya adalah kloramfenikol. Beberapa waktu terakhir, bakteri Salmonella typhi menjadi resisten terhadap kloramfenikol, ampisilin dan trimethropim-sulfamethoxazole. Penelitian ini dimaksudkan untuk meneliti tanaman herbal sebagai antibakteri Salmonella typhi. Tanaman yang akan diuji adalah ekstrak etanol buah labu air dan rimpang kunyit dengan konsentrasi tunggal dan kombinasi sebagai antibakteri Salmonella typhi secara in vitro. Perlakuan dibagi menjadi 7 kelompok yang terdiri dari, kontrol positif (Kloramfenikol), kontrol negatif (CMC Na 1%), kombinasi 0%:100%; 75%:25%; 50%:50%; 25%:75%; dan 100%:0%. Data analisis menggunakan uji statistik non parametrik Kruskall-Wallis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapat hasil zona hambat dengan rentan nilai rata-rata 0-1 mm. Kombinasi ekstrak etanol buah labu air 100% dan rimpang kunyit 0% menghasilkan zona hambat paling besar dibandingkan kombinasi lain yaitu sebesar 1,25 mm (respon hambat lemah).
Formulasi dan Karakterisasi Cangkang Kapsul dari Pati Kulit Kentang (Solanum tuberosum L.) dan Madu sebagai Plasticizer Indah Tri Lestari; Andi Asma Atmadi Putri; Fauzia Nurul Fajriah; Rizki Awaluddin; Aulia Rahma
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 9, No 3 (2021): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Institute for Halal Industry and System (IHIS) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.3301

Abstract

Cangkang kapsul komersial umumnya terbuat dari bahan gelatin, tetapi juga dapat dibuat dari pati. Salah satu sumber pati terdapat pada kulit kentang (Solanum tuberosum L). Pengembangan cangkang kapsul keras dari bahan alam sedang menjadi trend saat ini, namun cangkang kapsul keras dari bahan baku pati mudah rapuh tanpa plasticizer. Madu dapat digunakan sebagai plasticizer untuk meningkatkan elastisitas kapsul agar tidak mudah pecah atau rapuh. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan pati kulit kentang dengan berbagai konsentrasi terhadap karakteristik fisik cangkang kapsul keras dan pengaruh madu sebagai plasticizer pengganti gliserol. Cangkang kapsul keras dibuat dengan penambahan pati dengan berbagai konsentrasi 0% (FI), 2% (FII), 4% (FIII), 6% (FIV), 8% (FV) dengan penambahan madu 2,5%, Karagenan 2 %, sukrosa 2,5% dan aquadest ditambahkan 100%. Cangkang kapsul keras dibuat secara manual dengan cara mencelupkan cetakan ke dalam larutan masing-masing formula kemudian di oven. Karakteristik fisik cangkang kapsul keras dievaluasi dan dibandingkan dengan cangkang kapsul keras komersial nomor 0 (nol). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa FII merupakan formula terbaik dan memenuhi standar karakteristik fisik cangkang kapsul keras.
Fibrotic effect of monoculture, conditioned media and coculture of fibroblast NIH3T3 cells on collagen secretion and mRNA TGF-beta expressions Rizki Awaluddin; Dwi Aris Agung Nugrahaningsih; Prasetyastuti Prasetyastuti
Pharmaciana Vol 13, No 2 (2023): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v13i2.25482

Abstract

Fibrosis is common profound in diabetes condition, they characterized by accumulation of extracellular matrix in tissue then cause tissue injury. The study aim to investigate effect of monoculture, conditioned media, and coculture of NIH3T3 cells in LPS-high glucose media conditions on mRNA TGF-B and collagen secretion. The fibroblast NIH3T3 were cultured with various culture type there is mono culture NIH3T3, conditioned media from RAW264.7 culture media, and coculture with RAW264.7 cells (ratio 1:1 and 1:2)  in normal media (media containing 4500 mikro g/mL of glucose) and HG-LPS media (media containing LPS 0.25 mikro g/mL and D-glucose 5400 mikro g/mL). Our study shows that mRNA TGF-B and collagen secretion of fibroblast NIH3T3 cells in monoculture and conditioned media from inflammatory macrophages are not statistically different. On other hand, the TGF-B mRNA expression and the relative ratio of collagen secretion in RAW 264.7 and NIH 3T3 cell coculture media with a culture ratio of 1:1 were the highest compared to other models (p kurang dari 0.05). Our study conclude that RAW 264.7 and NIH 3T3 coculture cells (1:1) in LPS and high glucose media is appropriate for fibrosis in vitro models.
Senyawa Non-aromatik Herba Centella asiatica menggunakan Metode Baru melalui Karbon Aktif, dan Analisis Farmakologi Jejaring pada Luka Bakar Awaluddin, Rizki; Mustaqim, Rafli Mulkan; Arbain, Dayar; Hayati, Farida; Khaerunnisa, Siti
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i2.50623

Abstract

Prevalensi luka bakar masih menjadi perhatian kaitannya dengan perubahan fisik pasca luka bakar yakni contractures, hypertrophic scar dan keloid yang menurunkan fungsi, kualitas hidup dan estetika kulit. Herba pegagan (Centella asiatica) melalui senyawa triterpen telah dikenal untuk mempercepat luka bakar. Namun, sifat senyawa triterpen yang polar identik dengan keberadaan klorofil dan senyawa lainnya yang sulit dipisahkan. Masih adanya kontroversi terkait protein yang berperan dalam kesembuhan luka bakar membutuhkan kajian untuk menentukan protein potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode baru pada ekstraksi herba pegagan menggunakan karbon aktif serja kajian farmakologi jejaring untuk menentukan protein potensial. Herba pegagan diekstraksi menggunakan metode maserasi pada pelarut metanol dan dilanjutkan dengan penambahan karbon aktif. Hasil purifikasi diidentifikasi menggunakan KLT dengan fase gerak kloroform: asam asetat glasial: metanol: akuades (60:32:12:8 v/v) dan pereaksi semprot anisaldehid-asam sulfat. Kajian farmakologi jejaring dilakukan secara in silico untuk mengkaji interaksi protein-protein dan senyawa-protein berkaitan dengan luka bakar. Hasil skrining fitokimia menunjukkan keberadaan asaticoside pada ekstrak terpurifikasi dan maserat dengan nilai Rf yang relatif identik. Senyawa non aromatik berperan dalam mempercepat kesembuhan luka bakar dengan mempengaruhi protein IL1β, IL6, MAPK8, PTGS2, NOX4, IFN-γ, NFKB1, TGFβ1, MMP13, dan TNF.