Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Produk Kreatif Bagi Siswa-Siswi SMP Negeri 15 Mesuji Rahayu, Wiji; Nopriansyah, Untung
Lentera Pengabdian Vol. 2 No. 04 (2024): Oktober
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v2i04.487

Abstract

Sampah plastik menjadi masalah yang tidak akan habis, karena selama jumlah penduduk bertambah maka sampah jumlah sampah plastik yang ada juga akan bertambah. Semakin meningkat jumla penduduk maka semakin meningkat pula jumlah sampah yang ada. Limbah plastik dapat dijadikan produk yang memiliki nilai fungsional dan nilai estetika apabila dikelola menjadi sebuah produk. Adapun tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk memberikan mootivasi kepada siswa dan siswi tentang cara menangani limbah plastik untuk berbagai kerajinan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah deskriptif kualitatif melalui pendekatan sosialisasi, penyajian materi, praktek pelatihan pembuatan produk dan evaluasi. Hasil dari kegiatanpengabdian ini yaitu adanya peningkatan kreativitas, pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik pengeloalaan sampah, menghasilkan produk limbah berbahan plastik menjadi produk yang memiliki nilai estetika dan fungsional.
Peran media pembelajaran sejarah dalam meningkatkan keterlibatan siswa Setyawan, Agus; Rahayu, Wiji; Tiara Qonita, Azhra Tiara Qonita; Susilo, Agus
Journal of Language Teaching Lingustics and Literature Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Language Teaching Lingustics and Literature
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education in Indonesia faces the challenge of making learning more interesting and interactive, especially in the subject of Islamic Cultural Studies (SKI). This article discusses learning innovation using Prezi-based media at Yadika Lubuklinggau High School. A descriptive qualitative approach was used to gain an in-depth understanding of the implementation of the innovation. Through interviews with teachers, principals, and students, the results show that the use of Prezi in SKI learning successfully increased students' interest. The implementation steps involved identifying learning needs and objectives, planning the Prezi presentation, and introducing Prezi media to students. Teachers and principals gave full support to this innovation, despite technical constraints such as limited devices and internet connectivity. However, the use of Prezi enabled active student participation, improved their focus and understanding of the SKI material. The observation shows that Prezi creates learning that is engaging, dynamic, and interactive. Students feel more interested and enthusiastic in learning SKI, especially with the use of multimedia elements such as images, videos and audio. Full support from the school principal is key to the success of this innovation. Although there are technical constraints, continuous implementation and ongoing training for teachers are needed to maximize the potential of Prezi in SKI learning. In conclusion, the use of Prezi in SKI learning effectively increases students' interest, strengthens participation, and creates a more interesting and interactive learning environment.
PERAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN SISWA Setiawan, Agustiawan gus; Rahayu, Wiji; Qonita, Azhra Tiara; Susilo, Agus
Danadyaksa Historica Vol 5, No 1 (2025): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v5i1.8989

Abstract

AbstrakPendidikan di Indonesia menghadapi tantangan untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif, terutama dalam mata pelajaran Studi Kebudayaan Islam (SKI). Artikel ini membahas inovasi pembelajaran menggunakan media berbasis Prezi di SMA Yadika Lubuklinggau. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pelaksanaan inovasi tersebut. Melalui wawancara dengan guru, kepala sekolah, dan siswa, hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan Prezi dalam pembelajaran SKI berhasil meningkatkan minat siswa. Langkah-langkah pelaksanaan melibatkan identifikasi kebutuhan dan tujuan pembelajaran, perencanaan presentasi Prezi, dan pengenalan media Prezi kepada siswa. Guru dan kepala sekolah memberikan dukungan penuh terhadap inovasi ini, meskipun terdapat kendala teknis seperti keterbatasan perangkat dan konektivitas internet. Namun, penggunaan Prezi memungkinkan partisipasi siswa yang aktif, meningkatkan fokus, dan pemahaman mereka terhadap materi SKI. Hasil observasi menunjukkan bahwa Prezi menciptakan pembelajaran yang menarik, dinamis, dan interaktif. Siswa merasa lebih tertarik dan antusias dalam pembelajaran SKI, terutama dengan penggunaan elemen multimedia seperti gambar, video, dan audio. Dukungan penuh dari kepala sekolah menjadi kunci keberhasilan inovasi ini. Meskipun terdapat kendala teknis, implementasi yang berkelanjutan dan pelatihan terus-menerus bagi guru diperlukan untuk memaksimalkan potensi Prezi dalam pembelajaran SKI. Kesimpulannya, penggunaan Prezi dalam pembelajaran SKI efektif meningkatkan minat siswa, memperkuat partisipasi, dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.Kata Kunci: Studi Kebudayaan Islam, minat siswa, pembelajaran berbasis media
Tindak Tutur Ekspresif dalam Podcast Raditya Dika “Cerita Ruang IGD” Syavika, Nur; Rahayu, Wiji; F, Fatmawati
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 4, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18276153

Abstract

This study aims to examine the forms and functions of expressive speech acts found in Raditya Dika’s podcast entitled Cerita Ruang IGD. The research employs a qualitative approach using a content analysis method. Data were collected through listening and note-taking techniques applied to the utterances in the podcast. Expressive speech acts are utterances that reflect the speaker’s psychological state toward a particular situation, such as expressing gratitude, giving compliments, stating beliefs, and expressing disappointment. The results show that there are five instances of expressions of gratitude, two instances of expressions of belief, five instances of compliments, and one instance of disappointment. Each type of expressive speech act has social and emotional functions in building interpersonal relationships, as well as in portraying the speaker’s character and self-image. In this context, Raditya Dika and dr. Gia Pratama use expressive speech acts not only as a means of communication but also to strengthen emotional impressions and create a warm and intimate conversational atmosphere. This study contributes to pragmatic studies, particularly in understanding the contextual use of language in everyday communication through digital media. The findings highlight the importance of language awareness in social and emotional contexts and serve as a reference for further research in language analysis in online media.
Representasi Mental Ambiguitas Semantik Pada Teks Naratif dan Implikasinya Terhadap Pemahaman Bacaan di Kalangan Remaja Syavika, Nur; Rahayu, Wiji; F, Fatmawati
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 6 (2026): Januari
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18212034

Abstract

This study analyzes adolescents' mental representations of semantic ambiguity in narrative texts and their implications on reading comprehension through a descriptive qualitative approach. Literature studies are the main data collection technique from books and scientific journals related to semantic ambiguity, mental representation, narrative texts, and adolescent reading comprehension. Data analysis involves information reduction, narrative presentation, and drawing conclusions to illustrate the relationship between linguistic phenomena and readers' cognitive processes. Lexical ambiguities in the form of polysemimes and homonyms, syntactic ambiguities of double sentence structures, and ambiguities of slang or cultural meanings result in unstable mental representations that require language decoding, inference, meaning revision, and continuous monitoring of understanding. This cognitive process increases the workload of working memory so that adolescents' reading comprehension varies, decreases the accuracy of interpretation of storylines, characters, and main messages, although it also trains critical thinking if successfully completed effectively.