Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Humic acid enriched with urea and NPK factory by-products promoted the growth and yield of Saccharum officinarum L. Aziz, Muhammad Abdul; Fitriyah, Fauziatul; Wahyuni, Sri; Arisandy, Poppy; Fadila, Hana; Siregar, Valdi Muhamad Rafiansyah; Sulastri, Sulastri; Luktyansyah, Insyiah Meida; Priyono, Priyono; Siswanto, Siswanto
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): April
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.83960

Abstract

Nutrient uptake efficiency in sugarcane (Saccharum officinarum L.) must be increased using organic matter to restore soil fertility, resulting in greater productivity. The humic substance is a complex organic material that is excellent for overcoming this challenge. This study aimed to determine the effect of the humic acid enriched by liquid urea by-product (PSUC) and liquid NPK by-product (PSNC) application on the growth and productivity of sugarcane. The experiment was conducted from October 2021 to September 2022 on PT RNI plantation land, Jatitujuh, Majalengka. The research was arranged in a completely randomized (CRD) using two different humic acid product prototypes (PSUC and PSNC) with two evaluation times, a screening and a semi-pilot scale. Solid humic at a dose of 15 Kg ha⁻¹ was applied by mixing it with inorganic fertilizers, while liquid humic at a total dose of 15 L ha⁻¹ was applied by foliar spray technique at 1, 2, and 3 months after planting (MAP). The results showed that applying humic acid PSUC and PSNC enhanced sugarcane shoot growth, segmented stem number, and diameter. In addition, it could consistently promote sugarcane yields on the semi-pilot scale up to 19.18% and 24.26% under humic acid PSUC and PSNC treatments, respectively. Therefore, both in the screening and semi-pilot evaluation, the solid and liquid humic acid PSUC and PSNC applied simultaneously are potential organic materials to enhance sugarcane growth and yield.
The Effect of Humic Acid on Shallots Growth and Yield In Brebes Wahyuni, Sri; Fadila, Hana; Aziz, Muhammad Abdul; Siregar, Valdi Muhammad Rafiansyah; Fitriyah, Fauziatul; Putra, Soekarno Mismana; Arisanty, Poppy; Sulastri, Sulastri; Luktyansyah, Insyiah Meida; Priyono, Priyono; Siswanto, Siswanto
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 31 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.31.1.151

Abstract

The effectiveness of humic acid application in increasing shallot yields for farmers must be studied, particularly in terms of quality and quantity. It is also consistent with the relatively high consumption and public demand for shallots year after year. The purpose of this study was to examine how humic acid spraying affects shallot growth and production. Humic acid was applied in two stages: fertilizer coating and foliar spray, with varying treatment dosages. Field testing was conducted in two trials. The initial test revealed that the treatment plants grew faster than the control plants, potentially increasing yields by 7−15%. The validation test (second test) with three treatments yielded the same results: treatment plants outgrew the control specimen, increasing yields by 20−25%. Based on these findings, the use of humic acid may be an alternative for enhancing the agricultural industry, particularly in shallots. Keywords: coating, fertilization effectiveness, foliar spray
Humic acid enriched with urea and NPK factory by-products promoted the growth and yield of Saccharum officinarum L. Aziz, Muhammad Abdul; Fitriyah, Fauziatul; Wahyuni, Sri; Arisandy, Poppy; Fadila, Hana; Siregar, Valdi Muhamad Rafiansyah; Sulastri, Sulastri; Luktyansyah, Insyiah Meida; Priyono, Priyono; Siswanto, Siswanto
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): April
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.83960

Abstract

Nutrient uptake efficiency in sugarcane (Saccharum officinarum L.) must be increased using organic matter to restore soil fertility, resulting in greater productivity. The humic substance is a complex organic material that is excellent for overcoming this challenge. This study aimed to determine the effect of the humic acid enriched by liquid urea by-product (PSUC) and liquid NPK by-product (PSNC) application on the growth and productivity of sugarcane. The experiment was conducted from October 2021 to September 2022 on PT RNI plantation land, Jatitujuh, Majalengka. The research was arranged in a completely randomized (CRD) using two different humic acid product prototypes (PSUC and PSNC) with two evaluation times, a screening and a semi-pilot scale. Solid humic at a dose of 15 Kg ha⁻¹ was applied by mixing it with inorganic fertilizers, while liquid humic at a total dose of 15 L ha⁻¹ was applied by foliar spray technique at 1, 2, and 3 months after planting (MAP). The results showed that applying humic acid PSUC and PSNC enhanced sugarcane shoot growth, segmented stem number, and diameter. In addition, it could consistently promote sugarcane yields on the semi-pilot scale up to 19.18% and 24.26% under humic acid PSUC and PSNC treatments, respectively. Therefore, both in the screening and semi-pilot evaluation, the solid and liquid humic acid PSUC and PSNC applied simultaneously are potential organic materials to enhance sugarcane growth and yield.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MEDIUM-CHAIN TRIGLYCERIDE DAN PELUANGNYA UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMI KELAPA SAWIT INDONESIA Putra, Ludwinardo; Kresnawaty, Irma; Fitriyah, Fauziatul
WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit Vol. 30 No. 2 (2025): Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.war.warta.v30i2.234

Abstract

Medium-chain Triglycerides (MCT) merupakan senyawa lemak fungsional yang semakin mendapat perhatian dalam industri pangan dan kesehatan global karena karakteristik metabolik dan fisiologisnya yang unggul. Dibandingkan trigliserida rantai panjang (LCT), MCT lebih cepat diserap dan digunakan tubuh sebagai sumber energi, sehingga diaplikasikan luas dalam diet ketogenik, nutrisi klinis, serta suplemen olahraga. Hingga saat ini, minyak kelapa menjadi sumber utama bahan baku MCT karena kandungan asam lemak rantai sedang (MCFA) yang tinggi, namun keterbatasan suplai dan harga yang tinggi membatasi skalabilitasnya secara global. Kajian ini mengulas potensi minyak inti sawit (PKO) sebagai bahan baku alternatif untuk produksi MCT berbasis kelapa sawit. Selain ketersediaannya yang tinggi di Indonesia (>5 juta ton/tahun), PKO memiliki kandungan MCFA signifikan, terutama asam laurat (C12), serta harga yang lebih kompetitif dibanding minyak kelapa. Dari sisi teknologi, berbagai pendekatan sintesis MCT telah dikembangkan, mulai dari reaksi kimiawi, enzimatik, hingga rekayasa molekuler berbasis mikroorganisme dan mikroalga. Beberapa penelitian juga menunjukkan potensi ekonomi sirkuler dengan memanfaatkan distilat PKO sebagai bahan baku bernilai tambah tinggi. Indonesia memiliki peluang strategis untuk menjadi produsen utama MCT global karena rantai pasok sawit yang terintegrasi, skala produksi besar, dan dukungan kebijakan hilirisasi nasional. Pengembangan teknologi produksi MCT berbasis PKO tidak hanya mendukung daya saing industri sawit, tetapi juga membuka peluang komersialisasi produk turunan sawit bernilai tinggi di sektor kesehatan global.
TRANSFORMASI PEMULIAAN TANAMAN KELAPA SAWIT MELALUI SELEKSI GENOMIK DAN KECERDASAN BUATAN MENUJU DATA-DRIVEN SMART BREEDING Fitriyah, Fauziatul; Siregar, Heri Adriwan
WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit Vol. 30 No. 3 (2025): Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.war.warta.v30i3.242

Abstract

Penggunaan genomic selection (GS), machine learning (ML), dan artificial intelligence (AI) semakin mendorong pergeseran paradigma dari pemuliaan fenotipik tradisional menuju predictive breeding. Pendekatan ini memanfaatkan data genetik untuk memprediksi potensi suatu individu pada tahap perkembangan awal, sehingga secara drastis dapat mempercepat genetic gain. Tinjauan ini mengkaji transformasi menuju pemuliaan prediktif yang memanfaatkan GS dan AI untuk mempercepat target kemajuan genetik. GS memungkinkan prediksi pemuliaan individu menggunakan penanda genomik, mengatasi keterbatasan marker-assisted selection (MAS). Integrasi dengan algoritma AI seperti artificial neural networks (ANN) meningkatkan akurasi prediksi hingga 32.8% dengan memperhitungkan interaksi non-linear dan epistasis. Implementasi komersial oleh Sime Darby Plantation (GenomeSelect™) membuktikan viabilitas ekonomi GS melalui strategi seleksi induk dan reduksi marker. Roadmap ke depan memerlukan pendekatan hibrid (GBLUP, model multi-trait, AI), investasi dalam high-throughput phenotyping dan enviromics, serta kolaborasi global untuk menciptakan ekosistem pemuliaan berbasis data (data-driven smart breeding) yang powerful.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Contextual Teaching and Learning (CTL) Fitriyah, Fauziatul
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah  Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah (JIPDASMEN)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jipdasmen.v2i3.116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa melalui metode Contextual Teaching and Learning pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) di Kelas V. Penelitian ini menggunakan metode CTL karena dapat mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata siswa. Sehingga diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran yang disampaikan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang menggunakan 2 siklus pada setiap tahapnya yaitu : perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di MI Islamiyah Sunan Giri Lamongan dengan subyek siswa Kelas V berjumlah 25 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, hasil tes siswa, isian angket. Hasil menunjukkan pada siklus pertama siswa masih banyak yang tidak fokus dalam mengikuti pembelajaran, nilai yang lulus KKM = 75 sebanyak 15 dari 25 siswa sedangkan ketuntasan klasikal adalah 60% dan siswa tidak lulus KKM sebanyak 10 dari 25 siswa sedangkan ketuntasan klasikal adalah 40%. Sedangkan pada siklus kedua menunjukkan bahwa penggunaan metode CTL berhasil meningkatkan minat dan hasil belajar siswa terutama pada materi pembelajaran KPK yang ditunjukkan dengan siswa lebih fokus mengikuti pembelajaran dan hasil belajar meningkat terdapat 21 dari 25 siswa lulus KKM atau ketuntasan klasikal 84% dan sebanyak 4 dari 25 siswa tidak lulus KKM atau ketuntasan klasikalnya 16%.