Yusmartato, Yusmartato
Unknown Affiliation

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Rancangan Prayer Floor Adjustable For Plane Sitanggang, Shalahuddin Al Ayubi; Parinduri, Luthfi; Yusmartato, Yusmartato; Ferdian, Hafiz; Alfredo, Alfredo; Rian, Agung Firmansyah; Sofian, Edi
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 6, No 3 (2021): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v6i3.4599

Abstract

Kewajiban Salat fardu lima waktu merupakan bagian kehidupan setiap umat Islam. dapat dilakukan di rumah, di mesjid dan dilapangan terbuka. Dalam fiqih sholat terjadi khilafiah dalam pelaksanaan sholat, khusus bagi mereka yang sadang bermusyafir menggunakan pesawat terbang. Namun bagaimana perusahaan  penerbangan memfasilitasi pelaksanaan sholat  ketika seorang akan melaksanakan sholat dalam pesawat terbang. Ini merupakan tantangan bagi perusahaan penerbangan dalam memberikan pelayanan bagi konsumen muslim yang taat. Untuk itu perlu dibuat fasilitas tempat (lokasi) khusus untuk salat di pesawat sebagai solusi. Masalah berikutnya, bahwa salat wajib menghadap kiblat, sementara pesawat dalam perjalanan bergerak bisa berubah ubah arah. Untuk itu perlu dirancang tempat salat yang yang tetap pada posisi menghadap kiblat meski arah pesawat berbelok kekiri maupun kekanan. Rancangan tersebut diberi nama “Prayer Floor Adjustable For Plane”. Saudian Airline menyediakan ruang sholat di pesawat tetapi dengan lantai  statis, dimana arah kiblatnya akan berubah sesuai arah pesawat bergerak. Rancangan Prayer Floor Adjustable For Plane memungkinkan lantai sholat bergerak menyesuaikan tetap pada posisi menghadap kiblat . Perancangan ini didukung teknologi mekanotrika dan teknologi sensor GNSS (Global Navigation Satellite System). Mikrokontroler Programmable Logic Controller (PLC) memberi perintah ke motor listrik untuk memutar lantai salat sesuai dengan arah kiblat.
Perancangan Alat Pengaturan Kecepatan Motor DC Shunt Menggunakan Rangkaian DC Chopper Berbasis Komputer Yusmartato, Yusmartato
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 1, No 1 (2016): JET Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v1i1.185

Abstract

Pengaturan kecepatan motor dc banyak dilakukan dengan cara, seperti kontaktor, relay, dan modulasi lebar pulsa pengendalian kecepatan motor dalam teknologi elektronika menggunakan teknik pengoperasian modulasi lebar pulsa dengan mengendalikan penyulutan sudut phasa listrik, dapat mempermudah pengendalian kecepatan putaran motor. Dengan terjadinya perubahan penyulutan sudut phasa, maka terjadi perubahan tegangan. Perubahan tersebut menggakibatankan perubahan kecepatan putaran motoe sehingga diharapkan menghasilkan produksi yang optimal. Energi listrik yang menghasilkan motor dc shunt sangat dipengaruhi oleh kecepatan putaranya. Dengan kata lain, maka motor harus mampu mempertahankan kecepatan putaranya sehingga energi listirk yang dihasikan motor dc shunt tetap stabil. Oleh karena itu diperlukan sistem yang dapat mengendalikan putaran motor berbasis mikrokontroller AT89S51 agar motor dc shunt tetap fokus mempertahankan kecepatan putanya.
Analisa Relai Arus Lebih Dan Relai Gangguan Tanah Pada Penyulang LM5 Di Gardu Induk Lamhotma Yusmartato, Yusmartato; Yusniati, Yusniati
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 1, No 2 (2016): JET Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v1i2.200

Abstract

Penyulang tegangan menengah adalah sarana untuk pendistribusian tenaga listrik dari gardu induk ke konsumen. Tetapi dalam kenyataannya penyulang tersebut sering mengalami gangguan, diantaranya adalah gangguan hubung singkat. Oleh karena itu untuk melokalisasi gangguan tersebut diperlukan sistemproteksi yang memenuhi persyaratan sensitvfitas, keandalan, selektivitas dan kecepatan, yang semuanya bergantung pada ketepatan setting peralatan proteksinya. Peralatan proteksi yang biasa digunakan untuk penyulang teganganmenengah adalah relai arus lebih (Over Current Relay) dan relai gangguan tanah (Ground Fault Relay), yaitu relai yang berfungsi mengintruksikan pemutus tenaga untuk membuka, sehingga saluran udara tegangan menengah/ saluran kabel tegangan menengah yang terganggu dipisahkan dari jaringan. Pada Skripsi ini akan dibahas tentang perbandingan antara setting relai proteksi hasil perhitungan dengan setting proteksi yang terpasang pada penyulang LM5 di Gardu Induk Lamhotma.
Kontribusi Konversi Mobil Konvensional Ke Mobil Listrik Dalam Penanggulangan Pemanasan Global Parinduri, Luthfi; Yusmartato, Yusmartato; Parinduri, Taufik
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 3, No 2 (2018): JET Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v3i2.551

Abstract

Pemanasan global adalah peristiwa proses meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan atmosfer dan permukaan bumi yang disebabkan oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca yang diakibatkan oleh aktivitas manusia itu sendiri. Pengurangan emisi gas rumah kaca yang dibutuhkan untuk membatasi pemanasan global hingga kurang dari 20 C kemungkinan tidak dapat tercapai tanpa kontribusi besar dari sektor transportasi. International Energy Agency menunjukkan bahwa sektor transportasi global harus memberikan kontribusi sekitar seperlima dari keseluruhan pengurangan emisi gas rumah kaca dari penggunaan energi pada tahun 2050. Mobil listrik diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat dalam mengurangi emisi gas rumah kaca di bidang transportasi. Mobil listrik ini dipandang sebagai penyumbang utama tujuan pengurangan emisi gas rumah kaca karena meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi intensitas CO2 .Perkembangan mobil listrik di dunia pun berkembang signifikan.Sektor transportasi menyumbang emisi gas yang cukup besar, yaitu sebesar 23 % dari total emisi gas rumah kaca. Konversi mobil konvensional ke mobil listrikditargetkan dapat mengurangi setengah dari total emisi gas rumah kaca yang dihasilkan pada tahun 2013 sebesar 33 Gigaton.
Penentuan Nilai Arus Pemutusan Pemutus Tenaga Sisi 20 KV pada Gardu Induk 30 MVA Pangururan Yusmartato, Yusmartato; Ramayulis, Ramayulis; Hasibuan, Abdurrozzaq
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 3, No 1 (2018): JET Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v3i1.296

Abstract

Jaringan distribusi 20 kV berfungsi menyalurkan energi listrik dari gardu induk ke konsumen. Pasa jaringan udara 20 kV sering terjadi gangguan terutama gangguan hubung singkat. Maka pada jaringan distribusi dipasang sistem pengaman. Dalam setiap sistem pengaman listrik minimum terdiri dari pemutus tenaga, relay,  dan transformator ukur.  Pemutus Tenaga (PMT) atau Circuit Breaker (CB) merupakan saklar mekanis, yang mampu menutup, mengalirkan dan memutus arus beban dalam kondisi normal serta mampu menutup, mengalirkan dan memutus arus beban dalam kondisi gangguan seperti kondisi hubung singkat. Salah satu alat pengaman  jaringan distribusi adalah Pemutus Tenaga. Dalam keadaan gangguan, pemutus tenaga harus mampu melokalisir titik gangguan sehingga tidak merusak peralatan listrik yang lain. Dalam hal ini untuk penentuan nilai arus pemutusan kapasitas pemutus tenaga, arus gangguan yang dihitung adalah gangguan hubung singkat tiga phasa, hal ini dilakukan karena arus gangguan tersebut merupakan nilai arus yang terbesar. Salah satu faktor yang menyebabkan besar arus gangguan hubung singkat tiga adalah letak titik gangguan. sehingga titik gangguan diasumsikan titik ganguannya berada di ujung penyulang/saluran, di busbar dan di dalam transformator. Setelah dilakukan perhitungan, nilai arus pemutusan pemutus tenaga untuk penyulang adalah 7,76 kA, untuk arus pemutusan pemutus tenaga  Busbar 20 kV adalah 9,33 kA dan untuk Transformator adalah 68,44 kA.
Pemilihan Fuse Cut Out Untuk Pengaman Transformator Distribusi 400 KVA Yusmartato, Yusmartato; Nasution, Ramayulis; Armansyah, Armansyah
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 4, No 2 (2019): JET Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.056 KB) | DOI: 10.30743/jet.v4i2.1619

Abstract

Dengan bertambahnya beban dan makin panjang suatu jaringan distribusi,  maka jumlah transformator distribusi juga semakin banyak pula serta jumlah gangguan akan semakin meningkat juga. Gangguan-gangguan tersebut bila tidak segera diantisipasi akan menyebabkan kerusakan pada berbagai peralatan,  sehingga untuk mencegah kerusakan tersebut perlu digunakan alat-alat pengaman yang  secukupnya. Salah  satu alat pengaman pada transformator distribusi 400 KVA  yaitu  Fuse Cut Out, karena  mudah diinstalasikan maupun mudah dioperasikan. Fuse Cut Out digunakan pada jaringan sistem distribusi  20 KV, selain untuk mengamankan transformator juga digunakan untuk memproteksi saluran distribusi dari gangguan-gangguan arus lebih atau beban lebih.
Pembangunan Gardu Induk 150 KV di Desa Parbaba Dolok Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Yusmartato, Yusmartato; Parinduri, Luthfi; Sudaryanto, Sudaryanto
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 2, No 3 (2017): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v2i3.233

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kegiatan pengawasan pembangunan proyek Gardu Induk (GI) PLN (Persero) dengan kapasitas 30 MVA, 150 KV/20 KV   di Desa Parbaba Dolok Kecamatan Pangururan   Kabupaten Samosir. Gardu induk ini merupakan gardu induk konvensional pasangan luar. Kegiatan pengawasan ini  merupakan pengawasan  terhadap pekerjaan lanjutan dari pembangunan yang sempat terbengkalai (mangkrak) beberapa waktu yang lalu. Pembangunan ini sebagai tahap akhir dari proyek yang dilaksanakan   sejak Agustus 2016. Dengan kegiatan pengawasan tersebut diharapkan pembangunan dapat berjalan secara efektif dan efisien serta harus selesai tepat waktu. Dengan  selesainya pembangunan gardu induk ini direncanakan daya listrik di Pulau Samosir akan meningkat 400% dari 6 MVA  menjadi 30 MVA. Tambahan daya listrik tersebut   secara teknis akan dapat memenuhi kebutuhan energi listrik bagi pembangunan dan pengembangan ekonomi terutana sektor parawisata di Pulau Samosir.
Menentukan Parameter Generator Impuls Untuk Gelombang Impuls Petir Yusmartato, Yusmartato; Nasution, Ramayulis
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 5, No 3 (2020): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v5i3.3549

Abstract

Jenis tegangan yang mungkin diuji terhadap suatu peralatan adalah tegangan tinggi searah, tegangan tinggi bolak-balik dan tegangan tinggi impuls. Untuk membangkitkan simulasi tegangan tinggi impuls dibutuhkan rangkaian generator impuls RLC satu tingkat dengan parameter-parameter yang sesuai dengan standar IEC. Tegangan yang dihasilkan rangkaian ini menyerupai tegangan yang dihasilkan oleh petir dan surja hubung. Gelombangnya berekor pendek dan bermuka curam selama gelombang ini berjalan melalui kawat transmisi bentuknya berubah, mukanya menjadi kurang curam, ekornya bertambah panjang dan amplitudonya berkurang. Besarnya tegangan impuls yang harus diterapkan pada alat-alat listrik untuk menguji ketahanan petir dan surja hubung ditetapkan dalam standar IEC. Dahulu pengujian tegangan tinggi impuls hanya berlaku untuk transformator tenaga  yang langsung terkena bahaya petir oleh karena bahaya itu mungkin juga mengancam mesin (terutama surja hubung),  maka pengujian impuls juga perlu dilakukan terhadap alat tersebut. Dalam merencanakan suatu generator impuls terlebih dahulu ditentukan spesifikasi tegangan keluarannya, yaitu: tegangan puncak (Vmaks), waktu muka gelombang (Tf), dan waktu ekor gelombang (Tt). Disamping itu, ditentukan juga kapasitas generator (W) dan efisiensi tegangannya (), dengan diketahuinya semua spesifikasi di atas, maka besarnya nilai komponen R, L, dan C dapat ditentukan, Dengan diketahui semua spesifikasi tegangan keluaran generator, maka besarnya nilai RLC dapat ditentukan dimana dalam penentuan parameter ini didapat nilai untuk RLC adalah : nilai resistansi (R) = 1498 M, Nilai induktansi (L) = 303 MH, dan Nilai kapasitansi (C) = 0,05 µF
Pemanfaatan Kembali Limbah Trafo Yang Sudah Tidak Terpakai Menjadi Trafo Las Hadiyatma, Andri Putra; Yusmartato, Yusmartato; Armansyah, Armansyah; Ramayulis, Ramayulis
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 5, No 2 (2020): JET Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v5i2.2882

Abstract

Las busur listrik umumnya disebut las listrik adalah salah satu cara menyambung logam dengan jalan menggunakan nyala busur listrik yang diarahkan ke permukaan logam yang akan disambung. Pada bagian yang terkena busur listrik tersebut akan mencair, demikian juga elektroda yang menghasilkan busur listrik akan mencair pada ujungnya dan merambat terus sampai habis. Logam cair dari elektroda dan dari sebagian benda yang akan disambung tercampur dan mengisi celah dari kedua logam yang akan disambung, kemudian membeku dan tersambunglah kedua logam tersebut. Busur listrik yang terjadi akan menimbulkan energi panas yang cukup tinggi sehingga akan mudah mencairkan logam yang terkena. Besarnya arus listrik dapat diatur sesuai dengan keperluan dengan memperhatikan ukuran dan type elektrodanya.Pada las busur, sambungan terjadi oleh panas yang ditimbulkan oleh busur listrik yang terjadi antara benda kerja dan elektroda. Elektroda atau logam pengisi dipanaskan sampai mencair dan diendapkan pada sambungan sehingga terjadi sambungan las. Mula-mula terjadi kontak antara elektroda dan benda kerja sehingga terjadi aliran arus, kemudian dengan memisahkan penghantar timbullah busur. Energi listrik diubah menjadi energi panas dalam busur dan suhu dapat mencapai 5500°C.
Rancangan Parkir Pintar Rian, Agung Firmansyah; Yusmartato, Yusmartato; Parinduri, Luthfi; Sitanggang, Shalahuddin Al Ayubi; Ferdian, Hafiz; Alfredo, Alfredo
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 6, No 3 (2021): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v6i3.4602

Abstract

Perancangan aplikasiSistemInformasiPengelolaanParkirMobilmerupakansuatuaplikasi yang diperuntukkan bagi parkir mobil, untuk mengatur parkir mobil dan memberikan informasi bagi pemilik kendaraan, serta mencatat berbagai transaksi yang dilakukannya. Aplikasi ini mempunyai dua level user, yaitu administrator dan petugas parkir. Administrator dapat melakukan manipulasi terhadap data petugas, data operasional, data blok parkir, dan data jenis parkir termasuk mengedit biaya parkir. Parkir Pintar yang dibuat dengan menggunakan aplikasi Autocad. Hasil desain 3D yang telah dibuat kemudian direalisasikan menjadi prototipe alat merupakan denah parkir yang akan ditampilkan pada Monitor LCD. Pada pembuatan prototipe mesin pencetak tiket tidak digunakan. Sebagai gantinya, nomor slot yang dituju akan ditampilkan pada monitor.