Hasanah, Mabruratul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Model Problem Based Learning (PBL) dalam Pembelajaran Fisika Muslimah, Muslimah; Jasilah, Jasilah; Ibana, Lukluk; Hasanah, Mabruratul; Hidayat, Siddiq
Kappa Journal Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v9i2.30899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X G SMA Negeri 2 Pamekasan, khususnya dalam pembelajaran fisika dengan menggunakan model pembelajaran PBL. Metode penelitian ini menggunakan PTK, penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Sebanyak 35 siswa berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen yang memuat pertanyaan deskriptif yang disusun sesuai dengan indikator berpikir kritis yang diuraikan oleh Ennis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL menghasilkan peningkatan yang nyata dalam keterampilan berpikir kritis siswa. Pada siklus pertama, tingkat ketuntasan belajar mencapai 62,85% dengan skor rata-rata 71,14. Kemajuan yang lebih tinggi terlihat pada siklus kedua, dengan tingkat ketuntasan belajar meningkat menjadi 74,29% dan skor rata-rata naik menjadi 80,85. Seluruh indikator berpikir kritis mengalami perkembangan positif, meliputi kemampuan memberikan penjelasan tambahan, mengembangkan keterampilan dasar, merumuskan penjelasan sederhana, menarik kesimpulan, serta merancang strategi dan taktik. Upaya peningkatan kinerja pada siklus kedua, seperti integrasi media interaktif berupa video kontekstual serta penguatan manajemen kelas, turut berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan capaian belajar siswa secara keseluruhan. Akibatnya, model PBL telah menunjukkan efektivitasnya dalam menumbuhkan pemikiran kritis, mempromosikan suasana belajar yang menarik dan kontekstual, dan menyelaraskan dengan persyaratan Kurikulum Merdeka dan kompetensi abad ke-21. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran ini dapat menjadi strategi alternatif yang layak untuk mengajar Fisika di tingkat pendidikan menengah.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Team Game Tournament) dengan Metode Tutor Sebaya untuk Menuntaskan Hasil Belajar Siswa Pada Kelas X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan Hasanah, Mabruratul; Rahman, Khalifatur
Momentum: Physics Education Journal Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.119 KB) | DOI: 10.21067/mpej.v1i1.1632

Abstract

This research background of their learning outcomes, student of class X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan who have not yet reached KKM particularly in the field of physics studies. Therefore, the researchers tried to use cooperative learning model TGT method peer tutor in class X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan on the subject Heat and Heat Transfer. The problems of this study are: 1). How completeness of student learning outcomes through the implementation of cooperative learning model TGT method peer tutor in class X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan ?. 2). How the student's activity during the implementation of cooperative learning model TGT method peer tutor in class X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan ?. The purpose of this study is : 1). To Finalising the student learning outcomes through the implementation of cooperative learning model TGT method peer tutors. 2). To determine the students' learning activities during the implementation of cooperative learning model TGT method peer tutors on the subject Heat and Heat Transfer. This research is a classroom action research. The experiment was conducted three cycles, with each cycle consisting of planning, implementation, observation, evaluation, and reflection. Subjects were students of class X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan in academic year 2014/2015. The data analysis technique used is descriptive statistics. From the analyst found that the learning outcomes of students from the first cycle to cycle III has reached completeness criteria with a percentage that is, the first cycle (50%), the second cycle (70%), Cycle III (85%) and student activity in accordance with the purpose of learning cooperative. The results of the evaluation of the pretest-posttest is from 10.00% (not exhaustive) to 90.00% (complete). Thus, it can be concluded that the type cooperative learning TGT Method Peer Tutor can complete physics learning outcomes and student activity IPA 6 Class X SMAN 2 Pamekasan on the subject Heat and Heat Transfer. Keywords: TGT, Learning Outcomes, Heat and Heat Transfer.Penelitian ini berlatar belakang adanya hasil belajar siswa kelas X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan yang belum mencapai KKM hususnya dalam bidang studi fisika. Oleh karena itu, peneliti mencoba menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan metode tutor sebaya di kelas X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan pada pokok bahasan Kalor dan Perpindahan Kalor. Permasalahan penelitian ini yaitu 1). Bagaimana ketuntasan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan metode tutor sebaya pada kelas X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan?. 2). Bagaimana aktivitas siswa selama penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan metode tutor sebaya pada siswa kelas X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan?.Tujuan Penelitian ini adalah 1). Untuk Menuntaskan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan metode tutor sebaya. 2). Untuk mengetahui Aktivitas belajar siswa selama penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan metode tutor sebaya. pada pokok bahasan Kalor dan Perpindahan Kalor. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilaksanakan tiga siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, evaluasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan tahun pelajaran 2014/2015. Analisis data yang digunakan adalah teknik statistik deskriptif. Dari hasil analis didapatkan bahwa hasil belajar siswa dari Siklus I sampai Siklus III sudah mencapai kriteria ketuntasan dengan persentase yaitu, Siklus I (50%), Siklus II (70%), Siklus III (85%) dan aktivitas siswa telah sesuai dengan tujuan pembelajaran kooperatif. Hasil evaluasi pretes-postes yaitu dari 10,00% (tidak tuntas) menjadi 90,00%(tuntas). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan Metode Tutor Sebaya dapat menuntaskan hasil belajar fisika dan aktivitas siswa Kelas X IPA 6 SMAN 2 Pamekasan pada pokok bahasan Kalor dan Perpindahan Kalor. Kata Kunci: TGT, Hasil Belajar, Kalor dan Perpindahan Kalor