Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Aplikasi Umbi Suweg (Amorphophallus campanulatus) Sebagai Alternatif Penurun Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Lianah Lianah; Dian Ayuning Tyas; Dian Triastari Armanda; Siti Mukhlishoh Setyawati
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v1i1.2666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbandingan kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus L.) setelah mengonsumsi suweg mentah dan suweg rebus. Eksperimen dilakukan pada 15 ekor tikus putih sehat dengan rerata berat badan 181-183 gram. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan. Setiap kelompok tikus normal diadaptasikan terhadap pakan selama 3 hari dan dipuasakan selama 8-12 jam, kemudian diberi pakan sesuai dengan kelompok perlakuan masing-masing pakan suweg dengan dosis 10 mg/180 g BB suweg rebus, 10 mg/180 g BB suweg mentah, dan 10 mg/180 g BB pakan standar (kontrol).  Kadar glukosa darah diukur dengan glukometer pada menit ke 0, 60 dan 120 setelah pemberian pakan secara oral. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan umbi suweg mentah menunjukkan aktivitas penurunan kadar gula darah lebih tinggi (3,8 mg/dl) dibandingkan umbi suweg rebus (3,6 mg/dl). Kecenderungan ini menunjukkan bahwa secara alami hormon insulin di dalam tubuh tikus sudah bekerja dalam menyeimbangkan kadar gula darah. Suweg mengandung senyawa bioaktif berupa Polisakarida Larut Air (PLA) dan serat pangan yang dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah. Umbi suweg dapat diaplikasikan pada manusia khususnya sebagai terapi diet penurun kadar glukosa darah bagi penderita diabetes mellitus.
Perbandingan Variasi Konsentrasi Pupuk Organik Cair dari Limbah Ikan Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Fatimatuz Zahroh; Kusrinah Kusrinah; Siti Mukhlishoh Setyawati
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v1i1.2687

Abstract

Limbah ikan merupakan salah satu limbah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Potensi limbah ikan berupa jeroan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair karena masih mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Pupuk organik cair merupakan salah satu pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman holtikultura seperti tanaman cabai merah (Capsicum annum L.).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan pemberian variasi konsentrasi pupuk organik cair dari limbah ikan terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah (Capsicum annum L.). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan 4 ulangan sehingga ada 20 unit eksperimen dan ditempatkan secara acak yaitu pupuk 0% (P1), pupuk 3,5% (P2), pupuk 4% (P3), pupuk 4,5% (P4), dan pupuk 5% (P5). Pengamatan dilakukan terhadap tiga parameter pertumbuhan yaitu jumlah daun, diameter batang, dan tinggi tanaman. Teknis analisis data menggunakan One-way ANOVA dengan taraf signifikansi 5% dan uji lanjutan Duncan. Hasil uji One-way ANOVA  pada pertumbuhan jumlah daun tanaman cabai merah adalah Fhitung sebesar 6,770 dan Ftabel yaitu 3,06 (Fhitung Ftabel). Hasil uji One-way ANOVA  pada pertumbuhan tinggi batang adalah Fhitung sebesar 5,267 dan Ftabel yaitu 3,06 (Fhitung Ftabel). Hasil uji One-way ANOVA   pada pertumbuhan diameter batang tanaman cabai merah adalah Fhitung sebesar 2,770 dan Ftabel yaitu 3,06 (Fhitung Ftabel). Uji lanjutan Duncan menunjukkan pada perlakuan konsentrasi 4,5 % (P4) menunjukkan perbedaan yang paling signifikan terhadap pertumbuhan jumlah daun dan tinggi batang tanaman cabai merah.
Identification of Bird Species in Argowiloso Peak Mount Muria Ridlo, Muhammad; Setyawati, Siti Mukhlishoh; Hidayat, Saifullah
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v5i1.13530

Abstract

AbstractIndonesia is a country that has abundant flora and fauna. Mount Muria, Kudus Regency, Central Java has a high potential for bird biodiversity. The area which is a natural protected forest area, is very supportive for the existing bird habitat. However, this potential is still rarely known by the general public due to the lack of publications. The aims to find out and analyze the types of birds and to find out and analyze the condition of the bird habitat found in the Mount Muria area. The research was conducted using the transect method with 3 observation stations. The observed birds were then photographed and identified based on the field guide of MacKinnon. The results showed that 22 species 18 families were identified, including: Campephagidae, Vangidae, Sittidae, Pycnonotidae, Rhipiduridae, Nectariniidae, Eurylaimidae, Pellorneidae, Hirundinidae, Cisticolidae, Dicaeidae, Pittidae, Alcedinidae, Meropidae, Megalaimidae, Apodidae, Accipitridae and Cuculidae. Habitat conditions are strongly influenced by biotic and abiotic components to support the survival and diversity of birds on Mount Muria 
Identification of Bird Species in Argowiloso Peak Mount Muria Ridlo, Muhammad; Setyawati, Siti Mukhlishoh; Hidayat, Saifullah
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v5i1.13530

Abstract

AbstractIndonesia is a country that has abundant flora and fauna. Mount Muria, Kudus Regency, Central Java has a high potential for bird biodiversity. The area which is a natural protected forest area, is very supportive for the existing bird habitat. However, this potential is still rarely known by the general public due to the lack of publications. The aims to find out and analyze the types of birds and to find out and analyze the condition of the bird habitat found in the Mount Muria area. The research was conducted using the transect method with 3 observation stations. The observed birds were then photographed and identified based on the field guide of MacKinnon. The results showed that 22 species 18 families were identified, including: Campephagidae, Vangidae, Sittidae, Pycnonotidae, Rhipiduridae, Nectariniidae, Eurylaimidae, Pellorneidae, Hirundinidae, Cisticolidae, Dicaeidae, Pittidae, Alcedinidae, Meropidae, Megalaimidae, Apodidae, Accipitridae and Cuculidae. Habitat conditions are strongly influenced by biotic and abiotic components to support the survival and diversity of birds on Mount Muria 
Aplikasi Umbi Suweg (Amorphophallus campanulatus) Sebagai Alternatif Penurun Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Lianah, Lianah; Tyas, Dian Ayuning; Armanda, Dian Triastari; Setyawati, Siti Mukhlishoh
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v1i1.2666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbandingan kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus L.) setelah mengonsumsi suweg mentah dan suweg rebus. Eksperimen dilakukan pada 15 ekor tikus putih sehat dengan rerata berat badan 181-183 gram. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan. Setiap kelompok tikus normal diadaptasikan terhadap pakan selama 3 hari dan dipuasakan selama 8-12 jam, kemudian diberi pakan sesuai dengan kelompok perlakuan masing-masing pakan suweg dengan dosis 10 mg/180 g BB suweg rebus, 10 mg/180 g BB suweg mentah, dan 10 mg/180 g BB pakan standar (kontrol).  Kadar glukosa darah diukur dengan glukometer pada menit ke 0, 60 dan 120 setelah pemberian pakan secara oral. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan umbi suweg mentah menunjukkan aktivitas penurunan kadar gula darah lebih tinggi (3,8 mg/dl) dibandingkan umbi suweg rebus (3,6 mg/dl). Kecenderungan ini menunjukkan bahwa secara alami hormon insulin di dalam tubuh tikus sudah bekerja dalam menyeimbangkan kadar gula darah. Suweg mengandung senyawa bioaktif berupa Polisakarida Larut Air (PLA) dan serat pangan yang dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah. Umbi suweg dapat diaplikasikan pada manusia khususnya sebagai terapi diet penurun kadar glukosa darah bagi penderita diabetes mellitus.
MORPHOLOGICAL VARIATION OF GLYPTOTHORAX PLATYPOGON VALENCIENNES, 1840 IN SERAYU RIVER BANJARNEGARA AND RINGIN RIVER SEMARANG CENTRAL JAVA Maizul, Riza; Wahyudewantoro, Gema; Setyawati, Siti Mukhlishoh; Hidayat, Saifullah
Berita Biologi Vol 22 No 2 (2023): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2023.1973

Abstract

Glyptothorax platypogon is freshwater fish, it’s potential to be an ornamental fish. Its need to be protected from extinction because population in other areas is till abundance. G. platypogon has reported that it's in Serayu River and based on pre-research observations found in Ringin River, Semarang, Central Java. The differences in the geographic location of the two rivers have the potential for the emergence of morphological variations of G. platypogon. Research on the morphology study of the G. platypogon from the Serayu River in Banjarnegara and the Ringin River has been conducted. This study describe morphological variations and provide information about the phenetic relationship between them. Sampling was carried out at Serayu River and Ringin River by direct observation and collection methods in the Field then continued at the Structure Laboratory of Biology Department State Islamic University Walisongo for observed morphometric and meristic,including 43 characters. Data was analyzed with the Kruskall Wallis test, Mann Whitney U test, PCA (Principal Component Analysis) and UPGMA (Unweighted Pair Group Arithmetic Average Method). The result showed that there were high morphological variations in the Allopatric population in Serayu River and Ringin River and there were low morphological variations in the Sympatric population in Serayu river. There were two clad taxa branching groups from Serayu and Ringin population which show morphological variation. UPGMA analysis and Euclidean distance show the population of Serayu River and Ringin River have a close phenetic relationship.