Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMECAHAN PERMASALAHAN SOSIAL MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN IPS (ILMU PENGETAHUAN SOSIAL) YANG TERINTEGRASI DAN HOLISTIK Sayyidati, Rabini
Jurnal Humaniora Teknologi Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jht.v3i1.33

Abstract

Kajian bersama HISPISI ini merupakan salah satu wujud kepedulian masyarakat Pendidikan IPS untuk mengkaji ulang tentang berbagai permasalahan sosial yang terjadi, khususnya yang berkaitan dengan pembelajaran IPS. Melalui pendidikan IPS yang terintegrasi dan holistik diharapkan peserta didik dapat memecahkan permasalahan sosial yang ada di sekitar lingkungannya. Gambaran cakupan materi ilmu-ilmu sosial dan humaniora adalah berbagai materi yang paling dirasakan penting, bagi kebutuhan pendidikan peserta didik, terutama yang berkaitan dengan pembentukan kemampuan memahami realitas sosial, kemudian peserta didik mampu memberi nilai, baik dalam bentuk internal-personal pribadinya, maupun  dalam bentuk eksternal sosial lingkungannya. Selanjutnya, pembelajaran Pendidikan IPS mampu membentuk sikap sosial, yang berlandaskan karakter dan jati diri di lingkungannya, dan terutama sebagai warga masyarakat Indonesia, yang berbudi luhur dan berkepribadian mulia. Seluruh potensi yang terkandung dalam content ilmu-ilmu sosial harus terintegrasi. Oleh sebab itu, pembelajaran Pendidikan IPS yang demikian, diperlukan pemahaman yang luas, bukan saja pada aspek knowledge (pengetahuan), tetapi juga dalam bentuk keterampilan (skill), nilai dan sikap (value and attitude) dan tindakan (action). Melalui 4 dimensi ini, pembelajaran yang terintegrasi dan holistik dapat memecahkan permasalahan sosial yang dilihat dari segala aspek ilmu pendidikan IPS, selain itu juga untuk menumbuhkan pemikiran kritis peserta didik terhadap permasalahan sosial yang ada di lingkungan sekitar mereka. Kata Kunci: Permasalahan Sosial, Pembelajaran, Pendidikan IPS, Terintegrasi, Holistik
Kombinasi Sistem Surjan-Handil sebagai Kecerdasan Lokal (Local Genius) dan Kearifan Lokal (Local Wisdom) Masyarakat Banjar Kuala di Kampung Tamban Mekar Sari Pal 16, Barito Kuala, Kalimantan Selatan Sayyidati, Rabini
Jurnal Humaniora Teknologi Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Humaniora Teknologi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jht.v5i1.53

Abstract

Komunitas pesisir yang dikenal sebagai orang Banjar Kuala memiliki kepedulian untuk melestarikan tata pengelolaan lahan pertanian. Pengelolaan lahan pertanian merupakan akses penting komunitas Banjar Kuala dalam pengelolaan sumberdaya alam. Oleh sebab itu, salah satu komunitas Banjar Kuala yang hingga sekarang tetap memelihara adat tata pengelolaan lahan pertanian adalah masyarakat Tamban Mekar Sari Pal 16, Kecamatan Tamban Mekar Sari, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Sistem nilai budaya sebagai bagian penting dari sistem sosial, dapat tercermin pada usaha masyarakat Tamban Mekar Sari Pal 16, melalui tata kelola lahan pertanian. Pengelolaan tanah berkaitan erat dengan sistem surjan. Sedangkan pengelolaan air berkaitan dengan sistem handil. Kedua sistem ini, pada zaman dahulu selalu diterapkan masyarakat Banjar Kuala umumnya, dan masyarakat Tamban Mekar Sari Pal 16 Barito Kuala khususnya, untuk mengelola sawah pada lahan rawa pasang surut. Melalui kombinasi sistem surjan-handil, ternyata memiliki hasil ganda. Satu sisi, pengairan sawah yang baik, akan menyuburkan tanaman padi, sekaligus meningkatkan produksi padi dan menambah pendapatan petani. Hasil berikutnya adalah tembokan, yang membentuk tukungan dan baluran, dapat ditanami palawija.
PERLAWANAN ORANG BANJAR MENENTANG KOLONIALISME BELANDA TAHUN 1859-1906 KERJASAMA GOLONGAN TUTUS RAJA-RAJA DENGAN GOLONGAN JABA Sayyidati, Rabini; Noor, Yusliani
Jurnal Humaniora Teknologi Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Humaniora Teknologi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jht.v7i1.93

Abstract

Perjuangan Orang Banjar dalam melawan kolonialisme Belanda berlangsung cukup lama dan berlarut-larut karena faktor sosial politik yang mana kemudian adanya ikut campur tangan Belanda terhadap sistem pemerintahan di Kerajaan Banjar. Pemerintah Belanda melalui utusannya mengatur dan mencampuri urusan politik seperti Pengangkatan Putra Mahkota dan pembagian tanah raja. Hal ini juga yang menjadi akar perlawanan masyarakat Banjar yang menginginkan hak dan tradisi politik Kerajaan Banjar kembali seperti semula. Selain itu Belanda juga mengincar sumber daya alam tanah Banjar berupa Batu Bara yang saat itu menjadi komoditas internasional sebagai sumber energi terbesar. Maka demi mengembalikan kemakmuran serta ketentraman Tanah Banjar, bersatulah golongan tutus raja-raja yang memiliki gelar bangsawan dengan golongan jaba yang memiliki semangat juang tinggi. Beberapa perlawanan besar terjadi seperti: 1) Perlawanan Banua Lima dipimpin oleh Jalil, yang bergelar Kyai Adipati Anom Dinding Raja, 2) Perlawanan sekitar Martapura dan Tanah Laut dipimpin oleh Demang Lehman, dan 3) Perlawanan di Daerah Barito, Kapuas dan Katingan dipimpin langsung oleh Pangeran Antasari. Bersatunya golongan tutus raja dan jaba menjadi bukti bahwa pada akhirnya masyarakat Banjar tetap menjunjung adat istiadat, serta tradisi politik asli yang telah dijalankan sejak nenek moyang dan mampu memukul mundur kolonialisme Belanda.
Sistem Informasi Manajemen data Aktivasi Meter dan Transaksi Energi pada PLN Unit Layanan Pelanggan Banjarbaru Berbasis WEB Habibi, Ahmad; Prastyaningsih, Yunita; Sayyidati, Rabini; Sabella, Billy; Santoso
Telcomatics Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/telcomatics.v10i1.10927

Abstract

PLN Customer Service Unit (ULP) Banjarbaru, through its Energy Transaction Division (TE), is responsible for processing meter activation data and energy transaction calculations. Currently, the process of combining siaga reports and DILL data is performed manually, which is time-consuming and prone to calculation inaccuracies for additional charges. To address this issue, this study aims to design and develop a Web-Based Meter Activation Data Management and Energy Transaction Information System to enhance efficiency, accuracy, and speed in data management. The system development method used is the Waterfall model, consisting of system analysis, design, coding, and testing stages using the blackbox testing method. The system is designed using an Entity Relationship Diagram (ERD), Data Flow Diagram (DFD), and Flowchart, and is built with PHP, HTML, MySQL database, and the CodeIgniter 4 (CI4) framework. Testing results show that the system performs as expected, assisting staff in recording, managing, and reporting meter activation data and energy transaction calculations more efficiently and accurately.
Kearifan Lokal Komunitas Kampung Tambak Anyar dalam Menghadapi Baah dan Baah Labung, 1980-2000 Sayyidati, Rabini
Warisan: Journal of History and Cultural Heritage Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Mahesa Research Center (PT. Mahesa Global Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/warisan.v3i1.1338

Abstract

The problem of this research is the phenomenon of floods and flash floods (baah dan baah labung in Banjarese term) that often hit the Batang Banyu Riverbank community, Tambak Anyar Martapura, Banjar Regency, especially in 1980-2000. The arrival of baah and baah labung every year, apparently does not cause the Batang Banyu Tambak Anyar riverbank community to move to a higher place, but they are actually very strong in surviving in the village, even the settlements are increasing year by year. This research method uses the historical method. Sources of data in this study are through written sources which are the archives of the Head of Padang Tambak Anyar, village monographs from 1980-2000, archives from ANRI (National Archives of the Republic of Indonesia), relevant books. Oral sources based on the results of interviews with informants who know about the events of 1980-2000 and understand the strategies for dealing with baah and baah labung. While the source of objects, is a source that is in accordance with the context of the location of events and objects that are directly related to the events. The results showed that the Batang Banyu Tambak Anyar Martapura community, Banjar Regency, 1980-2000, for 20 years had their own strategy derived from local genius to deal with baah and baah labung so that they are always ready to face this annual natural disaster.