Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Media Terhadap Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di Empat Wilayah Kerja Rumah Sakit Bersalin Makassar Hasyati, Hasyati; Idris, Fairus Prihatin; Yusriani, Yusriani
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 2 No. 1 (Januari, 2019)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.109 KB) | DOI: 10.33368/woh.v0i0.139

Abstract

Education in breastfeeding is the most effective intervention methods increases the initiation of breastfeeding in the short term. Methods of educational interventions in the mother not only aims to improve the knowledge and skills of the mother but also affect their behavior in breastfeeding. Education about breastfeeding and frequent breastfeeding during prenatal and intrapartum taught by someone who has expertise in lactation management with a structured educational system. This research was conducted with the aim to analyze the effect of the use of media to the implementation of early initiation of breastfeeding in the four regions of the working maternity hospital in Makassar The method used in this research is quantitative approach with Quasi-experiments, this study uses primary data by as many as 66 people Third Trimester Pregnancy (Pregnancy 40-42 weeks of age), in which 33 people for the intervention group and 33 for the control group data were analyzed using the Mann Whitney test. Results showed variable mother knowledge (p = 0.000 <α = 0.05) and the mother's attitude (p = 0.000 <α = 0.05), that: (1) There is the influence of media on the implementation of early initiation of breastfeeding rated of knowledge, (2) There is the influence of media on the implementation of early initiation of breastfeeding rated of attitude This means that knowledge, attitudes capable of encouraging an increase in the implementation of Early Initiation of Breastfeeding. A good knowledge owned by the mother may affect participation in conducting Early Initiation of Breastfeeding. Knowledge, Attitude Mother of early initiation of breastfeeding is very important to support mothers in participating do IMD. As well as the family also must have good knowledge and attitudes that support in providing health education to improve the mother's knowledge.
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Frekuensi dan Durasi Menyusu pada Bayi di Puskesmas Moncobalang Kabupaten Gowa Hasyati, Hasyati; Mansur, Muhammad Arif; Nurlaelah, Nurlaelah
Journal of Health Quality Development Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022, JHQD
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/jhqd.v2i2.851

Abstract

ASI merupakan makanan utama dan terbaik bagi bayi yang bersifat alamiah. ASI mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Hal yang penting bagi pertumbuhan bagi bayi dan anak adalah nutrisi sebagai pondasi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Cakupan pemberian ASI Eksklusif pada Puskesmas Moncobalang Kabupaten Gowa yaitu adalah 36,25%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan frekuensi dan durasi menyusui pada bayi. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah desain pra-eksperimental dengan pendekatan one grup pretest postest. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel berjumlah 15 responden. Analisa data dengan menggunakan uji wilcoxon test. Hasil Penelitian menunjukkan pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan frekuensi dan durasi menyusui pada bayi. Didapatkan hasil nilai uji signifikansi nilai p-value yang diperoleh melalui uji wilcoxon test yaitu menunjukkan hasil pada frekuensi sebelum dan sesudah diberi pijat dengan nilai P value=0,001<a=0,05. Hasil nilai dari durasi sebelum dan sesudah diberi pijat P value=0,005<a=0,05 Kesimpulan: Berdasarkan dari uji wilcoxon test menunjukkan bahwa Ha diterima yang artinya ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan frekuensi dan durasi menyusui pada bayi di Puskesmas Moncobalang Kabupaten Gowa.
Hubungan Dukungan Suami dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III dalam Menghadapi Persalinan di Puskesmas Lau Kabupaten Maros Tahun 2023 Hasyati, Hasyati; Fitriani, Fitriani; Jufri, Sabri
Journal of Health Quality Development Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023, JHQD
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/jhqd.v3i1.855

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu gangguan psikologis yang sering dialami ibu hamil menjelang persalinan. Di Indonesia, angka kejadian kecemasan pada ibu hamil diperkirakan mencapai 373 juta kasus, dengan sekitar 107 juta (28,7%) di antaranya mengalami kecemasan menghadapi proses persalinan. Salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi tingkat kecemasan ibu hamil adalah dukungan suami, karena kehadiran dan perhatian suami mampu menumbuhkan rasa percaya diri, memberikan ketenangan, serta membentuk kesiapan mental ibu dalam menghadapi persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Lau Kabupaten Maros Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 34 ibu hamil trimester III, yang sekaligus dijadikan sebagai sampel penelitian menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil trimester III (nilai p = 0,000 < 0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa dukungan suami memiliki peran penting dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III menjelang persalinan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan keterlibatan suami dalam proses kehamilan dan persalinan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengalaman persalinan yang aman, nyaman, dan bermakna bagi ibu.
Profesionalisme Tenaga Rekam Medis Ditinjau dari Beban Kerja dan Efisiensi Waktu di Puskesmas Cempae Hidayat Asikin; Andi Nur Arifah Apriani Azis; Suarni, Suarni; Hasyati, Hasyati
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i2.7290

Abstract

Professionalism of medical record officers plays a strategic role in supporting the quality of primary health care services. Increasing administrative workload and the implementation of electronic medical records require not only formal qualifications but also effective time management and service quality. This study aimed to analyze the relationship between education level, training program, service quality, workload, and time efficiency with the professionalism of medical record administrative officers at Puskesmas Cempae. This study is a secondary analysis of data collected in 2009 at the medical record administrative unit of Puskesmas Cempae and re-analyzed in 2024 to assess its relevance within the current primary health care policy context. A total of 19 officers were included using total sampling. Data were collected using a structured questionnaire that had passed validity and reliability testing. Data were analyzed using Fisher’s Exact Test with a 95% confidence level (α = 0.05). The findings showed that education level (p = 0.003), service quality (p = 0.008), and time efficiency (p = 0.023) were significantly associated with professionalism, while training programs did not show a statistically significant relationship (p = 0.057). Professionalism of medical record officers is influenced by formal education, quality of service delivery, and effective time management. Strengthening continuous education and operationally relevant training is essential to improve professionalism in primary healthcare administration.