Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KAJIAN TENTANG TRADISI KEPERCAYAAN MASYARAKAT SUKU KAILI TERHADAP ADAT“BALIA” (STUDI KASUS MASYARAKAT KELURAHAN KAYUMALUE NGAPA KECAMATAN PALU UTARA) Adriyansyah, Adriyansyah
EDU CIVIC Vol 7, No 1 (2019): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.288 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeksripsikan proses pelaksanaan adat “Balia” dan pandangan masyarakat terhadap pelaksanaan adat “Balia” di Kelurahan Kayumalue Ngapa Kecamatan Palu Utara Kota Palu. “Balia” ialah suatu sistim upacara dalam rangkaian usaha pengobatan atau penolakan penyakit secara magis yang dilaksanakan atau diperankan oleh satu atau beberapa orang dukun yang berfungsi sebagai mediator. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adat “Balia” dianggap memberikan arti penting bagi kelangsungan hidup masyarakat khususnya di bidang keyakinan dan kepercayaan karena sebagai masyarakat yang berbudaya sangat meyakini bahwa kehadiran mahluk-mahluk halus di tengah-tengah mereka dapat memberikan suatu kekuatan dan membantu manusia yang menghadapi masalah hidupnya serta mengharap bantuan mahluk gaib atau mahluk halus. Sampai saat ini, adat kebiasaan masyarakat masih tetap dipertahankan oleh sebagian masyarakat di Kelurahan Kayumalue Ngapa karena kegiatan upacara ritual yang dilaksanakan masyarakat memiliki nilai historis yang berkekuatan supra natural sehingga sulit untuk ditinggalkan bahkan tetap dipegang teguh sebagai adat kebiasaan. Masyarakat di Kelurahan Kayumalue Ngapa memandang tradisi khususnya adat “Balia” yang masih hidup dan berkembang dalam masyarakat tidak dapat dilepaskan dari pengaruh agama. Sebab nilai dan norma agama serta adat kebudayaan (tradisi) memberi bekas yang mendalam bagi tatanan kehidupan masyarakat. Eksistensi adat atau keyakinan merupakan suatu tatanan hidup masyarakat yang berpegang pada jiwa kebudayaanya. Kata kunci: Adat Balia; Masyarakat Suku Kaili ; Tradisi.
Prediksi Ketersediaan Air Embung Kolong Kebintik Sebagai Sumber Air Baku Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan adriyansyah, Adriyansyah; Saprizal, Saprizal
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 6 No 1 (2024): Vol. 6 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v6n1.p110-117

Abstract

Jaringan syaraf tiruan merupakan salah satu metode deep learning yang proses kerjanya terinspirasi dari cara kerja otak manusia. Jaringan syaraf tiruan memiliki kemampuan dalam mengenali pola data dengan cara melakukan proses pelatihan dan pengujian. Pada proses pelatihan, metode jaringan syaraf tiruan akan memperbaharui nilai bobot sehingga nilai bobot tersebut terlatih untuk mengetahui pola data. Sedangkan pada proses pengujian, jaringan syaraf tiruan melakukan prediksi data yang menjadi target dalam pengujian. Penelitian ini menggunakan data ketersedian air Embung Kolong Kebintik dari bulan Januari 2009- Desember 2022. Data tersebut kemudian dibagi menjadi 90% data pelatihan dan 10% data pengujian. Metode feed-forward yang digunakan pada proses pelatihan yaitu Levenberg Marquardt dan LearnGDM. Aristektur jaringan yang digunakan yaitu arsitektur (12,144,1). Ketika dilakukan simulasi, diperlukan beberapa kali uji coba untuk mendapatkan arsitektur jaringan yang menghasilkan nilai MSE kecil. Hasil simulasi pada epoch 154 iterasi, menghasilkan nilai MSE = 0.0071 untuk pelatihan dan MSE = 0.010 untuk pengujian. Jika dilihat dari hasil prediksi ketersedian air Embung Kolong Kebintik bulan Januari 2023-Desember 2026, maka hasil prediksi cenderung menghasilkan nilai yang sama untuk prediksi dalam rentang waktu yang panjang. Nilai MSE yang kecil pada proses pelatihan dan pengujian, tidak menjamin bahwa hasil prediksi akan menghasilkan prediksi yang baik.
Utilization of Artificial Intelligence (AI) in Learning Islamic Religious Education at SMP IT Bina Ilmi Palembang Adriyansyah, Adriyansyah; Yulia, Yulia; Fitriani, Ayu; Oviyanti, Fitri; Maryamah, Maryamah
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 1 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.1.p.79-89

Abstract

This study was motivated by the development of technology, especially Artificial Intelligence (AI), which began to be integrated into Islamic Religious Education (PAI) learning. Traditionally, PAI learning is often conducted using the lecture method, which has limitations in providing interactivity and personalization. Therefore, this study aims to examine the utilization of AI technology in improving the effectiveness of Islamic Education learning at Bina Ilmi IT Junior High School Palembang. This study used a qualitative approach with descriptive method, where data were collected through observation and in-depth interviews with PAI subject teachers. The results showed that the application of AI in PAI learning was able to have a significant impact on improving students' understanding of the material taught. Teachers utilize AI to provide more interactive materials, data-based learning evaluations, and learning tailored to students' individual needs. Furthermore, the integration of AI not only improves learning effectiveness, but also encourages students to be more active and motivated in understanding Islamic values. This study contributes to understanding how technology can support the transformation of traditional learning methods to be more modern, relevant, and adaptive to the needs of today's digital generation.
Fun Learning Model: Mere Entertainment or an Innovative Solution for Optimizing Children's Intelligence in the Era of Modern Islamic Education? Adriyansyah, Adriyansyah; Pranata, Jhon Petet; Sirozi, Muhammad
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 6 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.6.p.5221-5230

Abstract

Modern Islamic education faces the challenge of globalization, which demands innovation in the learning process to make it more engaging, interactive, and relevant to the times. One approach increasingly developed is fun learning, a learning model designed to be enjoyable while maintaining educational and religious values. This study aims to analyze whether fun learning is merely entertainment or an innovative solution for optimizing children’s intelligence in the era of modern Islamic education. The method used is library research by reviewing books, scientific journals, articles, and relevant educational documents. The results show that fun learning has a positive impact on children’s intellectual, emotional, spiritual, and social intelligence. This approach fosters learning motivation, enhances conceptual understanding, and strengthens students’ religious character through creative and contextual methods. In conclusion, fun learning is not merely entertainment but an innovative learning strategy aligned with Islamic values and effective in optimizing children’s intelligence potential in modern Islamic education.
Istilah Ta’lim, Tarbiyah, dan Ta’dib Serta Implikasinya Terhadap Input, Proses, dan Output Pendidikan Islam Adriyansyah, Adriyansyah; Sirozi, Muhammad
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/rma1sg43

Abstract

ABSTRACTEducation is the meaning of the words tarbiyah, ta'lim, and ta'dib. This research seeks to analyse the meanings of ta'lim, tarbiyah, and ta'dib and how they relate to Islamic education and its inputs, processes, and outcomes. Desk research was the technique chosen to gather information for this study. Books, scientific journals, and other educational materials are some of the literature sources that will be consulted. While tarbiyah emphasises the formation of students' character and moral values, ta'lim serves as an important information transmission mechanism in education, according to this study. At the same time, ta'dib is crucial in developing moral and knowledgeable citizens by teaching good behaviour and respect for authority. These three concepts have far-reaching consequences for what is needed for education, what makes a good classroom practice, and what kind of graduates society expects as a result of its investment in its youth.Keyword: Ta’lim, Tarbiyah, Ta’dib, Islamic Education ABSTRAKPendidikan adalah makna dari kata tarbiyah, ta'lim, dan ta'dib. Penelitian ini berusaha untuk menganalisis makna ta'lim, tarbiyah, dan ta'dib dan bagaimana mereka berhubungan dengan pendidikan Islam dan input, proses, dan hasilnya. Penelitian kepustakaan adalah teknik yang dipilih untuk mengumpulkan informasi untuk penelitian ini. Buku-buku, jurnal ilmiah, dan materi pendidikan lainnya merupakan beberapa sumber literatur yang akan dikonsultasikan. Sementara tarbiyah menekankan pada pembentukan karakter dan nilai moral siswa, ta'lim berfungsi sebagai mekanisme transmisi informasi yang penting dalam pendidikan, menurut penelitian ini. Pada saat yang sama, ta'dib sangat penting dalam mengembangkan warga negara yang bermoral dan berpengetahuan luas dengan mengajarkan perilaku yang baik dan menghormati otoritas. Ketiga konsep ini memiliki konsekuensi yang luas terhadap apa yang dibutuhkan untuk pendidikan, apa yang membuat praktik kelas yang baik, dan lulusan seperti apa yang diharapkan masyarakat sebagai hasil dari investasinya pada generasi mudanya.Kata Kunci: Ta’lim, Tarbiyah, Ta’dib, Pendidikan Islam