Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Eduscience (JES)

ANALISIS RPP DAN PELAKSANAANNYA BERDASARKAN KTSP MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA SWASTA DI MEDAN TEMBUNG Risma Delima Harahap
JURNAL EDUSCIENCE (JES) Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Eduscience (JES)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.433 KB) | DOI: 10.36987/jes.v2i1.981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perangkat pembelajaran dokumen perencanaan RPP guru dan pelaksanaannya, faktor-faktor yang menyebabkan kesesuaian dan ketidaksesuaian dokumen RPP dengan pelaksanaannya pada mata pelajaran biologi SMA Swasta di Medan Tembung. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMA Swasta kelas X yang ada di Medan Tembung dan perangkat pembelajaran dokumen RPP. Data dalam penelitian ini menggunakan lembar penilaian dokumen RPP, lembar observasi dan lembar wawancara yang terlebih dahulu divalidasi oleh validator. Hasil analisis data yang diperoleh dari lembar penilaian dokumen RPP guru dimana pada komponen umum (100%). Pada bagian indikator (93,5%), Tujuan pembelajaran (94%), materi pembelajaran (88,25%), metode pembelajaran (90%), sumber belajar (79,75%), alokasi waktu (73,25%), kegiatan pembelajaran (83,20) dan penilaian hasil belajar (71,16%). Dari hasil penilaian dokumen RPP maka akan diadakan observasi pelaksanaan dengan katagori >80%. Berdasarkan observasi guru-guru SMA Swasta di Medan Tembung pada komponen pra pembelajaran (71,04%), membuka pelajaran (83,12%), penguasaan materi pembelajaran (91,04%), pendekatan/strategi pembelajaran (76,52%), pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran (64,4%), pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa (81,50%), penilaian proses dan hasil belajar (67,50%), penggunaan bahasa (84,02%), dan penutup (73,95%). Faktor yang menyebabkan kesesuaian RPP dan pelaksanaannya yaitu kemampuan guru memotivasi siswanya untuk belajar, metode yang digunakan bervariasi, dan media dan sumber belajar telah tersedia, dan kemampuan guru mencari media alternativf. Faktor yang menyebabkan ketidaksesuaiaan RPP dengan pelaksanaannya yaitu ketidakmampuan guru untuk memotivasi siswa dalam belajar, hanya menggunakan metode ceramah dan Tanya jawab, sumber dan media pembelajaran hanya berasal dari buku pegangan guru, tanpa mencari media alternatif.
KETERAMPILAN GURU MENGELOLA KELAS DAN HUBUNGANNYA DENGAN DISIPLIN BELAJAR SISWA DI SMA AL-HIDAYAH BANDAR SELAMAT MEDAN TAHUN 2014 Risma Delima Harahap
JURNAL EDUSCIENCE (JES) Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Eduscience (JES)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.667 KB) | DOI: 10.36987/jes.v2i2.1005

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Keterampilan Guru Mengelola Kelas dan Hubungannya Dengan Disiplin Belajar Siswa di SMA Al-Hidayah Bandar Selamat Medan Tahun 2014. Dalam penelitian ini yang menjadi rumusan masalah adalah Bagaimana keterampilan guru pendidikan biologi mengelola kelas di SMA Al-Hidayah Medan, bagaimana disiplin belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran pendidikan biologi di SMA Al-Hidayah Medan dan bagaimana hubungan keterampilan guru pendidikan biologi mengelola kelas dengan disiplin belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran pendidikan biologi di SMA Al-Hidayah Medan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Keterampilan guru mengelola kelas dapat dirata-ratakan dalam pengadministrasian dengan skor 21 dikatagorikan terampil, dalam bidang pengelolaan kelas skor rata-rata 18 dikatogorikan kurang terampil, serta dalam bidang pengaturan program PKBM dikatagorikan sangat terampil dengan skor 39,5. Pada disiplin belajar siswa tentang kehadiran siswa dengan persentase 75% dan tingkat disiplin yang terendah adalah mengenai kurangnya kewajiban atau kesadaran siswa menyelesaikan tugas dengan persentase 58%. Keteampilan guru mengelola kelas memiliki hubungan yang signifikan dengan disiplin belajar siswa, sebab berdasarkan pengujian hipotesa Ha diterima dan ho ditolak. Berdasarkan perhitungan Koefisien Kontingensi Chi Kuadrat lebih kecil dari Harga Kritik (X2 < HK).
PELAKSANAAN PELAJARAN SAINS BIOLOGI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA GRAHA KIRANA KECAMATAN MEDAN TEMBUNG Risma Delima Harahap
JURNAL EDUSCIENCE (JES) Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Eduscience (JES)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.226 KB) | DOI: 10.36987/jes.v4i1.802

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan sains biologi di SMA Graha Kirana Kecamatan Medan Tembung, dampak positif bagi siswa yang telah mempelajari sains biologi. Mengetahui bagaimana pengaruh pelajaran sains biologi terhadap prestasi belajar. Dan bagaimana pengaruh antara pelajaran sains biologi dengan pelajaran lainnya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Graha Kirana dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Random Sampling yang berjumlah 75 siswa. instrumen yang digunakan yaitu dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi, studi kepustakaan dan angket. Hasil analisa data berdasarkan hasil wawancara dan observasi di SMA Graha Kirana, bahwa pelaksanaan pelajaran sains biologi terhadap prestasi belajar siswa khususnya pada anak-anak/siswa SMA Graha Kirana tersebut mampu meningkatkan prestasi bukan saja dibidang sains akan tetapi yang lain. Hasil angket menunjukkan bahwa kondisi pengetahuan belajar sains biologi dikalangan siswa sebanyak 16,0% tergolong tinggi, 66,7% tergolong sedang dan 17,3% tergolong rendah. Pelaksanaan pelajaran sains biologi mempunyai pengaruh yang tinggi (kuat) terhadap peningkatan kualitas atau prestasi belajar siswa SMA Graha Kirana diketahui dari hasil korelasi kontingensi 9,603 pada analisa data. Setelah praktik sains biologi dilakukan maka dampak yang timbul secara positif adalah pengetahuan, keterampilan, pengalaman belajar siswa semakin tinggi, sehingga rasa keingintahuan tentang sesuatu timbul dari siswa, serta adanya daya tarik untuk meneliti tentang ilmu pengetahuan.