Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PEMILIHAN LOKASI DAGANG TERHADAP VISIBILITAS PEDAGANG KAKI LIMA Setiyawan, Alfanadi Agung; Sari, Suzanna Ratih; Sardjono, Agung Budi
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 7, No 1 (2020): April
Publisher : Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1401.992 KB) | DOI: 10.26418/lantang.v7i1.37640

Abstract

Trotoar adalah salah satu bentuk ruang terbuka yang menunjang segala kegiatan pada skala kawasan. Berfungsi sebagai elemen transportasi perkotaan yakni wadah bagi pejalan kaki dengan tidak melupakan pendukung aktivitas yang memanfaatkan keberadaan pejalan kaki di trotoar. Keberadaan pendukung aktivitas yang salah satunya adalah pedagang kaki lima (PKL) memiliki hubungan timbal balik dengan pejalan kaki. Interaksi jual beli yang terjadi antara PKL dan pejalan kaki terkadang menimbulkan masalah, salah satunya adalah tuntutan kebutuhan ruang. Banyaknya PKL yang menuntut kebutuhan ruang berbanding terbalik dengan dimensi ruang yang ada, sehingga menyebabkan kesesakan (crowding) antar pengguna trotoar. Melupakan fungsi utamanya, trotoar didominasi dan dipersepsikan menjadi area komersial oleh PKL. Penelitian ini bertujuan untuk mencari keterkaitan antara persepsi atribut visibilitas yang ditunjukkan dengan bagaimana mereka berperilaku saat menata lapak pada latar seting trotoar koridor Pandanaran, Semarang. Mulai dari PKL datang, menata lapak, orientasi memasang spanduk, hingga selesai. Pemilihan lokasi dan penataan lapak di trotoar diduga didasari pada kekuatan propertis pada setting dan adanya tuntutan dari atribut visibilitas serta atribut lain yang mendukungnya. Metode Person Centered Mapping dan kuesioner akan digunakan untuk memperoleh data rekaman perilaku maupun data statistik PKL dalam berdagang di trotoar. Data yang didapatkan kemudian dianalisa menggunakan metode analisis statistik deskriptif.THE EFFECT OF TRADE LOCATION SELECTION TOWARDS STREET VENDOR VISIBILITYThe Sidewalk is one of the open space forms that support all activities on a regional scale. As an element of urban transportation, it serves to accommodate pedestrians by not forgetting supporters of activities that utilize the presence of pedestrians on the sidewalk. The existence of activity supports, in which one of them is street vendors, has a reciprocal relationship with pedestrians. Buy-and-sell interactions that occur between street vendors and pedestrians sometimes cause problems, such as the demand for space needs. The large number of street vendors who demand space is inversely proportional to the existing spatial dimensions, thus causing crowding among sidewalk users. Sidewalks, whose primary function is forgotten, are dominated and perceived to be commercial areas by street vendors. This study aims to look for the relationship between perceptions of visibility’s attribute shown by how they behave when arranging shanties in the setting of the Pandanaran corridor sidewalk, Semarang. Starting from the street vendors coming, arranging shanties, banner orientation, until the finish. The selection of location of stalls on the sidewalk is allegedly based on the strength of the property in the setting and the existence of demands for visibility attribute and other attributes which were supported. The Person-Centered Mapping method and questionnaire will be used to obtain behavioral record data as well as street vendor’s statistical data in trading on the sidewalk. The data collected were then analyzed using descriptive statistical analysis methods.
PELATIHAN DASAR SOFTWARE SKETCHUP UNTUK PEGAWAI PT. TRICONVILLE INDONESIA Etruly, Niki; Setiyawan, Alfanadi Agung; Amarta, Zain; Fariz, Nuthqy
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3650

Abstract

PT. Triconville Indonesia merupakan salah satu perusahaan furnitur dan kerajinan Indonesia yang berkantor pusat di Semarang dan memiliki beberapa pabrik di Kabupaten Demak dan Kabupaten Jepara. Dalam upaya berperan dalam penguatan ekonomi masyarakat, perusahaan furnitur PT. Triconville Indonesia bekerjasama dengan Politeknik Industri Furrnitur dan Pengolahan Kayu Kendal mengadakan pelatihan dasar software SketchUp untuk furnitur kepada para pegawai PT. Triconville Indonesia guna meningkatkan skill pegawai sebagai target peserta yang mana peserta yang ikut adalah yang belum memiliki kemampuan membuat desain menggunakan SketchUp. Selain itu juga diharapkan pelatihan ini diikuti oleh vendor yang memasok barang ke PT. Triconville Indonesia. PT. Triconville Indonesia juga membuka peserta dari masyarakat sekitar PT. Triconville Indonesia sebagai upaya bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dalam pengembangan SDM melalui Triconville Academy sehingga mendorong terciptanya IKM yang lebih modern dan mengikuti perkembangan zaman dengan penggunaan gambar secara terkomputerisasi. Metode pelatihan yang digunakan adalah projectbased learning yang mana seluruh perserta ditugaskan untuk membuat satu desain furnitur menggunakan SketchUp. PT. Triconville Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak penyelenggara pendidikan untuk mencetak sumber daya manusia unggul dalam dunia Furnitur. Triconville Academy bersifat Learning Center.
Implementasi konsep smart living pada coffee table untuk rumah subsidi satu lantai Setiyawan, Alfanadi Agung; Daffaa, Khaidar Daani
Jurnal Desain Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i2.1178

Abstract

Kebutuhan hunian pada 2026 diperkirakan mengalami peningkatan mengikuti bertambahnya tingkat Urbanisasi yang didominasi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Akan tetapi kenaikan tersebut berbanding terbalik dengan ketersediaan lahan, yang menyebabkan rumah subsidi yang disediakan pemerintah memiliki dimensi kecil. Keterbatasan dimensi ruang pada rumah subsidi tersebut menuntut perancangan furnitur untuk lebih adaptif dan multifungsi. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah coffee table yang berkonsep smart living yang sesuai dengan kebutuhan dan layak guna. The Cofflex atau Coffee table with Flexibility Concept adalah contoh penerapan sederhana konsep smart living dengan metode lipat yang memudahkan untuk menyimpan dan mobilisasi. Penelitian dilakukan dengan metode perancangan design thinking yakni mencakup empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil penelitian terkait fungsionalitas, kenyamanan, dan kepuasan dari 50 pengguna rumah subsidi yang menunjukkan presentase 83,63% serta hasil reliabilitas menunjukkan 0,752 dengan nilai acuan 0,6 menunjukkan bahwa ide coffee table lipat menjadi solusi efisiensi ruang.