Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kualitas Baku Mutu Air Pada Void Batubara di Desa Mekar Jaya Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan Khanifa, Arrina; Sari, Avellyn Shintya; Bargawa, Waterman Sulityana
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.568 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan pertambangan batubara yang menggunakan metode tambang terbuka yang meninggalkan bekas lubang galian tambang atau void . Sisa lubang bekas galian tambang tersebut pada akhirnya akan menjadi tampungan air larian maupun air hujan . Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengkaji kualitas air didalam lubang bekas galian tambang (void) berdasarkan parameter fisika dan kimia air berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 113 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha Dan Atau Kegiatan Pertambangan Batubara dan 115 Tahun 2003 Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Pengujian kualitas air pada void di Desa mekar Jaya, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan dilakukan di UPT Laboratorium Uji Kualitas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur dengan menggunakan parameter suhu, pH, Besi (Fe), Mangan ( Mn), BOD5 (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solid). Penentuan status mutu air dengan menggunakan Metode Storet maka didapatkan hasil kelas( I) dengan hasil -28 termasuk pada kelas C, kelas (II) dengan hasil -14 berada pada kelas C , kelas (III) mendapatkan hasil -8 berada pada kelas B, dan kelas (IV) dengan hasil -2 berada pada kelas B. Masyarakat tidak bisa menngunakan air Kelas I dan II karena tidak memenuhi kriteria.
PEMANFAATAN LAHAN PASCA TAMBANG PT SEMEN INDONESIA SEBAGAI DESTINASI WISATA TAMAN REKLAMASI “BUKIT DAUN” KAB. TUBAN, PROV. JAWA TIMUR Sania, Putri Rizka; Maulana, Aldy; Danyswara, Abel; Della, Nathanael; Airf, Iqbal; Soloha, Benhur; Pattihua, Adnan; Afrianti, Risa; Anugrah, Wahyu; Sari, Avellyn Shintya
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.037 KB)

Abstract

Taman Bukit Daun merupakan lahan pasca tambang batu gamping milik PT. Semen Indonesia seluas 1 ha, yang direklamasi dan dibuat menjadi kawasan tujuan destinasi wisata edukasi dan rekreasi yang berbasis flora dan avifauna. Adanya tempat wisata seperti Taman Bukit Daun dapat menjadikan suatu daya tarik masyarakat khususnya penduduk kabupaten Tuban, disamping itu dengan dibuatnya Taman Bukit Daun ini diharapkan dapat pula menambah pendapatan ekonomi daerah. Adapun tujuan dari naskah ilmiah ini adalah untuk dapat dijadikan saran dan rujukan bagamana mengelola dan mengembangkan lahan pasca tambang batu gamping menjadi destinasi wisata yang dapat dinikmati masyarakat. Selain itu Taman Bukit Daun memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai wisata edukasi, riset, penelitian, dan budidaya, serta rekreasi. Taman Bukit Daun merupakan hasil perpaduan antara zonasi kebun raya yang memiliki fungsi wisata taman dan konservasi tumbuhan sebagai upaya penghijauan.
KAJIAN STABILITAS LERENG PADA LAHAN BEKAS TAMBANG ANDESIT Jihad, Mochammad; Putri, Ratih Haridni Kusuma; Sari, Avellyn Shintya
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.919 KB)

Abstract

Lahan bekas tambang merupakan tempat dimana banyak terjadi sebuah longsoran dikarenakan kurangnya monitoring dan perawatan yang dilakukan oleh beberapa perusahaan tambang yang ada. Longsor dapat terjadi kapanpun pada lereng yang terbentuk secara alamai maupun buatan secara tiba – tiba tanpa adanya tanda – tanda yang menunjukan akan terjadinya sebuah longsoran. Analisis kestabilan lereng perlu dilakukan untuk menenetukan faktoraman dari bidang longsor yang potensial, yaitu dengan cara menghitung besarnya kekuatan geser dan tekan untuk yang kemudian dihitung menggunakan perangkat lunak Slide 6.0 untuk diketahui besarnya nilai factor keamanan dari lereng tersebut. Dari analisis yang dilakukan di lokasi penelitian, didapat nilai factor keamanan 1.26 berdasarkan design lereng yang nantinya akan diperuntukan untuk kegiatan reklamasi pascatambang dengan besaransudut tiap lereng 40o dengan ketinggian 8 meter dan memiliki sudut keseluruhan sebesar 28 derajat.
PEMANFAATAN LAHAN BEKAS TAMBANG PT. POLOWIJO GOSARI SEBAGAI GEO WISATA KARST KAB. GRESIK, PROVINSI JAWA TIMUR Wardhana, Alexander Tantra; Syahid, Alwi; Rizalzi, Dewa; Kartiko, Frananda Rizki; Lestari, Intan; tekmauk, Jitro valerius; Grasella, Lucintania; Nurul, Ramdan; Kastera, Viven; Sari, Avellyn Shintya
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.433 KB)

Abstract

Kabupaten Gresik Jawa Timur merupakan suatu wilayah yang dikenal akan sumber material industri, tepatnya batu gamping/kapur. Hal tersebut melatar belakangi adanya beberapa tambang gamping/kapur diwilayah tersebut. Misalnya tambang PT. Polowijo Gosari yang berada di desa Sekapuk, Ujungpapah Gresik. Jika bicara tentang tambang sudah pasti tidak asing lagi dengan istilah reklamasi. Reklamasi sendiri adalah usaha pelestarian kembali suatu lahan bekas tambang agar dapat dimanfaatkan lagi sehingga tidak terbengkalai dan menjadi sumber pencemaran. Setelah beberapa tahun beroprasi, PT. Polowijo Gosari akhirnya sampai pada batas waktu penambangan dan memulai penutupan lahan tambangnya yang selanjutnya akan dilakukan reklamasi pada lahan bekas tambang tersebut. Menariknya lahan bekas tambang PT. Polowijo Gosari ini direklamasi menjadi suatu objek wisata bertajuk geo wisata karst yang bernilai edukasi dan cocok untuk kalangan remaja.
KAJIAN TEKNIS ANALISIS RESIKO JALAN TAMBANG BATUBARA PT. PASIR WALANNAE, KABUPATEN BONE, PROVINSI SULAWESI SELATAN Sari, Avellyn Shintya; Fadillah, Ahmad; Saputra, Rengga Ade
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.252 KB)

Abstract

Jalan tambang adalah suatu infrastruktur yang vital di dalam lokasi penambangan dan sekitarnya. Jalan tambang berfungsi sebagai penghubung lokasi-lokasi penting. Dalam kegiatan penambangan, jalan tambang memegangperanan yang sangat penting, karena apabila kondisi jalan tambang yang didesain tidak sesuai dengan sistem penambangan dan spesifikasi alat yang digunkan maka akan menghambat laju kegiatan produksi batubara. Tujuandari penelitian adalah mengetahi geometri jalan tambang, Analisa faktor keamanan jalan tambang berdasarkan alat yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa geometri jalan sangat mempengaruhi laju kegiatanpenambangan, berdasarkan perhitungan yang dilakukan mengacu pada spesifikasi alat angkut yang digunakan dapat diketahui bahwa untuk kondisi jalan lurus dan lebar jalan minimum yang di sarankan pada pit 101 untuk satu jalur 4,8 meter dan 5,99 meter pada tikungan. Berbeda dengan jalan hauling, didapatkan perhitungan lebar yang disarankan pada jalan lurus satu jalur 5,4 meter dan 7,62 meter pada jalan menikung. Analisa faktor keamanan jalantambang dipengaruhi oleh perawatan yang dilakukan agar jalan menjadi nyaman dilalui dalam pengangkutan batubara, pemadatan perkerasan dianalisa mengunakan kurva CBR (California Bearing Ratio), sesuai dengan spesifikasi alat yang melewati jalan tambang. Pada PT. Pasir Walannae direkomendasikan ketebalan perkerasan jalan yaitu 14 inch atau sama dengan 35,56 cm dengan material batupasir. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisi terjadinya genangan air dan lumpur di sepanjang permukaan jalan tambang.
Groundwater quality in Ponjong Karst, Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta Sari, Avellyn Shintya; K, Sari Bahagiarti; Suharsono, Suharsono; Prasetyadi, C
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2020.v1i1.1142

Abstract

The hydrogeological condition of a region is determined by the type of lithology, morphology, and subsurface conditions where the condition is very helpful in the study of groundwater exploration. Especially when we encounter interesting geological conditions when the groundwater exploration in the karst area in which volcanic rocks are resulting from the activities of the active volcano in the past. Groundwater exploration at Ponjong area and surrounding does have its special characteristics, because it has 2 different rock characteristics where the northern part of the research area in the form of a karst area (limestone of Wonosari Formation) while the southern part is an area of ancient volcanoes with dominant volcanic rocks from Wuni Formation, As for the research on the above and subsurface research area where the research is conducted based on surface geology mapping, geoelectric data collection, and groundwater sampling. Geological mapping includes geomorphological data, stratigraphy, and geological structure. The aquifer system of the research area can be divided into two systems, inter-grain aquifer systems, and fracture aquifer systems. Overall quality groundwater in the research area is quite good. Ponjong District there are mining activities that have resulted in changes in the land use system in the area. This can cause changes in the water surplus in the area due to the changing catchment area.