Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Penilaian Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) ABC Arfan Anugrah Asyhari; Rangga Putra Ananto; Eka Rosalina
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Dharma Andalas Vol 23 No 1 (2021): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Dharma Andalas
Publisher : Universitas Dharma Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jebd.v23i1.193

Abstract

This study aims to determine the Bank Soundness Level with the object of Islamic Rural Banks registered with the Financial Services Authority in 2015-2019. The type of the research that used in this research is descriptive research with a qualitative approach. Assessment using the Risk-Based Bank Rating (RBBR) method consists of four factors, namely the Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings and Capital of each bank. The Risk Profile consists of credit risk and liquidity risk. Credit risk is measured using NPF and liquidity risk is measured using FDR. Earnings factor is measured by ROA and NIM ratio, Capital factor is calculated by CAR ratio. The results showed that the results obtained the predicate of being unhealthy and even quite healthy on the NPF, FDR, ROA, and NIM ratios, while the CAR ratios for the last 3 years received the predicate Very Healthy appropriate to Bank Indonesia regulations, which exceeded 12% ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Kesehatan Bank dengan objek Bank Perkreditan Rakyat Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan pada tahun 2015-2019. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian desktiptif dengan pendekatan kualitatif. Penilaian dengan metode Risk-Based Bank Rating (RBBR) terdiri dari empat faktor yaitu Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings dan Capital dari setiap bank. Risk Profile terdiri dari risiko kredit dan risiko likuiditas. Risiko kredit diukur dengan menggunakan NPF dan risiko likuiditas diukur dengan menggunakan FDR. Faktor Earnings diukur dengan rasio ROA, ROE dan NIM, faktor Capital dihitung dengan rasio CAR. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang memperoleh predikat kurang sehat bahkan cukup sehat atas rasio NPF, FDR, ROA, ROE dan NIM, sedangkan pada rasio CAR pada 3 tahun terakhir memperoleh predikat Sangat Sehat sesuai ketentuan Bank Indonesia yaitu melebihi 12%.
Prediksi Kebangkrutan Perusahaan Dengan Menggunakan Model Zmijewsky Dan Model Groever Rangga Putra Ananto; Rasyidah Mustika
Economac: Jurnal Ilmiah Ilmu Ekonomi Vol 1 No 2 (2017): Economac: Jurnal Ilmiah Ilmu Ekonomi Volume 1 Nomor 2 Bulan Oktober 2017.
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.665 KB) | DOI: 10.24036/20171240

Abstract

This study aims to determine the empirical evidence of financial distress prediction model in companies that are delisted in the Indonesia Stock Exchange (BEI). Financial distress models used are Zmijewsky, and Groever. The object of research is all companies delisting in BEI in 2013, 2014 and 2015. While the study period is three years before delisting. As a comparison, also taken companies that are still listing from the same industry sector. The number of companies in the study sample were ten delisting companies and ten listing companies. The method of analysis used in this research is quantitative method with logistic regression analysis.The results show that the Zmijewsky model is the model with the highest accuracy in predicting delisting, with the prediction ability of 69.99%.The Groever models show the prediction ability of 63.33%. So it can be concluded that the Zmijewsjy model is the most accurate model predicting delisting in Indonesia Stock Exchange (BEI).
Analisis Tarif Pajak Efektif di Indonesia Rasyidah Mustika; Rangga Putra Ananto; Desi Handayani
Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.872 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tren atau pergerakan tarif pajak efektif pada perusahan di Indonesia dari tahun 2000 hingga 2016. Dengan diketahuinya tren tarif pajak efektif, berarti bisa diperkirakan berapa besaran pajak yang dibayar oleh wajib pajak badan. Sehingga pemerintah bisa menjadikan penelitian ini sebagai salah satu rujukan untuk menganalisa tarif pajak penghasilan yang berlaku saat ini. Tarif pajak efektif dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan Cash Effective Tax Rate (Cash ETR). Trend Cash ETR yang terjadi dari tahun 2000-2016 mengalami fluktuasi dan nilainya lebih rendah jika dibandingkan dengan STR yang berlaku sesuai dengan tahun terjadinya. Secara rata-rata, Cash ETR perusahaan di Indonesia dari tahun 2000-2007 berada pada nilai 19,66%, tahun 2008-2009 sebesar 26,09% dan tahun 2010-2016 rata-rata 24,57%. Secara umum, rata-rata Cash ETR perusahaan di Indonesia dari tahun 2000-2016 adalah 22,66%. Jika dibandingkan dengan Tarif yang ditetapkan oleh pemerintah dalam undang-undang perpajakan, rata-rata besar tarif pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak, masih lebih rendah dari tarif yang berlaku (STR). Kata kunci: effective tax rate, cash effective tax rate, statutory tax rate
Penggunaan Model Springate Untuk Mendeteksi Penurunan Kinerja Keuangan (Financial Distress) Sektor Pertambangan di Bursa Efek Indonesia Rangga Putra Ananto
Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis Vol 13 No 1 (2020): Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.465 KB) | DOI: 10.35143/jakb.v13i1.3607

Abstract

Sektor pertambangan merupakan sektor vital yang dimiliki oleh Indonesia. Hasil tambang seperti semen, intan, emas dan lain lain tersebar di seluruh penjuru bumi nusantara. Namun kondisi sektor pertambangan beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. Beberapa perusahaan tambang mengalami penurunan laba yang cukup signifikan, bahkan tidak sedikit juga perusahaan yang mengalami kerugian. Kondisi tersebut memberikan sinyal bahwa terjadinya penurunan kinerja keuangan atau financial distress. Resiko financial distress bagi perusahaan dapat diukur melalui laporan keuangan, dengan cara melakukan analisis terhadap laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan. Analisis laporan keuangan dapat meliputi perhitungan dan intepretasi rasio keuangan yang dapat mengindikasikan financial distress sebuah perusahaan. Model yang digunakan dalam mendeteksi financial disttress adalah Model Springate, yang diukur melalui laporan keuangan yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2018. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah 15 perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal penelitian ini menunjukkan bahwa dari seluruh total sampel yang ada, 97.3% perusahaan mengalami kondisi penurunan kinerja (financial distress).
Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat Syariah Ditengah Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pada BPRS Al-Makmur Payakumbuh) Desi Handayani; Rangga Putra Ananto; Ferdawati Ferdawati
Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.806 KB) | DOI: 10.35143/jakb.v13i2.4384

Abstract

Tingkat kesehatan bank adalah sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan. Adanya pandemic Covid-19 juga berdampak terhadap kinerja BPRS Al-Makmur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui tingkat kesehatan BPRS Al-Makmur dihitung dengan menggunakan rasio Non Performing Financing (NPF), Finance to Deposit Ratio (FDR), Return on Asstes (ROA) dan Capital Adequacy Ratio (CAR), Net Operating Margin (NOM), Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO). Hasil dari penelitian ini BPRS Al-Makmur dihitung dengan rasio Non Performing Financing (NPF) berada dalam kondisi atau tingkat kesehatan yang sehat pada triwulan 1 dan triwulan 2 tahun 2020. dihitung dengan menggunakan Kredit terhadap Dana Diterima (FDR) berada dalam tingkat kesehatan yang sangat sehat pada triwulan 1 dan triwulan 2. Dihitung dengan menggunakan Return on Assets (ROA) pada triwulan 1 berada pada tingkat kesehatan yang kurang sehat dan triwulan 2 berada da;am tingkat kesehatan yang cukup sehat. Dihitung dengan menggunakan Capital Adequacy Ratio (CAR) berada dalam tingkat kesehatan yang sangat sehat pada triwulan 1 dan triwulan 2 tahun 2020. Dihitung dengan menggunakan Net Operating Margin (NOM) pada triwulan 1 berada pada tingkat kesehatan yang tidak sehat dan triwulan 2 berada pada tingkat kesehatan yang kurang sehat. Dihitung dengan menggunakan biaya operasional dan pendapatan operasional (BOPO) pada triwulan 1 berada pada tingkat kesehatan yang sehat danpada triwulan 2 berada pada tingkat kesehatan sangat sehat. Kata kunci: NPF, FDR, ROA, CAR, NOM, BOPO
Pandemi Covid-19 dan Dampaknya Terhadap Perubahan Kebijakan Perusahaan Sektor Teknologi Wiwik Andriani; Rangga Putra Ananto; Eka Rosalina; Wina Nofrima Fitri; Dandi Aprila
Journal of Applied Accounting and Taxation Vol 7 No 2 (2022): Journal of Applied Accounting and Taxation (JAAT)
Publisher : Pusat P2M Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaat.v7i2.4701

Abstract

Analysis conducted to see the extent to which a company has implemented by using financial implementation rules correctly and adequately is called financial performance. There are 5 (five) ratios used in assessing the company's financial performance, including liquidity ratios, leverage ratios, activity ratios, profitability ratios, and market value ratios. This study aims to determine a policy strategy based on the results of a comparison test of the financial performance of technology sector companies before and during the 2018-2021 period of the covid-19 pandemic. In this study, secondary data are used. Purposive sampling was utilized as the sampling methodology. This study employed a normality test and Paired Sample T-Test. The results of this study indicate that the financial performance of technology companies during the covid-19 pandemic got significant results for all variables. Based on the comparison test results, a policy strategy is needed to solve the problems related to financial performance.
Financial Performance of Infrastructure Companies Before and During the Covid-19 Wina Nofrima Fitri; Wiwik Andriani; Rangga Putra Ananto
Jurnal Manajemen Universitas Bung Hatta Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Manajemen Universitas Bung Hatta
Publisher : Management Department, Faculty of Economics and Business, Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/jmubh.v18i1.22064

Abstract

This research looks at what was carried out to decide the difference in the financial performance of infrastructure companies listed on the Indonesian Stock Exchange before and during COVID-19. This observation uses a quantitative approach to comparative studies. Sampling for this study was performed using a targeted sampling technique, resulting in a sample of 31 infrastructure companies. This research used secondary data from annual reports provided by the IDX website. Data were processed using SPSS software version 25, and hypothesis tests were performed using the standard Kolmogorov-Smirnov test and Wilcoxon signed rank test. The study measures financial performance by eight criteria: current ratio, short-term ratio, total debt, leverage, total asset turnover, and asset turnover ratio. , net profit margin, and investment rate of return. Complete As a result, and we found a significant difference before and after Covid-19 in current ratios, short-term ratios, total debt, total asset turnover ratio, net profit margin, and rate of return on investment. Furthermore, there were no significant differences in indebtedness and debt turnover before and during Covid-19. 
PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PEMASARAN PADA KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) “ ZAIZHA Reni Endang Sulastri; Ferdawati - -; Rangga Putra Ananto; Welsi Haslina; Yusnani Yusnani
Jurnal Abdimas: Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.352 KB)

Abstract

Kelompok Usaha Bersama (KUBE) merupakan kelompok keluarga miskin yang dibentuk, tumbuh, dan berkembang atas prakarsanya dalam melaksanakan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sosial keluarga. Pembinaan dan pemberdayaan Kube perlu diperhatikan agar tujuan pembentukan Kube untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan mengurangi angka kemiskinan dapat tercapai. Namun masih banyak diantara Kube yang belum dikelola dengan baik diantaranya yaitu (KUBE)“ZAIZHA”. Tujuan pengabdian ini adalah membantu Kube dalam mengatasi masalah dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran. Untuk mengatasi masalah tersebut akan dilakukan pelatihan dan pendampingan kepada anggota dan pengurus Kube tentang Penentuan harga pokok produk, pembuatan pembukuan usaha dan organisasi serta pelatihan pemasaran online. Disamping itu juga di lakukan perancangan dan pembuatan pembukuan dan laporan keuangan kube serta perancangan dan pembuatan alat promosi dan pemasaran online. Dengan adanya pengabdian ini diharapkan meningkatnya kemampuan para pengurus kube dalam penyusunan pembukuan usaha dan organisasi Kube, meningkatnya kemampuan para anggota Kube dalam menghitung harga pokok produk dan harga jual secara tepat serta adanya adanya pemasaran produk secara online yang berujung pada peningkatan omset penjualan dan kesejahteraan anggota
Akuntabilitas Keuangan Pada Yayasan Arruhama Reni Endang Sulastri; Rangga Putra Ananto; Fera Sri Yunianti; Ferdawati - -
Jurnal Abdimas: Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.418 KB) | DOI: 10.30630/jppm.v4i1.694

Abstract

Keuangan yayasan harus dikelola secara transparansi dan akuntabel dengan menyusun laporan keuangan yasasan. Transparansi ini sangat diperlukan sekali karena dana yang masuk ke yayasan dominan berasal dari sumbangan masyarakat yang diberikan atas dasar kepercayaan. Dengan adanya transparansi keuangaan ini diharapkan kepercayaan masyarakat akan tetap terjaga. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu yayasan Arruhama dalam menciptakan akuntabilitas keuangan yayasannya. Selama ini yayasan tersebut belum menyusun laporan keuangan sesuai dengan srandar yang berlaku karena keterbatasan pengetahuan dan sumberdaya yang mengerti tentang laporan keuangan khusus yayasan. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan bimtek dan pendampingan penyusunan laporan keuangan yayasan, perancangan aplikasi komputer akuntansi untuk keuangan yayasan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman pengurus yayasan tentang penyusunan laporan keuangan dan adanya laporan keuangan yayasan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, serta program komputer akuntansi dalam mengelola keuangan dan penyusunan laporan keuangan sehingga mempermudah pengelola dalam melakukan pencatatan dan pertanggungjawaban keuangan yayasannya
Corporate Policy Strategy Based on Comparison of Financial Performance Due to the Impact of the Covid-19 Pandemic Wiwik Andriani; Rangga Putra Ananto; Dandi Aprila; Wina Nofrima Fitri
Ilomata International Journal of Tax and Accounting Vol. 4 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.512 KB) | DOI: 10.52728/ijtc.v4i1.662

Abstract

The analysis carried out to see how far a company has carried out by using the rules of financial implementation correctly and adequately is called financial performance. There are 5 (five) ratios used in assessing a company's financial performance, including liquidity ratios, leverage ratios, activity ratios, profitability ratios, and market value ratios. This study aims to determine policy strategies based on the results of comparative tests of the financial performance of companies in the technology and infrastructure sector before and during the 2018-2021 Covid-19 pandemic. This study uses secondary data. The sampling technique used was the purposive sampling method. This study used the normality test and paired difference test. The results of this study indicate that the financial performance of technology companies during the Covid-19 pandemic obtained significant results for all variables. In contrast, for the variables in the infrastructure sector companies, only one variable was significant. Based on the comparative test results, a policy strategy is needed to overcome problems related to financial performance experienced by infrastructure and technology companies listed on the Indonesia Stock Exchange. Through the eight determined policy strategies, it is expected to be able to make the company survive and choose the proper steps in developing its business.