Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

CASE STUDY: RANGE OF MOTION IMPLEMENTATION IN ELDERLY PATIENTS WITH STROKE AT TRUE LOVE NURSING HOME BATAM Sentiani, Dewi Parsita Sentiani; Gustina, Nurma Zela; Erda, Roza Erda; Badri, Isna Aglusi
Klabat Journal of Nursing Vol. 7 No. 1 (2025): Building Resilient Communities
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v7i1.1280

Abstract

Latar Belakang: Gangguan mobilitas fisik yang terjadi pada pasien stroke dapat dilakukan latihan fisik berupa mobilisasi dini berupa latihan ROM yang efektif digunakan untuk mencegah terjadinya disabilitas pada pasien stroke. ROM merupakan penatalaksanaan yang tepat untuk meningkatkan kekuatan otot yang melemah pada pasien stroke. Tujuan: Penelitian ini bertujuan memberikan Asuhan Keperawatan Stroke Gerontik pada pasien dengan Penerapan Teknik ROM Terhadap Imobilisasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang dilakukan berdasarkan tahapan asuhan keperawatan yang meliputi, pengkajian, diagnosis, intervensi. Hasil: Penelitian studi kasus yang dilakukan terhadap 2 pasien lansia didapatkan adanya peningkatan pergerakan ekstremitas atas/bawah kanan pasien dan peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas/bawah kanan pasien yang mana setelah diberikan ROM selama 5 x 30 menit sebanyak 2 sesi pada pagi dan sore hari didapatkan pada hari keempat dan kelima terdapat peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas/bawah kanan pasien yang mana awalnya kekuatan otot 5/0/5/0 menjadi 5/1/5/2 pada ekstremitas atas/bawah kanan pasien. Maka dapat disimpulkan bahwa terapi ROM sangat berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan otot, peningkatan ekstremitas dan mobilisasi pada pasien lansia. Kesimpulan: terdapat peningkatan pergerakan ekstremitas atas dan bawah kanan pasien, peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas kanan pasien dari 0 menjadi 1 dan peningkatan kekuatan otot ekstremitas bawah kanan pasien dari 0 menjadi 2, serta peningkatan rentang gerak pasien. Rekomendasi: Tindakan ROM memiliki dampak positif dalam meningkatkan mobilisasi lansia, sehingga ROM dapat dijadikan terapi rutin yang diberikan pada lansia agar dapat menurunkan risiko imobilisasi pada lansia. Background: Physical mobility disorders that occur in stroke patients can be done by physical exercise in the form of early mobilization in the form of ROM exercises that are effectively used to prevent disability in stroke patients. ROM is the right management to increase the strength of weakened muscles in stroke patients. Objective: This study aims to provide Gerontic Stroke Nursing Care to patients with the Application of ROM Techniques to Immobilization. Method: This study uses a case study method that is carried out based on the stages of nursing care which include, assessment, diagnosis, intervention. Results: Case study research conducted on 2 elderly patients found an increase in the movement of the patient's upper/lower right extremities and an increase in the muscle strength of the patient's upper/lower right extremities which after being given ROM for 5 x 30 minutes as many as 2 sessions in the morning and evening, it was found on the fourth and fifth days there was an increase in the muscle strength of the patient's upper/lower right extremities which initially muscle strength was 5/0/5/0 to 5/1/5/2 in the patient's upper/lower right extremities. So it can be concluded that ROM therapy has a great influence on increasing muscle strength, increasing extremities and mobilization in elderly patients. Conclusion: There is an increase in the movement of the patient's right upper and lower extremities, an increase in the patient's right upper extremity muscle strength from 0 to 1 and an increase in the patient's right lower extremity muscle strength from 0 to 2, as well as an increase in the patient's range of motion. Recommendation: ROM actions have a positive impact on increasing the mobilization of the elderly, so that ROM can be used as a routine therapy given to the elderly in order to reduce the risk of immobilization in the elderly.
PENANGANAN KEJANG DEMAM PADA BALITA DI PUSKESMAS LUBUK BAJA KOTA BATAM: HANDLING FEVER IN CHILDREN IN THE PUSKESMAS LUBUK BAJA KOTA BATAM munawaroh, khoirunnisa; Badri, Isna Aglusi; Erda, Roza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2019): JPM | September 2019
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.992 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v5i2.440

Abstract

Kejang demam merupakan penyakit yang terjadi pada usia 6 bulan hingga 5 tahun. Suhu tubuh melebihi 38 C dapat mengakibatkan terjadinya rangsangan kejang. Orang tua balita perlu memahami penanganan pertama pada kejang demam sehingga tidak muncul komplikasi kejang demam. Tujuan dari pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan orang tua balita terhadap penanganan kejang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan menggunakan media audiovisual dan leaflet. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Lubuk Baja Kota Batam pada tanggal 3 Januari 2019 dengan jumlah peserta 20 orang. Peserta diberikan pre tes dan pos tes oleh pengabdi menggunakan instrumen yang dibuat oleh pengabdi berdasarkan materi yang diberikan. Hasil kegiatan pengetahuan peserta meningkat dari 40% menjadi 85%. Penyuluhan bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan orang tua balita. Perawat puskesmas dalam memberikan penyuluhan dapat memanfaatkan media audiovisual.
Perbedaan Pengaruh Pemberian Musa Pradisiaca L (Pisang Ambon) dan Kacang Kedelai terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Sambau Kota Batam Tahun 2024 Said, Fahira Mashita; Husaidah, Siti; Badri, Isna Aglusi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3466

Abstract

Anemia adalah kondisi fisik yang ditandai oleh rendahnya kadar hemoglobin (Hb). Anemia selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi perdarahan, melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan panjang badan lahir rendah (PBLR), serta kelahiran prematur. Penatalaksanaan anemia terdiri dari dua jenis, yaitu farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan antara lain pemberian Musa paradisiaca L. (pisang ambon) dan kacang kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh Musa paradisiaca L. (pisang ambon) dan kacang kedelai terhadap kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Sambau, Kota Batam. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Experimental dengan rancangan Time Series Design. Responden berjumlah 32 ibu hamil yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 16 orang kelompok eksperimen dan 16 orang kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode nonprobability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok Musa paradisiaca L. (pisang ambon), sebagian besar responden mengalami peningkatan kadar hemoglobin (75%), sedangkan pada kelompok kacang kedelai sebesar 81,3%. Hasil uji Wilcoxon pada kelompok Musa paradisiaca L. (pisang ambon) menunjukkan nilai p = 0,001 (α < 0,05) dan pada kelompok kacang kedelai p = 0,000 (α < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi Musa paradisiaca L. (pisang ambon) dan kacang kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Sambau, Kota Batam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi ibu hamil untuk mengonsumsi Musa paradisiaca L. (pisang ambon) dan kacang kedelai sebagai upaya pencegahan anemia selama kehamilan.
Peningkatan Peran Ibu Dalam Menciptakan Lingkungan Keluarga Yang Sehat di Telaga Sakinah RW 13 Kota Batam Erda, Roza; Badri, Isna Aglusi; Gustina, Nurma Zela; Putri, Yulia Devi; Novia, Resi; Hayat, Nahrul
Abdimas Awang Long Vol. 8 No. 1 (2025): Januari, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v8i1.1464

Abstract

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang berperan penting dalam pembentukan karakter dan kesehatan setiap anggotanya. Sebagai pilar utama dalam keluarga, ibu memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat melalui pemenuhan gizi, kebersihan, serta dukungan kesehatan mental dan emosional. Artikel ini membahas peran ibu dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga, menjaga kebersihan dan sanitasi, serta mengelola kesehatan mental anggota keluarga. Para ahli sepakat bahwa ibu memiliki peran yang krusial dalam mendukung kesehatan fisik dan mental keluarga melalui berbagai tanggung jawab, mulai dari perencanaan makanan sehat hingga memberikan dukungan emosional yang positif. Dengan optimalisasi peran ibu dalam keluarga, tercipta lingkungan yang sehat, harmonis, dan sejahtera, yang secara tidak langsung berkontribusi pada kesehatan masyarakat yang lebih luas.
EDUKASI PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG PADA ANAK DI POSYANDU GURINDAM RINDU 1 KECAMATAN PULAU BULUH KEPULAUAN RIAU Erda, Roza; Badri, Isna Aglusi; Gustina, Nurma Zela; Putri, Yulia Devi; Novia, Resi; Hayat, Nahrul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32149

Abstract

Seribu hari masa kehidupan merupakan fase penting dalam tumbuh kembang anak. Banyak kondisi kesehatan di fase ini yang dapat mempengaruhi kehidupan anak di masa depan. Salah satu cara untuk menjaga kualitas kehidupan anak di seribu hari kehidupannya dengan cara melakukan pemantauan tumbuh kembang. Pemantauan dilakukan untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan anak sudah sesuai dengan standar tumbuh kembang anak di usianya. Tidak semua orang tua memiliki kemampuan untuk melakukan pemantauan mandiri, oleh sebab itu dilakukan edukasi kesehatan dengan topik pemantauan tumbuh kembang pada anak guna memberikan dan mengajarkan orang tua tentang cara melakukan pemantauan tumbuh kembang pada anak. Pengabdian ini dilakukan di Posyandu Gurindam Rindu 1 Kecamatan Pulau Buluh Kepulauan Riau dengan mengajarkan orang tua yang hadir di Posyandu tentang cara melakukan pemantauan tentang tumbuh kembang pada anak. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini orang tua mampu memahami tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang pada anak serta mampu melakukan pemantauan mandiri dirumah dengan itu orang tua dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anak agar terhindar dari gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
Penerapan Senam Lansia Untuk Mencegah Hipertensi Pada Lansia Di Pulau Panjang Kepualan Riau Roza Erda; Isna Aglusi Badri; Zela Gustina, Nurma; Yulia Devi Putri; Resi Novia; Nahrul Hayat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan keadaan dimana seorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal. Salah satu upaya pencegahan adalah melakukan kontrol tekanan darah dan meningkatkan pemahaman tentang hipertensi melalui pendidikan kesehatan hipertensi. Salah satu pendidikan kesehatan yang dapat diterapkan dalam mencegah hipertensi adalah senam hipertensi. Pengabdian ini dilakukan di Pulau Panjang Kepulauan Riau dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, penyuluhan kesehatan dan praktik senam hipertensi. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan hipertensi dengan menerapkan perilaku sehat melalui senam hipertensi.
THE RELATIONSHIP BETWEEN THERAPEUTIC COMMUNICATION BY NURSES AND PATIENT SATISFACTION LEVELS IN THE INPATIENT WARD OF HOSPITAL X IN BATAM CITY Napitupulu, Alex; Yunaspi, Didi; Badri, Isna Aglusi
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN SRIWIJAYA : JANUARI 2026
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v10i1.353

Abstract

Aim: The quality of hospital services is not only measured in terms of medical aspects, but also in terms of patient satisfaction. One important factor that influences satisfaction is therapeutic communication by nurses, as nurses are the health workers who interact with patients most frequently. The objective of this study was to determine the relationship between therapeutic communication by nurses and patient satisfaction levels in the inpatient ward of Hospital X. Method: This study is quantitative research, using an analytical design with a cross-sectional approach. The population in this study were people aged 18 years and above, with a required sample size of 85 people using purposive sampling. Data collection tools used questionnaires and data analysis in this study used the Spearman Rho test. Results: The results of this study showed that the p-value was 0.000 with a correlation coefficient of r = 0.457. This means that there is a moderate and significant relationship between therapeutic communication by nurses and patient satisfaction levels. Conclusion: The conclusion of this study is that there is a moderate and significant relationship between Therapeutic Communication by Nurses and Patient Satisfaction Levels in the Inpatient Ward of Hospital X in Batam City in 2025.
Skrining Tumbuh Kembang Pada Anak Yulia Devi Putri; Isna Aglusi Badri; Dedy Siska
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i2.1958

Abstract

Basically, parents are obliged and responsible in the task of educating children by providing various matters concerning the interests of their children, such as developing abilities, knowledge, skills, and maintaining children's health. This is because the activities carried out by children at home are more about emphasizing the ability to speak and tell stories, activities carried out by the question and answer method. While early childhood is easier to understand and understand if learning is applied directly to practice/using media, children will easily remember it because they are directly involved in the learning activity.
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KLIEN DENGAN ARTHRITIS GOUT DENGAN TERAPI PEMBERIAN KOMPRES HANGTA MENGGUNAKAN LARUTAN JAHE DI TJ. PENGAPIT TAHUN 2024 Stela Afrisa Fajar; Isna Aglusi Badri
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 3 (2026): Vol. 5 No. 3 Juni 2026
Publisher : Ensiklopedia Research and Community Service Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i3.3856

Abstract

Family nursing is a comprehensive service that places the family and its parts at the focus of service and involves family members in assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. According to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia (Kemenkes RI, 2020). Gouty arthritis or also known as gout is a disease that attacks the joints. This is due to increased uric acid levels due to genetic factors and lifestyle factors, such as frequent consumption of foods rich in purine. Purines are an important part of protein, and most of the protein is obtained from organ meats, meat, nuts, etc. (Megayanti, 2022). This case study aims to provide nursing care for Mrs. R by treating pain using complementary therapy, namely warm compresses using ginger solution on Tj. Pengapit Year 2024. The method used in this scientific work is a case study. The results of the assessment obtained by the researcher came to the patient's house with the client's leg feeling pain in the right knee area since 4 days ago with a nursing diagnosis of acute pain. The intervention and implementation provided was in the form of warm compress therapy using ginger solution for 5 consecutive days. The results of nursing care for Mrs. R with Gouty Arthritis who experienced joint pain in the knee area on the right leg and after implementing nursing for 5 consecutive days, the pain in the knee on the right leg decreased, and the difficulty in moving decreased. Application of non-pharmacological therapy with warm compresses using this ginger solution in patients who experience pain in gouty arthritis.Keywords: Nursing Care, Gouty Arthritis, Joint Pain, Complementary Therapies
STUDI KASUS PADA PASIEN RHINOSINUSITIS DENGAN PENERAPAN CUCI HIDUNG DENGAN NACL 0,9% Isna Aglusi Badri
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): Januari: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v1i1.113

Abstract

Rhinosinusitis is an inflammatory disease of the nasal mucosa and paranasal sinuses which is usually caused by viral, bacterial, fungal, dental infections, or due to fractures and tumors. Information that states that nasal and sinus disease is ranked 25th out of 50 major disease patterns or about 102,817 outpatients in the hospital. The purpose of this study was to analyze nursing care with the benefit of Nacl 0.9% by washing the nose in rhinosinusitis patients at Embung Fatimah Regional General Hospital Batam City. The discussion compiled in this chapter has been adapted to the stages of the nursing process which includes assessment, nursing diagnoses, nursing interventions, nursing implementation and evaluation or patient progress notes. After being given nursing care to the patient in the form of nasal washing/nasal irrigation using 0.9% NaCl 2 times a day the problem was partially resolved. The patient said that there was a difference before and after irrigation/nasal washing with 0.9% Nacl.