Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

CASE STUDY: RANGE OF MOTION IMPLEMENTATION IN ELDERLY PATIENTS WITH STROKE AT TRUE LOVE NURSING HOME BATAM Sentiani, Dewi Parsita Sentiani; Gustina, Nurma Zela; Erda, Roza Erda; Badri, Isna Aglusi
Klabat Journal of Nursing Vol. 7 No. 1 (2025): Building Resilient Communities
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v7i1.1280

Abstract

Latar Belakang: Gangguan mobilitas fisik yang terjadi pada pasien stroke dapat dilakukan latihan fisik berupa mobilisasi dini berupa latihan ROM yang efektif digunakan untuk mencegah terjadinya disabilitas pada pasien stroke. ROM merupakan penatalaksanaan yang tepat untuk meningkatkan kekuatan otot yang melemah pada pasien stroke. Tujuan: Penelitian ini bertujuan memberikan Asuhan Keperawatan Stroke Gerontik pada pasien dengan Penerapan Teknik ROM Terhadap Imobilisasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang dilakukan berdasarkan tahapan asuhan keperawatan yang meliputi, pengkajian, diagnosis, intervensi. Hasil: Penelitian studi kasus yang dilakukan terhadap 2 pasien lansia didapatkan adanya peningkatan pergerakan ekstremitas atas/bawah kanan pasien dan peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas/bawah kanan pasien yang mana setelah diberikan ROM selama 5 x 30 menit sebanyak 2 sesi pada pagi dan sore hari didapatkan pada hari keempat dan kelima terdapat peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas/bawah kanan pasien yang mana awalnya kekuatan otot 5/0/5/0 menjadi 5/1/5/2 pada ekstremitas atas/bawah kanan pasien. Maka dapat disimpulkan bahwa terapi ROM sangat berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan otot, peningkatan ekstremitas dan mobilisasi pada pasien lansia. Kesimpulan: terdapat peningkatan pergerakan ekstremitas atas dan bawah kanan pasien, peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas kanan pasien dari 0 menjadi 1 dan peningkatan kekuatan otot ekstremitas bawah kanan pasien dari 0 menjadi 2, serta peningkatan rentang gerak pasien. Rekomendasi: Tindakan ROM memiliki dampak positif dalam meningkatkan mobilisasi lansia, sehingga ROM dapat dijadikan terapi rutin yang diberikan pada lansia agar dapat menurunkan risiko imobilisasi pada lansia. Background: Physical mobility disorders that occur in stroke patients can be done by physical exercise in the form of early mobilization in the form of ROM exercises that are effectively used to prevent disability in stroke patients. ROM is the right management to increase the strength of weakened muscles in stroke patients. Objective: This study aims to provide Gerontic Stroke Nursing Care to patients with the Application of ROM Techniques to Immobilization. Method: This study uses a case study method that is carried out based on the stages of nursing care which include, assessment, diagnosis, intervention. Results: Case study research conducted on 2 elderly patients found an increase in the movement of the patient's upper/lower right extremities and an increase in the muscle strength of the patient's upper/lower right extremities which after being given ROM for 5 x 30 minutes as many as 2 sessions in the morning and evening, it was found on the fourth and fifth days there was an increase in the muscle strength of the patient's upper/lower right extremities which initially muscle strength was 5/0/5/0 to 5/1/5/2 in the patient's upper/lower right extremities. So it can be concluded that ROM therapy has a great influence on increasing muscle strength, increasing extremities and mobilization in elderly patients. Conclusion: There is an increase in the movement of the patient's right upper and lower extremities, an increase in the patient's right upper extremity muscle strength from 0 to 1 and an increase in the patient's right lower extremity muscle strength from 0 to 2, as well as an increase in the patient's range of motion. Recommendation: ROM actions have a positive impact on increasing the mobilization of the elderly, so that ROM can be used as a routine therapy given to the elderly in order to reduce the risk of immobilization in the elderly.
PENANGANAN KEJANG DEMAM PADA BALITA DI PUSKESMAS LUBUK BAJA KOTA BATAM: HANDLING FEVER IN CHILDREN IN THE PUSKESMAS LUBUK BAJA KOTA BATAM munawaroh, khoirunnisa; Badri, Isna Aglusi; Erda, Roza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2019): JPM | September 2019
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.992 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v5i2.440

Abstract

Kejang demam merupakan penyakit yang terjadi pada usia 6 bulan hingga 5 tahun. Suhu tubuh melebihi 38 C dapat mengakibatkan terjadinya rangsangan kejang. Orang tua balita perlu memahami penanganan pertama pada kejang demam sehingga tidak muncul komplikasi kejang demam. Tujuan dari pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan orang tua balita terhadap penanganan kejang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan menggunakan media audiovisual dan leaflet. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Lubuk Baja Kota Batam pada tanggal 3 Januari 2019 dengan jumlah peserta 20 orang. Peserta diberikan pre tes dan pos tes oleh pengabdi menggunakan instrumen yang dibuat oleh pengabdi berdasarkan materi yang diberikan. Hasil kegiatan pengetahuan peserta meningkat dari 40% menjadi 85%. Penyuluhan bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan orang tua balita. Perawat puskesmas dalam memberikan penyuluhan dapat memanfaatkan media audiovisual.
STUDI KASUS PENANGANAN DIABETES MELLITUS DENGAN SEDUHAN SERBUK KAYU MANIS Siska, Dedy; Putri, Yulia Devi; Badri, Isna Aglusi; Gustina, Nurma Zela
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Edisi 3 April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v5i3.1777

Abstract

According to the International Diabetes Federation (IDF) estimated are 463 million adults, 20–79 years, living with diabetes mellitus in 2019 which accounts for 9.3%. Diabetes Mellitus is chronic metabolic disease, characterized by high levels of glucose in the blood. The general objectives this study were describe nursing care for people with Diabetes Mellitus with the problem of unstable blood sugar levels related to the inability of families to care for elderly, and provide Cinnamon Powder Brewed Drinks to decrease blood sugar levels. The method used is case study, namely by collecting data using the format of nursing care. The results from nursing actions carried out for seven days with infusion of cinnamon powder consumed 2 times a day found that patients and families were able to recognize health problems, were able to decide on appropriate actions to treat family members, and to use health facilities. The results of nursing care at Mr. B, there is no dizziness, the vision is no longer blurred. Based on the results of the nursing care carried out, it is hoped that it can be used as learning material and reference material in providing nursing care for Diabetes Mellitus patients.
Perbedaan Pengaruh Pemberian Musa Pradisiaca L (Pisang Ambon) dan Kacang Kedelai terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Sambau Kota Batam Tahun 2024 Said, Fahira Mashita; Husaidah, Siti; Badri, Isna Aglusi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3466

Abstract

Anemia adalah kondisi fisik yang ditandai oleh rendahnya kadar hemoglobin (Hb). Anemia selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi perdarahan, melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan panjang badan lahir rendah (PBLR), serta kelahiran prematur. Penatalaksanaan anemia terdiri dari dua jenis, yaitu farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan antara lain pemberian Musa paradisiaca L. (pisang ambon) dan kacang kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh Musa paradisiaca L. (pisang ambon) dan kacang kedelai terhadap kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Sambau, Kota Batam. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Experimental dengan rancangan Time Series Design. Responden berjumlah 32 ibu hamil yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 16 orang kelompok eksperimen dan 16 orang kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode nonprobability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok Musa paradisiaca L. (pisang ambon), sebagian besar responden mengalami peningkatan kadar hemoglobin (75%), sedangkan pada kelompok kacang kedelai sebesar 81,3%. Hasil uji Wilcoxon pada kelompok Musa paradisiaca L. (pisang ambon) menunjukkan nilai p = 0,001 (α < 0,05) dan pada kelompok kacang kedelai p = 0,000 (α < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi Musa paradisiaca L. (pisang ambon) dan kacang kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Sambau, Kota Batam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi ibu hamil untuk mengonsumsi Musa paradisiaca L. (pisang ambon) dan kacang kedelai sebagai upaya pencegahan anemia selama kehamilan.
Peningkatan Peran Ibu Dalam Menciptakan Lingkungan Keluarga Yang Sehat di Telaga Sakinah RW 13 Kota Batam Erda, Roza; Badri, Isna Aglusi; Gustina, Nurma Zela; Putri, Yulia Devi; Novia, Resi; Hayat, Nahrul
Abdimas Awang Long Vol. 8 No. 1 (2025): Januari, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v8i1.1464

Abstract

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang berperan penting dalam pembentukan karakter dan kesehatan setiap anggotanya. Sebagai pilar utama dalam keluarga, ibu memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat melalui pemenuhan gizi, kebersihan, serta dukungan kesehatan mental dan emosional. Artikel ini membahas peran ibu dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga, menjaga kebersihan dan sanitasi, serta mengelola kesehatan mental anggota keluarga. Para ahli sepakat bahwa ibu memiliki peran yang krusial dalam mendukung kesehatan fisik dan mental keluarga melalui berbagai tanggung jawab, mulai dari perencanaan makanan sehat hingga memberikan dukungan emosional yang positif. Dengan optimalisasi peran ibu dalam keluarga, tercipta lingkungan yang sehat, harmonis, dan sejahtera, yang secara tidak langsung berkontribusi pada kesehatan masyarakat yang lebih luas.
EDUKASI PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG PADA ANAK DI POSYANDU GURINDAM RINDU 1 KECAMATAN PULAU BULUH KEPULAUAN RIAU Erda, Roza; Badri, Isna Aglusi; Gustina, Nurma Zela; Putri, Yulia Devi; Novia, Resi; Hayat, Nahrul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32149

Abstract

Seribu hari masa kehidupan merupakan fase penting dalam tumbuh kembang anak. Banyak kondisi kesehatan di fase ini yang dapat mempengaruhi kehidupan anak di masa depan. Salah satu cara untuk menjaga kualitas kehidupan anak di seribu hari kehidupannya dengan cara melakukan pemantauan tumbuh kembang. Pemantauan dilakukan untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan anak sudah sesuai dengan standar tumbuh kembang anak di usianya. Tidak semua orang tua memiliki kemampuan untuk melakukan pemantauan mandiri, oleh sebab itu dilakukan edukasi kesehatan dengan topik pemantauan tumbuh kembang pada anak guna memberikan dan mengajarkan orang tua tentang cara melakukan pemantauan tumbuh kembang pada anak. Pengabdian ini dilakukan di Posyandu Gurindam Rindu 1 Kecamatan Pulau Buluh Kepulauan Riau dengan mengajarkan orang tua yang hadir di Posyandu tentang cara melakukan pemantauan tentang tumbuh kembang pada anak. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini orang tua mampu memahami tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang pada anak serta mampu melakukan pemantauan mandiri dirumah dengan itu orang tua dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anak agar terhindar dari gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
Penerapan Senam Lansia Untuk Mencegah Hipertensi Pada Lansia Di Pulau Panjang Kepualan Riau Roza Erda; Isna Aglusi Badri; Zela Gustina, Nurma; Yulia Devi Putri; Resi Novia; Nahrul Hayat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan keadaan dimana seorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal. Salah satu upaya pencegahan adalah melakukan kontrol tekanan darah dan meningkatkan pemahaman tentang hipertensi melalui pendidikan kesehatan hipertensi. Salah satu pendidikan kesehatan yang dapat diterapkan dalam mencegah hipertensi adalah senam hipertensi. Pengabdian ini dilakukan di Pulau Panjang Kepulauan Riau dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, penyuluhan kesehatan dan praktik senam hipertensi. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan hipertensi dengan menerapkan perilaku sehat melalui senam hipertensi.
THE RELATIONSHIP BETWEEN THERAPEUTIC COMMUNICATION BY NURSES AND PATIENT SATISFACTION LEVELS IN THE INPATIENT WARD OF HOSPITAL X IN BATAM CITY Napitupulu, Alex; Yunaspi, Didi; Badri, Isna Aglusi
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN SRIWIJAYA : JANUARI 2026
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v10i1.353

Abstract

Aim: The quality of hospital services is not only measured in terms of medical aspects, but also in terms of patient satisfaction. One important factor that influences satisfaction is therapeutic communication by nurses, as nurses are the health workers who interact with patients most frequently. The objective of this study was to determine the relationship between therapeutic communication by nurses and patient satisfaction levels in the inpatient ward of Hospital X. Method: This study is quantitative research, using an analytical design with a cross-sectional approach. The population in this study were people aged 18 years and above, with a required sample size of 85 people using purposive sampling. Data collection tools used questionnaires and data analysis in this study used the Spearman Rho test. Results: The results of this study showed that the p-value was 0.000 with a correlation coefficient of r = 0.457. This means that there is a moderate and significant relationship between therapeutic communication by nurses and patient satisfaction levels. Conclusion: The conclusion of this study is that there is a moderate and significant relationship between Therapeutic Communication by Nurses and Patient Satisfaction Levels in the Inpatient Ward of Hospital X in Batam City in 2025.
Aplikasi Tindakan ROM pada Lansia di Panti Werdha : Systematic Literature Review Zela, Nurma; Aglusi Badri, Isna
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v4i2.1091

Abstract

Older adults residing in nursing homes are at high risk of joint contractures, functional decline, and decreased quality of life due to limited mobility. Range of motion (ROM) exercises have been identified as a key intervention to mitigate these challenges. This systematic literature review aims to synthesize recent empirical evidence on the application of ROM exercises for institutionalized older adults, highlighting their effectiveness, barriers to implementation, and recommendations for future practice. Following PRISMA guidelines, a structured search was conducted in Scopus for publications from 2022 to 2024. Inclusion criteria targeted peer-reviewed studies addressing ROM interventions in nursing homes or long-term care settings. After screening and full-text assessment, 10 studies met the eligibility criteria and were included for synthesis. The review found that structured ROM programs improve joint flexibility, enhance functional capacity, reduce the risk of pressure ulcers, and promote mental well-being among nursing home residents. Active ROM demonstrated superior benefits compared to passive ROM interventions. However, barriers such as limited staffing resources, lack of caregiver training, and resident motivation challenges were noted. Facility-based ROM interventions under structured supervision were generally more effective than home-based programs. ROM exercises represent a practical, low-risk, and evidence-supported strategy to preserve mobility and functional independence among institutionalized older adults. Future research should explore culturally adapted, technology-assisted, and sustainable ROM interventions with long-term follow-up to maximize benefits in diverse geriatric populations
ASUHAN KEPERAWATAN PENERAPAN FOOT REFLEXOLOGY MASSAGE THERAPY DALAM MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH Yanti, Aditya Dwi; Badri, Isna Aglusi
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 2 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3674

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak dapat memproduksi cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa). Menurut profil kesehatan kepulauan riau (2022) kota batam menduduki posisi pertama Diabetes Melitus mencapai 20.111 jiwa, prevalensi diabetes melitus setiap tahunnya meningkat di dunia. Berdasarkan data laporan Dinas Kesehatan Kota Batam didapatkan data diabetes mellitus 13.883 kasus. Karya tulis ilmiah profesi ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan gerontik pada Ny.F dengan penerapan terapi pijat refleksi kaki dalam menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Mentarau. Metode yang digunakan adalah studi kasus yang dilakukan berdasarkan tahap-tahap asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan. Berdasarkan hasil pengkajian didapatkan GDS 220mg/dl, sulit mengontrol BAK, memiliki riwayat jatuh, dengan 3 diagnosa keperawatan yang muncul yaitu Ketidakstabilan Kadar glukosa darah berhubungan dengan hiperglikemi, Inkontinensia urin fungsional berhubungan dengan penurunan tonus kandung kemih dan Risiko jatuh dibuktikan dengan riwayat jatuh. Intervensi dan implementasi dilakukan selama 3 hari dan diperoleh evaluasi keperawatan pada Ny.F bahwa kestabilan kadar glukosa darah meningkat, kontinensia urin membaik, tingkat jatuh menurun. Kadar glukosa darah menurun menjadi 159mg/dl. Saran bagi penderita Diabetes Mellitus melakukan terapi non farkamakologi pijat refleksi kaki agar mampu menurunkan kadar glukosa darah Keywords: DM; Pijat Refleksi Kaki; Asuhan Keperawatan Gerontik