Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MITOS OLAHRAGA DAN KESETARAAN TERHADAP KAMPANYE NIKE BERTAJUK “EQUALITY” Assegaf, Achmad Hamudi
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.02 KB) | DOI: 10.32509/wacana.v17i2.630

Abstract

Beriringan dengan maraknya aksi protes dan perbincangan mengenai isu-isu kesetaraan, juga  bertepatan momentum Black History Month 2017 di Amerika Serikat, Nike--salah satu perusahaan pakaian olahraga terbesar dunia merilis sebuah kampanye bertajuk ?Equality? melalui sebuah video hitam-putih berdurasi 1 menit yang diunggah melalui kanal YouTube resminya  yang dibintangi oleh nama-nama besar seperti Michael B. Jordan, LeBron James, dan Serena Williams. Menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, dengan metode kualitatif interpretif, peneliti hendak memahami makna dan pesan dalam video tersebut dengan mengungkap mitos yang dikonstruksi oleh pembuat video (Nike) berdasarkan simbol-simbol dan sistem signifikasi yang ada. Disertai gagasan-gagasan Jean Baudillard tentang iklan dan konsumsi sebagai pendukung teori utama, peneliti berhasil memahami bahwa melalui kampanye ?Equality?, Nike berupaya menciptakan mitos dengan melambungkan nilai olahraga sebagai aktivitas yang lebih dari sekedar adu fisik ataupun menang-kalah. Nike hendak menciptakan mitos bahwa olahraga mencerminkan nilai-nilai kehidupan sosial seperti sikap saling hormat, persaudaraan, dan kesetaraan yang kemudian mitos ini dapat mempersuasi masyarakat untuk melakukan konsumsi. 
TRANSFORMASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI PADA ANAK USIA DINI DI CIANJUR JAWA BARAT Muhamad Hidayat; Achmad Hamudi Assegaf; Riantama Sulthana Fauzan
Sebatik Vol. 27 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v27i1.1379

Abstract

Hidup di negara yang berada pada wilayah Ring of Fire memungkinkan Indonesia sering dilanda gempa Bumi. Maka dari itu, semua kalangan masyarakat perlu memahami tindakan-tindakan mitigasi yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu bencana melanda. Seperti yang terjadi di Cianjur pada 22 November 2022, gempa bumi melanda wilayah tersebut dan menyebabkan ratusan korban jiwa dengan sebagian besar anak-anak. Maka, kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk menambah pengetahuan anak-anak akan mitigasi bencana gempa bumi ini dilakukan. Giat psikososial pasca bencana ini dilakukan pada tanggal 7 Januari 2023 di kecamatan Warung Kondang. Metode The Fogg Behavior Model dipakai untuk mencapai tujuan mengubah perilaku seseorang dalam menghadapi bencana gempa. Sehingga, misi yang dijalankan dalam kegiatan ini adalah peningkatan motivasi anak-anak untuk bangkit dan memberikan edukasi mitigasi. Giat pengabdian masyarakat ini membuahkan hasil positif dalam mempersiapkan anak-anak tentang mitigasi bencana. Terlihat dari anak-anak yang berhasil menghapal tahap-tahap evakuasi diri dan hasil simulasi yang dilakukan beberapa kali. Kesimpulan dari penelitian ini adalah motivasi terhadap masyarakat dan anak-anak dalam bertindak lebih baik ketika mitigasi bencana cukup signifikan dan antusias. Kegiatan ini dapat merubah cara mereka bersikap ketika bencana gempa bumi datang kembali. Sesuai dengan teori Fogg, yang mengatakan bila seseorang telah termotivasi tinggi dan meningkatkan kemampuannya, hal tersebut dapat merubah sikap dan perilaku seseorang
MITOS OLAHRAGA DAN KESETARAAN TERHADAP KAMPANYE NIKE BERTAJUK EQUALITY Achmad Hamudi Assegaf
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 17, No. 2 December 2018
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v17i2.630

Abstract

Beriringan dengan maraknya aksi protes dan perbincangan mengenai isu-isu kesetaraan, juga bertepatan momentum Black History Month 2017 di Amerika Serikat, Nike--salah satu perusahaan pakaian olahraga terbesar dunia merilis sebuah kampanye bertajuk Equality melalui sebuah video hitam-putih berdurasi 1 menit yang diunggah melalui kanal YouTube resminya yang dibintangi oleh nama-nama besar seperti Michael B. Jordan, LeBron James, dan Serena Williams. Menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, dengan metode kualitatif interpretif, peneliti hendak memahami makna dan pesan dalam video tersebut dengan mengungkap mitos yang dikonstruksi oleh pembuat video (Nike) berdasarkan simbol-simbol dan sistem signifikasi yang ada. Disertai gagasan-gagasan Jean Baudillard tentang iklan dan konsumsi sebagai pendukung teori utama, peneliti berhasil memahami bahwa melalui kampanye Equality, Nike berupaya menciptakan mitos dengan melambungkan nilai olahraga sebagai aktivitas yang lebih dari sekedar adu fisik ataupun menang-kalah. Nike hendak menciptakan mitos bahwa olahraga mencerminkan nilai-nilai kehidupan sosial seperti sikap saling hormat, persaudaraan, dan kesetaraan yang kemudian mitos ini dapat mempersuasi masyarakat untuk melakukan konsumsi.
MEMAHAMI KOMUNIKASI LINGKUNGAN DAN FRAMING SEBAGAI PRAKSIS PERUBAHAN SOSIAL Achmad Hamudi Assegaf; Faizin Faizin; Tjondroargo Tandio
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 21, No. 1 June 2022
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v21i1.1831

Abstract

Human civilization, especially with its exploitative and unsustainable development activities of the last two centuries, has made environmental issues and climate change an unavoidable discussion for the public. Various ecological issues and crises are increasingly threatening the world, including Indonesia. Along with the development of information technology, the internet, and digital media, discourses related to environmental issues are becoming increasingly prominent. However, environmental communication, especially framing, is often misunderstood as a mere transmission of information, persuasion, or manipulation. The term 'slacktivism' also emerged to address the new trend of lazy activism that relies only on clicks and social media performances. This article is a literature study with a descriptive qualitative method that aims to comprehend how environmental communication and framing can be applied as praxis to address political-ecological issues. Researchers found that strategic and effective environmental communication is an integral process that is not only able to increase public awareness and understanding but also moves the community to engage more and actively participate in bringing about change. The use of social media also plays a role in gaining attention, support, and a large-scale and massive network of social-environmental activism.
Analisis Framing Pemberitaan Media Online Tempo.co dan CNNIndonesia.com Mengenai Konflik Israel-Hamas Pada Oktober 2023 Annisarahma, Raisa; Assegaf, Achmad Hamudi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i6.15765

Abstract

Pada tahun 2023, terjadi peningkatan konflik antara Israel dan Palestina yang dipicu oleh serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel. Konflik antara Israel-Palestina sendiri merupakan konflik kompleks dengan sejarah yang panjang membuat isu ini terus menarik perhatian media dunia tak terkecuali media Indonesia. Sebagai negara dengan populasi muslim terbanyak, jelas masyarakat Indonesia menaruh simpati sangat besar dengan keadaan Palestina. Tak hanya masyarakat yang terus melakukan aksi solidaritas untuk menyuarakan suaranya dalam kemerdekaan Palestina, Pemerintah Indonesia juga dengan tegas mengutuk kekerasan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina dan selalu mengupayakan dialog- dialog perdamaian untuk kedua belah pihak. Meski independensi dan objektivitas merupakan kiblat jurnalis seluruh dunia. Namun, setiap media pasti memiliki realitas yang diciptakan masing-masing. Karena itu, penelitian ini dilakukan, yaitu melihat bagaimana media online membingkai konflik Israel-Palestina pada Oktober 2023. Penelitian ini menggunakan teori analisis framing dengan mengambil konsep framing yang dijelaskan oleh Zhongdan Pan dan Gerald M. Kosicki. Untuk menganalisis data, analisis framing Pan & Kosicki ini memiliki empat dimensi yang terdiri dari sintaksis, skrip, tematik, dan retoris.
Diffusion of Organic Agriculture Communication Innovations as an Effort to Mitigate Climate Change Muhamad Hidayat; Dedy Irwandy; Achmad Hamudi Assegaf
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 10 No. 1 (2025): June 2025 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v10i1.1185

Abstract

The long-standing use of synthetic fertilizers and pesticides has created habits and dependency among farmers. Inorganic materials have become commonplace and it seems as if there are no other options to use as farming inputs. Basically, synthetic-based agricultural production materials can damage the environment and potentially harm farmers. Most farmers in the Subak Wengaya Betan Farmers Group have switched from using inorganic materials to organic ones up to now. This should serve as an example of how farmers in Subak Wengaya Betan can adopt organic farming innovations. This research aims to analyze the diffusion process of organic agricultural communication innovations as an effort to mitigate climate change in the Subak Wengaya Betan Farmers Group, Bali Province. The main process in qualitative research was chosen to obtain in-depth results through the data collection stage using interviews, observations, and other documentation to gather detailed information as data collection techniques. The results of this study indicate that effective steps that can be accepted by farmers to transition to organic farming include the development of a social system closely tied to local wisdom, along with the active participation of customary or village officials who possess and earn the trust of the community. Keywords: Diffusion of innovation; communication; mitigation; organic farming; climate change