Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS JARINGAN SOSIAL ANTARA PEODUSEN DAN PEDAGANG CENGKEH ( Syzygium aromaticum) (STUDI KASUS NEGERI ALLANG KABUPATEN MALUKU TENGAH PROVINSI MALUKU) Kaplale, Raihana R; Pattiselanno, August E; Far-Far, Risyart A
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 12, No 3 (2024): AGRILAN : JURNAL AGRIBISNIS KEPULAUAN
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrilan.v12i3.2024

Abstract

Provinsi Maluku, khususnya Maluku Tengah, adalah penghasil utama cengkeh dengan luas tanaman 43.780 hektar dan produksi 20.805 ton pada tahun 2022 (BPS Maluku). Cengkeh menjadi sumber utama pendapatan masyarakat di Negeri Allang. Pemasaran cengkeh dilakukan di rumah petani dengan harga ditentukan melalui negosiasi antara petani dan pedagang. Jaringan sosial antara produsen dan pedagang memainkan peran penting dalam transaksi ekonomi, mempengaruhi dinamika harga. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi jaringan sosial dalam hubungan pedagang dan produsen cengkeh di negeri Allang dan memahami pengaruhnya terhadap transaksi ekonomi. Metode penelitian yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 13 informan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produsen adalah laki-laki berusia di atas 36 tahun, berpendidikan Sekolah Dasar (SD), dengan anggota keluarga 2-4 orang, dan pengalaman 8-20 tahun. Struktur jaringan sosial berbentuk radial, dengan pedagang pengumpul kota (ppk) sebagai aktor utama dan opinion leader. Aktor pengumpul lokal (ppl) berperan sebagai jembatan penghubung dalam jaringan. Jaringan sosial yang kuat ini mempengaruhi dinamika harga dan distribusi cengkeh di wilayah tersebut.
RESPON MASYARAKAT TERHADAP PERUSAHAAN MINYAK (Studi Kasus PT Kalrez Petroleum di Kecamatan Bula Kabupaten Seram Bagian Timur) Rumeon, Abdul H; Pattiselanno, August E; Puttileihalat, Paulus M
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 4 No 3 (2024): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v4i3.627

Abstract

Keberadaan perusahaan minyak menjadi penting bagi masyarakat sekitar lokasi pertambangan. Hal yang sama dialami Masyarakat Kecamatan Bula dengan keberaadaan PT Carelz Petroleum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon masyarakat terhadap investasi PT. Kalrez Petroleum. Responden penelitian ini dipilih secara sengaja sebanyak 150 Kepala Keluarga yang tersebar masing-masing 50 orang di Desa Bula, Desa Tangsi Ambon, dan Desa Bula Air. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan perilaku masyarakat tani terhadap PT Kalrez Petroleum 93,3 persen sangat mendukung kehadiran perusahaan, ditunjang dengan persepsi responden 44,7 persen menunjukkan tersedianya lapangan pekerjaan, 33,3 persen menunjukan peningkatan pendapatan masyarakat 15,3 persen menyatakan terjadinya peningkatan aksesibilitas. Dampak adanya perusahaan PT. Kalrez Petroleum pendapatan ekonomi masyarakat tani meningkat dengan memberikan peluang lapangan pekerjaan, serta merubah perilaku masyarakat secara untuk berusaha memanfaatkan peluang kerja dan kesempatan kerja yang tersedia..
PEREMPUAN DI KAWASAN TAMAN NASIONAL MANUSELA PULAU SERAM : SOSIAL, EKONOMI DAN EKOLOGI Sopamena, Junianita Fridianova; Turukay, Martha; Luhukay, Marcus; Pattiselanno, August E
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 4 No 3 (2024): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v4i3.768

Abstract

Perempuan dalam masyarakat patriarki menempatkan perempuan berpeluang mengalami kedulitan dalam mengembangak diri. Walaupun dari hasil penelitian pda tiga Desa di sekitar Kawasan Taman Nasional dengan jumlah sampel 75 perempuan memberikan hasil yang cukup berbeda. Posisi perempuan dalam masyarakat patriarki sekitar kawasan taman nasional menunjukkan adanya perubahan atau pergseseran dengan meningkatnya keterlibatan Perempuan dalam usahatani tanaman pangan, usahatani tanaman Perkebunan, usahatani peternakan dan perikanan, melalui aktivitas penanaman, pembersihan kebun/Dusun, dan panen. Sedangkan untuk membuka kebun baru kaum laki-laki yang berperan. Selain itu, perempuan juga berkontribusi dalam menjual hasil, belanja kebutuhan pokok, dan mencari kayu bakar. Sedangkan untuk mencari informasi kegiatan usaha biasanya dilakukan kaum laki-laki. Kontribusi perempuan dalam pemenuhan kebutuhan rumahtangga sekitar kawasan taman nasional rata-rata Rp. 4.000.000 per bulan. Sumbangan terbesar berasal dari sektor pertanian baik perkebunan, pangan, dan hortikultura, kemudian diikuti sektor perikanan, dan kemudian sektor jasa (dagang).  
Karakteristik Sosial EKonomi Petani Kelapa (Cocos Nucifera) Studi Kasus Desa Labuang Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan Nurlatu, Stewar; Pattiselanno, August E; Lawalata, Marfin
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 8 No 2 (2025): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol8issue2page100-105

Abstract

This study aims to analyze the socio-economic characteristics of coconut farmers and the factors influencing coconut farming productivity in Labuang Village, Namrole District, South Buru Regency. The research was conducted over one month using a descriptive qualitative method with a census approach, where all 30 coconut farmers in the village were selected as respondents. The research location was determined purposively, as Labuang Village has the largest coconut plantation area in the district. Data were collected through interviews using questionnaires and secondary data from relevant agencies. The results showed that most farmers had 10–20 years of farming experience, elementary school education, more than four dependents, and cultivated land areas ranging from 0.5 to 1.28 hectares with production volumes of 400–800 kg. Productivity was calculated based on yield per hectare, and the influencing factors were analyzed using a regression function. The findings indicated that social, economic, and sustainability factors contributed to productivity, with respective scores of 8–9, 11–12, and 9–11. Farmers’ income ranged between Rp. 5,000,000 and Rp. 12,000,000.