Budiana, Daniel
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REPRESENTATION OF AFRICAN AMERICAN IN GHOSTBUSTERS (2016) MOVIE Paramuswari, Lentera; Lesmana, Fanny; Budiana, Daniel
Scriptura Vol 7, No 1 (2017): JULY 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10515.657 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.7.1.7-16

Abstract

Discrimination towards African American ethnic is a long drawn issue in America. Leslie Jones, an African American actress, received racist tweets after played a role in Ghostbusters (2016) movies. Ghostbusters (2016) is a film that tells the struggle of a group of scientists and an African American to prove the existence of ghost scientifically. This descriptive qualitative study aims to find out how are the Representation of African American in the Ghostbusters (2016) movie by using semiotic method John Fiske. The results of this study show that the character of African Americans in Ghostbusters (2016) movie is still described as being under the white social class both economically and intelligently. Moreover, Ghostbusters (2016) use African American stereotype characteristics as their comical content. Last, African American role in Ghostbusters (2016) was only as white sidekicks.
Faktor-Faktor Penyebab Pengguna Instagram Stories Melakukan Public Self-Disclosure Purmiasa, Shella Eunice; Yoanita, Desi; Budiana, Daniel
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pengguna Instagram stories pada lima kota terbesar di Indonesia melakukan public self-disclosure. Peneliti menggunakan teori Communication Privacy Management dengan tujuh indikator yaitu  “perceived control”, “privacy awareness”, “privacy concern”, “privacy invasion experience”, “privacy risk”, “interaction” dan “tie strength” yang diadaptasi dari jurnal milik Ampong et al. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna Instagram stories di Indonesia sangat mempertimbangkan faktor “privacy concern” dan tidak terlalu mempertimbangkan faktor “privacy invasion experience” ketika melakukan public self-disclosure. Selain itu, peneliti menemukan bahwa jenis kelamin dan latar belakang pendidikan menunjukkan perbedaan pertimbangan di kalangan responden. Secara keseluruhan penelitian ini menunjukan pengguna Instagram stories di Indonesia telah melakukan pengolahan informasi sesuai dengan teori Communication Privacy Management.
Strategi Impression Management Wakil Presiden RI 2024-2029 Gibran Rakabuming Raka Melalui Akun Instagram @gibran_rakabuming dalam 100 Hari Pertama Pemerintahan Laurencia, Valerie Audrey; Budiana, Daniel; Yogatama, Astri
Scriptura Vol. 15 No. 1 (2025): JULY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.15.1.64-83

Abstract

Impression Management merupakan upaya individu untuk mengelola kesan yang ingin ditampilkan kepada publik. Dalam ranah politik, citra positif menjadi penting bagi aktor politik seperti Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden RI 2024-2029. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi impression management yang digunakan Gibran melalui akun Instagram (@gibran_rakabuming) selama 100 hari pertama masa jabatannya, yakni periode 20 Oktober 2024 hingga 28 Januari 2025. 100 hari pertama dianggap sebagai periode krusial bagi aktor politik dalam membangun kesan yang baik dimata publik. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif deskriptif milik Krippendorff terhadap 15 program yang terdapat dalam 141 unggahan Gibran, berdasarkan lima strategi dari Jones & Pittman (1982): ingratiation, intimidation, self promotion, exemplification, dan supplication. Hasil penelitian menunjukkan Gibran dominan menggunakan kombinasi strategi ingratiation dan self promotion, dengan fokus pada pendekatan emosional dan bukti kinerja. Strategi ingratiation muncul pada unggahan delapan program prioritas, sedangkan self promotion muncul pada unggahan tujuh program. Meskipun ingratiation menjadi strategi paling banyak ditemukan, sub indikator dengan frekuensi tertinggi adalah laporan hasil kerja dari self promotion (18,36%). Sementara itu, strategi supplication tidak ditemukan, menunjukkan bahwa Gibran tidak membentuk citra melalui penonjolan kelemahan. Temuan ini mendukung kesan bahwa Gibran ingin tampil sebagai pemimpin muda yang simpatik, kompeten, dan percaya diri.