Astri Yogatama
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Petra Surabaya

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENELITIAN SEJARAH RELASI PUBLIK: KONSEP DAN METODOLOGI Yogatama, Astri
Scriptura Vol 8, No 1 (2018): JULY 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.213 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.8.1.1-6

Abstract

Para sejarawan menggunakan penelitian sejarah untuk merekam praktik relasi publik yang pernah terjadi dalam berbagai konteks dari masa ke masa atau fokus pada kejadian tertentu. Namun demikian jumlah penelitian sejarah relasi publik tidak berkembang sepesat kebutuhan akan pengembangan konsep relasi publik maupun strategi komunikasinya, maupun jika dibandingkan dengan perkembangan ilmu sosial lainnya. Untuk itu dipandang perlu penelitian sejarah diaktifkan dalam ranah relasi publik, melalui beberapa tahapan dalam metodologinya. Tahapan itu meliputi penetapan fenomena relasi publik, perumusan masalah, penetapan hipotesa, penentuan metode penelitian, pengumpulan data, uji validitas dan reliabilitas, analisa data dan penyusunan laporan. Di balik keterbatasan penelitian sejarah dalam hal pengumpulan data primer dan subyektivitas sejarawan, diharapkan penelitian sejarah akan memberikan dasar pengembangan konsep baru dalam dunia relasi publik dan strategi komunikasi yang lebih komprehensif
MUATAN PORNOGRAFI ANAK PADA LINGKARAN PEDOFILIA DI DUNIA MAYA Yogatama, Astri
Scriptura Vol 3, No 2 (2009): JULY 2009
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.912 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.3.2.188-200

Abstract

Child exploitation by online paedophile is all over the world. Image, chat and audio-visual child pornography is exchange in the ring of online paedophile. Certain countries have developed strong cyberlaw to attack the presence of this dangerous cyber communities. Cyber Law still needs precise definition of child pornography content, specially in cyberworld. The definition must cover image, chat, audiovisual, writing of a child, in the sexual conduct and pseudo-pothograph.
Tingkat Pengetahuan Pemilih Pemula Terhadap Corporate Identity Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Di Surabaya Danusaputra, Yoel Setiawan; Priyowidodo, Gatut; Yogatama, Astri
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pemilih pemula terhadap corporate identity Partai Persatuan Indonesia (Perindo) di Surabaya. Partai Perindo adalah partai baru yang gencar melakukan kampanye di MNC grup karena pendiri dan ketua umum Perindo adalah Hary Tanoesoedibjo yang memiliki jaringan media MNC grup (RCTI, MNC TV, Global TV, iNews TV). Selain itu, Perindo melakukan berbagai cara dalam berkampanye untuk menyampaikan dan memperkenalkan tujuan, visi-misi, identitas partai, caleg partai dan beberapa program unggulan dan non-unggulan partai dalam menarik dukungan suara pemilih pemula. Terdapat tiga atribut dalam corporate identity yang dikomunikasikan ke publik, yaitu komunikasi, perilaku dan simbol/lambang. Namun, ada beberapa hal yang membuat tidak semua medium yang digunakan dalam melakukan kampanye itu efektif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan skala Likert untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang mengenai corporate identity Perindo. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan pemilih pemula terhadap masing-masing indikator corporate identity Partai Perindo tergolong sedang meskipun Perindo aktif dalam menayangkan iklan mars Perindo di televisi.
A Phenomenography Perspective on Digital Transformation in Public Service: : Conceptions of Jogyakarta Smart Service (JSS) Indrayani, Inri Inggrit; Priyowidodo, Gatut; Yogatama, Astri
The Journal of Society and Media Vol. 8 No. 1 (2024): Perspective on Digital Transformation in Public Service
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jsm.v8n1.p41-63

Abstract

The study aims to explore the actors' conceptions of the digitalization of public services through their experiences, perceptions, and understanding, which are not widely disclosed in research. These actors include the government as a service provider and users, as well as business actors and academicians. In principle, the sustainability of the digitalization of public services will be primarily determined by the participation and support of its users or citizens. The study used Phenomenography and interviewed eight informants, including three government officials, a citizen, an academic, and three business people, in Yogyakarta. The city introduced the JSS (Jogya Smart Service) one-door digital platform for public services in 2018. Data collection was conducted with interviews. The study revealed that actors had varying conceptions about the digitalization of public services. These differences were related to media use, advantages and challenges, and stakeholder engagement. Each perception had sub-perceptions, with public information digitalization having the most. The number of variations in the sub-conceptions indicates that each informant has a diverse perception and positive experiences related to implementing JSS. The outcome space demonstrated that digitalizing public services entails three understandings: new skills required, technological implications, co-production, and shared values.
Transformasi kebun hidroponik konvensional menjadi energy-efficient smart urban farming berbasis IoT Sugiarto, Indar; Yogatama, Astri; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 7 No 3 (2024)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v7i3.21135

Abstract

Urban Farming adalah teknik bercocok tanam di lingkungan perkotaan dengan memanfaatkan area, seperti halaman rumah, taman, atau bahkan atap bangunan. Untuk mengoptimalkan manfaat dari urban farming, perlu tata kelola yang baik dan terkontrol mulai dari proses awal persiapan, penanaman, perawatan sampai panen dan pasca panen. Di Surabaya ditemukan urban farming berupa kebun hidroponik yang dimiliki oleh KRPL Tambakrejo Surabaya yang tidak berfungsi dengan baik. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan metode ABCD (Asset Based Community Development), dilakukan upaya pemberdayaan dan perbaikan dengan mentransformasi kebun hidroponik konvensional mereka menjadi kebun hidroponik cerdas. Metode tersebut diimplementasi mulai dari identifikasi permasalahan yang dihadapi KRPL Tambakrejo, yaitu kesulitan pasokan air bersih, serangan hama tikus, sumber listrik yang terbatas dan cara pemasaran produk yang kurang optimal. Proses transformasi dilakukan melalui revitalisasi kebun hidroponik konvensional menjadi kebun hidroponik cerdas berbasis IoT dan bertenaga surya. Dari hasil analisa setelah dilakukan transformasi tersebut, kebun hidroponik milik KRPL Tambakrejo bisa menghasilkan keuntungan minimal Rp 4.032.000 pertahun. Selain sangat hemat energi listrik dan dapat dipantau secara langsung lewat internet, kebun hidroponik tersebut saat ini juga sudah bebas dari hama tikus.
Strategi Impression Management Wakil Presiden RI 2024-2029 Gibran Rakabuming Raka Melalui Akun Instagram @gibran_rakabuming dalam 100 Hari Pertama Pemerintahan Laurencia, Valerie Audrey; Budiana, Daniel; Yogatama, Astri
Scriptura Vol. 15 No. 1 (2025): JULY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.15.1.64-83

Abstract

Impression Management merupakan upaya individu untuk mengelola kesan yang ingin ditampilkan kepada publik. Dalam ranah politik, citra positif menjadi penting bagi aktor politik seperti Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden RI 2024-2029. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi impression management yang digunakan Gibran melalui akun Instagram (@gibran_rakabuming) selama 100 hari pertama masa jabatannya, yakni periode 20 Oktober 2024 hingga 28 Januari 2025. 100 hari pertama dianggap sebagai periode krusial bagi aktor politik dalam membangun kesan yang baik dimata publik. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif deskriptif milik Krippendorff terhadap 15 program yang terdapat dalam 141 unggahan Gibran, berdasarkan lima strategi dari Jones & Pittman (1982): ingratiation, intimidation, self promotion, exemplification, dan supplication. Hasil penelitian menunjukkan Gibran dominan menggunakan kombinasi strategi ingratiation dan self promotion, dengan fokus pada pendekatan emosional dan bukti kinerja. Strategi ingratiation muncul pada unggahan delapan program prioritas, sedangkan self promotion muncul pada unggahan tujuh program. Meskipun ingratiation menjadi strategi paling banyak ditemukan, sub indikator dengan frekuensi tertinggi adalah laporan hasil kerja dari self promotion (18,36%). Sementara itu, strategi supplication tidak ditemukan, menunjukkan bahwa Gibran tidak membentuk citra melalui penonjolan kelemahan. Temuan ini mendukung kesan bahwa Gibran ingin tampil sebagai pemimpin muda yang simpatik, kompeten, dan percaya diri.
Smart Government-Based Governance through Digital Transformation of Public Services: Experience of Surabaya City Government, Indonesia Priyowidodo, Gatut; Indrayani, Inri Inggrit; Yogatama, Astri
PERSPEKTIF Vol. 13 No. 4 (2024): PERSPEKTIF October
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v13i4.12001

Abstract

This research aims to explore Smart Governance in local government institutions. The literature review shows that some models have been developed to explain Smart Government. However, systematic research on Smart Government through the Digital Transformation of Public Services still needs to be developed. This research used a qualitative approach with a phenomenographic method. Phenomenography focuses on three things. First, it focuses on interest.  Second, it is content-oriented.  Third, it describes the conceptions of various aspects of their reality. Data collection through direct observation and interviews with bureaucratic officials (Head of Service), stakeholders, academics, and online service users. The stages of data analysis include three aspects, namely interpreting data (structure and meaning of data) and data categorization/coding (variations in understanding and empirical manner), as well as formulating results (identification of conception and outcome space) and making research reports. The findings of this research show that Smart or M-Government is an Essential Necessity: The evolution toward intelligent government in the digital era is no longer a choice but a historical necessity. The convergence of technological advancements in internet-based information technology and the increasing public demands for top-tier services has made competent government imperative. The city has also made strides in digital transformation, achieving digital people, platforms, processes, public services, and workspaces, accompanied by ten sub-components. This comprehensive approach to digital governance ensures that nearly all public services, including healthcare, education, and infrastructure, are accessible via digital platforms. Surabaya's commitment to diverse digital service platforms reinforces the city's dedication to staying abreast of digital technological advancements.