Studi ini menyelidiki gaya komunikasi kepemimpinan di PLN UP3 Bengkulu dan bagaimana hal itu berdampak pada motivasi kerja karyawan dalam lingkungan kerja yang berisiko tinggi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen internal sesuai dengan desain studi kasus kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa gaya komunikasi transformasional-partisipatif mempermudah koordinasi antarpersonel teknis, meningkatkan kepatuhan K3, dan meningkatkan semangat kerja. Namun, tekanan struktural dari manajemen atas dapat mendorong pemimpin untuk menggunakan gaya komunikasi yang lebih tegas dan satu arah. Ini akan mengurangi kesempatan untuk berbicara, berbagi, dan menghargai. Kejelasan instruksi, pengakuan, kepercayaan, dan komunikasi humanis adalah motivasi utama. Di sisi lain, hambatan termasuk beban administrasi yang tinggi, tekanan pelaporan hierarkis, dan kebutuhan operasi yang sangat mendesak pada waktu. Dalam penelitian ini, model ALCoM–PLN (Adaptive Leadership Communication Model – PLN Context) disarankan untuk digunakan sebagai siklus komunikasi kepemimpinan adaptif dalam organisasi utilitas berisiko tinggi. Siklus ini menggabungkan elemen kejelasan instruksi, koneksi humanis, dan respons strategis.