Background: Peningkatan jumlah lansia di wilayah perkotaan diikuti oleh meningkatnya risiko penurunan kesehatan akibat kebiasaan konsumsi yang kurang sesuai dengan kebutuhan usia lanjut karena rendahnya pemahaman tentang nutrisi seimbang serta keterbatasan aktivitas fisik. Kondisi ini menyebabkan perlunya pelaksanaan kegiatan edukasi nutrisi melalui program Sekolah Lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai pentingnya pola makan seimbang dan aktivitas fisik sebagai upaya menjaga kesehatan dan kemandirian. Kegiatan dilaksanakan di Sekolah Lansia Kelurahan Tamamaung, Kota Makassar, dengan melibatkan sekitar 50 peserta. Metode: Kegiatan meliputi senam lansia bersama, penyuluhan tentang nutrisi seimbang, pembagian pamflet menu sehat selama sepekan, serta pemberian makanan sehat berupa umbi-umbian rebus dan bubur bernutrisi. Materi edukasi disampaikan secara komunikatif menggunakan bahasa sederhana dan media visual (pamflet) agar mudah dipahami oleh peserta yang memiliki keterbatasan membaca dan menulis. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi langsung dan diskusi partisipatif menggantikan pre-test dan post-test tertulis. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme peserta, pemahaman terhadap konsep nutrisi seimbang, serta kemauan untuk menerapkan pola makan sehat berbasis pangan lokal di rumah dan peningkatan aktivitas fisik yang sesuai dengan usia lanjut. Kegiatan ini juga memperkuat interaksi sosial antar lansia serta mendorong keterlibatan keluarga dalam penerapan gaya hidup sehat. Kesimpulan: Dengan demikian, kombinasi antara edukasi gizi, aktivitas fisik, dan praktik konsumsi pangan lokal dapat meningkatkan literasi gizi dan kemandirian lansia di komunitas perkotaan.