Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Miskonsepsi Siswa pada Konsep Ikatan Kimia Menggunakan Tes Four-Tier Multiple-Choice (4TMC) Islami, Dini; Suryaningsih, Siti; Bahriah, Evi Sapinatul
Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK) Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 9 Nomor 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.406 KB) | DOI: 10.21009/JRPK.091.03

Abstract

Chemical Bonding is one of the chemicals with abstract concepts, and is admittedly difficult to understand and often leads to misconceptions in students. This study aims to identify student misconception on the concept of Chemical Bonding. The method used in this research is quantitative descriptive. The study was conducted on 31 January to 6 February 2018. The subjects of this study are X grade students academic year 2017/2018 with the number of samples of 48 students. The misconception identification was performed using a four-tier multiple-choice (4TMC) test instrument. Students' answers from the 4TMC test are then analyzed and categorized based on the students' level of understanding. The results showed that there was a misconception of 30.31% (low category). Significant misconceptions are identified as 8 out of 13 subconcepts of the Chemical Bonding they are Lewis Structure and the Octet Rule (33.33%), Metal Bond and Metal Properties (20.83%), Ionic Compounds and Covalent Compounds (27.08%) , Theory of VSEPR (20.83%), Electron Domain Theory (18.75%), Polarity of Molecul (27.08%), Van der Waals Forces (14.58%), and Hydrogen Bond (29.17%). The result of identification of students' misconception is expected to be helpful in handling misconception at student earlier so as not to hamper students in learning. Keywords Misconception, Chemical Bonding, Four-Tier Multiple-Choice Test
MENGHIDUPKAN KEMBALI SEMANGAT BELAJAR ANAK DESA MELALUI PENGEMBANGAN RUMAH BACA DI DESA DAREK, KECAMATAN PRAYA BARAT DAYA Cahyadi, Wagiman; Cahyaningwati, Marsha Dwi; Dzikirullah, Dibina; Divayana, Arya Aura; Munzir, Muh.; Maula, Fathiyatul; Mukti, Septiadi Hari; Syafitri, Novira Dewi; Aluri, Baiq Kaysha Musifatia; Amelia, Kiki Rizki; Islami, Dini
Jurnal Wicara Vol 3 No 5 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/fyqrat38

Abstract

Literasi merupakan kemampuan yang sangat penting dalam pendidikan, berperan dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, dan mampu bersaing di era globalisasi. Di Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, minat baca anak-anak masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan akses terhadap buku, minimnya fasilitas belajar non-formal, serta kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. Untuk menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PMD Universitas Mataram tahun 2025 melaksanakan program pengembangan Rumah Baca yang bertujuan meningkatkan budaya literasi secara partisipatif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Participatory Action Research (PAR), melibatkan anak-anak, orang tua, guru, perangkat desa, dan mahasiswa sebagai fasilitator aktif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi kegiatan, dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menilai dampak kegiatan terhadap minat baca, kemampuan literasi, motivasi belajar, kreativitas, serta keterlibatan masyarakat. Kegiatan literasi meliputi pendataan buku, pengajaran literasi di Rumah Baca selama 45 hari, sosialisasi ke enam sekolah dasar di Desa Darek, pembelajaran rutin di SD 1 Darek setiap Senin dan Selasa, serta lomba membaca puisi, membaca cerpen, dan lomba mewarnai sebagai bentuk apresiasi tingkat desa. Selama kegiatan berlangsung, terlihat peningkatan signifikan pada kemampuan membaca dan menulis, berpikir kritis, kreativitas, rasa percaya diri anak-anak, serta partisipasi aktif orang tua, guru, dan masyarakat. Kegiatan ini berhasil membangun ekosistem literasi yang saling mendukung antara Rumah Baca, sekolah, dan rumah, serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif bagi anak-anak desa.