Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE PERFORMANCE PRISM DALAM PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) Mufti, Dessi; Ikhsan, Aidil; Zoni, Mirza
Inaque : Journal of Industrial and Quality Engineering Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Teknik Industri Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1529.246 KB)

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada masa pandemi covid-19 merupakan sebuah organisasi yang langsung terimbas di Indonesia saat ini. Sehingga UMKM dituntut memiliki kinerja yang baik. Banyak UMKM yang ditemui saat ini tidak memiliki pengukuran Kinerja secara terintegrasi dari sisi finasial dan non finansial. Salah satu alat untuk mengukur kinerja adalah dengan menggunakan metode performance prims. Pemilihan metode ini didasari oleh kebutuhan pengukuran untuk setiap aspek perusahaan (stakeholder), yang terdiri dari : konsumen, supplier, karyawan, pemerintah, investor, dan masyarakat. hasil penilaian kinerja terdapat sebanyak 22 KPI yaitu 5 KPI yang berkategori buruk, 10 KPI yang berkategori cukup, dan 7 KPI yang berkategori baik. 5 KPI yang berada dalam kategori cukup yaitu penerapan konsep pada produktivitas produksi, peningkatan kesejahteraan, tingkat kedisiplinan karyawan, perhatian pada jaminan kesehatan karyawan, percepatan waktu pemenuhan kewajiban terhadap supplier.
Perancangan Rele Arus Lebih Dengan Karakteristik Invers Berbasis Mikrokontroler Atmega 8535 ., Cahayahati; Zoni, Mirza Zoni
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 1, No 1: September 2012
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1257.316 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v1n1.64.2012

Abstract

Untuk melindungi peralatan listrik dari kerusakan akibat gangguan hubung singkat atau short circuit  penyebab masalah yang harus diaman diperlukan suatu alat pengaman arus lebih (over current protection atau over current relay (OCR)). Alat pengaman ini dapat bekerja dengan respon cepat, fleksibel, tidak mudah rusak, akurat dalam mengatasi gangguan dan dirancang dengan rangkaian elektronik berbasis mikrokontroler. Bentuk prototipe proteksi arus lebih digital (Digital over current protection) dengan karakteristik invers dengan rele arus lebih ini dirancang dengan menggunakan Hall Effect Current Sensor tipe ACS706 ELC020 sebagai pendeteksi arus. Perancangan rele arus lebih didukung oleh teknologi mikrokontroler AVR Atmega 8535 yang diprogram dengan BASCOM-AVR, dengan tingkat kepresisian waktu trip  yang tinggi.Kata kunci: Proteksi digital, Mikrokontroler, Hubung Singkat
Desain Kendali Pada D-STATCOM Menggunaka Sistem Kendali Hybrid Andi M. Nur Putra; Mirza Zoni
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 20, No 2 (2018): Volume 20 No. 2 Agustus 2018
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.775 KB)

Abstract

Dampak yang paling nyata dari banyaknya beban bersifat non-linier yang harus disuplai oleh jaringan listrik adalah berkuranya kualitas daya yang disalurkan sehingga memberikan efek kerugian bagi konsumen dan pihak penyedia. D-STATCOM merupakan salah satu cara untuk mengkompensasi dampak kerugian yang dapat terjadi dengan cara dipasang secara paralel pada jaringan. Alat ini akan menginjeksikan daya reaktif ke saluran dan mengatur banyaknya daya reaktif yang dibutuhkan pada jaringan tersebut. Salah satu hal yang menetukan kinerja dari perangkat ini adalah jenis kendali yang dipakai untuk mengendalikan proses pensaklaran. Paper ini menjelaskan tentang kendali hybrid yang didesain untuk dapat dijalankan pada D-STATCOM. dengan menggunakan metode komponen simetris. Pada dasarnya, gangguan ketidakandalan sistem yang terjadi akibat dari tidak terkontrolnya suplai daya reaktif, turunnya faktor daya, atau besarnya arus harmonik di jaringan karena beban induktif merupakan gangguan tak seimbang, maka dalam prosesnya untuk menganalisis gangguan tak seimbang tersebut akan digunakan metode komponen simetris untuk mendapat arus referensi yang akan dipakai sebagai syarat batas dari kontrol. Dari simulasi yang dilakukan diperoleh hasil bahwa kendali hybrid dapat bekerja dengan baik dan dapat megatur suplai daya reaktif ke jaringan.
REVITALISASI WISATA LAUAK PUKEK KAMPUNG NELAYAN ERA NEW NORMAL Haryani Haryani; Mirza Zoni; Ade Fitri Rahmadani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 27, No 1 (2021): JANUARI-MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v27i1.21007

Abstract

Revitalisasi wisata lauak pukek kampung nelayan era new normal dilaksanakan kepada dua mitra yaitu Mitra I adalah  RM Lauak Pukek Palanta Bundo Pasie Nan Tigo dan Mitra kedua adalah Kelompok Nelayan tradisional “lauak pukek” yang berlokasi di pesisir Kelurahan Pasie Nan Tigo. Permasalahan prioritas Mitra I rumah makan “lauak pukek” Pasie Nan Tigo adalah omset rumah makan “lauak pukek” menurun karena pengunjung berkurang dampak wabah C-19, pengunjung yang datang sangat khawatir rumah makan “lauk pukek” tidak menerapkan protokol C-19 dan tingkat kunjungan wisatawan ke kampung wisata nelayan turun drastis hingga 50 %. Permasalahan Mitra II Nelayan tradisional Pasie Nan Tigo adalah hasil tangkapan nelayan tidak dibeli oleh rumah makan “lauk pukek” sehingga harus diolah secara tradisional menjadi ikan kering. Jika cuaca buruk maka kualitas ikan kering turun drastis yang menyebabkan harga jual ikan kering anjlok. Metode untuk memecahkan masalah mitra adalah setelah alat siap maka dilakukan sosialisasi, diseminasi teknologi, pelatihan dan pendampingan kepada  kelompok mitra.Luaran dari program PPTTG ini adalah; a) Sistem go food “lauak pukek” Pasie Nan Tigo, b) 2 Alat pengering ikan ramah lingkungan, c) Web site Kampung wisata nelayan Pasie Nan Tigo, d) RM “lauak pukek” new normal dengan menyediakan tempat cuci tangan dan menerapkan protocol kesehatan, serta publikasi pada jurnal dan koran cetak maupun on line. Kata Kunci: Kampung Wisata Nelayan, TTG, New Normal
Perancangan Rele Arus Lebih Dengan Karakteristik Invers Berbasis Mikrokontroler Atmega 8535 Cahayahati .; Mirza Zoni Zoni
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 1 No 1: September 2012
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1257.316 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v1n1.64.2012

Abstract

Untuk melindungi peralatan listrik dari kerusakan akibat gangguan hubung singkat atau short circuit  penyebab masalah yang harus diaman diperlukan suatu alat pengaman arus lebih (over current protection atau over current relay (OCR)). Alat pengaman ini dapat bekerja dengan respon cepat, fleksibel, tidak mudah rusak, akurat dalam mengatasi gangguan dan dirancang dengan rangkaian elektronik berbasis mikrokontroler. Bentuk prototipe proteksi arus lebih digital (Digital over current protection) dengan karakteristik invers dengan rele arus lebih ini dirancang dengan menggunakan Hall Effect Current Sensor tipe ACS706 ELC020 sebagai pendeteksi arus. Perancangan rele arus lebih didukung oleh teknologi mikrokontroler AVR Atmega 8535 yang diprogram dengan BASCOM-AVR, dengan tingkat kepresisian waktu trip  yang tinggi.Kata kunci: Proteksi digital, Mikrokontroler, Hubung Singkat
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM UPAYA MENGANTISIPASI MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PETANI DI KUBE USAHO BASAMO Dessi Mufti; Duskiardi Duskiardi; Mirza Zoni
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.446 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.70-75.2019

Abstract

Pertanian di Indonesia umumnya masih dilakukan secara sangat sederhana dengan mengandalkan tenaga manusia dan hewan. Jorong Koto Gadang merupakan daerah yang berpotensi untuk bercocok tanam holtikultura seperti tomat, cabe, kol, dan sayur-sayuran lainnya. Lahan yang tersedia lebih kurang seluas 20 ha, tetapi tergarap semua oleh masyarakat. ini disebabkan petani masih menggunakan peralatan manual (cangkul) untuk mengolah lahan yang ada. Selain itu pekerjaan mencangkul yang relatif lama akan dapat menyebabkan resiko cedera pada beberapa bagian anggota tubuh (Musculoskeletal Disorders/MSDs). Dirasakan sangat perlu memanfaatkan teknologi yang telah untuk memudahkan pekerjaan petani dan mengurangi resiko cedera tersebut. Berdasarkan asesmen awal dengan REBA diperoleh skor awal 10 artinya resiko levelnya sangat tinggi dan tindakan perbaikan perlu saat ini juga. Teknologi yang dapat digunakan adalah menggunakan cultivator. Pemilihan cultivator ini diperoleh dari diskusi dengan anggota Kube dengan melihat kondisi lahan dan fungsinya. Selanjutnya dilakukan asesmen kembali dengan REBA dan memperlihatkan hasil lebih baik dengan skor 7 yang artinya masih perlu perbaikan. Perbaikan dapat dilakukan dengan memodifikasi alat dan jenis material alat tersebut. Kata Kunci: Ergonomi, Holtikultura, KUBE, Musculoskeletal disorders ABSTRACT Agriculture in Indonesia is generally still done very simply by relying on human and animal labor. Jorong Koto Gadang is an area that has the potential to grow horticulture such as tomatoes, chilies, cabbage, and other vegetables. The available land area is approximately 20 hectares, but it is cultivated by the community. this is due to farmers still using manual equipment (hoes) to cultivate existing land. In addition, relatively long hoeing work can cause the risk of injury to some parts of the body (Musculoskeletal Disorders / MSDs). It is felt that it is necessary to utilize technology that has made it easier for farmers to work and reduce the risk of injury. Based on the initial assessment with REBA an initial score of 10 means that the level of risk is very high and corrective action is necessary at this time. The technology that can be used is to use a cultivator. The selection of cultivators was obtained from discussions with Kube members by looking at the condition of the land and its functions. Furthermore, the assessment was carried out again with REBA and showed better results with a score of 7 which means it still needs improvement. Improvements can be made by modifying the tool and the type of material the tool is. Keywords: Ergonomic, Holticultura, KUBE, Musculoskeletal disorders
Perancanan dan Implementasi Sistem Monitoring And Controlling (MAC) Beban Listrik Ruangan Kuliah Menggunakan Wireless Sensor Network dan Arduino Mirza Zoni
PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 4, No 1 (2017): PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.913 KB) | DOI: 10.33387/protk.v4i1.173

Abstract

Penghematan pemakaian energi menjadi, karena cadangan energi makin berkurang. Ada dua cara yang dilakukan untuk menghematkan pemakaian energi, dalam hal ini energi listrik yaitu, mengurangi waktu pemakaian dam memperkecil daya listrik peralatan yang terpakai. Penelitian ini merancang sistem kendali pemakaian energi listrik pada ruang kuliah. Monitoring dilakukan dengan sensor arus, sensor untuk mengetahui  apakah AC, infokus dan lampu hidup ketika ruang kuliah tidak digunakan. Hasil pembacaan sensor disampaikan melalui Xbee dan Arduoino.  Ruang kelas dibuat dalam sebuah proyotype dengan beban listrik sebuah lampu. Pengontrolan dapat dilakukan melalui komputer untuk menghidupkan atau mematikan peralatan dalam ruangan kuliah. Dari hasil pengujian ada dua hal yang mempengaruhi penerimaan sinyal pada receiver, yaitu jarak dan kebebasan terhadap transmiter. Dari hasil pengukuran semakin jauh jarak antara transmiter dan receiver maka waktu delay makin besar. Pada jarak 5 m waktu delay hanya 5 detik, untuk jarak 30 m waktu delaynya adalah 60 detik dan pada jarak 50 m waktu delaynya menjadi 121 detik. Sedangkan jika ada penghalang antara transmiter dengan receiver waktu delay pada jarak 10 m adalah 10 detik, jarak 30 m menjadi 90 detik dan ketika jaraknya 50 m waktu delay adalah 191 detik. Didapatkan hasil semakin jauh jarak antara transmitter dan receiver maka semakin lama waktu pengiriman. Hal ini dapat dipengaruhi oleh adanya pantulan dan loss data oleh udara.
Analisa Gangguan Hubung Pendek Dalam Rangka Identifikasi Arus Gangguan Pada Interkoneksi Sistem PLTMH Di Durian Tibarau Pasaman Barat Cahayahati Cahayahati; Indra Nisja; Mirza Zoni
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 5, No 2 (2022): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v5i2.27294

Abstract

Interkoneksi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dapat terjadi keadaan tidak normal karena terjadi gangguan pada satu titik. Gangguan yang terjadi berupa hubung pendek fasa tunggal ke tanah, antar fasa, ganda fasa ke tanah dan tiga fasa ke tanah. Nilai arus gangguan hubung pendek yang berbeda dapat digunakan untuk identifikasi arus gangguan dalam penetapan setting dan rating alat proteksi arus lebih. Penyelesaian arus gangguan hubung pendek dengan menggunakan teknik impedansi urutan dan rangkaian ekivalen berdasarkan jenis gangguan yang terjadi. Aplikasi simulasi gangguan hubung pendek dengan software ETAP 12.6 pada interkoneksi sistem 6 bus unit PLTMH, 6 bus beban, 12 saluran total kapasitas terpasang 234,5 kVA atau 187,6 kW, 3 Phasa 400 V 50 Hz di Durian Tibarau Pasaman Barat. Studi kasus titik gangguan terjadi pada bus 33 PLTMH Kampung Sejati didapat hasil arus gangguan fasa tunggal a ke tanah 718 A, arus gangguan antar fasa b-c 537 A, arus gangguan ganda fasa b-c ke tanah 835 A, Arus gangguan tiga fasa 609 A dan arus gangguan terbesar 1.564 A.
Analisa Gangguan Hubung Pendek Dalam Rangka Identifikasi Arus Gangguan Pada Interkoneksi Sistem PLTMH Di Durian Tibarau Pasaman Barat Cahayahati Cahayahati; Indra Nisja; Mirza Zoni
EPIC Journal of Electrical Power Instrumentation and Control Vol 5, No 2 (2022): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v5i2.27294

Abstract

Interkoneksi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dapat terjadi keadaan tidak normal karena terjadi gangguan pada satu titik. Gangguan yang terjadi berupa hubung pendek fasa tunggal ke tanah, antar fasa, ganda fasa ke tanah dan tiga fasa ke tanah. Nilai arus gangguan hubung pendek yang berbeda dapat digunakan untuk identifikasi arus gangguan dalam penetapan setting dan rating alat proteksi arus lebih. Penyelesaian arus gangguan hubung pendek dengan menggunakan teknik impedansi urutan dan rangkaian ekivalen berdasarkan jenis gangguan yang terjadi. Aplikasi simulasi gangguan hubung pendek dengan software ETAP 12.6 pada interkoneksi sistem 6 bus unit PLTMH, 6 bus beban, 12 saluran total kapasitas terpasang 234,5 kVA atau 187,6 kW, 3 Phasa 400 V 50 Hz di Durian Tibarau Pasaman Barat. Studi kasus titik gangguan terjadi pada bus 33 PLTMH Kampung Sejati didapat hasil arus gangguan fasa tunggal a ke tanah 718 A, arus gangguan antar fasa b-c 537 A, arus gangguan ganda fasa b-c ke tanah 835 A, Arus gangguan tiga fasa 609 A dan arus gangguan terbesar 1.564 A.
Pemanfaatan Teknologi Dalam Upaya Mengantisipasi Musculoskeletal Disorders (MSDS) Petani Di Kube Usaho Basamo Mufti, Dessi; Duskiardi, Duskiardi; Zoni, Mirza
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 2, No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.309 KB) | DOI: 10.51213/jmm.v2i2.24

Abstract

Pertanian di Indonesia umumnya masih dilakukan secara sangat sederhana dengan mengandalkan tenaga manusia dan hewan. Jorong Koto Gadang merupakan daerah yang berpotensi untuk bercocok tanam holtikultura seperti tomat, cabe, kol, dan sayur-sayuran lainnya. Lahan yang tersedia lebih kurang seluas 20 ha, tetapi tergarap semua oleh masyarakat. ini disebabkan petani masih menggunakan peralatan manual (cangkul) untuk mengolah lahan yang ada. Selain itu pekerjaan mencangkul yang relatif lama akan dapat menyebabkan resiko cedera pada beberapa bagian anggota tubuh (Musculoskeletal Disorders/MSDs). Dirasakan sangat perlu memanfaatkan teknologi yang telah untuk memudahkan pekerjaan petani dan mengurangi resiko cedera tersebut. Berdasarkan asesmen awal dengan REBA diperoleh skor awal 10 artinya resiko levelnya sangat tinggi dan tindakan perbaikan perlu saat ini juga. Teknologi yang dapat digunakan adalah menggunakan cultivator. Pemilihan cultivator ini diperoleh dari diskusi dengan anggota Kube dengan melihat kondisi lahan dan fungsinya. Selanjutnya dilakukan asesmen kembali dengan REBA dan memperlihatkan hasil lebih baik dengan skor 7 yang artinya masih perlu perbaikan. Perbaikan dapat dilakukan dengan memodifikasi alat dan jenis material alat tersebut.  Kata Kunci: Ergonomi, Holtikultura, KUBE, Musculoskeletal disorders