Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG LFC BETON BERTULANG TAHAN GEMPA DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM GANDA PADA DAERAH GEMPA TINGGI Firmansyah, Andika; Machmoe, Soerjandani Priantor
xxxxxxxxx
Publisher : axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LFC Office terdiri dari 10 lantai dengan ukuran 30 x 25 m dan lokasi berada di Mataram. Untuk mengurangi risiko kerusakan pada bagunan gedung bertingkat terutama akibat adanya gempa maka diperlukan perencanaan gedung tahan gempa. Dalam perencanaan akan menggunakan struktur beton bertulang dengan Sistem Ganda. Pada Sistem Ganda rangka kolom dan dinding geser didesain harus mampu menahan gaya geser dasar sesuai dengan proporsi dasar kekakuan keduanya.  Pendistribusiannya adalah kolom menerima gaya geser dasar minimal sebesar 25% sedangkan sisanya ditahan oleh dinding geser. Perencanaan dilakukan dengan menggunakan acuan Persyaratan Beton Struktur Untuk Bangunan Gedung (SNI 2847-2003) dan Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung (SNI 1726-2012) dengan mutu beton (fc?) 30 MPa dan mutu baja (fy) 390 MPa. Analisa struktur menggunakan program SAP 2000 dan program PCACOL. Dari hasil perhitungan didapatkan dimensi balok induk 30/50 cm, kolom 60/60 cm, tebal dinding struktur 30 cm, tebal pelat atap 10 cm, tebal pelat lantai 12 cm, dimensi tiang pancang 50 x 50 cm dengan panjang 19 m, pile cap untuk kolom 275 x 275 x 70 cm, dan pile cap untuk dinding struktur 975 x 275 x 180 cm. Kata kunci : Gedung , dinding geser, gempa, beton bertulang
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG LFC BETON BERTULANG TAHAN GEMPA DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM GANDA PADA DAERAH GEMPA TINGGI Firmansyah, Andika; Machmoed, Soerjandani Priantoro
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Vol 7, No 2 (2019): Volume 7, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v7i2.751

Abstract

LFC Office terdiri dari 10 lantai dengan ukuran 30 x 25 m dan lokasi berada di Mataram. Untuk mengurangi risiko kerusakan pada bagunan gedung bertingkat terutama akibat adanya gempa maka diperlukan perencanaan gedung tahan gempa. Dalam perencanaan akan menggunakan struktur beton bertulang dengan Sistem Ganda. Pada Sistem Ganda rangka kolom dan dinding geser didesain harus mampu menahan gaya geser dasar sesuai dengan proporsi dasar kekakuan keduanya.  Pendistribusiannya adalah kolom menerima gaya geser dasar minimal sebesar 25 persen sedangkan sisanya ditahan oleh dinding geser. Perencanaan dilakukan dengan menggunakan acuan Persyaratan Beton Struktur Untuk Bangunan Gedung (SNI 2847-2003) dan Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung (SNI 1726-2012) dengan mutu beton (fc’) 30 MPa dan mutu baja (fy) 390 MPa. Analisa struktur menggunakan program SAP 2000 dan program PCACOL. Dari hasil perhitungan didapatkan dimensi balok induk 30/50 cm, kolom 60/60 cm, tebal dinding struktur 30 cm, tebal pelat atap 10 cm, tebal pelat lantai 12 cm, dimensi tiang pancang 50 x 50 cm dengan panjang 19 m, pile cap untuk kolom 275 x 275 x 70 cm, dan pile cap untuk dinding struktur 975 x 275 x 180 cm. Kata kunci : Gedung , dinding geser, gempa, beton bertulang
Implementasi Implementasi Layanan PPPOE dan Hotspot Dalam Satu Interface Pada Warung Priboemi Menggunakan Metode VLAN Firmansyah, Andika; Sucipto, Sucipto; Wardani, Anita Sari; Syafaat, Mokhammad
JSITIK: Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Komputer Vol. 3 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/jsitik.v3i2.550

Abstract

Abstrak— Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan layanan PPPoE (Point-to-Point Protocol over Ethernet) dan hotspot dalam satu interface pada jaringan Warung Priboemi dengan menggunakan metode VLAN (Virtual Local Area Network). Dengan semakin berkembangnya kebutuhan akses internet di tempat umum seperti warung, dibutuhkan solusi yang efisien untuk menyediakan layanan internet kepada pelanggan melalui dua jenis layanan yang berbeda, yaitu PPPoE dan hotspot. Metode VLAN dipilih untuk memisahkan dan mengelola trafik data antara kedua layanan ini secara efektif dalam satu jaringan fisik. Dalam penelitian ini, pengaturan VLAN dilakukan dengan memisahkan jaringan untuk layanan PPPoE dan hotspot pada interface yang sama menggunakan perangkat router dan switch yang mendukung VLAN. Hasil implementasi menunjukkan bahwa dengan penerapan VLAN, kedua layanan dapat berjalan secara paralel dengan keamanan yang terjamin dan manajemen jaringan yang lebih mudah. Pengguna yang terhubung dengan layanan PPPoE memperoleh akses internet dengan autentikasi yang lebih ketat, sementara pengguna hotspot mendapatkan akses yang lebih bebas dengan pengaturan bandwidth terbatas. Penelitian ini memberikan solusi praktis dalam pengelolaan jaringan internet yang efisien di Warung Priboemi, yang dapat diadaptasi untuk usaha serupa. Kata Kunci—Jaringan, PPPoE, Hotspot, VLAN
Prediksi Volume Sampah Perkotaan Berbasis Data Spasial Menggunakan Random Forest di DKI Jakarta maulana, aftor; Aidina Ristyawan; Firmansyah, Andika; R Ndun, Anastasia R
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 9 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/5yeap977

Abstract

Pengelolaan sampah di DKI Jakarta menghadapi tantangan seiring pertumbuhan penduduk dan perubahan pola konsumsi. Penelitian ini memanfaatkan algoritma Random Forest Regressor untuk memprediksi volume sampah berdasarkan data spasial, seperti lokasi wilayah administratif, luas permukiman, dan kepadatan penduduk. Data dikumpulkan dari BPS, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, serta platform pemetaan digital, mencakup lebih dari 600 titik wilayah. Model menghasilkan nilai R² sebesar 0,87, Mean Absolute Error 15,3 ton, dan Root Mean Squared Error 21,7 ton. Fitur paling berpengaruh adalah luas kawasan permukiman, jumlah penduduk, dan kepadatan wilayah. Model ini berpotensi membantu pemerintah dalam merencanakan distribusi armada dan fasilitas pengelolaan sampah secara lebih efektif. Penelitian juga merekomendasikan penambahan variabel seperti aktivitas ekonomi dan mobilitas penduduk guna meningkatkan akurasi prediksi di masa mendatang.