Nuruzzaman, Muhammad Taufiq
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Tingkat Keamanan Jaringan Home Wi-Fi Di Kota Yogyakarta Terhadap Password Attack Panggih Gumelaring Praja; Nuruzzaman, Muhammad Taufiq; Sugiantoro, Bambang
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 8 No. 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2025.8.2.5113

Abstract

Penggunaan teknologi Wi-Fi yang meningkat seiring berjalanannya waktu menimbulkan keresahan dikarenakan masalah keamanan jaringan yang masih mendapat sedikit perhatian. Kota Yogyakarta sebagai penyandang kota dengan indeks literasi digital tertinggi dan perencanaan program smart city-nya belum ada jaminan keamanan terkait permasalahan ini. Penelitian ini ditunjukan untuk mengkaji tingkat keamanan jaringan home Wi Fi terhadap password attack untuk keperluan data statistik dan bahan edukasi. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik quota sampling dan penetration testing sebagai metode pengumpulan datanya. Hasil penelitian menunjukan serangan WPA cracking dan WPS cracking berhasil mendapatkan sebagian kecil akses login berupa password serta mengukur persentase keamanan tingkat kota maupun di setiap kecamatannya. Selain data serangan, terdapat beberapa rekomendasi untuk melindungi access point supaya terhindar dari serangan tersebut. Kata kunci: Wi-Fi, password attack, WPA cracking, WPS cracking -------------------------------------------------------------------------------------------------- The Security Level Of Home Wi-Fi Networks Against Password Attacks The escalating use of Wi-Fi technology has raised concerns due to network security issues that often receive inadequate attention. Despite Yogyakarta's status as a city with the highest digital literacy index and its smart city program initiatives, there is no guaranteed security regarding these problems. This research aims to assess the security level of home Wi-Fi networks against password attacks for statistical data and educational purposes. The sampling method employed was quota sampling, with penetration testing used as the data collection method. The research results indicate that WPA cracking and WPS cracking attacks successfully obtained a small portion of login credentials in the form of passwords, and measured the percentage of security levels at the city level and in each sub-district. In addition to the attack data, several recommendations are provided to protect access points from these attacks. Keywords: Wi-Fi, password attack, WPA cracking, WPS cracking
Evaluasi Tingkat Keamanan Teknologi Informasi Menggunakan Indeks KAMI Pada Pondok Pesantren di Kabupaten Situbondo M. Syaifullah; Nuruzzaman, Muhammad Taufiq; Fatwanto, Agung; Sumarsono
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 8 No. 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2025.8.2.5494

Abstract

Dalam era digital yang semakin berkembang, tata kelola teknologi informasi (TI) memiliki peran krusial dalam mendukung efektivitas operasional dan strategis suatu organisasi, termasuk lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kematangan keamanan teknologi informasi di 21 pondok pesantren di Kabupaten Situbondo dengan menggunakan Indeks KAMI versi 5.0 yang berbasis pada standar SNI ISO/IEC 27001:2022. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner serta verifikasi kuesioner yang mencakup tujuh area utama indeks keamanan informasi (KAMI) dan satu area suplemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pondok pesantren berada pada tingkat kematangan I dan I+, yang menandakan bahwa pengelolaan keamanan teknologi informasi masih dilakukan secara informal dan belum terdokumentasi dengan baik. Beberapa aspek penting, seperti manajemen risiko, perlindungan data pribadi, serta pengelolaan aset informasi, belum diimplementasikan secara optimal. Selain itu, keterlibatan pihak ketiga dalam mendukung pengelolaan sistem informasi masih sangat terbatas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kesiapan keamanan teknologi informasi di pondok pesantren Kabupaten Situbondo masih rendah sehingga diperlukan intervensi strategis melalui kebijakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kerja sama eksternal untuk mencapai minimal tingkat kematangan Level III+. Kata kunci: Tata Kelola Teknologi Informasi, Indeks KAMI, Pondok Pesantren, SNI ISO/IEC 27001:2022 -------------------------------------------------------------------------------------------------- Evaluation of Information Technology Security Level Using the KAMI Index at Islamic Boarding Schools in Situbondo Regency In the rapidly evolving digital era, information technology (IT) governance plays a crucial role in supporting both operational and strategic effectiveness within organizations, including Islamic educational institutions such as Islamic boarding schools (pondok pesantren). This study aims to evaluate the maturity level of information technology security in 21 Islamic boarding schools in Situbondo Regency using the KAMI Index version 5.0, which is based on the SNI ISO/IEC 27001:2022 standard. A qualitative research method was employed, with data collected through questionnaires and their verification, covering seven main areas of the KAMI information security index and one supplementary area. The findings reveal that most Islamic boarding schools are at maturity levels I and I+, indicating that information technology security management is still carried out informally and has not been properly documented. Key aspects such as risk management, personal data protection, and information asset management have not yet been optimally implemented. Furthermore, third-party involvement in supporting information system management remains very limited. Therefore, it can be concluded that the readiness level of information technology security in Situbondo’s Islamic boarding schools is still low, requiring strategic interventions through policy development, capacity building of human resources, and external collaboration to achieve at least maturity level III+. Keywords: Information Technology Governance, KAMI Index, Islamic Boarding Schools, SNI ISO/IEC 27001:2022