Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Infestasi

ANALISIS ETOS KERJA SPIRITUAL SEBAGAI VARIABEL MODERATING TERHADAP HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (STUDI EMPIRIS PADA PEMDA BANGKALAN) Mohamad Djasuli
InFestasi Vol 3, No 2 (2007): DESEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v3i2.1182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggitingkat signifikansi pengaruh langsung motivasi kerja yang terdiri darikebutuhan afiliasi, kebutuhan kekuasaan, kebutuhan berprestasiterhadap kinerja karyawan PEMDA Kab. Bangkalan serta seberapatinggi tingkat signifikansi pengaruh langsung motivasi kerja yangterdiri dari kebutuhan afiliasi, kebutuhan kekuasaan, kebutuhanberprestasi terhadap etos kerja spiritual yang terdiri dari kejujuran(shiddiq), kepercayaan (amanah), kecerdasan (fathonah),menyampaikan kebenaran (tabligh). Populasi yang dipilih dalampenelitian ini adalah para pegawai/karyawan yang berada padaPemerintah Daerah yang berada di wilayah kabupaten Bangkalan.Dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik dengan programSPSS (Statistic Progam for Social Science) versi 10.00 baik secarakualitatif maupun kuantitatif. Secara kuantitatif menggunakananalisis regresi dan korelasi berganda dengan menggunakan dataprimer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan responden dilokasi penelitian.Hasil analisis regresi secara sederhana menunjukkan besarnya Rsquare adalah 0,303 (30,3 %), F = 66,509 dengan signifikansi p 0,000, yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabeldependen (kinerja karyawan) dengan prediktornya (variabelindependen) yaitu motivasi kerja karyawan, dan dari hasilperhitungan tersebut juga menunjukkan bahwa motivasi kerjakaryawan mempunyai pengaruh yang signifikan p = 0,000 (p 0,05)dengan kinerja karyawan. Pengaruh yang ditunjukkan oleh koefisienregresi adalah positif, artinya motivasi kerja karyawan mempunyaipengaruh terhadap kinerja karyawan. Sehingga penelitian ini berhasilmenerima hipotesis 1 yang berarti termotivasinya karyawan dalambekerja akan mempengaruhi kinerjanya.Dari hasil uji residual diperoleh hasil bahwa variabel etos kerjaspiritual merupakan variabel moderating, yang ditunjukkan olehkoefisien parameter regresinya yang negatif sebesar – 0,189 dansignifikan pada tingkat signifikansi p = 0,000 (p0,05). Denganmenggunakan analisis korelasi bivariate (pearson correlation) jugadapat dibuktikan bahwa variabel etos kerja spiritual merupakanvariabel moderating yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasiDev1 (nilai absolut residual variabel kontinjensi etos kerja spiritual)terhadap kinerja karyawan sebesar –0,299 dengan tingkat signifikansip0,05. Selanjutnya dari hasil uji regresi keseluruhan dari residualmotivasi kerja karyawan dan etos kerja spiritual terhadap kinerjakaryawan diperoleh hasil koefisien regresi yang positif sebesar 0,214dan signifikan (p0,05). Koefisien positif dan signifikan berfungsisebagai bukti untuk mendukung hipotesis. Dengan demikian, hasilpenelitian ini mendukung hipotesis 2, artinya etos kerja spiritual dapatmeningkatkan pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.
PERSONAL BACKGROUND, POLITICAL BACKGROUND DAN PENGETAHUAN DEWAN TENTANG ANGGARAN SEBAGAI PEMODERATING HUBUNGAN GOOD GOVERNANCE DENGAN PERAN DPRD DALAM PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH (STUDI KASUS DI KABUPATEN BANGKALAN) Fauzi Abdillah; Mohamad Djasuli
InFestasi Vol 4, No 2 (2008): DESEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v4i2.1171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji atau mengetahuipengaruh dari penerapan prinsip-prinsip Good Governance terhadapperan DPRD dalam pengawasan keuangan daerah dan juga apakahhubungan keduanya dipengaruhi oleh beberapa fakor yaitu PersonalBackground dan Political Background anggota DPRD serta pengetahuandewan tentang anggaran.Variabel dependen dalam penelitian ini adalah peran DPRD dalampengawasan keuangan daerah sedangkan variabel independennyaadalah good governance dan variabel moderatingnya adalah personalbakcground, political background dan pengetahuan dewan tentanganggaran. Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan pendekatanregresi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa good governanceberpengaruh terhadap peran DPRD dalam pengawasan keuangandaerah, sedangkan semua variabel moderating tidak mempengaruhihubungan good governance dengan peran DPRD dalam pengawasankeuangan daerah.Kata kunci: Personal Backgound, Political Background, PengetahuanAnggaran Dewan, Good Governance, Peran DPRD, dan PengawasanKeuangan Daerah
PENGEMBANGAN MODEL GOOD CORPORATE CULTURE BERBASIS SPIRITUAL BRAND (NILAI SPIRITUAL) DI PT. BANK SYARIAH MANDIRI JAWA TIMUR Mohamad Djasuli
InFestasi Vol 4, No 2 (2008): DESEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v4i2.1173

Abstract

This research is aim to try monitoring the weakness ofCorporate Culture Bank Syariah Mandiri (BSM) as mention before,by replying and recommendation high values of Spiritual Brandwhich has strong dominated to all the BSM employees also to followthe future development of ideal Spiritual Brand by pre-reductionfrom the employee arrangement values and market demand.The research is using type of device research with descriptiveresearch and qualitative research. The research location was atBSM Branch Office Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Malang,and Pasuruan, by using one key information of bank with 50Informants. Technique data was using questionnaire, observationand interview.In course of assessment showed there are values corporate of SIFATdominant and the mean have been owned by the strength expandin community of BSM. That dominant values represent excellenceof competitive for BSM in present culture values and condition offuture cultural values.Those Dominant values is Siddiq : Intention, Sincerity,independence, patient, Istiqomah, Vision, Openness, Continuity,Risk, Optimism, Fhatanah, Science, Professionalism, Achievement,Amanah, Responsibility, Analysis, harmonious, Objective,Carefulness, Tabliq, Tolerance, Cooption, Team work.
PENGARUH STRUKTUR DAN KULTUR ORGANISASI TERHADAP HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DENGAN KINERJA MANAJERIAL Mohamad Djasuli
InFestasi Vol 2, No 1 (2006): JUNI
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v2i1.1186

Abstract

Secara empiris penelitian ini menguji pengaruh strukturorganisasional (sentralisasi vs desentralisasi) dan kulturorganisasional (orientasi pada orang dan proses vs orientasi padapekerjaan dan hasil) yang berfungsi sebagai variabel moderatingdalam hubungan antara partisipasi penyusunan anggaran dan kinerjamanajerial. Kuesioner dikirimkan pada 654 direktur atau kepalabidang/divisi setingkat direktur perusahaan industri perbankan diIndonesia. Tanggapan yang diperoleh dari 80 (12,23 %) direksidianalisa dengan menggunakan analisis regresi berganda dananalisis regresi melalui pendekatan residual (uji bivariat). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa partisipasi penyusunan anggarandengan kinerja manajerial mempunyai hubungan yang positif dansignifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkatkesesuaian yang tinggi antara partisipasi penyusunan anggarandengan variabel kontinjen struktur organisasional berpengaruhnegative terhadap kinerja manajerial pada struktur sentralisasi danberpengaruh positif pada struktur desentralisasi. Begitu juga hasilpenelitian mengenai tingkat kesesuaian yang tinggi antara partisipasipenyusunan anggaran dengan variabel kontinjen kultur organisasionalmenunjukkan pengaruh negative signifikan pada kinerja manajerialdalam budaya organisasi yang berorientasi pada pekerjaan dan hasil.