Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : PROMOTOR

GAMBARAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN OBAT INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2018 Amaliany, Astri; Hidana, Rachma; Maryati, Husnah
PROMOTOR Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.672 KB) | DOI: 10.32832/pro.v1i1.1421

Abstract

Waktu tunggu dalam pelayanan farmasi terhadap kepuasan pasien merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi persepsi pasien terhadap mutu pelayanan di Rumah Sakit. Masalah yang terjadi adalah penulisan resep dokter yang sulit untuk dibaca sehingga berpengaruh terhadap waktu tunggu pelayanan obat diinstalasi farmasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pengumpulan data berupa pencatatan waktu tunggu pelayanan resep, wawancara,observasi dan telaah dokumen. Informan terdiri dari orang yang diambil secara purposive sampling.Hasil penelitian yang dilakukan pada bulan Agustus 2018 didapatkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan obat jadi adalah 72,06 menit dan resep racikan adalah 90,24 menit. Hal ini belum memenuhi standar Kepmenkes No.129/Menkes/SK/II/2008, yaitu ? 30 menit untuk obat jadi dan ?60 menit untuk obat racik. Keterlambatan pelayanan resep ini disebabkan beberapa faktor yaitu, apabila obat tidak tersedia, dokter sulit dihubungi ketika resep tidak terbaca oleh asisten apoteker, Ruangan pelayanan masih kurang luas. Diharapkan dari pihak Rumah sakit melakukan pelatihan kepada SDM Farmasi yang ada untuk meningkatkan pengetahuan/keterampilan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN OLEH PASIEN LUAR WILAYAH DI PUSKESMAS TANAH SAREAL KOTA BOGOR TAHUN 2018 Hidana, Rachma; Shaputra, Robby; Maryati, Husnah
PROMOTOR Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.036 KB) | DOI: 10.32832/pro.v1i2.1596

Abstract

Jumlah kunjungan pasien yang memanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Tanah Sareal Kota Bogor pada tahun 2017 sebanyak 58.340 dengan rata-rata kunjungan 200 pasien/hari. Dari jumlah kunjungan tersebut, kunjungan pasien dalam wilayah hanya 13.727 (24%) dan 44.613 (76%) sisanyamerupakan pasien luar wilayah kerja Puskesmas Tanah Sareal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan antara karakteristik predisposisi (umur, pendidikan, pekerjaan),karakteristik pendukung (ketersediaan tenaga kesehatan, aksesibilitas, kepemilikan asuransi kesehatan), dan karakteristik kebutuhan (persepsi sakit) pasien luar wilayah terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Tanah Sareal Kota Bogor tahun 2018. Jenis penelitian ini adalahpenelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional, dengan jumlah sampel 110 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Insidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuisioner dan dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil analisaChi Square menunjukan bahwa ada hubungan antara variabel ketersediaan tenaga kesehatan (p=0,012) dan persepsi sakit (p=0,002) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan.
ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN RAWAT JALAN DENGAN METODE IPA (IMPORTANCE PERFOMANCE ANALYSIS) DI PUSKESMAS BOGOR TENGAH KOTA BOGOR TAHUN 2018 Umam, Chairul; Muchlisoh, Lilis; Maryati, Husnah
PROMOTOR Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.703 KB) | DOI: 10.32832/pro.v2i1.1784

Abstract

Salah satu upaya dalam bidang kesehatan adalah tersedianya pelayanan kesehatan yang berkualitas. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat. kepuasan pelayanan jasa kesehatan tercapai jika apa yang didapatkan pasien melebihi harapannya. Penelitian ini merupakan penelitian survey deskriptifdengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk melihat kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kesehatan, sehingga dapat diketahui unsur yang dipertahankan dan diperbaiki oleh puskesmas dan dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanannya. Metode yang digunakan dalam analisis adalah metode IPA (Importance Perfomance Analysis). Populasipenelitian adalah kunjungan pasien 2017 metode pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel yang diambil 100 orang. Pengumpulan data dimulai dari jam buka pendaftaran sampai selesai dilaksanakan. Instrument penelitian menggunakan kuesioner yang berisi 30 item. Hasil penelitian dianalisis dengan membandingkan harapan dan kenyataan yang menggambarkan tingkatkepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan dalam dimensi tangibles 95.05%, reliability 102.66%, emphaty 101.40%, responsiveness 97.00%, dan assurance 96.00%. Dengan tingkat kepuasan secara keseluruhan 98.58% dikategorikan memuaskan.Berdasarkan hasil studi disarankan agar melakukan evaluasi secara rutin setiap 6 bulan, perbaikan dengan memberikan pelatihan dan kerjasama dengan petugas dalam peningkatan kualitas pelayanan yang berfokus padakepuasan pasien.
GAMBARAN IMPLEMENTASI PROGRAM RUJUK BALIK (PRB) BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA KECAMATAN TANAH SAREAL KOTA BOGOR TAHUN 2018 Rinata, Fajar; Arsyati, Asri Masitha; Maryati, Husnah
PROMOTOR Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.889 KB) | DOI: 10.32832/pro.v2i1.1785

Abstract

Puskesmas sebagai fasilitator rujukan pasien, seringkali menerima rujukan balik pasien dari rumah sakit, namun tidak semua puskesmas melaksanakan program rujuk balik dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan Program Rujuk Balik (PRB) di puskesmas meliputi penilaian beberapa aspek yang berperan dalam kelangsungan program rujukbalik diantaranya terdiri dari pengetahuan, pelayanan obat rujuk balik, struktur birokrasi, disposisi, komunikasi dan sumber daya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan uji analisis univariat pada masing-masing variabel yang diteliti melalui kuesioner sebagai instrumenpenelitian. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 responden petugas pelaksana program rujuk balik di Puskesmas Wilayah Kerja Kecamatan Tanah Sareal Bogor. Penentuan sampel menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian diperoleh persentase gambaran pelaksanaan Program Rujuk Balik (PRB) di Puskesmas Wilayah Kerja Kecamatan Tanah Sareal Bogor dalam aspekpengetahuan (80%), pelayanan obat PRB (80%), disposisi (65%), dan sumber daya (70%) sudah berjalan baik, sementara dalam aspek struktur birokrasi (50%) dan komunikasi (55%) belum berjalan baik dan perlu di kembangkan. Dalam pelaksanaan PRB di Puskesmas Wilayah KerjaKecamatan Tanah Sareal Bogor sudah cukup berjalan baik, namun diharapkan perlu dikembangkan upaya kordinasi dan komunikasi lebih baik lagi antara instansi terkait guna kelangsungan programberjalan lebih baik.
GAMBARAN PELAKSANAAN PROGRAM TRIAS UKS DAN SARANA PRASARANA UKS TERHADAP KUALITAS PELAYANAN UKS PADA TINGKAT SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA KECAMATAN TANAH SAREAL KOTA BOGOR TAHUN 2018 Syira, Zakia Arranur; Arsyati, Asri Masitha; Maryati, Husnah
PROMOTOR Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.304 KB) | DOI: 10.32832/pro.v2i1.1792

Abstract

Menurut laporan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2014, sebagian besar kematian yang terjadi pada anak usia sekolah mengacu pada kematian karena kurangnya PHBS di sekolah maupun rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh informasi secara mendalam tentang faktorfaktoryang berhubungan dengan kualitas pelayanan usaha kesehatan sekolah pada tingkat sekolah dasar se-Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor tahun 2018. Rancangan pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sekolah yang ada di Kecamatan Tanah Sareal yang berjumlah 41 sekolah dengan teknik purposive sampling. Alat yangdigunakan dalam penelitian ini yaitu daftar tilik observasi dan pedoman wawancara dengan cara analisa data menggunakan prosedur cek ulang (rechecking) secara cermat. Hasil penelitian didapatkan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas pelayanan UKS pada tingkat sekolahdasar yaitu pengetahuan yang dimiliki kepala sekolah dan guru masih kurang mengenai kegiatan pokok UKS, sikap kepala sekolah dan guru masih belum terlalu mementingkan kualitas UKS namun hanya memberikan seadanya. Kurangnya sarana prasarana yang disubsidikan daripemerintah masih terlalu minimal sehingga masih banyak sarana prasarana yang dirasa kurang. Umur sasaran utama UKS pada umumya seluruh kelas tidak ada klasifikasi umur dalam sasaran utama UKS, serta kurangnya dukungan dari pihak pemerintah, petugas kesehatan serta wargasekolah mengenai kualitas UKS. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, sarana prasarana, umur, dan dukungan dari pihak terkait sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayananUKS terutama sarana prasarana. Saran yang dapat diberikan untuk sekolah di Kecamatan TanahSareal dapat dijadikan masukan dalam rangka menyusun perencanaan program UKS yang lebihbaik lagi.
PERBANDINGAN PERENCANAAN STRATEGIS OBAT JKN DI UNIT FARMASI PADA PUSKESMAS YANG TERAKREDITASI DAN PUSKESMAS YANG BELUM TERAKREDITASI TAHUN 2018 ., Megawaty; Maryati, Husnah; Chotimah, Indira
PROMOTOR Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.128 KB) | DOI: 10.32832/pro.v2i2.1800

Abstract

Perencanaan strategis obat merupakan suatu proses kegiatan seleksi obat dan perbekalan kesehatan untuk menentukan jenis dan jumlah obat dalam rangka pemenuhan kebutuhan obat di Puskesmas melalui tahap analisis situasi, tahap memformulasikan tujuan, tahap strategi dan formulasi, tahap rencana harian, serta tahap evaluasi dan kontrol. Penelitiaan ini bertujuan unutuk mengetahuiperbandingan perencanaan strategis obat JKN di unit farmasi pada Puskesmas yang terakreditasi dan Puskesmas yang belum terakreditasi tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian kualitatif. Informasi yang dikumpulkan melalui 3 informan dari masingmasing Puskesmas yang terlibat dalam perencanaan obat di Puskesmas yang terakreditasi dan yangbelum terakreditasi. Hasil dari perbandingan perencanaan strategis obat pada Puskesmas yang sudah terakreditasi dan yang belum terakreditasi dilihat dari 5 tahapan rencana strategis, yaitu: 1) tahap analisis situasi, baik Puskesmas yang sudah terakreditasi dan yang belum terakreditasi sama-samamengacu pada Formularium Nasional. 2) tahap memformulasikan tujuan, Puskesmas yang sudah terakreditasi dan yang belum terakreditasi sama-sama menggunakan metode konsumsi. 3) tahap strategi dan formulasi, Puskesmas yang sudah terakreditasi tidak melakukan pelatihan danpembinaan kepada tenaga apoteker, sedangkan Pukesmas yang belum terakreditasi melakukan pembinaan. 4) tahap rencana harian, Puskesmas yang sudah terakreditasi dan yang belum terakreditasi sama-sama sudah memiliki SOP rencana kebutuhan obat. 5) tahap evaluasi dan kontrol, Puskesmas yang sudah terakreditasi dan yang belum terakreditasi sama-sama masihditemukan masalah kekosongan obat dan kelebihan obat.
GAMBARAN FUNGSI MANAJEMEN PROGRAM PROMOTIF DAN PREVENTIF PENATALAKSANAAN HIPERTENSI PUSKESMAS GANG AUT KECAMATAN BOGOR TENGAH KOTA BOGOR TAHUN 2018 Annas, Fadlhi; Maryati, Husnah; Chotimah, Indira
PROMOTOR Vol 2 No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.578 KB) | DOI: 10.32832/pro.v2i4.2238

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menganggu kesehatan masyarakt dan menajdi masalah kesehatan yang sangat serius. Pusekesmas sebagai salah satu unit kerja unit kerja dari pengorganisasian dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan faktor risiko penyakit hipertensi berperan untuk melakukan upaya promotif,preventif. Tujuan penelitian untuk mendapatkan informasi dan gambaran fungsi manajemen program promotif dan preventif penatalaksanaan hipertensi di Puskesmas Gang Aut Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan desain studi kasus. Informan dalam penelitian ini terdiri perawat, petugas PTM,dokter, dan kepala puskesmas. Instrumen dengan melakukan wawancara mendalam dengan dibantu alat perekam, rancangan analisa dengan menggunakan wawancara mendalam,dan telaah dokumen.Dari hasil wawancara penelitian menjelaskan bahwa fungsi manajemen dari kegiatan penatalaksanaan hipertensi mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasa di Puskesmas Gang Aut sudah terlaksana, Kesimpulan dari penelitian semua fungsi manajemenprogram promotif dan preventif penatalaksanaan hipertensi sudah terlaksana, namun masih terdapat kendala dalam fungsi perencanaan dimana masih kurangnya tenaga kesehatan, fungsi pengorganisasian masih kurang efektif dalam pembagian tugas dan wewenang pada setiap petugas,karena terdapat rangkap jabatan dari setiap tugas, fungsi penggerakan masih belum efektif kegiatan pengendalian hipertensi sering tidak sesuai dengan jadwal yang di buat setiap bulannya. Saran yang diharapkan untuk Puskesmas Gang aut untuk melakukan analisi situasi dan penyusunan kegiatandimana adanya kerbatasan tenaga kesehatan, menganalisis beban kerja, meningkatkan koordinasi, motivasi, pengarahan kepada petugas kesehatan pengendalian hipertensi dan keterpaduan pada lintas program dalam menacapai keberhasil. Bagi Dinas Kesehatan untuk member dukungan sumber daya yang di butuhkan oleh puskesmas dalam pelaksanaan program pengendalianhipertensi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PEGAWAI LOKET PENDAFTARAN DI RUMAH SAKIT “X” BOGOR TAHUN 2018 Khoirunnisah, Kartini; Chotimah, Indira; Maryati, Husnah
PROMOTOR Vol 2 No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.126 KB) | DOI: 10.32832/pro.v2i4.2239

Abstract

Kinerja dan kepuasan pegawai saling behubungan dalam menghasilkan pelayanan kesehatan sehingga berdampak pada kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini umtuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang behubungan dari faktor individu (umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja),faktor motivasi (hubungan antar pribadi, sistem penghargaan, pengembangan karir) dan faktor organisasi (fasilitas dan sarana kerja dan supervisi) di Loket Pendaftaran Rumah Sakit “X” Bogor.  Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Sampel penelitian ini berjumlah 31responden pegawai loket pendaftaran dengan tehnik pengambilan sampel secara total sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar kinerja pegawai loket pendaftaran tergolong baik dengan 18 orang (58,1%) dan 13 orang (41,9%) kinerja kurang baik. Hasil analisis hubunganmenujukkan bahwa variabel sistem penghargaan (p value 0,020 : OR 0,083) dan variabel fasilitas dan sarana kerja (p value 0,048 : OR 0,222), memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerjapegawai loket pendaftaran di Rumah Sakit “X”Bogor. Diharapkan dari pihak Rumah Sakit “X” Bogor melakukan evaluasi terhadap kinerja dan motivasi kerja, serta menindaklanjuti pengembangan karir pada pegawai loket pendaftaran.
GAMBARAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RSUD CIBINONG KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018 Ulfah, Fauziyah; Maryati, Husnah
PROMOTOR Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.819 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i2.4170

Abstract

Rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan yang telah diberikan. Pengelolaan rekam medis yang baik dapat meningkatan mutu pelayanan sehingga tercapainya tertib administrasi di Rumah sakit. Salah satu indikator untuk melihat kinerja rekam medis dapat dilihat dari Standar Pelayanan Minimum Rekam Medis. Pada Tahun 2017, dari 4 indikator SPM Rekam medis terdapat 2 SPM yang belum tercapai yaitu Kelengkapan berkas rekam medis 24 jam setelah pelayanan dan kelengkapan Informed Consent setelah mendapatkan informasi yang jelas. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kinerja petugas rekam medis di RSUD Cibinong Kabupaten Bogor Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Informan berjumlah 4 orang dan instrument yaitu pedoman wawancara mendalam, pedoman observasi, dan pedoman telaah dokumen. Di saran untuk meningkatkan komunikasi antara petugas rekam medis dengan instalasi lain yang berhubungan dengan rekam medis.
GAMBARAN SISTEM PELAYANAN FARMASI RUMAH SAKIT DI RUMAH SAKIT "X” KOTA BOGOR TAHUN 2019 Meina, Damayanti; Maryati, Husnah
PROMOTOR Vol 3 No 6 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.718 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i6.5561

Abstract

Standar pelayanan kefarmasian adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai mempengaruhi terhadap pelayanan farmasi yang nantinya akan mempengaruhi terhadap kepuasan pelayanan farmasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sistem pelayanan farmasi rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus melalui pengumpulan data primer yang dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi melalui telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan persediaan obat Rumah Sakit "X” Kota Bogor belum efektif. Hal ini terlihat dari beberapa komponen input (SDM yang kurang, sarana untuk penyimpanan obat kurang memadai), proses (perencanaan yang kurang tepat dan penyimpanan yang kurang memadai) dan output (belum bisa memenuhi capaian angka kepuasan pelanggan). Diharapkan Instalasi Farmasi Rumah Sakit "X” Kota Bogor lebih memperhatikan sistem penambahan sumber daya manusia untuk memaksimalkan pelayanan kefarmasian, penambahan alat yang digunakan dalam pelayanan kefarmasian, penambahan alat untuk pendistribusian obat ditambah agar tidak terjadi keterlambatan dalam pelayanan.